JAMAHAN YESUS – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 3 Mei 2015)

Yoh 20:16-18

PENDAHULUAN

Yohanes pasal 20 adalah kisah tentang kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Setelah tiga hari tiga malam didalam kubur, maka kuasa maut tidak dapat menahanNya lebih lama lagi. Pada hari yang ketiga Yesus bangkit dari kematian. Ketika murid-murid mendengar Tuhan Yesus tidak ada lagi di dalam kubur, maka mereka bergegas menuju kubur Yesus.

Pada edisi sebelumnya kita sudah membahas tentang sikap ketiga murid Yesus yaitu: Simon Petrus, Yohanes dan Maria Magdalena ketika melihat kubur Yesus yang kosong.

  1. Petrus

Setelah Petrus dan Yohanes diberitahu Maria bahwa kubur Yesus telah kosong, maka mereka segera berlari menuju kuburan. Petrus tiba di kubur setelah Yohanes, ia langsung masuk ke kubur dan tidak dapatkan kesimpulan apa-apa dari apa yang ia lihat di dalam kubur.

  1. Yohanes

Yohanes lebih dulu tiba di kubur dibanding Petrus, tapi Yohanes tidak langsung masuk ke kubur. Yohanes mengamati-amati semua yang ada didalam kubur. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Dari apa yang Yohanes saksikan ia berkesimpulan bahwa Yesus tidak dicuri orang melainkan sudah BANGKIT!! Yohanes yakin betul, jika Yesus dicuri maka kain kapan tidak akan tergulung rapi. Ia tahu bahwa Yesus bangkit, seperti ulat keluar dari kepompongnya.

Dari pengalaman dua orang murid Yesus ini, kita dapat menarik pelajaran:

Jangan sampai kita seperti Petrus yang melihat sesuatu tetapi tidak mendapat apa-apa. Kita beribadah tetapi tidak mendapat berkat dalam ibadah. Sebaliknya jadilah seperti Yohanes yang melihat kubur kosong kemudian menarik kesimpulan bahwa Yesus sudah bangkit. Tariklah pelajaran rohani dari setiap kejadian yang kita alami. Jika kita beribadah, jangan sekedar ibadah, tetapi beribadahlah dengan sungguh-sungguh agar pulang membawa berkat.

Ayat 10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.

Setelah menyaksikan apa yang terjadi didalam kubur, maka Yohanes dan Petrus pulang dan meninggalkan Maria sendirian di kubur.

  1. Maria Magdalena

Ayat 11a “Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.”

Maria menangis bukan kecewa karena ditinggalkan Yohanes dan Petrus di kubur Yesus. Tetapi Maria menangis karena ia ingin berjumpa dengan Yesus. Maria menangis karena dia tidak mau kehilangan Yesus dan dipisahkan dengan Yesus.

Saudara yang kekasih, dalam semua komunitas termasuk persekutuan rohani, tidak dapat dihindari kita akan menghadapi hal-hal yang demikian. Ada orang-orang yang bisa mengecewakan kita, baik melalui perkataanya maupun sikap dan perbuatannya. Hal ini dapat diibaratkan seperti orang yang mencuci piring. Tidak dapat dihindari saat kita mencuci piring kita akan menemukan benturan antara sendok, garpu, piring, gelas dan peralatan lainnya. Jika hal ini terjadi dalam kehidupan kita, jangan kecewa. Bangun kekristenan kita seperti Maria yang mengarahkan pandangannya kepada Yesus dan bukan kepada hal-hal yang bisa membuatnya kecewa. Selama fokus kita kepada manusia kita akan kecewa tetapi jika fokus kita kepada Yesus kita tidak akan pernah kecewa. Jika pengiringkan kita kepada Tuhan karena rindu untuk berjumpa dengan Yesus, maka apapun yang terjadi di sekitar kita, tidak akan mampu mengecewakan kita.

INGIN MENJAMAH YESUS

Lebih dari sekedar keinginan Maria untuk berjumpa dengan Yesus, ada hal yang paling utama, yang memotivasi Maria sehingga ia tidak mau beranjak dari kubur Yesus yaitu “Menjamah Yesus.”

Perhatikan ayat 17 “Kata Yesus kepadanya: “Jangan engkau memegang (menjamah) Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa…dst,”

Maria menangis dan tidak mau pulang ke rumahnya, bukan hanya ingin berjumpa Yesus, tetapi Maria ingin menjamah Yesus.

(Catatan: Tidak dijelaskan apa yang menjadi dasar mengapa Maria ingin menjamah Yesus? Mungkin Maria melihat peristiwa kesembuhan seorang wanita yang 12 tahun sakit lelehan darah. Ia disembuhkan saat ia menjamah jumbai jubah Yesus, Mark 5:25-29.)

Himbauan

Apa yang menjadi dasar/memotivasi Saudara beribadah? Saya berharap, setiap kali kita beribadah, kita memiliki hati seperti hati Maria. Kita tidak melihat Yesus, tapi Yesus ada oleh Roh-Nya dan Jubah kuasa-Nya ada di tengah kita. Jangan datang ibadah karena kebiasaan, formalitas apalagi karena rasa segan kepada pemimpin kala tidak beribadah. Jangan! Sekalipun kita tidak melihatNya, berilah pujian dan keagungan dengan sungguh-sungguh, sebab Dia hadir dalam kuasa RohNya. Yesus adalah firman yang menjadi manusia, jadi dalam ibadah saudara tidak perlu menjamah pendetanya, tetapi tangkaplah firman, maka firman itu yang akan memberi kelepasan dan kekuatan. Amin?!

DIJAMAH DAN MENJAMAH

Keistimewaan percaya kepada Allah di dalam Yesus adalah: Yesus adalah Allah yang membuka diri untuk umatNya menjamah Dia. Tetapi Yesus juga adalah Allah yang bersedia turun untuk menjamah setiap orang yang membutuhkan Dia. Berikut ini beberapa jamahan tangan Yesus yang berkuasa.

 

  1. Jamahan Yang Menghidupkan, Lukas 7:11-16.

Saat itu Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya berjalan menuju Nain (sekarang Naim). Nain: “Padang Rumput”, hal ini memberi gambaran tentang Allah kita yang selalu membawa anak-anakNya menuju padang rumput hijau seperti yang digambarkan Daud dalam Mazmur 23:1-3.

Di tengah perjalanan Yesus berjumpa rombongan yang berjalan menuju kubur untuk mengubur anak muda.

Dalam bahasa alegoris, “Anak” berbicara tetang “harapan.” Jadi ibu ini menangis karena anaknya mati. Harapannya telah mati. Tidak ada yang berkuasa mencegah dan menahan arus kematian. Ibunya hanya menangis, karena kehilangan harapan. Tetapi Yesus jamah anak yang sudah mati sehingga hidup kembali. Dalam Yesus harapan yang telah hilang/mati dipulihkan/dihidupkan. Puji Tuhan!

Adakah diantara kita yang sedang kehilangan harapan? Bahkan mungkin kita berkata: tidak mungkin bisa diperbaiki, dipulihkan, keadaannya sudah kritis, hancur, mustahil untuk diperbaiki. Bukankah ibu ini benar-benar sudah kehilangan harapan? Anaknya sudah mati. Percayalah, apapun yang sudah mati, selalu dapat dipulihkan dalam Yesus. Amin. Jangan menyerah, serahkanlah semua kepadaNya, maka mujizat akan terjadi.

  1. Jamahan Yang Melenyapkan Ketakutan, Matius 17:1-8.

Yesus naik ke gunung tinggi (Tabor), untuk berdoa dengan Petrus, Yohanes dan Yakobus. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

Yesus diliputi kemuliaan yang dahsyat dan luar biasa. Petrus, Yohanes dan Yakobus tidak tahan melihat kemuliaan Yesus yang dahsyat. Mereka rebah ke tanah karena alami ketakutan luar biasa. Tetapi Yesus datang dan menjamah mereka, sehingga ketakutan diganti dengan damai sejahtera.

Hal apa yang membuat Saudara takut? Takut terhadap masa depan? Kesehatan? Bisnis? Keuangan? Masalah keluarga? Datanglah pada Yesus, Dia akan ganti ketakutan dengan damai sejahtera. Ijinkan tanganNya menjamah Saudara dan memberi ketenangan.

  1. Jamahan Yang memulihkan, Lukas 22:49-51

Saat Yesus ditangkap dan dibawa ke Imam Besar, Petrus mencabut pedang dan memotong telinga hamba Imam Besar, bernama Malkhus. Tapi Yesus datang, menjamah telinga Malkhus dan memulihkan telinga Malkhus.

Kerusakan dan kehancuran seperti apapun, Yesus sanggup untuk memulihkan kepada keadaan semula. Datanglah kepadaNya dan alami jamahan tanganNya yang memulihkan. Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s