Hari Raya PENTAKOSTA – Pdt. JS. Minandar (minggu, 24 Mei 2015)

Kisah Rasul 2:1-7

PENDAHULUAN

Kisah Rasul pasal dua ini adalah penggenapan perayaan Pentakosta yang dilakukan bangsa Israel di Perjanjian Lama. Secara harafiah kata Pentakosta berasal dari bahasa Yunani: Πεντηκοστή [ἡμέρα], Pentēkostē [hēmera], artinya “Hari Ke Lima Puluh”.

Dalam Ulangan 16:16-17, Tuhan memerintahkan bangsa Israel agar tiga kali setahun setiap orang laki-laki harus menghadap hadirat TUHAN, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Jadi hari raya Pentakosta, disebut juga sebagai “Hari Raya Tujuh Minggu”, yaitu hari raya yang dirayakan, tujuh minggu (empat puluh sembilan hari) setelah Paskah.

HARI RAYA KEDUA

Hari Raya Pentakosta (empat puluh sembilan hari setelah Paskah atau hari ke 50), adalah hari raya kedua, yang dirayakan oleh seluruh bangsa Israel, setelah mereka merayakan hari raya Roti Tidak Beragi yang disebut sebagai hari raya Paskah. Dan hari raya ketiga yang mereka harus rayakan adalah hari raya Pondok Daun.

Ketiga hari raya Israel ini harus dirayakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi sampai saat ini. Tetapi sayangnya, bangsa Israel hanya merayakan hari raya ini secara simbolik. Bagi kita yang hidup di zaman Perjanjian Baru, ketiga hari raya Israel ini harus digenapi dan menjadi pengalaman pribadi.

SUDAH DIGENAPI DAN BELUM

Dari ketiga Raya Israel ini, dua diantaranya sudah digenapi yaitu hari raya Paskah dan Pentakosta, sedangkan hari raya Pondok Daun belum digenapi.

Penggenapan ketiga hari raya Israel

  1. PASKAH

Bangsa Israel merayakan Paskah dengan menyembelih seekor anak domba. Daging domba yang sudah tersembelih itu dibakar kemudian dimakan dengan gula pahit. Saat mereka makan, mereka harus mengikat pinggangnya dan makan dengan buru-buru.

Penggenapannya…

Paskah bangsa Israel telah digenapi dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Seperti Domba Paskah yang disembelih oleh bangsa Israel, Tuhan Yesus sebagai Anak Domba Allah telah mati di kayu salib dan dibangkitkan pada hari yang ketiga untuk membebaskan kita dari dosa.

  1. PENTAKOSTA

Perayakan Pentakosta dirayakan oleh bangsa Israel sebagai sebuah perayaan pesta panen. Menurut Ulangan 16:9, hari raya Pentakosta dirayakan tujuh pekan sesudah permulaan panen jelai, yaitu pada akhir panen gandum. Bangsa Israel merayakan Pentakosta tetapi mereka tidak mengalami apa-apa.

Penggenapannya…

Hari raya Pantekosta digenapi dalam diri murid-murid yaitu pada hari ke-50, setelah kematian Yesus (Paskah) murid-murid berdoa dan dipenuhi Roh Kudus dengan tanda lidah asing (Glosolalia).

Kisah 2:1-4

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

  1. PONDOK DAUN

Bangsa Israel merayakan Pondok Daun pada bulan ke-7, setelah panen raya. Mereka tinggal di pondok dengan sukacita selama 7 hari. Hari raya Pondok daun ini belum digenapi. Kalau digenapi Gereja yang sempurna akan disingkirkan ke Padang Gurun, diluputkan dari masa aniaya 3,5 tahun pemerintahan Antikristus.

SATU KESATUAN (PAKET)

Ketiga hari raya bangsa Israel merupakan satu paket yang berkaitan satu dengan lainnya. Artinya: sebagaimana bangsa Israel merayakan ke-3 hari raya ini yaitu Paskah, Pantekosta dan Pondok Daun, ketiga hari raya ini harus menjadi pengalaman gereja/orang percaya.

  1. PASKAH

Kekristenan diawali dari PASKAH. Yaitu menerima keselamatan melalui penebusan Kristus diatas kayu salib. Kalau kita tidak alami “Paskah” yang sesungguhnya maka kita tidak diselamatkan! Kematian Tuhan Yesus disalib (PASKAH) menjadikan kita sebagai ciptaan baru.

2 Kor. 5:17

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Jadi: Kalau kita sudah mengalami “Paskah” yang sesungguhnya maka kita telah diselamatkan dan berhak mengalami penggenapan hari raya yang kedua, yaitu:

  1. PENTAKOSTA

Orang Kristen yang tidak alami penggenapan hari raya Paskah, yaitu percaya Yesus dengan sungguh-sungguh, bertobat dan mengalami lahir baru, (2 Kor. 5:17), Ia tidak akan diselamatkan dan tidak akan mengalami penggenapan hari raya Pentakosta, yaitu dipenuhi Roh Kudus.

Mengapa orang yang tidak lahir baru tidak dapat menerima Roh Kudus? Sebab Roh Kudus memerlukan tempat yang kudus pula. Firman Allah berkata: Anggur yang baru harus diisikan ke kantong kulit yang baru pula.

Matius 9:17

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbu-ang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

 

Kantong kulit adalah gambaran dari hati manusia, sedangkan anggur adalah gambaran dari Roh Kudus. Jadi hanya orang-orang yang suci hatinya yang akan menerima kepenuhan kuasa Roh Kudus.

  1. HARI RAYA PONDOK DAUN

Hari Raya “Pondok Daun” digenapi saat Gereja disingkirkan ke Padang Gurun. Hal ini hanya akan dialami oleh orang percaya yang masuk bagian: Gereja Sempurna. Kita tidak akan jadi bagian dari gereja sempurna bila tidak dipenuhi Roh Kudus.

Peran Roh Kudus

Peran Roh Kudus dalam hidup kita, bukan hanya agar kita bisa berbahasa Roh (Glosolalia). Roh Kudus memenuhi hidup kita agar kita menang dalam menghadapi serangan dari kuasa jahat. Contohnya adalah raja Hizkia. Dalam Yesaya 36,37 yang sudah kita pelajari pada Minggu sebelumnya, Iblis yang digambarkan oleh bangsa Asyur berusaha untuk menguasai hidup kita agar kita kehilangan iman. Selain itu Iblis juga melemahkan iman kita dengan cara menghina dan menista Allah. Tetapi oleh karena Roh Tuhan, Allah membebaskan bangsa Yehuda dari serangan bangsa Asyur dengan cara yang ajaib.

ROH KUDUS DALAM JEMAAT

Jika Roh Kudus ada diri kita, maka Roh Kudus akan membawa kita menjadi jemaat yang bertumbuh dan dewasa.

 A. TUMBUH SECARA KUANTITAS, Kisah 2:41.

Peranan Roh Kudus dalam jemaat akan menumbuhkan jiwa-jiwa baru sehinga gereja akan bertumbuh secara kuantitas seperti yang dialami gereja mula-mula. Setelah di penuhi Roh Kudus, Petrus berkhotbah dan hasilnya pendengar terharu, (Kis 2:3). Lalu percaya Yesus dan dibaptis, (Kisah 2:41; Kisah 2:47b). Seketika itu jumlah jemaat bertambah 3.000 jiwa. Luar biasa!

 

B. TUMBUH SECARA KUALITAS

Selain pertumbuhan secara kuantitas, Roh Kudus juga akan membawa pengikut Kristus untuk bertumbuh secara kualitas. Pertumbuhan kualitas ditunjukkan gereja yang mula-mula dalam hal:

  • Tekun Dalam Pengajaran Rasul-rasul, Kisah 2:42

Tekun artinya memiliki daya tahan yaitu daya tahan dalam ajaran (doktrin) Firman Allah, sehingga gereja menjadi kokoh dan tidak mudah diombang-ambingkan pengajaran sesat.

  • Tekun dalam persekutuan (Ibadah), Kis. 2:42.

Orang yang dipenuhi Roh Kudus memiliki kerinduan yang dalam untuk bersekutu dengan Tuhan dalam Ibadah.

  • Tekun Berdoa, Kis. 2:42.

Orang yang dipenuh Roh Kudus keinginannya adalah selalu berdoa kepada Tuhan.

  • Memiliki Kuasa/Wibawa Illahi

Kisah 2:43    à mereka dihormati

Kisah 2:47a  à mereka disukai oleh banyak orang

  • Kasih Persaudaraan, Kisah 2:44.

Roh Kudus akan membawa kesatuan dalam jemaat sehingga menjadi satu keluarga.

  • Membaharui Kekuatan, Kisah 4:3-31

Seluruh jemaat sepenanggungan dengan para rasul. Mereka doa bersama-sama, Kisah 4:27-31 Mereka sudah dibaptis Roh Kudus, tetapi mereka kembali dipenuhi Roh Kudus. Inilah yang dikatakan dalam: Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layani Tuhan”. Seperti baterai yang kembali diisi sehingga penuh.

  • Memiliki Semangat Untuk Berkorban, Kisah 4:36,37

Artinya jemaat tidak serakah, tetapi sanggup mengelola dengan baik berkat Tuhan, bahkan rela berbagi satu dengan yang lain dengan suka cita. (II Korintus 9:7-12).

Pertumbuhan Gereja Sempurna, II Petrus 1:5-8

GAMBAR

 tangga kekristenan basic

 Kira-kira jemaat dalam Kisah Rasul 2, berada pada posisi mana?

Oleh Roh Kudus, jemaat dibawa menuju pertumbuhan rohani yang lebih tinggi. Bagaimana dengan kita? Tanpa Roh Kudus dalam diri kita, mustahil kita dapat naik pada tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, mintalah Roh Kudus memenuhi hati kita agar kita terus bertumbuh secara kualitas.

C. KEBERANIAN MEMBERITAKAN INJIL

Peranan Roh Kudus yang ketiga adalah membawa gereja bertumbuh secara kualitas rohani, sampai menjadi jemaat yang: “Marturia”.

Kata Marturia berasal dari kata Martyr (syahid). Roh Kudus akan menolong jemaat untuk menjadi saksi Kristus, sampai rela menyerahkan nyawanya bagi Tuhan, seperti yang dialami oleh Stefanus, Kisah 7:54-60.

Penutup

Sekali lagi, jangan jadikan hari Pentaskosta saat ini sebagai perayaan Kristiani, tetapi marilah kita berusaha untuk mengalaminya. Roh Kudus diberikan secara khusus oleh Tuhan Yesus untuk menjadi penolong bagi gerejaNya. Oleh karena itu, bagi saudara yang sudah dipenuhkan Roh Kudus, jangan biarkan api Roh Kudus itu padam, tetapi marilah kita nyalakan kembali agar api RohNya makin berkobar- kobar dalam diri kita. Sedangkan bagi Saudara yang rindu dipenuhi dengan Roh Kudus, bukalah hati dan mintalah Tuhan memberikan RohNya kepada kita. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s