BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN TUHAN YESUS KRISTUS – Pdt. Jimmy Rusni Rasyid (Ibadah Raya, 29 Maret 2015)

2 Pet 3 :18, Markus 4: 35-41

Dalam suratnya, Petrus memberikan banyak nasehat kepada umat Tuhan. Mengakhiri suratnya yang pertama, Rasul Petrus menutupnya dengan sebuah nasehat agar umat Allah bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan Yesus.

BERTUMBUH DALAM KASIH KARUNIA

Kekristenan yang sehat dan hidup adalah kekristenan yang terus bertumbuh dalam kasih karunia. Kita tahu bahwa salah satu bentuk kasih karunia Allah yang terbesar kepada kita adalah keselamatan (Efesus 2:8,9). Dulu kita hidup dalam dosa. Segala usaha, kebaikan, amal, pelayanan dan apapun yang kita lakukan tidak dapat mengeluarkan kita dari hukuman dosa. Tetapi oleh kasih karunia Allah, melalui pengorbanan Yesus di kayu salib kita menerima anugerah keselamatan.

Setelah kita menerima kasih karunia Allah, rasul Petrus ingatkan agar kita tidak berhenti sebatas diselamatkan tetapi terus naik bertumbuh dewasa dalam pengenalan akan Kristus.

BERTUMBUH DALAM PENGENALAN AKAN TUHAN

Pertumbuhan adalah proses seumur hidup. Pertanyaannya adalah: Apakah hari ini kita sedang bertumbuh? Untuk bertumbuh tidak dapat kita capai dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kekuatan dan pertolongan Allah. Yohanes ingatkan agar kita tinggal di dalam DIA sebab diluar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Sebab itu tinggallah di dalam Tuhan agar iman kita terus bertumbuh dan mengenal Dia dengan benar.

Melalui Markus 4: 35-41, kita akan belajar tentang pengenalan akan TUHAN dengan benar.

ay 35 – Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”

Apa yang Tuhan inginkan dari ayat ini? Tuhan ingin agar kita menggunakan waktu yang kita miliki dengan baik. Jangan sia-siakan waktu anda, karena satu kali tidak ada lagi waktu. Selagi hari siang bekerjalah, sebab akan datang malam dimana seseorang tidak dapat bekerja lagi. Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus juga mengingatkan untuk mempergunakan waktu yang ada. Gunakanlah kesempatan sebelum terlambat.

– Marilah kita bertolak ke seberang…

Jika Tuhan mengajak seseorang, Tuhan selalu punya tujuan. Kepada para murid Tuhan ajak mereka ke seberang. Demikian juga hendaknya dengan kita, hiduplah dengan tujuan memuliakan Allah (1 Kor 10:31).

Disini kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang berinisiatif. Tuhan yang memulai berbicara. Jangan mau memiliki Tuhan Yesus yang tidak berbicara. Jika Tuhan tidak berbicara pasti itu patung bukan Allah. Untuk berbicara kepada manusia Tuhan dapat menggunakan banyak hal, lewat firmanNya, hambanya bahkan alam semesta ataupun kejadian. Jika Tuhan berbicara, Ia berbicara kepada murid-muridNya. Itulah sebabnya murid-murid memanggilnya guru.

ay 36 – Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu dimana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

Tuhan Yesus hanya mengajak murid-muridNya, tetapi perahu-perahu lain juga ikut. Siapa yang ajak mereka? Mungkin ini adalah inisiatif dari murid-murid yang lain. Jadilah anak Tuhan yang berinisiatif, jangan diam. Ajaklah orang lain untuk mengikut Yesus.

Ay 37 – Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Menurut catatan Injil Matius dikatakan: “sekoyong-koyong mengamuklah taufan”. Hal ini memberikan pengertian kepada kita bahwa masalah dapat terjadi secara tiba-tiba. Oleh sebab itu berjaga-jagalah, karena banyak hal yang tidak dapat kita duga. Kekristenan sejati akan diuji saat datang badai. Mengikut Yesus tidak akan lepas dari tantangan dan aniaya. Seperti Yesus alami penderitaan, demikian juga kita akan hadapi hal yang sama. Bertekun sampai akhir hidup kita.

Ay 38 – Pada waktu itu, Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridNya membangunkan Dia dan berkata kepadaNya: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”

Yesus tertidur di buritan. Sebagai manusia, Yesus bisa mengalami kelemahan secara fisik, itulah sebabnya Ia tidur di buritan. Sementara Yesus tidur, taufan mengamuk, murid-murid membangunkan Dia dan berkata: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”

Renungkanlah pertanyaan berikut ini. Jika murid-murid binasa, apakah termasuk Tuhan Yesus juga akan binasa? Jika badai tidak tenang, apakah mereka akan sampai ke seberang? Tentu kita semua sudah tahu jawabannya. Apapun yang terjadi, para murid pasti sampai ke seberang karena bersama Yesus. Namun dari sini kita belajar bahwa badai tidak membangunkan Yesus tetapi murid-muridlah yang membangunkanNya. Ini pertanda bahwa Yesus peduli dengan seruan murid-muridNya.

Ay 39-40 – Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Mendengar seruan pada murid, Tuhan Yesus bangun dan mendiamkan danau sehingga danau itu menjadi teduh sekali. Tuhan berkuasa atas badai. Apakah badai kehidupan yang saudara alami? Ingatlah bahwa Tuhan Yesus yang berkuasa mendiamkannya. Jangan takut, berserulah kepadaNya.

Ay 41 – mereka menjadi sangat takut dan berkata kepada seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepadaNya?”

Siapakah gerangan orang ini? Tuhan memakai badai masalah untuk membawa pengenalan para murid lebih dalam lagi. Melalui badai para murid semakin mengenal siapakah Tuhan Yesus. Dia adalah Allah yang berkuasa. Masalah akan membawa kita kepada kedewasaan dan pengenalan akan Tuhan yang lebih dalam lagi. Sebab itu, hadapilah setiap masalah dan ingatlah bahwa Tuhan Yesusadalah Allah yang peduli. Maju terus dan bertumbuhlah dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s