Peringatan KENAIKAN YESUS Ke Sorga (seri 1) – Pdt. JS. Minandar (Kamis, 14 Mei 2015)

Kisah Rasul 1:1-5

 

PENDAHULUAN

Puji Tuhan, hari ini seluruh anak-anak Tuhan di dunia sedang merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Dari firman Allah kita tahu bahwa yang akan naik ke sorga bukan hanya Tuhan Yesus tetapi kita semua, orang-orang yang percaya kepada Yesus juga akan mengalami hal yang sama. Bagi mereka yang sudah meninggal akan dibangkitkan dari kematian dan bagi yang masih hidup akan diubahkan dengan sekejap mata. Untuk itu marilah kita perhatikan peristiwa kenaikan Yesus ke sorga dari Kisah Rasul 1:1-5.

Setelah Yesus mati disalib lalu dikubur dan bangkit pada hari yang ketiga, Yesus gunakan kesempatan untuk mengajar, menasihati murid-murid-Nya.

Ayat 4a

“Pada suatu hari ketika Ia (Yesus) makan bersama-sama dengan mereka…”

Ayat ini membuktikan, bahwa waktu Yesus bangkit dari kematian, bukan hanya Roh-Nya yang bangkit, tapi tubuhNya juga turut dibangkitkan. Buktinya: Yesus makan bersama dengan murid-murid. Dalam Lukas 24:38-43, arwah tidak bisa makan.

PESAN YESUS

Sementara makan bersama dengan murid-muridNya, Tuhan Yesus menyampaikan pesan kepada murid- murid-Nya, antara lain:

Ayat 4b

Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kata-Nya – “telah kamu dengar dari pada-Ku…”

Sebelum naik ke sorga, Yesus berpesan kepada murid-murid agar mereka jangan meninggalkan Yerusalem. Mereka harus tinggal di Yerusalem, yaitu berdoa sampai mereka menerima janji Bapa.

Apakah Janji Bapa?

Ayat 5

“Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Murid-murid sudah dibaptis dengan air, selanjutnya mereka harus dibaptis dengan Roh Kudus seperti yang dijanjikan oleh Bapa di sorga.

Tahapan Rohani Orang Percaya

Dari pengalaman Murid-murid, kita dapat menarik kesimpulan tentang tahapan rohani orang percaya yaitu:

  1. Percaya dan Mengaku Yesus, Roma 10:9,10.

Kekristenan diawali dari langkah kita untuk percaya dan mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat kita. Pada saat kita mengaku dan percaya Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat kita, maka pada saat itu kita menerima “Meterai Keselamatan”. Setelah itu kita masuk tahapan yang kedua yaitu:

 

  1. Baptisan Air

Baptisan air adalah bukti iman percaya kita kepada Yesus Kristus dimana kita mati dari hidup yang lama dan bangkit dalam hidup yang baru. Ketika kita dibaptis, kita menerima “Meterai Nama Keluarga Allah”. Dalam baptisan air, nama Allah diterakan dalam diri kita. Itulah sebabnya dalam membaptis seseorang kita harus menggunakan nama Allah secara lengkap yaitu dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus. Jadi bagi anak-nak Tuhan yang sudah dibaptis mereka meneriman fam/marga/she sorgawi yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.

  1. Dibaptis Roh Kudus.

Tahapan ketiga setelah kita percaya dan menerima baptisan air, adalah kita menerima Baptisan Roh Kudus. Mengapa harus dibaptis Roh Kudus? Sebab dalam baptisan Roh Kudus kita menerima “Meterai Kuasa/Otoritas Allah.

DASAR DIBAPTIS ROH KUDUS

Kisah 1:5

“Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

 

Dari ayat ini kita melihat bahwa ada korelasi/hubungan antara: Baptisan Air dan Baptisan Roh Kudus. Artinya: bila kita sudah percaya dan dibaptis air, kita bukan cuma diselamatkan, menjadi anggota keluarga Allah, di mana kita menyandang Nama Keluarga Allah, tetapi kita juga adalah orang-orang yang mempunyai hak penuh untuk minta kepada Bapa, agar Bapa membaptis kita dengan Roh Kudus. (Matius 7:7-11; Lukas 11:10-13)

Lukas 11:13

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

5 GELAR NAMA ALLAH DALAM PERJANJIAN LAMA

Untuk memahami lebih dalam tentang Kuasa Roh Kudus, marilah kita belajar tentang “KUASA NAMA ALLAH” dalam Karya Roh Kudus.

  1. Roh Kudus Sebagai Elohim (Allah)

Dalam Perjanjian Lama, pelayanan Roh Kudus yang berhubungan dengan pelayanan Elohim (Allah) ditulis sebanyak kurang lebih 2.500 kali. Setiap kata Elohim (Allah) yang ditulis dalam Alkitab, mengingatkan kita bahwa Allah yang kita sembah itu adalah ALLAH YANG PERKASA. Jadi bagi kita yang hidup di zaman Perjanjian Baru, kalau kita dipenuhi Roh Kudus, itu artinya Allah yang perkasa di dalam kita; bertahta dan menyertai kita.

Kata “Elohim” yang artinya ALLAH YANG PERKASA, digunakan dalam berbagai macam bentuk, antara lain:

 a. “NAFAS HIDUP”

Ayub 27:3

“Selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku.”

Ayub, membutuhkan Roh Kudus, seperti ia membutuhkan nafas dalam lubang hidungnya. Dengan lain kata bagi Ayub tanpa Roh Kudus ia sama dengan orang mati.

 b.“KUASA ALLAH”

Lukas 11:20

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah (kuasa Elohim / Roh Kudus), maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”

Bila kita penuh dengan Roh Kudus, kuasa Elohim ada dalam hidup kita. Maka Kerajaan Allah, (keselamatan) sudah datang dalam hidup kita dan kita punya otoritas penuh untuk menaklukkan/ mengalahkan kuasa Iblis.

 c. “KESETIAAN ALLAH”

Kejadian 1:1

“Pada mulanya Allah (Elohim) menciptakan langit dan bumi.”

Kata “Allah” Ibrani – ELOHIM, yaitu Allah yang menciptakan alam semesta dan isinya.

Perhatikan… Kejadian 1:3,6,9 dst. Ditulis berfirmanlah Allah artinya “Berfirmanlah Elohim.

Tapi sampai di Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah (Elohim): “Baiklah Kita…”

Dengan demikian, kata ELOHIM adalah Allah dalam kesatuannya yaitu Bapa; Putra dan Roh Kudus, telah menciptakan semua yang kita lihat di jagat raya ini, termasuk bumi, tempat kita berada.

ELOHIM SETIA

Allah ELOHIM yang perkasa itu, bukan hanya setia dalam mencipta. Tetapi Elohim – Allah Roh Kudus juga setia dalam memelihara semua yang telah diciptakan-Nya itu sampai sekarang.

Matius 5:45

“Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”

Untuk kebutuhan makan

I Korintus 3:6

“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”

Petani menanam dan menyiram, tetapi yang bertugas untuk menumbuhkan adalah “ELOHIM”. Sehebat apapun petani mengusahakan dan mengelola tanamannya tanpa kuasa Elohim semua sia-sia.

Jadi kalau kita dipenuhi Roh Kudus, maka ELOHIM yang setia itu, ada di dalam diri kita, sehingga:

  • Roh Kudus setia memberi nafas baru tiap-tiap hari
  • Roh Kudus setia menyediakan yang kita butuhkan untuk makan, minum dan pakai
  • Roh Kudus setia menjaga kita, ke mana pun kita pergi
  • Roh Kudus setia menjaga kita, dari bahaya; maut; celaka dan ancaman musuh.

Mari kita memperhatikan contoh dalam II Samuel 21:15-17

Saat itu Daud sedang berperang melawan Filistin sampai Daud menjadi lelah. Yisbi-Benob, yang termasuk keturunan raksasa-berat tombaknya tiga ratus syikal tembaga dan ia menyandang pedang yang baru. Yisbi-Benob berusaha untuk membunuh Daud. Tetapi Abisai anak Zeruya, datang menolong Daud, lalu merobohkan dan membunuh orang Filistin itu.

Abisai (Abhysyai) artinya: “Pemberian Bapa”. Seperti Elohim memberikan Abisai kepada Daud untuk menolongnya melawan musuh, demikian juga Bapa kita sorga memberikan Roh Kudus, seorang Penolong yang lain yaitu Roh Kebenaran yang tidak lain adalah Roh ELOHIM, yaitu “ROH KUDUS.” Bagi anak-anakNya.

Yohanes 14:16,17

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Saudara yang kekasih, sebagai anak-anakNya yang telah percaya dan dibaptis air, kita punya hak untuk menerima Roh Kudus. Sebab itu mintalah kepada Bapa di sorga, maka Ia akan membaptis kita dengan Roh KudusNya. Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s