Mempertajam HIDUP (seri 4) – Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya Ke 2-3, Minggu 19 April 2015)

Peng 10 :10

Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

 PENDAHULUAN

Layaknya sebuah kapak yang tumpul jika tidak diasah, demikian pula dengan diri kita. Efektifitas menjalani hidup ini ditentukan oleh ketajaman diri kita. Semakin tajam hidup kita, semakin efektif pula diri kita. Banyak orang mengeluh, mengapa hidupnya tidak berkembang? Mengapa keadaannya biasa-biasa saja? Jawabannya adalah karena hidupnya tumpul. Ketumpulan hidup kita tidak akan pernah membawa terobosan baru dalam diri kita. Oleh sebab itu, berhentilah sejenak, asah hidup anda! Apa saja yang perlu kita asah dan tajamkan dalam hidup ini?

 

Bagian 1, – Mempertajam Penglihatan / Mata –

Mengapa Mata harus dipertajam?

  • Agar kita mampu melihat seperti YESUS melihat, yaitu:

– Melihat dengan kebenaran

– Melihat dengan belas kasihan

– Melihat dengan pengampunan

– Melihat melampaui mata melihat

Bagian 2, – Mempertajam Mulut –

Mengapa MULUT harus dipertajam?

  • Perkataan kita mengandung KUASA untuk menghidupkan atau mematikan

Amsal 18:21

“Hidup dan mati dikuasai lidah. Siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”

  • Allah memperlakukan kita, sesuai dengan apa yang kita katakan.

Bilangan 14:28

“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman Tuhan, bahwasannya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Ku lakukan kepadamu”

Bagian 3, Mempertajam – Pendengaran atau Telinga –

Mengapa Telinga perlu dipertajam?

  1. Kehidupan atau kematian ditentukan oleh pendengaran.

Karena mendengarkan suara setan, akibatnya Hawa jatuh dalam dosa, sebaliknya mendengarkan suara Tuhan membuahkan kehidupan.

Yohanes 5:24

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

  1. Pertumbuhan IMAN ditentukan oleh pendengaran.

Rom 10:17

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

  1. Mampu mendengar apa yang tidak terdengar

Telinga yang diasah memampukan kita mendengar hal-hal yang tidak terdengar seperti Yesus mendengarkan kebutuhan orang banyak yang kelaparan dan jiwa-jiwa yang terhilang.

Bagian keempat yang akan kita pelajari saat ini adalah:

                        ==========================================================

Mempertajaman Pikiran

=====================================================

Apapun yang Anda simpan dalam pikiran Anda, cenderung terjadi dalam hidup Anda. Ketika Anda terus-menerus percaya seperti yang selalu Anda percayai, Anda akan terus-menerus bertindak seperti yang selalu Anda lakukan. Ketika Anda akan terus-menerus bertindak seperti yang selalu Anda lakukan, Anda akan terus-menerus mendapatkan apa yang selalu Anda dapatkan. Jadi jika Anda ingin mendapatkan hasil yang berbeda dalam hidup dan pekerjaan Anda, UBAHLAH CARA BERPIKIR ANDA!

(anonim)

Pikiran adalah sentral kehidupan. Semua yang kita lakukan dan ucapkan dikendalikan oleh otak kita. Karena itu, pikiran kita perlu dipertajam agar tindakan kita semakin tajam sehingga hidup kita berbuah lebat. Berikut ini beberapa alasan mengapa pikiran perlu dipertajam.

  1. Siapa Anda adalah apa yang anda pikirkan

“Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” (Amsal 23:7)

Kehidupan kita dibentuk oleh pikiran. Orang baik karena selalu memikirkan hal-hal yang baik, sehingga menghasilkan perbuatan yang baik. Demikian juga sebaliknya, orang yang selalu memikirkan hal-hal jahat, perbuatannya akan menjadi jahat sehingga menjadi penjahat. Mengapa ada orang yang senang? Karena orang tersebut selalu memikirkan hal yang menyenangkan. Bayangkan, betapa bahagianya hidup ini, kalau saja kita selalu mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan sekalipun keadaan yang kita alami tidak selalu menyenangkan. Sebaliknya orang yang sedih karena memikirkan hal menyedihkan. Jadi hidup kita tidak ditentukan oleh keadaan/situasi/ kondisi sekitar kita tetapi PIKIRAN KITA.

  1. Anda menuai dari apa yang Anda pikirkan.

Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25).

 Siapa kita dan apa kita, pada hari ini adalah hasil dari pikiran-pikiran kita di masa lalu. Jika pikiran kita baik, positif, maka kita akan menuai hal yang baik dan positif. Tetapi jika pikiran kita negatif, kita juga akan tuai hal-hal yang negatif. Ayub sadar bahwa apa yang dialami itu dihasilkan dari apa yang ia pikirkan. Salah satu contoh yang baik dalam Alkitab adalah wanita yang sakit pendarahan selama 12 th. Matius 9:21 – Karena katanya dalam hatinya (pikirannya) : “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Wanita ini sembuh karena ia berfikir bahwa bahwa Yesus berkuasa menyembuhkannya. Yang ia pikirkan itu yang terjadi.

  1. Pikiran adalah medan pertempuran

Kemenangan atau kekalahan dalam hidup ini, diawali dari PIKIRAN. Itulah sebabnya Iblis menyerang kita melalui pikiran.

2Kor. 11:3

Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Contoh: Daud dan Goliat, 1Samuel 17:10,11

Pula kata orang Filistin itu:

Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.” Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Goliat sudah memenangkan pertempuran, sebelum peperangan itu terjadi yaitu melumpuhkan pikiran orang Israel, sehingga cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Cara Mempertajaman Pikiran

  1. Pikirkanlah apa yang Tuhan Pikirkan

Filipi 2:5-7

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walau pun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Langkah pertama mempertajam pikiran kita adalah menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Tuhan. Kita harus memikirkan apa yang menjadi pikiran Tuhan. Banyak orang menghabiskan pikirannya hanya untuk memikirkan diri sendiri, tidak pernah memikirkan yang Tuhan pikirkan. Itulah sebabnya banyak orang tersesat dalam kehidupan bahkan salah menjalani hidup karena mengikuti pikirannya sendiri, bukan pikiranNya Tuhan. Petrus ditegor karena tidak memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan.

Matius 16:23

Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Pikrian Tuhan adalah memikirkan perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kolose 3:2)

  1. Berpikirlah Besar.

Mazmur 60:14

Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Orang menjadi besar, karena berpikir besar. Kadang orang tidak berkembang besar bukan karena kurangnya modal, sumber daya ataupun keahlian, tetapi karena pikirannya kerdil. Banyak orang yang tumbuh besar tanpa modal karena berpikir besar. Seharusnya anak Tuhan berpikir besar, sebab firman Allah memberikan jaminan bahwa bersama Allah kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa. Perhatikan ayat-ayat berikut ini.

  • Lukas 1:37

Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

  • Markus 9:23

Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

  • Mat 17:20

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Jadi, apakah yang membuat kita tidak berani berpikir besar? Beranilah berpikir besar agar jadi orang besar, sebab firman Allah memberikan jaminan kepada kita bahwa takkan ada yang mustahil bagimu.

Contoh orang-orang yang berpikir besar

  • DAUD

1Sam. 17:45

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”

Daud kecil orangnya tetapi besar pikirannya. Goliat si raksasa, tidak pernah menggentarkan dirinya karena ia berpikir besar bahwa dengan Tuhan ia akan membunuh Goliat.

  • Ayub

Ayub 1:21

katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

Saya rasa tidak ada orang yang menderita seperti Ayub, dalam waktu sekejap seluruh hartanya hilang dan 10 anaknya mati bersama-sama. Seharusnya Ayub terpuruk dengan keadaannya tetapi Ayub tidak larut dengan penderitaannya sebab ia memiliki pikiran besar yaitu TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

  • DAUD

Mamzur 119:71

Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.

  • Paulus

Filipi 4:13

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Dalam 2 Kor 11:24-28 adalah daftar kesukaran yang dialami oleh Paulus, namun demikian ia tetap berpikir besar bahwa segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Bagaimana dengan Anda? Berpikirlah besar, jangan menyerah, maju terus ada Tuhan yang menyertai kita.

  1. Berpikirlah Benar.

Filipi 4:8

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Kebenaran umum yang berlaku dimana-mana adalah kita memperlakukan seseorang sebagaimana kita memandang dirinya. Begitu kita menemukan sesuatu yang “baik” dalam diri seseorang, kita akan memperlakukannya lebih baik. Sementara kita memperlakukannya dengan lebih baik, orang itupun akan menjadi lebih baik. Karena itu marilah kita latih pikiran kita agar mahir untuk berpikir benar.

Cara berfikir benar:

a. Hidup menurut Roh

Roma 8:5

Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

 b. Senantiasa memperbarui pikiran

Roma 12:2

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

  1. Penuhi Pikiran dengan Firman Allah

Yosua 1:8

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Persoalannya, kita tidak meyakini. Seandainya kita mempercayainya tentu kita akan membawa pikiran kita untuk disesuaikan dengan firman Allah terus-menerus. (Mazmur 1:1-3)

Ibrani 4:12

Sebab firman Allah hidup, kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Firman Tuhan adalah senjata yang ampuh dalam peperangan rohani. Tuhan Yesus mengalahkan Iblis dengan firman. Mat 4:4, 7, 10 – Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis:……”

Karena itu penuhi diri kita dengan firmanNya agar kita mampu mengalahkan serangan dari iblis. SELAMAT MEMPERTAJAM PIKIRAN, TUHAN MEMBERKATI!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s