ROH KUDUS sebagai JEHOVAH (TUHAN) – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 17 Mei 2015)

PENDAHULUAN

Dalam Ibadah kenaikan Tuhan Yesus Kristus, kita sudah membahas tahapan dalam kekeristenan antara lain:

  1. Percaya dan mengaku Yesus – dimana kita menerima Meterai Keselamatan, Roma 10:9,10.
  2. Bertobat, Lahir Baru, Dibaptis Air – Kita menerima Meterai Nama Keluarga Allah (sorgawi).
  3. Dibaptis Roh Kudus – Kita menerima Meterai Kuasa Allah yaitu kita memiliki kuasa untuk mengatasi masalah hidup dan menang atas kuasa Iblis.

LIMA NAMA ALLAH DALAM PERJANJIAN LAMA

Ada 5 Nama Allah di Perjanjian Lama dalam hubungannya dengan karya Kuasa Roh Kudus.

  1. Roh Kudus Sebagai Elohim – Elohim Perjanjian Lama: “Allah”. Bagian ini juga sudah kita bahas pada ibadah kenaikan Tuhan Yesus Kristus.

 Pada kesempatan ini, kita akan melanjutkan mempelajari nama-nama Allah dalam perjanjian lama dalam hubungannya dengan kuasa dan karya Roh Kudus. Sekarang kita masuk bagian kedua yaitu:

  1. ROH KUDUS SEBAGAI JEHOVAH

 Jehovah (Perjanjian Lama) : “TUHAN” (Alkitab terjemahan LAI, ditulis dengan kata TUHAN dengan huruf besar semua). Dalam Perjanjian Lama, Kuasa Roh Kudus dalam hubungannya dengan pelayanan Jehovah (TUHAN) ditulis kurang lebih sebanyak 4.000 kali.

ADA SEJAK KEKAL

Kata Jehovah mengacu kepada pribadi Allah yang kekal.

  • Yang awal dan akhir
  • Yang ada dari mulanya

Dengan kata lain Allah ada dengan sendirinya (tidak ada awal dan akhir).

Keluaran 3:14

Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Saat Musa diutus Tuhan untuk pergi ke Mesir guna mengeluarkan bangsa Israel dari tanah perbudakan, Musa mempertanyakan tentang nama-Nya? Apakah yang akan kujawab, jika mereka mempertanyakan nama-Nya? Allah menjawab pertanyaan Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kau katakan kepada orang Israel itu: “AKU ADALAH AKU.”

Versi KJV: “I AM THAT I AM”.

ROH YANG MEMBEBASKAN

Peran Roh Kudus dalam hidup orang percaya dalam kaitannya dengan Jehovah, bukan hanya menyertai orang percaya tetapi juga untuk MEMBEBASKAN bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.

 Yesaya 61:1

“Roh Tuhan ALLAH (Elohim) ada padaku, oleh karena TUHAN (Jehovah) telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampai-kan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan PEMBEBASAN kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.”

Roh Kudus diberikan kepada kita untuk memberikan kebabasan, kemerdekaan dari segala bentuk ikatan, tekanan dan intimidasi kuasa jahat/iblis. Rohnya memberikan kita kebebasan dari belenggu dosa dan maut.

II Korintus 3:17

“Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah (Roh Kudus), di situ ada kemerdekaan (pembebasan).”

Fokus ayat ini berbicara tentang selubung yang dilakukan oleh Iblis untuk menutupi mata iman bangsa Israel. Sebenarnya, setiap orang yang membaca Taurat, isi kitab Taurat menuntun orang datang kepada Yesus. Mengapa bangsa Israel membaca Taurat tetapi mereka tidak percaya kepada Yesus? Sebab mata mereka ditutupi selubung yang dibuat Iblis, sehingga setiap kali mereka baca Taurat, selubung itu menutupi mata mereka, sehingga mereka tidak melihat Kristus.

Satu-satunya yang bisa menyingkapkan selubung itu dari mata manusia adalah Roh Kudus (Roh Elohim/Roh Jehova), sehingga kita dapat melihat kemuliaan Yesus di dalam kitab Taurat itu. Dengan demikian Roh Kudus, yaitu Roh Jehovah (ROH ALLAH YANG PERKASA) adalah PENOLONG yang dijanjikan Bapa bagi orang percaya, untuk membebaskan kita dari IBLIS yang ingin menjajah dan membinasakan kita.

Mari kita perhatikan kisah Raja Hizkia sebagai contoh bagaimana Roh Kudus (Roh Jehovah), MEMBEBASKAN umat Allah dari kekuasaan Iblis.  (Yesaya 36, 2 Raja 18:13-37, 2 Tawarikh 32:1-19)

Pada bagian ini, saya ini menjelaskan kisah Raja Hizkia dari Yesaya 36

 Ayat 1

Maka dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya.

Ketika tahun ke 14 raja Hizkia memimpin Yehuda, datanglah Sanherib, raja Asyur menyerang dan menguasai kota-kota berkubu di seluruh Yehuda. Untuk diketahui bahwa kerajaan Asyur adalah kerajaan terkuat di dunia saat itu, selain Babel, Mesir dan Ethiopia.

Ayat 2

Raja Asyur mengutus juru minuman agung dari Lakhis ke Yerusalem kepada raja Hizkia disertai suatu tentara yang besar. Ia mengambil tempat dekat saluran kolam atas di jalan raya pada Padang Tukang Penatu.

Raja Asyur mengutus juru minuman menemui raja Yehuda (Hizkia) untuk menyampaikan pesan Sanherib, raja Asyur.

Ayat 3

Keluarlah mendapatkan dia Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, serta Yoab bin Asaf, bendahara negara.

Saat mendengar utusan dari raja Asyur datang, Hizkia tidak berani menemuinya, lalu memeritahkan: Hilkia, kepala istana; Sebna, sekretaris negara dan Yoah, bendahara Negara untuk menemuinya.

Ayat 4

Lalu berkatalah juru minuman agung kepada mereka: “Baiklah katakan kepada Hizkia: Beginilah kata raja agung, raja Asyur: Kepercayaan macam apakah yang kaupegang ini?

Utusan Asyur menghina Hizkia dan umat Israel karena percaya kepada Tuhan (Jehovah).

Ayat 7

Dan apabila engkau berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, –bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah inilah kamu harus sujud menyembah!

Iblis berusaha merendahkan Tuhan di hati dan pikiran umat Tuhan seolah-olah berharap kepada TUHAN (Jehovah) tidak ada beda dengan berharap kepada para dewa yang sudah dirobohkan dan dikalahkan oleh kerajaan Asyur.

Ayat 11

Lalu berkatalah Elyakim, Sebna dan Yoah kepada juru minuman agung: “Silakan berbicara dalam bahasa Aram kepada hamba-hambamu ini, sebab kami mengerti; tetapi janganlah berbicara dengan kami dalam bahasa Yehuda sambil didengar oleh rakyat yang ada di atas tembok.”

Utusan raja Asyur bicara menggunakan bahasa Ibrani. Elyakim meminta supaya utusan Asyur gunakan bahasa Aram agar tidak dimengerti oleh rakyat. Inilah cara kerja Iblis, ia berusaha meneror semua tingkatan dalam jemaat. Bila perlu menyesatkan orang-orang pilihan, Mat. 24:24.

Yesaya 36:13-19

Utusan raja Asyur (juru minuman yang juga juru bicara raja Asyur), mengajak seluruh umat Allah untuk tidak percaya ucapan raja dan pemimpin-pemimpin tentang Tuhan dan nasihat-nasihat yang baik yang disampaikan kepada mereka.

Ayat 22

Kemudian pergilah Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, dan Yoah bin Asaf, bendahara negara, menghadap Hizkia, dengan pakaian yang dikoyakkan, lalu memberitahukan kepada raja perkataan juru minuman agung.

Karena tidak tahan mendengar hinaan, ejekan, hasutan, profokasi utusan raja Asyur (Iblis), maka Elyakim; Sebna dan Yoah mengoyakan pakaian mereka tanda dukacita yang begitu berat mereka alami. Iblis selalu berusaha mengoyak hati kita dengan berbagai cara dan keadaan.

Jika kita hanya berhenti pada Yesaya pasal 36 saja, maka akan berakhir dengan dukacita. Untuk itu marilah kita melanjutkan dengan melihat pasal 37.

Ayat 1,2

Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN. Disuruhnyalah juga Elyakim, kepala istana, Sebna, panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya bin Amos.

Elyakim, Sebna dan Yoah dengan pakaian terkoyak karena dukacita, mereka melapor kepada raja Hizkia semua penghinaan yang dilakukan raja Asyur lewat juru bicaranya. Ketika Hizkia mendengar laporan Elyakim, Sebna dan Yoah, Hizkia mengoyakkan pakaiannya dan mengenakan kain kabung. Mendengar laporan tersebut, Hizkia kemudian melaporkan semuanya kepada nabi Yesaya.

Ayat 3

Berkatalah mereka kepadanya: “Beginilah kata Hizkia: Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.

Hizkia, ingin melawan dan mengalahkan tentara Asyur (Iblis). Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Digambarkan seperti seorang ibu yang akan melahirkan, tapi tidak ada tenaga untuk melahirkannya. Dengan lain kata Hizkia membutuhkan kekuatan supranatural dari Jehovah (Kuasa Roh Kudus).

Waktu pesan Hizkia ini disampaikan kepada Yesaya (hamba Allah) Yesaya menjawab:

Ayat 6,7

berkatalah Yesaya kepada mereka: “Beginilah kamu katakan kepada tuanmu: Beginilah firman TUHAN: Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kau dengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku. Sesungguhnya, Aku akan menyuruh suatu roh masuk di dalamnya, sehingga ia mendengar suatu kabar dan pulang ke negerinya; Aku akan membuat dia mati rebah oleh pedang di negerinya sendiri.”

Hizkia (raja Yehuda), punya keinginan untuk melawan 185.000 tentara Asyur, tetapi tidak mampu. Jangankan mengusir dan mengalahkannya, untuk mencegah agar utusan raja Asyur (juru minum) berhenti berbicara pun Hizkia tidak bisa.

Ayat 6, 7

berkatalah Yesaya kepada mereka: “Beginilah kamu katakan kepada tuanmu: Beginilah firman TUHAN: Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku. Sesungguhnya, Aku akan menyuruh suatu roh masuk di dalamnya, sehingga ia mendengar suatu kabar dan pulang ke negerinya; Aku akan membuat dia mati rebah oleh pedang di negerinya sendiri.”

 Roh Jehovah (Roh Kudus), akan menyuruh juru minuman itu pulang ke Asyur. Roh yang sama menyuruh raja Asyur berperang melawan bangsa lain, yaitu Libna.

Sementara perang melawan Libna belum selesai, Raja Asyur mendengar berita bahwa raja Ethiopia sedang bersiap-siap menyerang Asyur (ayat 9).

 Dari sini kita kita dapat melihat, Allah (Jehovah) telah mengacaukan rencana raja Asyur sehingga rencana untuk menyerang Yehuda tertunda. Tetapi Raja Asyur tetap berusaha untuk menghancurkan Yehuda (umat Allah). Dengan sombong ia mengirim utusan kepada raja Hizkia (ancaman lewat surat).

Perhatikan…Yesaya 37:10-13

Dengan sombong, raja Asyur dalam suratnya ia menulis bahwa: tidak ada satupun bangsa yang kalau diserang oleh Asyur bisa bertahan dan luput. Raja Asyur mendaftarkan nama-nama raja yang telah ditaklukan yaitu: Raja Gozan, Haran, Rezef dan bani Eden, raja Hamat dan Arpad, raja kota sefarwaim raja negeri Hena dan Iwa. Semuanya kalah dan bertekuk lutut.

Ayat 14

Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.

 Surat raja Asyur diberikan kepada Hizkia, dan apa yang Hizkia lakukan? Ia baca surat ancaman itu, lalu Hizkia masuk ke rumah Tuhan dan mengadukan masalahnya dalam doa kepada Tuhan.

Yesaya 37:16-20

Hizkia berdoa dengan memanggil nama TUHAN – Jehovah. Apakah hasil dari doa Hizkia?

Ayat 36-38

Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka! Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe. Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

185.000 orang tentara Asyur yang mengepung kota Yerusalem dibunuh dalam 1 malam oleh Malaikat TUHAN. Tuhan memberikan kemenangan besar kepada Hizkia dan rakyat Yehuda. Puji Tuhan, Roh Jehovah, Allah yang perkasa menunjukan kuasaNya dengan memukul hancur raja Asyur beserta seluruh pasukannya. Roh Jehovah yang menghancurkan bangsa Asyur, juga akan menolong kita untuk mengalahkan musuh-musuh kita. Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s