TUHAN…Supaya aku DAPAT MELIHAT (lanjutan Bartimeus) – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya-Minggu, 8 Maret 2015)

Lukas 18:35-43

PENDAHULUAN

Minggu yang lalu kita sudah mempelajari tentang Bartimeus yang memiliki iman yang tangguh walaupun ada orang berusaha untuk memadamkan imannya, tetapi iman Bartimeus tidak padam, sebaliknya semakin berkobar. Orang-orang menyuruhnya diam, tapi Bartimeus malah berteriak lebih keras: “Yesus Anak Daud kasihanilah aku.” Karena imannya yang tangguh, membuat Yesus berhenti sejenak, memanggilnya serta berkata: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Lukas 18:41.

MENGAPA YESUS BERTANYA?

Tuhan Yesus sudah tahu bahwa Bartimeus itu buta. Oleh sebab itu, dalam Lukas 18:40 Tuhan Yesus menyuruh orang membawa Bartimeus kepadaNya, karena ia buta! Tetapi mengapa Tuhan Yesus harus bertanya kepada Bartimeus: “Apa yang kau kehendaki Aku perbuat bagimu?” Bukankah sudah jelas bahwa yang diinginkan Bartimeus adalah melihat? Hal ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa:

KEINGINAN ADALAH KUALITAS IMAN

Apa yang kita inginkan dan apa yang kita cari dalam hidup kita sehari-hari, mencerminkan sejauh mana kualitas iman kita! Jika setiap kali berdoa hanya meminta uang, berkat, untung, duit, maka Tuhan tahu bahwa kita orang matre. Permintaan kita menunjukan kualitas iman kita. Contoh: Salomo, I Raja 3:4-14.

 Allah beri kesempatan kepada Salomo, minta apa saja untuk kebutuhannya sebagai raja di Israel. Salomo bisa saja meminta kekayaan, kejayaan, harta kekayaan, umur panjang dll. Tetapi Salomo tidak minta kekayaan atau umur panjang tapi minta “HIKMAT” atau hati yang sanggup untuk menimbang. Mendengar permintaan Salomo, Tuhan berkenan atas permintaannya yang berkualitas itu, sehingga selain Hikmat, semua kebutuhan bahkan semua yang Salomo tidak minta, Allah sediakan bagi Salomo.

 1 Raja-raja 3:10-13

Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kau minta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja.

Apa yang diminta Salomo selaras dengan ajaran Tuhan Yesus dalam Matius 6:33.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

 Banyak yang mengira mencari atau utamakan Kerajaan Allah, artinya: setiap hari ada di gereja, setiap saat selalu berdoa, setiap saat baca Alkitab, setiap hari pujian penyembahan. Kalau itu semua yang kita lakukan lalu kapan kita bekerja? Jadi apakah yang dimaksud Tuhan Yesus mencari kerajaan Allah? Untuk mengertinya mari kita melihat apakah yang dimaksud dengan kerajaan Allah?

APA ITU KERAJAAN ALLAH?

Lukas 17:20,21

“Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di di antara kamu.”

Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Artinya saat ini, Kerajaan Allah belum dapat dilihat dan dialami secara fisik seperti melihat kerajaan dunia. Contohnya Kerajaan Inggris. Kita bisa melihat bentuk fisik dari istana kerajaan Inggris, demikian juga dengan pasukan kerajaan ataupun ratu Inggris yang duduk di singgasana. Kerajaan Allah tidak ditandai dengan hal-hal fisik yang lahiriah seperti itu. Juga kerajaan Allah tidak ada di sana atau di sini. Artinya kerajaan Allah tidak berada di daerah tertentu. Tetapi kerajaan Allah ada diantara kamu yaitu di antara orang-orang percaya.

DI ANTARA KITA (Orang Percaya)

Jadi kerajaan Allah bisa dirasa dialami oleh orang yang percaya kepada Yesus, yaitu oleh orang-orang yang mencari Kerajaan Allah. Caranya?

Roma 14:17

“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Apapun kegiatan yang Saudara sedang kerjakan dan lakukan:

« Bekerja;

« Berusaha;

« Bergaul;

« Acara Keluarga;

« Berolahraga;

« Berekreasi; dan apa pun itu.

Lakukanlah semuanya itu sesuai Firman Allah dan di dalam Pimpinan Roh Kudus, sehingga apapun yang Saudara lakukan dan perbuat akan berbuah/menghasilkan: KEBENARAN; DAMAI SEJAHTERA dan SUKACITA. Pada saat itulah Saudara nikmati Kerajaan Allah dalam hati Saudara.

Sebaliknya kalau Saudara sedang bekerja; berusaha; bergaul; acara keluarga; berolah raga; berekreasi; tetapi dilakukan bertentangan dengan firman Allah dan Roh Kudus, maka yang Saudara lakukan bukan menghasilkan:

  • Kerajaan Allah tapi Kerajaan Iblis
  • Bukan kebenaran yang menghasilkan kejahatan
  • Damai sejahtera dan sukacita sebaliknya ketakutan, kegelisahan, ancaman dan hukuman, yang pada akhirnya akan benar-benar melihat dan alami Kerajaan Maut (Neraka).

PERMINTAAN BARTIMEUS

Kembali kita perhatikan pokok bahasan kita yaitu tentang permintaan Bartimeus kepada Yesus.

 Lukas 18:41a – Yesus berkata :“Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat kepadamu?”

Lukas 18:41b – Bartimeus menjawab: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!”

 Bagi Bartimeus penglihatan merupakan hal yang utama (vital) dalam hidupnya dari pada uang, harta, kedudukan dan apa pun di dunia ini. Mengapa? Walaupun buta, pandangan iman Bartimeus lebih unggul (lebih berkualitas) dibanding orang Yahudi. Orang Yahudi memandang Yesus sebagai orang Nazaret, orang biasa yang dipandang hina. Tetapi Bartimeus memandang Yesus sebagai: Anak Daud, artinya Yesus ialah Mesias yaitu Tuhan.

TIDAK PUAS

Walaupun iman dan kerohanian Bartimeus unggul dibanding dengan orang-orang Yahudi tetapi Bartimeus tidak merasa puas dengan apa yang telah dicapainya. Ia ingin mengalami peningkatan dalam pengenalan akan Yesus dari hari-hari sebelumnya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita merasa puas dengan apa yang sudah kita capai dalam kekristenan selama ini?

Setiap pengikut Yesus harus memiliki mata rohani (pandangan ilahi) yang celik, sehingga dapat memandang perkara yang rohani dan kekal yang lebih berharga dari apa/ semua yang ada di dunia.

Doa rasul Paulus

Efesus 1:15-18

Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

 Paulus rindu setiap anggota jemaat, memiliki mata hati (pandangan ilahi) yang terbuka, sehingga matanya tidak terkungkung hanya pada duniawi semata. Tetapi memiliki pandangan yang rohani dan kekal, yang jauh lebih mulia dari apapun di dunia ini.

ORANG-ORANG YANG MATANYA TERBUKA

Alkitab mencatat orang-orang yang memiliki mata yang terbuka, sehingga memilih yang rohani dan mulia dari pada yang jasmani dan sementara:

 1. ABRAHAM, Ibrani 11:9,10

Menurut Kejadian 24:1 Abraham diberkati dalam segala hal sehingga ia menjadi seorang yang kaya baik dalam hal rohani, jiwani dan jasmani. Tetapi berkat jasmani tidak membuat Abraham menjadi buta rohani. Abraham puas tinggal di dalam kemah sederhana, karena matanya tertuju kepada rumah yang kekal di sorga. Jangan ijinkan kekayaan dan berkat-berkat jasmani membutakan kita sehingga pandangan kita hanya tertuju kepada hal-hal duniawi belaka (hari-hari yang kita jalani hanya untuk mencari uang dan bukan mencari Tuhan).

 2. MUSA, Ibrani 11:24-25

Kemewahan, pendidikan dan kedudukan sebagai penerus takhta Firaun, tidak membuat Musa buta. Karena iman, matanya tertuju kepada upah yang kekal di sorga, walaupun ia harus alami penderitaan dan hinaan yang begitu menyakitkan jiwanya.

 3. DAUD

Mazmur 119:18

Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

Daud tidak buta secara rohani, tetapi Daud menyadari bahwa: kedudukan, harta dan kemuliaan dunia bisa membutakan (menghalangi) pandangannya terhadap perkara Illahi. Oleh sebab itu, dengan rendah hati ia memohon kepada Allah agar selalu menyingkapkan matanya untuk melihat perkara-perkara rohani melalui firman Allah. Itu sebabnya dalam 1Tawarikh29:1-9 Daud rela melepas kekayaannya dengan jumlah yang fantastis dan fenomenal, karena matanya melihat rumah yang lebih mulia (Bait Allah) dibandingkan segalanya.

4. STEFANUS, Kisah 7:54-60

Sebenarnya Stefanus memiliki kesempatan untuk lari dan meloloskan diri dari serbuan orang banyak. Tetapi Stefanus, tidak berusaha lari ketika anggota Mahkamah Agama berteriak, lalu menyerbu dan menyeret Stefanus ke luar kota kemudian merajamnya dengan batu. Mengapa Stefanus tidak melarikan diri? Karena menurut Kisah 7:55 Stefanus mengarahkan pandangannya ke atas (sorga), dan Stefanus melihat kemuliaan Allah, di mana Yesus berdiri di sebelah kanan Allah Bapa. Stefanus menyambut hukum rajam dengan sukacita sebab kematian membuat Stefanus bisa melihat Yesus tanpa selubung.

PAHLAWAN/TOKOH IMAN

Marilah kita perhatikan kembali Ibrani 11:35-40. Ini adalah daftar pahlawan iman yaitu orang-orang yang telah dicelikkan matanya. Mereka adalah orang-orang yang telah memandang kemuliaan lebih dari penderitaan yang harus mereka alami. Mereka membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

Sekali lagi, semuanya itu rela mereka alami karena mereka memiliki mata yang sudah dicelikan. Segala siksaan dan penderitaan tidak ada bandingannya dengan kemuliaan yang kelak mereka terima. Oleh sebab itu, apapun yang sedang Saudara alami, maju terus, jangan menyerah, pandanglah kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi kita. Tuhan memberkati.!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s