MENYERAHKAN NYAWA Untuk SAUDARA KITA – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya Kebangkitan – Minggu, 5 April 2015)

1 Yohanes 3:16

“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudarasaudara kita.”

 

 

PENDAHULUAN

Ayat ini terdiri dari dua bagian yaitu:

  1. Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita
  2. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudarasaudara kita.”

 

Kita sudah bahas bagian pertama dari I Yohanes 3:16, bahwa karena korban darah Yesus:

  • Kita diampuni
  • Dibenarkan dan…
  • Dilayakkan masuk sorga.

SEPERTI PERABOT YANG DISUCIKAN (Ibrani 9:22,23; II Timotius 2:19-21)

Seperti yang sudah kita pelajari pada Jumat yang lalu, bahwa korban Yesus di kayu salib menjadikan kita seperti perabot yang dikuduskan untuk ditempatkan di Kemah Tabernakel, yang digambarkan sebagai rumah yang mulia yaitu Sorga.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

Sebagai perabot yang telah disucikan, apa tanggung jawab kita?

2 Timotius 2:22

“Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni”. Hal ini kita sudah dibahas dibagian pertama, sekarang marilah kita lihat bagian kedua.

I Yohanes 3:16

“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerah-kan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”

Salah satu bukti bahwa kita adalah orang-orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus, maka kita harus buktikan penebusan itu dengan cara melakukan seperti yang Yesus lakukan yaitu menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita

“Apa maksud menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita?”

  1. Hidup Kita Menjadi Teladan

Kata: NYAWA dalam I Yohanes 3:16, bahasa Yunani: PSUCHE.

PSUCHE – sering diterjemahkan dengan kata: JIWA sebagai tempat kedudukan/ kediaman: pikiran; perasaan dan keinginan.

Firman Allah menghendaki agar pikiran; perasaan dan keinginan setiap orang yang sudah ditebus dan disucikan oleh darah Yesus, harus mengenakan pikiran & perasaan yang dimiliki oleh Yesus. Apakah pikiran dan perasaan Yesus?

Filipi 2:5-8

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Inilah pikiran dan perasan Tuhan Yesus, Ia tidak pernah mencari kesenangan sendiri, tetapi melakukan kehendak BapaNya. Bahkan rela mati di kayu salib demi keselamatan manusia. Jika hidup setiap orang yang sudah ditebus-Nya seperti Yesus, hidupnya akan jadi “Contoh; Teladan dan Berkat bagi semua orang, sehingga ayat 9 akan digenapi.

Filipi 2:9

“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengarunia-kan kepada-Nya nama di atas segala nama.”

 

Biarlah bukan hanya Bapa yang meninggikan Yesus, tetapi orang-orang yang melihat kita akan memuliakan dan meninggikan namaNya karena perbuatan baik yang kita lakukan. Sebaliknya kalau kita mengaku sudah ditebus dan disucikan oleh darah Yesus, tetapi pikiran; perasaan dan keinginan kita tidak sama seperti pikiran; perasaan dan keinginan Yesus, berarti: pikiran; perasaan dan keinginan kita masih pikiran; perasaan dan keinginan daging.

Apakah sifat keinginan daging?

Roma 8:6 “Keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”

Artinya kalau kita mengaku sudah disucikan oleh darah Yesus, tapi keinginan kita masih daging maka keinginan daging yang ada di dalam diri kita itu akan membawa kita masuk ke dalam maut (neraka).

Bahkan orang itu akan mempengaruhi yang lain untuk turut terseret ke dalam neraka. Tetapi apabila pikiran; perasaan dan keinginan kita adalah pikiran; perasaan dan keinginan ROH maka hidup kita akan menuntun orang lain kepada hidup yang kekal. Mengapa?

 

PERSETERUAN DENGAN ALLAH

Pikiran; perasaan dan keinginan daging adalah perseteruan dengan Allah.

Roma 8:7 “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.”

Perbuatan Daging

Galatia 5:19-21

“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dari Kerajaan Allah.”

  1. Melayani Secara Total

Yesus mengasihi kita bukan dengan perkataan, tapi dengan perbuatan.

Filipi 2:8

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat “sampai mati”, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Karena Yesus melayani kita dengan menyerahkan nyawa-Nya, sampai mati yaitu mati di kayu salib, maka orang yang sudah disucikan oleh darah Yesus dan diselamatkan harus menyerahkan nyawa kita dalam melayani saudara-saudara kita.

Nyawa, Yunani: PSUCHE. Nyawa/jiwa adalah tempat berdiam: pikiran; perasaan dan keinginan kita. Yesus ingin pelayanan apa pun yang kita lakukan kepada Dia, maka nyawa kita -> “PSUCHE” (pikiran; perasaan; keinginan) kita harus diserahkan, bahkan harus mati di hadapan Tuhan.

Perasaan dan pikiran seperti apa yang harus diserahkan/mati?

Pikiran

  • Untung rugi

Dalam melayani Tuhan jangan sampai ada pikiran untung rugi. Jangan mencari keuntungan dalam melayani Tuhan. Kita harus melayani Tuhan dengan hati yang tulus.

  • Pikiran negatif.

Jangan ada juga pikiran negatif atau dugaan buruk dalam melayani Tuhan.

  • Coba-coba

Pelayanan bukanlah alat percobaan yang dapat kita gunakan untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu, jangan berpikiran coba-coba dalam melayani Tuhan. Contohnya: coba memberi agar diberkati. Pelayanan yang berkenan dilakukan dengan iman dan hati yang mengasihi Tuhan.

Perasaan

  • Perasaan sombong

Hati-hati dengan perasaan sebab didalam perasaan dapat menjadi kebanggaan atau kesombongan. Merasa paling bisa, paling hebat dalam melayani atau memberi.

  • Membanding-bandingkan.

Jangan juga ada perasaan yang membanding-bandingkan. Apapun yang kita lakukan untuk Tuhan, jangan pernah dibandingkan dengan hasil karya atau prestasi orang lain.

  • Takut atau malu

Seberapapun yang kita perbuat untuk Tuhan, jangan pernah takut atau malu, sebab sekecil apapun pelayanan kita semua dihargai oleh Tuhan.

Keinginan

  • Dipuji datau dihormati

Jangan gunakan pelayanan sebagai sarana untuk mencari pujian atau penghormatan dari manusia. Biarlah segala pujian dan hormat dalam pelayanan kita berikan hanya bagi Tuhan.

  • Pamrih, Posisi, Kedudukan

Jangan melayani atau memberi karena pamrih atau ingin mendapat kedudukan atau posisi dalam gereja. Dihargai atau tidak, diperhatikan atau tidak, diberi kedudukan atau tidak tetaplah melayani Tuhan.

  • Maksud jahat.

Yudas Iskariot melayani Tuhan tetapi didalamnya terkandung maksud jahat yaitu mencari keuntungan pribadi.

  1. Setia Sampai Akhir Hidup

 

Filipi 2:8

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia (Yesus) telah merendahkan diri-Nya dan taat (setia) sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (kematian dengan cara yang sangat hina).”

Pelayanan yang Yesus inginkan, bukan hanya antara sesama jemaat (gereja; kemah; wadah, dll.), tetapi kita harus menjadi Saksi Kristus.

Mat. 28:19-20

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Amanat agung bukan hanya untuk rasul-rasul yang hidup pada 2000 tahun lalu. Tetapi bagi gereja Tuhan (kita) yang hidup di akhir zaman ini. Bersaksi dimasa yang tenang dan aman memang mudah, tetapi tidaklah mudah bersaksi pada saat ada tantangan, aniaya dan tekanan seperti ini yang terjadi pada saat ini.

Lukas 21:7-18 (Perhatikan Ayat 12)

“Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.”

Apabila kita ingin menjadi perabot yang ditempatkan di kemah Tabernakel rohani, yaitu “Sorga” KITA HARUS BERANI MENYERAHKAN NYAWA KITA (MATI) BAGI KRISTUS. Ingatlah: Matius 24:13 “Tetapi orang yang bertahan (setia) sampai pada kesudahannya akan selamat.

 

Penutup

Hendaknya Paskah tidak hanya kita rayakan dengan kemeriahan belaka. Biarlah kita memaknai Paskah tahun ini dengan warna yang baru dengan melakukan seperti yang Tuhan Yesus lakukan yaitu menyerahkan nyawa bagi saudara-saudara kita. Karena itu jadilah pelopor keteladanan yang baik, layanilah Tuhan secara total dan setialah sampai akhir hidup. Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s