HAMBATAN-HAMBATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN – Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1-Minggu, 22 Maret 2015)

“ Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon sikusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.”

Markus 14 : 3

 

Minyak narwastu adalah minyak istimewa yang mahal harganya, yaitu 300 dinar (Yoh 12:5). Upah kerja pada waktu itu satu hari adalah : satu dinar. Jadi untuk mendapatkan minyak ini dibutuhkan 300 hari kerja. Minyak narwastu biasanya disimpan oleh para gadis untuk hari istimewanya yaitu pernikahannya. Narwastu yang Harum dan mahal harganya menunjuk kepada orang-orang percaya yang telah ditebus oleh Yesus kristus.

 2 Kor.2:15 – “ Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan diantara mereka yang binasa.”

Orang percaya yang dulunya berbau busuk karena dosa, menjadi harum setelah ditebus dan disucikan oleh darah Yesus yang mahal (1 Petrus.1:16,19). Orang percaya sudah seharusnya menjadi dampak yang membawa keharuman kasih Yesus dimanapun berada.

Minyak narwastu gambaran dari orang-orang yang telah dibeli dengan darah Yesus yang mahal ini, dicurahkan ke atas kepala Yesus. Meminyaki kepala Yesus disini dapat berarti : Menghormati Yesus setinggi-tingginya; Memuliakan Yesus; Mengagungkan Yesus; Mengharumkan Yesus. Inilah tujuan Yesus menebus kita dari dosa, bukan sekedar menyelamatkan saja. Minyak narwastu yang harum itu harus dipecahkan buli-bulinya, sebab jika tidak maka minyak itu tidak akan berarti apapun. Buli- buli yang tidak dipecahkan akan menjadi penghambat minyak itu untuk berfungsi sebagaimana mestinya.

 Dalam kehidupan orang percaya ada banyak yang tidak dapat bertumbuh dan berfungsi seperti yang Tuhan inginkan karena ada penghambat yang tidak mau dipecahkan dalam hidupnya. Ada banyak ragam bentuk buli-buli kehidupan yang dapat menghambat pertumbuhan rohani orang percaya jika tidak segera dipecahkan/dihancurkan :

  1. MENGABAIKAN KEHIDUPAN BATIN DENGAN KRISTUS DAN MENGUTAMAKAN PENAMPILAN LUAR

Dalam Luk. 11:39, Yesus mengecam ahli-ahli Taurat yang suka mengutamakan hal-hal luar yang jasmaniah, seperti ritual keagamaan tetapi mengabaikan kebersihan batin, dari luar nampak rohani dengan penampilan jubah keimaman tetapi hatinya penuh dengan kejahatan. Di jaman sekarang orang lebih mengutamakan semarak ibadahnya dengan segala pernak pernik lampu, kostum yang menarik bahkan bila perlu menampilkan para artis terkenal, tetapi makna dari ibadah itu sendiri seperti hadirat Tuhan dan penyampaian Firman Tuhan tidak dianggap lagi sebagai hal yang utama, malah pemberitaaan Firmannya sebisa mungkin dibatasi karena banyaknya acara yang ditampilkan. Orang percaya model begini tidak akan bertumbuh imannya dan tidak akan tahan uji.

  1. PERGAULAN YANG BURUK

1 Korintus.15:33 – “ Janganlah kamu sesat, Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

Sebagai orang-orang yang telah disucikan oleh darah Yesus, harus waspada dengan pergaulan yang tidak baik, sebab hal-hal yang tidak baik akan seperti ragi yang menghamirkan semua adonan yang baik. Hal-hal yang rohani akan terhambat pertumbuhannya jika masuk dalam lingkungan pergaulan yang buruk. Para orang tua harus menjaga anak-anaknya dari pengaruh jahat pergaulan yang buruk, sebab jika dibandingkan mengenai taburan benih rohani dan duniawi sangat tidak seimbang. Anak-anak hanya ditaburi benih Firman secara formal hanya satu kali dalam seminggu itupun hanya satu jam saja, sementara 6 hari selanjutnya mereka menerima banyak taburan benih duniawi yang cenderung jahat, mulai dari pergaulan di sekolah, masyarakat, melalui tanyangan- tanyangan televisi dan banyak lainnya. Tugas orang tualah untuk mendidik anak-anak diluar sekolah minggu. Mazmur. 1:1 – Memberi peringatan kepada kita untuk waspada terhadap nasehat orang fasik, jangan mengikuti pendirian orang berdosa dan tidak duduk dalam kumpulan para pencemooh.

  1. TIDAK DAPAT MENGUASAI DIRI

Suatu sifat atau karakter yang sangat bertentangan dengan karakter Kristus. Orang-orang seperti ini seperti petasan yang bersumbu pendek, sangat mudah sekali meledak jika disulut api, potensi sebagus apapun dalam diri seorang yang mudah meledak tidak akan dapat berfungsi dengan baik, dan tidak akan pernah ada kemajuan dalam kehidupan rohaninya, hidupnya akan dipenuhi pertikaian, ketersinggungan dan perbantahan.

1 Petrus.4:7- Petrus memberi nasehat untuk kita dapat menguasai diri agar dapat menjadi tenang, agar kita dapat berdoa, artinya kita dapat fokus dengan pribadi Tuhan untuk kita bertumbuh dalam iman. Mohonlah pada Roh Kudus untuk mengubahkan hidup kita untuk memiliki penguasaan diri dalam segala hal.

  1. HIDUP DENGAN PERASAAN BUKAN DENGAN IMAN

Orang yang lebih menggunakan perasaannya dari pada imannya, akan sulit bertumbuh dalam hal memahami rencana Tuhan dalam hidupnya. Ia akan sangat sulit menerima hal-hal buruk yang menimpa dirinya jika Tuhan tidak segera menolongnya. Roma.8:28- Paulus memberi pemahaman bahwa Tuhan akan turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang percaya. Bagi orang yang menggunakan imannya akan mudah tenang karena ia tahu bahwa dibalik semua yang terjadi dalam hidupnya baik atau buruk yang dialami, Allah punya tujuan baik baginya. Tetapi tidak dengan orang yang hidup dengan perasaannya, ia lebih melihat kepada kenyataan yang dialaminya saat itu dari pada melihat dengan iman dibalik kejadian yang Tuhan ijinkan menimpa dirinya. Orang model begini akan mudah kecewa, alami kepahitan bahkan bisa murtad tinggalkan imannya.

  1. MEMILIKI KEPRIBADIAN GANDA

Suatu kehidupan yang mendua hati tidak konsisten. Orang seperti ini dapat dengan mudah menyesuaikan dirinya dalam berbagai situasi, ketika pelayanan di gereja ia akan mudah tampil dengan baik dan benar-benar tampak penuh dalam kerohanian, tetapi ketika ia berada dalam dunia sekuler, ia juga mampu membaur sehingga tidak dapat lagi terlihat mana yang anak Tuhan dan yang bukan anak Tuhan. Lukas.16:13- Yesus memberi peringatan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada 2 tuan yaitu kepada Allah dan Mamon (duniawi).

Yak 4:4 – Siapa yang mengasihi dunia, ia menjadikan dirinya musuh Allah, dan orang yang mendua hatinya hidupnya tidak akan pernah tenang.

Yak 1:8 – Bahaya dari kehidupan yang memiliki kepribadian ganda adalah kemunafikan.

Inilah semua hal yang dapat menjadi penghalang pertumbuhan iman orang percaya seperti buli-buli yang mengurung minyak narwastu yang harum dan mahal harganya. Kita harus rela dipecahkan dari kehidupan yang menghalangi kerohanian kita itu melalui pengubahan hati kta oleh Firman dan Roh Kudus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s