MENGELOLA BERKAT BAPA – Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2-Minggu, 25 Jan 2015)

Pendahuluan

Tinggal dirumah Bapa (memiliki hubungan yang baik dengan Bapa) dan menjadi anak-anakNya adalah jaminan bahwa kita tidak akan pernah mengalami berbagai krisis yang sedang terjadi di dunia ini. Namun kedua anak Bapa yaitu yang sulung dan bungsu tidak mengerti hal ini sehingga tindakan mereka mengindikasikan bahwa mereka belum dapat menjadi pengelola berkat-berkat Bapa dengan baik.

LUKAS 15:11-32

  • Luk 15:11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
  • Luk 15:11-32 è SEMUA TENTANG KESALAHAN KITA / KESALAHAN PEMIKIRAN KITA.

Ada yang berpikir bahwa anak-anak dalam cerita ini adalah korban didikan yang buruk dari seorang Bapa. Tapi menurut pendapat saya, ini adalah tentang kesalahan kita sebagai anak-anak yang tidak pernah belajar dari Bapa yang sudah memberikan yang terbaik untuk anak-anakNya termasuk dalam hal disiplin.

  • Luk 15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.

Anak bungsu meminta bagian yang menjadi miliknya kepada Bapanya. Anak bungsu merasa bagian itu adalah miliknya. Ini kesalahan terbesar yang sering kali kita lakukan, merasa bahwa kita berhak memiliki dan menjadikan harta Bapa menjadi “Milik pribadi”(Ownership). Bahayanya adalah membuat kita menjadi berhak untuk menggunakannya untuk apa saja termasuk untuk hawa nafsu.

  • Luk 15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Dia menukar Harta Bapa yang dimilikinya dengan harta duniawi miliknya. Dan kebodohan yang paling fatal adalah pergi jauh meninggalkan rumah Bapa. Bapa bahasa aslinya memiliki arti adalah SUMBER.

  • Luk 15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.

Semua yang dipakai dalam kepemilikan untuk diri sendiri membuat kita miskin di hadapan Allah. Berkat Bapa menjadi habis dalam hidup anak bungsu ini.

 Sikap pengelola yang baik:

  1. Jangan pernah berani melepaskan diri dari Bapa (sumber )

Yohanes 15:5 – Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

2. Jangan pernah mengatakan hak atas semua kepemilikan : “milikku”

Mazmur 24:1- Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.

  • Luk 15:15 lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
  • Luk 15:16 lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

Anak bungsu coba mencari jalan penyelesaian dengan caranya sendiri. Majikan dari dunia ini bengis dan tidak pernah mengenal belas kasihan. Dan akhirnya memperlakukan anak bungsu ini seolah-olah lebih rendah dari babi.

Sikap pengelola yang baik:

  1. Jangan pernah mencari pertolongan pada dunia

Yoh 15:19 – Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Titik awal perubahan

  • Luk 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Ay. 18, Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Sadar / pencerahan dalam pikirannya è Bangkit è Pulang kerumah bapa (pemulihan hubungan dengan Bapa)

Saat Si Bungsu memutuskan untuk pulang, ia tidak berpikir untuk datang sebagai salah satu anak yang disayang Bapanya. Ia menyadari bahwa ia terbuat salah dan merasa tidak layak disebut sebagai anak. Dengan dapat kembali ke rumah Bapanya saja ia sudah senang, meski harus menjadi seorang upahan.

Pemulihan membutuhkan waktu. Butuh waktu untuk pembaharuan budi/ pikiran, Roma 12:2. Ia sudah ada dirumah Bapa tetapi pemikiran dunia belum hilang dari hidupnya.

  • Luk 15:22-24 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Sambutan yang diberikan Bapa terhadap Si Bungsu diluar dugaannya. Betapa bersukacitanya Sang Bapa menyambutnya pulang sampai diadakan makan besar. Bapa memberikan jubah “penerimaan” yang terbaik, Cincin “Otoritas” atas semua kekayaan di rumah Bapa, dan sepatu “kelayakan” untuk menjadi anak Bapa kembali.

Hidup dalam sistem dunia ini membawa kepada kematian. Kembali ke rumah Bapa/ bertobat membuat rohani kita hidup kembali, dan hidup kita penuh sukacita tanpa stres

  • Luk 15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

Namun Anak sulung marah besar dengan kejadian ini dan merasa bahwa Bapa tidak mengasihinya. Dia tidak pernah menyadari bahwa selama ini dia bisa bebas menggunakan berkat Bapa.

Sikap Pengelola yang baik :

  1. Jangan pernah merasa berhak mendapatkan upah dari Tuhan karena kita sudah melakukan sesuatu.

Segala sesuatu Dia sudah berikan karena Dia adalah Bapa, Roma 11:29 . Jadilah Pengelola yang baik dari Berkat Bapa.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s