HARI KASIH SAYANG – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya, 15 Feb 2015)

Zakharia 1:16

“Sebab itu, beginilah firman Tuhan, Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan di sana demikianlah firman Tuhan semesta alam, dan tali pengukur akan direntangkan lagi di atas Yerusalem.”

PENDAHULUAN

Tanggal 14 Februari diperingati oleh beberapa orang sebagai hari Valentine yaitu hari kasih sayang. Di hari tersebut orang menyatakan kasih sayangnya kepada sesamanya dengan cara saling memberi, biasanya diwujudkan dalam bentuk bunga atau cokelat. Tetapi sebenarnya kasih sayang tidak hanya ditunjukkan pada hari Valentine saja, melainkan harus dilakukan setiap hari. Melalui nabi Zakharia, Allah menunjukkan kasih sayangNya kepada umatNya.

Zakharia, seorang nabi yang masih muda. Ia lahir di tanah jajahan yaitu negeri Babel, negeri dimana bangsa Yehuda ditawan. Dari negeri Babel Allah memanggil Zakharia untuk membawa berita tentang pemulihan Yerusalem dan Kerajaan Yehuda. Zakharia juga ditugaskan untuk memimpin perjalanan pulang bangsa Yehuda ke Yerusalem.

KETIDAKTAATAN

Mengapa bangsa Yehuda ditawan bangsa Babel selama 70 tahun? Allah ijinkan umat-Nya khususnya bangsa Yehuda ditawan di Babel selama 70 tahun, karena umat Allah tidak taat kepada perintah Tuhan. Umat Tuhan tidak taat kepada Allah dalam melakukan tahun sabat, dimana pada setiap tahun ketujuh ladang-ladang dan kebun harus diistirahatkan untuk tidak ditanami, tetapi mereka terus mengolah dan menanaminya selama 490 tahun.

Sementara bangsa Yehuda berada di negari Babel, melalui nabi Zakharia Tuhan berjanji akan pulihkan umat-Nya dengan kasih sayang. Keadaan Yerusalem dan Bait Allah yang hancur akan dipulihkan dan dibangun kembali. Tidak untuk selamanya Tuhan menghukum umatNya, Tuhan berjanji akan mengasihi mereka kembali dengan kasih sayangNya yang besar.

TUJUAN MANUSIA DICIPTAKAN

Pembebasan dan pemulihan bangsa Yehuda dari kekuasaan Babel, adalah gambaran pemulihan umat manusia yang sudah keluar dari rencana Allah. Seperti bangsa Yehuda yang dipulihkan Allah dari penindasan bangsa Babel, demikian juga Allah akan memulihkan keadaan manusia yang sudah jatuh dalam dosa.

TENTANG RENCANA ALLAH

Allah tempatkan manusia di bumi dengan suatu rancangan agar “Kerajaan Allah” bukan hanya terjadi di sorga, tetapi juga terjadi di bumi. Sehingga hidup manusia di dunia ini menggenapi Roma 14:17, Hidup dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita, tentunya dalam suasana penuh kasih sayang. Untuk memenuhi tujuan ini, Allah tidak membangun sebuah lembaga/organisasi atau gereja sekalipun. Allah justru memulainya dengan sebuah keluarga yaitu keluarga Adam dan Hawa.

KELUARGA PERTAMA

Rencana Allah yang mulia itu dimulai dengan membangun “keluarga.” Suasana keluarga yang Allah bangun dengan konsep: “Kasih Sayang”. Dalam Kejadian 2:21-24 kita dapat melihat cara Allah memberikan teman hidup kepada Adam. Ketika Allah memberikan teman hidup (isteri) bagi Adam Allah tidak beritahukan kepada Adam, asal usul Hawa, tetapi Adam mengerti siapa Hawa dan dari mana asal usalnya. Sehingga dalam Kejadian 2:23 Adam berkata: Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.” Adam sadar bahwa ia harus mengasihi dan menyayangi Hawa sama seperti mengasihi dan menyayangi tubuhnya sendiri. Inilah Hukum Pernikahan Kristiani.

Efesus 5:28

Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

Kasih sayang suami-isteri akan membawa dampak pada hubungan:

  • Kasih sayang orang tua dan anak-anak.

Jika suami istri tidak saling mengasihi, maka hal tersebut akan dirasakan oleh anak-anak. Merekalah orang pertama yang merasakan dampak langsung dari kasih orang tua yaitu hubungan suami istri.

  • Kasih sayang antara anak yang satu dengan anak yang lain.

BANGSA

Ketika keluarga bertumbuh menjadi besar akan membentuk sebuah bangsa. Maka cara hidup dan hubungan bangsa tersebut akan diwarnai suasana persekutuan yang penuh kasih sayang antara satu dengan lainnya. Dari bangsa ini akan mempengaruhi dunia.

DUNIA

Apabila setiap bangsa di dunia menerapkan pola hidup kasih sayang antara yang satu dan yang lain, maka seluruh penduduk dunia akan hidup dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita ilahi. Inilah rancangan Allah sejak semula. Tetapi apa yang terjadi?

MANUSIA TIDAK TAAT

Karena manusia pertama yaitu Adam-Hawa tidak taat dan jatuh dalam dosa, maka manusia kehilangan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita termasuk kasih sayang. Hal ini berdampak kepada seluruh aspek hidup umat manusia di muka bumi.

  • Hubungan Suami dan Isteri

Suasana Taman Eden (Kerajaan Allah), yaitu kebenaran, damai sejahtera dan sukacita, bukan hanya hilang dari muka bumi, tetapi juga hilang dari hati Adam dan Hawa. Buktinya: Kejadian 3:12,13 – Adam & Hawa saling mempersalahkan tidak ada yang mau bertanggung jawab atas kesalahan yang mereka lakukan.

 

  • Hubungan Saudara (Kakak-Adik) Kejadian 4:5

Hilangnya kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam diri manusia akibatnya timbul perasaan iri (cemburu) dalam hubungan kakak dan adik yaitu Kain dan Habel. Rasa cemburu dalam diri Kain melahirkan kebencian. Akibatnya, Kain menipu/berbohong, kemudian melahirkan kekerasan (memukul) dan berakhir dengan pembunuhan (Kejadian 4:8).

  • Antar Bangsa

Penduduk dan suasana dunia yang Allah rencanakan, sama sekali tidak terlihat dan dirasakan di dunia ini. Tetapi suasana yang dilihat dan dirasakan di dunia justru sebaliknya. Yang terjadi adalah permusuhan dan peperangan antar bangsa dan kerajaan di muka bumi. (Matius 24:6,7).

YESUS DATANG UNTUK MEMULIHKAN

Keadaan manusia, bangsa dan dunia, sudah melenceng jauh dari konsep dan rencana Allah yang semula. Dunia seharusnya dalam suasana: Kebenaran, Damai Sejahtera dan Sukacita serta kasih sayang. Sebaliknya dunia justru menerapkan hukum rimba, siapa kuat menang; siapa lemah jadi korban. Dalam keadaan dunia yang seperti inilah Tuhan Yesus datang untuk mengembalikan manusia kepada tujuan Allah yang semua. Pemazmur menubuatkan dalam :

Mazmur 85:11

“Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera (TL: “pengampunan”) akan bercium-ciuman.”

Kematian Yesus di atas kayu salib, telah merealisasi hal ini sehingga menjadi sebuah kenyataan, bukan cerita. Contoh: Roma 6:23a “Upah dosa adalah maut (hukuman di neraka).” Allah telah menyatakan kasih-Nya kepada manusia dengan mengampuni manusia, sehingga manusia tidak dihukum dalam neraka. Tetapi di manakah letak keadilan Allah (sebab Allah tidak menghukum kita di dalam neraka)? Keadilan Allah telah dinyatakan dengan cara menjatuhkan hukuman yang seharusnya kita terima kepada   Anak-Nya (Yesus) yang tidak bedosa. Dengan jalan demikian, maka kita mendapat pengampunan dosa dan diselamatkan.

HIDUP ORANG PERCAYA

Sebagai pengikut Yesus, kita harus bisa membuktikan keadilan dan damai sejahtera Allah itu benar-benar telah terjadi dalam hidup kita. Buktikan kasih sayang itu dalam ikatan:

  • Suami-Isteri

Bagaimana kasih suami kepada istri, istri kepada suami? Setelah pernikahan kita berjalan beberapa tahun, masihkah pasangan kita merasakan kasih sayang? Mari kita pelihara dan tingkatkan kasih kepada pasangan kita hingga maut yang memisahkannya.

  • Keluarga

Bagaimanakah hubungan orang tua dan anak-anak? Jika suami istri saling mengasihi, maka kasih itu akan turun dan dirasakan anak-anak.

  • Jemaat

Jika keluarga-keluarga dipenuhi dengan kasih Allah, maka jemaat juga akan dipenuhi kasih Allah. Ingatlah pesan rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.

Kolose 3:15 “ Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.”

  • Masyarakat Dunia

Lalu bagaimana dengan mereka yang diluar Tuhan atau masyarakat dunia? Kepada mereka Tuhan memerintahkan agar kita mengasihi mereka, bahkan orang-orang yang memusuhi kita sekalipun. (Lukas 6:27)

Penutup

Berbeda dengan budaya dunia yang merayakan hari kasih sayang hanya satu hari dalam setahun, kita sebagai anak-anak Tuhan harus merayakannya setiap hari, agar orang-orang yang dekat dengan kita, yaitu suami-istri, orang tua dan anak, keluarga besar, keluarga rohani (jemaat) bahkan orang-orang dunia yang belum mengenal Tuhan dapat merasakan kasih sayang Tuhan melalui hidup kita. Tuhan memberkati!!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s