KEMULIAAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA – Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 22 Maret 2015)

Pada waktu Allah menciptakan manusia, Allah menaruh kemuliaan didalam diri mereka. Kemuliaan ini berasal dari diri Allah sendiri, namun ditaruhnya didalam diri manusia ciptaanNya untuk dipancarkan di bumi, di mana mereka ditempatkan.

Kejadian 1:26-28, Kemuliaan Allah yang diberikan kepada manusia antara lain :

  • Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah (serupa dan segambar tetapi tidak SETARA)
  • Manusia diberi KUASA untuk memerintah atas Bumi
  • Manusia diberkati langsung oleh Allah sendiri

Namun dalam Kejadian 3:6-8, karena tipu daya Iblis, Manusia menukar Kemuliaan Allah melalui ketidaktaatan:

  • Dengan Janji Palsu untuk menjadi seperti Allah
  • Dengan Ketelanjangan
  • Dengan Kemuliaan Palsu yang mereka pakai dari daun pohon ara.

Menghitung harga pemberontakan manusia

Sejak Kejatuhan manusia kedalam dosa, mari kita menghitung 2 hal besar yaitu :

  • Apa yang manusia masih miliki dalam kejatuhan ?
  • Apa yang tidak lagi manusia miliki ?

Yang Hilang dan Tidak dari Manusia

  1. Manusia tidak kehilangan surga.
  • Manusia belum pernah ada di sorga. Kita tidak dapat kehilangan apa yang tidak pernah kita miliki. Iblis dan para malaikatnya-lah yang kehilangan surga karena dari sanalah mereka berasal tetapi manusia tidak.

  1. Manusia tidak kehilangan bumi.
  • Manusia diciptakan untuk hidup di bumi/eden. Surga adalah dunia Tuhan dan tempat bagi hadiratNya yang kudus. Bumi adalah dunia manusia dan Eden adalah tempat dimana dua dunia bersinggungan. Hari ini kita sedang menantikan surga sebagai rumah kita, Fil 3:20, 1 Petrus 1:4. Namun pada mulanya kita dirancang untuk bumi. Alkitab dimulai dengan bumi dan diakhiri dengan bumi yang baru. Wahyu 21:3b, Bumi tetap rumah kita. Bumi masih dalam tanggung jawab manusia, namun manusia kehilangan penguasaan atas bumi. Mazmur 115:16

  1. Manusia tidak kehilangan rohnya
  • Kita tetap makhluk roh, berbeda dengan semua makhluk lain. Ketika Allah menciptakan manusia, Ia berfirman kepada diriNya sendiri dan diciptakannya laki-laki dan perempuan dalam wujud roh (Kejadian 1:27). Kita mempunyai sifat rohani yang entah baik atau buruk, berdosa atau benar, hidup selamanya. Inilah gambar ilahi dari diriNya yang Tuhan taruh didalam setiap kita.

  1. Manusia tidak kehilangan tubuhnya
  • Sama seperti kehidupan di luar angkasa memerlukan pakaian ruang angkasa, demikian juga di bumi, manusia memerlukan pakaian bumi. Tuhan menciptakan tubuh fisik kita agar cocok dengan lingkungan bumi yang Ia siapkan bagi kita. Dosa telah merusak tubuh kita sehingga tidak berfungsi sebaik yang seharusnya.

  1. Manusia tidak kehilangan jiwanya.
  • Maksud jiwa disini adalah kapasitas penuh mental kita. Jiwa kita masih terdiri dari pikiran, perasan dan kehendak. Benak yang berpikir, emosi yang merasa dan kehendak yang bertindak. Kita adalah makhluk yang sadar dan mandiri dengan kebebasan memilih sebagaimana Tuhan menciptakan kita. Dosa membuat pilihan yang salah bahkan ada dalam sebuah dilema Roma 7:15;17-18;21. Hanya dalam Kristus kita menemukan kebebasan dari ikatan ini.

  1. Manusia tidak kehilangan potensinya.
  • Bahkan dalam keadaan jatuh dalam dosa, ras manusia masih mempunyai potensi yang luar biasa, Kejadian 11:6. Potensi adalah kemampuan yang belum digunakan, kuasa yang belum dimanfaatkan, impian yang belum terwujud, janji yang belum terpenuhi, kemuliaan yang belum nyata. Tuhan selalu melihat didalam kita lebih daripada kita melihat diri kita sendiri, dan yang orang lain abaikan. Dosa membuntukan kita terhadap diri kita yang sebenarnya dan apa yang dapat kita kerjakan. Kita membutuhkan hadirat dan kuasa Tuhan untuk membantu kita mengeluarkan potensi kita yaitu kemuliaan yang terpendam didalam diri kita.

  • APA YANG TIDAK DIMILIKI OLEH MANUSIA SETELAH KEJATUHAN
  1. Manusia kehilangan kesuciannya /Kekudusannya .
  • Kesucian dan kekudusan memiliki beberapa arti antara lain : Kebersihan, tanpa noda, cacat, cela. Transparan : tanpa awan, bayangan, tipu daya atau dusta. Ketika mereka berdosa, mereka mulai berusaha menutupi perbuatan dosa dengan bersembunyi. Mereka mulai melempar kesalahan, seterusnya hilangnya kejujuran dan keterbukaan. Hal utama yang hilang dalam diri manusia adalah integritas dan berganti dengan kemunafikan.

  1. Manusia kehilangan Roh Kudus
  • Roh Kudus adalah Hadirat pribadi Tuhan dalam hidup mereka. Tanpa Roh Kudus, pengetahuan, hikmat, pengertian, kuasa, karunia, kemampuan yang mereka miliki tidak berfungsi sepenuhnya lagi. Tanpa Roh Kudus manusia tidak bisa mengalami kemuliaan yang sepenuhnya.

  1. Manusia kehilangan Eden (naungan hadirat Tuhan)
  • Eden adalah tempat dimana Allah menaruh mereka untuk tinggal. Eden adalah lingkungan asli mereka. Manusia harus hidup di lingkungan yang tidak dirancang untuknya. Diluar Eden, kehidupan keras, darah, air mata, kerja keras dan alami kematian.

  1. Manusia kehilangan kepenuhan kemuliaan Tuhan.
  • Tanpa Roh Kudus dan naungan hadirat Tuhan, mereka tidak dapat secara penuh mengekspresikan kemuliaan yang Tuhan taruh dalam diri mereka apalagi kemuliaan Tuhan. Bahkan kemuliaan diri mereka dipakai untuk berbuat jahat. Kemuliaan Tuhan yang penuh masih terpendam jauh dibawah pengaruh dosa dan kedagingan manusia. Manusia hidup dalam kebingungan, ketidaktahuan dan rasa frustrasi akibat kejatuhan.

  1. Manusia kehilangan kekuasaan atas bumi.
  • Adam Hawa melepaskan mahkota dan meterai otoritas mereka atas taman eden kepada Kerub yang nganggur. Dan secara tidak sah manusia juga melepaskan kekuasaan mereka atas bumi kepada Iblis. Manusia hidup dipengaruhi oleh alam, musim dan hukum-hukum bumi lainnya.

  1. Manusia kehilangan pengertian akan tujuan.
  • Tanpa tujuan hidup hanya eksperimen. Generasi demi generasi berlalu, manusia dengan cepat melupakan siapa dirinya, mengapa ia ada disini, dari mana ia berasal, dan kemana ia akan pergi. Kehidupan menjadi pekerjaan berat setiap hari, menakutkan, putus asa dan tidak berdaya.

Roma 3:23 Karena dosa manusia telah kehilangan kemuliaan Allah. Namun ay.24, dan oleh kasih karunia melalui penebusan Yesus, Tuhan sedang memulihkan keadaan umatNya. Apa yang hilang karena dosa Adam, dikembalikan kepada GerejaNya untuk mengerjakan bumi ini di akhir zaman.

2 Korintus 3:18, Tuhan sedang memulihkan kemuliaanNya atas gerejaNya. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita akan terus diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar, sampai Bumi penuh dengan KemuliaanNya. Marilah persiapkan diri kita atas apa yang sedang Allah kerjakan dalam gerejaNya, dalam diri kita semua. Amin.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s