IMAN yang TANGGUH – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya-Minggu, 1 Maret 2015)

Lukas 18:35-43Minandar

PENDAHULUAN

Kisah ini ditulis oleh 3 penulis Injil yaitu: Matius, Markus dan Lukas. Sekalipun kisah ini terlihat sederhana, namun kisah ini dapat memberi pelajaran kepada kita tentang iman yang tangguh. Iman Bartimeus adalah: iman yang hidup dan bertumbuh, berakhir dengan kemenangan. Hidup ditengah-tengah dunia yang penuh dengan tantangan diperlukan iman yang tangguh agar kita tetap bertahan bahkan meraih kemenangan. Bagaimana caranya memiliki iman yang tangguh? Marilah kita mempelajari kisah ini secara seksama.

Lukas 18:35        

“Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.”

Rupanya pada zaman dulu, para pengemis biasa duduk di pinggir jalan untuk meminta-minta kepada orang-orang yang sedang lewat. Salah satu dari mereka bernama Bartimeus. Ia duduk di pinggir jalan di kota Yerikho. Menurut Yosua 6:26, kota Yerikho adalah kota yang dikutuk. Tetapi di kota yang terkutuk ini ada jiwa- jiwa yang perlu diselamatkan, salah satu di antaranya adalah Bartimeus.

BARTIMEUS

Bartimeus adalah gambaran manusia di dunia yang telah dikutuk karena dosa (Kejadian 3:17). Sebagaimana Tuhan Yesus datang ke Yerikho, karena ada satu jiwa yang perlu Yesus, yaitu Bartimeus. Demikian pula Tuhan Yesus rela datang ke dunia yang terkutuk ini untuk menyelamatkan umat manusia, termasuk saudara dan saya. Bahkan jikalau hanya ada satu orang berdosa yang perlu diselamatkan, maka Yesus tetap akan datang ke dunia untuk menyelamatkannya.

Lukas 18:36,37 Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu? Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.”

 Bartimeus, mendengar suara gaduh orang banyak yang lalu lalang di jalan. Hal ini telah mendorong Bertimeus untuk bertanya: apa itu? Orang-orang menjawab: Yesus orang Nazaret lewat di jalan ini!

 

Lukas 18:38        

Lalu Bartimeus berseru: “Yesus Anak Daud, kasihanilah aku!”

 Yang menarik adalah…

  • Bartimeus bertanya: “apa itu?”
  • Orang menjawab: “Yesus orang Nazaret lewat.”
  • Tetapi Bartimeus berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah Aku!”

 Perhatikan jawaban Bartimeus. Orang banyak memberitahu kepadanya bahwa yang lewat adalah Yesus orang Nazaret tetapi seruan yang keluar dari mulut Bartimeus adalah Yesus anak Daud. Logikanya Bartimeus berseru, Yesus orang Nazaret sesuai jawaban yang diberikan oleh orang banyak, tetapi ia justru berkata Yesus Anak Daud. Dengan kata lain orang banyak mengenal Yesus sebagai orang Nazaret tetapi Bartimeus mengenal Yesus sebagai anak Daud.

SERUAN IMAN

Seruan Bartimeus adalah seruan iman yang tulus dan benar di hadapan Tuhan. Mengapa…? Orang-orang Yahudi memanggil Yesus, dengan julukan: “Yesus orang Nazaret!”, ini bukan karena Yesus dibesarkan di Nazaret. Tetapi julukan: “Yesus orang Nazaret” adalah julukan hinaan/ejekan bagi Yesus.

Contoh:

  • Dalam Yohanes 1:45-47 Filipus bersaksi kepada Natanael tentang Yesus adalah Mesias dari Nazaret. Komentar Natanael: “Apakah ada yang baik muncul dari Nazaret?”. Memang secara umum, orang memandang Nazaret adalah desa kecil, orang-orang udik dan terbelakang, berbeda dengan Yudea atau Yerusalem sebagai pusat kota. Di Yerusalem ada banyak pemimpin agama, tokoh pemerintahan, dan anggota Sanhedrin. Itulah sebabnya Natanael merasa heran ketika Filipus menyampaikan Mesias datang dari Nazaret.
  • Yohanes 19:19

Tulisan Pilatus di salib: “Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi.” Ini adalah kata-kata hinaan yang pertama ditujukan kepada Yesus. Seolah-olah mereka berkata: Anak desa tak sekolah ingin menjadi raja, tak tahu diri. Inilah akibatnya kalau ingin jadi raja. Kedua, hinaan ini ditujukan kepada orang Yahudi, dimana mereka menunjukan kepada orang Yahudi inilah model raja kalian.

Sementara beberapa orang yang melihat menghina dan melecehkan Yesus, tetapi tidak dengan Bartimeus yang buta. Sekalipun matanya tidak bisa melihat Yesus, namun iman dan pandangannya tentang Yesus berbeda dengan orang Yahudi. Orang Yahudi memandang Yesus dengan pandangan lahiriah dan dengan hinaan. Tetapi Bartimeus memandang Yesus dengan pandangan iman dan rohani.

Hal ini menggenapi ucapan Tuhan Yesus yang terdapat dalam Wahyu 22:16 – “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang gemilang.”

 KESIMPULAN

Ucapan Bartimeus adalah ucapan iman, Ia yakin Yesus bukanlah manusia biasa, melainkan Bartimeus yakin Yesus adalah Tuhan. Ucapan: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” adalah identik: “Yesus, Mesias, Tuhan, kasihanilah aku!”

TANTANGAN IMAN

Lukas 18:39

Maka mereka yang berjalan di depan menegur dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”

 Orang-orang Yahudi yang ada di sekitar Bartimeus berupaya menghentikan teriakan Bartimeus dengan cara menyuruhnya diam. Orang banyak marah, bukan karena Bartimeus membuat gaduh/ribut, karena tentu yang berteriak bukan hanya Bartimeus, ada orang lain juga yang berteriak meminta pertolongan Yesus. Tetapi mereka menyuruh Bartimeus diam karena mereka tidak suka Bartimeus memanggil Yesus dengan panggilan Anak Daud, sebab pengakuan tersebut sama artinya dengan mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yaitu Tuhan.

Hati-hati! ada oknum yang tidak suka kita percaya dan berharap pada Yesus. Iblis menggunakan segala cara untuk memadamkan iman kita. Kita harus kalahkan Iblis dengan mengucapkan perkataan iman seperti yang Paulus lakukan:

Roma 8:35

“Siapakah yang akan memisahkan kita (aku) dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”

Tantangan yang bisa memadamkan iman kita, bisa datang karena adanya…

  • Penindasan

Secara jasmaniah kita memang sudah merdeka dari jajahan penjajah. Kita adalah bangsa yang merdeka, tetapi kita masih tertindas karena ketidakbenaran.

  • Kesesakan

Ini bisa datang dalam bentuk masalah yang kita hadapi. Beratnya tekanan hidup bisa membuat hidup kita menjadi sesak bahkan tidak jarang membuat iman kita menjadi tawar dan mengecilkan kekuatan kita. (Ams 24:10)

  • Penganiayaan

Fenomena penganiayaan semakin terlihat di akhir zaman ini. Tindakan yang dilakukan kelompok garis keras ISIS atau Boko Haram, mejadi satu bukti bahwa aniaya sudah mulai terjadi. Kondisi ini akan makin berkembang hingga puncaknya muncul Anti Kristus.

  • Kelaparan

Karena cuaca yang ekstrim dan bencana alam yang terjadi, bumi akan dilanda kelaparan besar. Sekalipun berbagai upaya intensifikasi dilakukan, namun semua itu tidak akan bisa membendung datangnya kelaparan. Hari ini diberbagai belahan dunia, banyak manusia yang meninggal akibat kelaparan.

  • Ketelanjangan

Ini bicara masalah sosial. Jurang kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin semakin lebar sehingga mengakibatkan mereka yang kekurangan merasa hidup dalam ketelanjangan.

  • Bahaya

Menurut Mazmur 91, bahaya bisa datang kapan saja baik siang maupun malam. Ia bisa datang dalam bentuk penyakit, kesukaran maupun ancaman.

  • Pedang

Ini adalah masalah politik dan agama yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan terjadinya peperangan.

Perhatikan!

Ibrani 11 mendaftarkan tentang tokoh-tokoh iman (Saksi-saksi iman). Mereka, disebut tokoh iman, bukan karena mereka melihat dan alami mujizat yang besar tapi mereka tetap bertahan dalam iman kepada Yesus, meski pun mereka tidak melihat dan alami mujizat dari Tuhan.

Ibrani 11:35-40.

35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.

36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.

37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Sekali lagi saya tegaskan: Iman yang tangguh adalah iman yang tetap mempercayai Yesus sebagai Allah sekalipun tidak melihat dan mengalami pertolongan Tuhan. Barangkali ada diantara jemaat yang setia beribadah, rajin berdoa, melayani Tuhan namun tidak alami pertolongan Tuhan? Doanya tidak dijawab?, sakitnya tidak disembuhkan? Jangan kecewa, jangan goyah, tetaplah beriman kepada Tuhan Yesus sebagai satu-satunya juru selamat. Amin?!

IMAN BARTIMEUS

Bartimeus adalah tipikal orang Kristen yang kokoh, teguh dan tangguh imannya. Mengapa? Perhatikan ayat selanjutnya.

 Lukas 18:39

Maka mereka yang berjalan di depan menegur dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru:  “Anak Daud, kasihanilah aku!”

Ketika: penindasan; kesesakan; penganiayaan; kelaparan; ketelanjangan; bahaya; pedang datang mengancam dan menyerang Bartimeus. Bartimeus bukannya takut, lemah, menyerah dan kalah, sebaliknya imannya makin bangkit, kuat bahkan semakin yakin bahwa Yesus adalah Tuhan yang baik, peduli dan mendengar seruannya imannya.

IMAN MENGGERAKKAN YESUS

Lukas 18:40

“Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya…”

 Yesus adalah Allah yang peduli dan menghargai iman. Banyak yang berseru, tapi mengapa hanya Bartimeus yang direspon Yesus? Karena teriakan Bartimeus memiliki bobot iman, yang menggerakkan dan meluluhkan hati Yesus. Banyak orang yang berseru, namun seruan mereka kosong, tanpa iman, karena itu Yesus tidak menolong mereka, Yesus hanya tertarik kepada orang yang berseru dengan iman. Apapun yang sedang kita hadapi, berserulah dengan iman kepada Yesus, Dia peduli terhadap seruan dengan iman.

Lukas 18:41

“Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”

Seperti kepada Bartimeus Yesus juga bertanya: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Apa yang menjadi kebutuhan Saudara? Adakah persoalan yang sedang saudara alami? Datanglah kepadaNya dan berserulah dengan iman, maka saudara akan mendengar suaraNya berkata: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s