ROH KUDUS sebagai SHEKINAH (Kemuliaan) – Pdt. JS. Minandar (minggu, 31 Mei 2015)

Keluaran 14:17

“Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.”

 

Pendahuluan

Di zaman perjanjian lama Allah menyatakan Shekinah (kemuliaan)-Nya ditengah-tengah umatNya dengan tujuan agar bangsa-bangsa disekitar Israel yang menyembah dewa-dewa, melihat kemuliaan Allah sehingga mereka percaya kepada Allah yang benar yaitu Allah yang disembah oleh orang Israel.

Kita semua tentu masih ingat peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir (Kel.14). Saat itu bangsa Israel telah sampai di Pi-Hahirot. Disana mereka dihadapkan pada posisi yang terjepit, sebab di depan mereka terbentang laut Teberau, dari belakang pasukan Mesir mengejar mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN. Dalam keadaan yang demikianlah Tuhan menyatakan kemuliaanNya dengan cara membelah laut Teberau sehingga bangsa Israel dapat melewatinya seperti melewati tanah kering.

Ketika kemuliaan Allah dinyatakan: orang Israel yang percaya dan menyembah Allah yang benar, maka mereka diberkati dan diselamatkan. Sebaliknya sekalipun bangsa Firaun dan bangsa Mesir melihat kemuliaan Allah namun karena Firaun dan orang Mesir tidak percaya maka mereka dihukum dan dibinasakan di tengah laut Teberau. (Kel.15:4)

Jadi tujuan Allah menyatakan Shekinah adalah agar manusia percaya kepada Allah dan menyembah Allah yang benar, tetapi jika mereka tidak percaya maka mereka akan dihukum dan dibinasakan dalam api neraka.

Zaman Perjanjian Baru

Di zaman perjanjian baru, Allah menyatakan Shekinah (kemuliaanNya) dalam diri orang percaya, agar orang melihat kemuliaan Tuhan dalam diri kita sehingga orang lain diselamatkan. Dengan kata lain menjadi orang Kristen, itu artinya kita sedang mengandung misi Allah yaitu menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. Sebab itu kita kita tidak boleh hidup sembarangan atau semaunya sendiri melainkan:

a. Hidup sesuai dengan firman Allah.

Kemuliaan Allah tidak akan dinyatakan kepada orang Kristen sekalipun sudah percaya kepada Allah kalau ia tidak hidup sesuai firman Allah. Kemuliaan itu hanya nyata kalau hidup kita berpadanan dengan Injil Kristus. Keserupaan dengan Kristus membuat kemuliaanNya semakin nyata dalam hidup kita.

b. Dipenuhi Roh Kudus

Untuk hidup sesuai dengan firman Allah kita tidak dapat mengandalkan diri sendiri atau dengan kekuatan manusia semata, tetapi kita harus dipenuhi dengan Roh Kudus. Minggu yang lalu kita sudah pelajari bahwa untuk naik ke tingkatan kekristenan selanjutnya kita perlu pertolongan Roh Kudus. Mustahil kita bisa naik satu tangga kekristenan kalau tidak melalui pertolongan Roh Kudus.

c. Dipimpin Roh Kudus

Banyak orang Kristen sudah dipenuhi Roh Kudus tetapi tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Akibatnya, hidup mereka tidak menjadi berkat tetapi menjadi batu sandungan bagi orang lain. Di gereja mereka berdoa dengan bahasa Roh (ber-glosolali), tetapi di rumah mereka hidup dalam hawa nafsu dan kedagingan. Dipenuhi Roh Kudus harus disertai ketaatan kepada kehendakNya.

Kepenuhan Roh Kudus

Ada kecenderungan setelah merayakan Paskah, Kenaikan Yesus, doa 10 hari dan puncaknya Pantekosta, jemaat kehilangan antusias untuk selalu dipenuhi Roh Kudus. Lalu kita menanti perayaan yang sama berulang di tahun yang akan datang. Jika hanya ini yang terjadi dalam diri kita maka kita sedang menjadikan hal ini sebagai ritual, seperti yang dilakukan bangsa Israel pada masa perjanjian lama. Mereka merayakan Pantekosta tetapi tidak pernah mengalaminya.

Dibaharui oleh Roh Kudus

Baptisan Roh Kudus adalah pengalaman yang terjadi satu kali dalam hidup orang percaya, seperti baptisan air. Kita cukup dibaptis sekali untuk seumur hidup (kecuali baptisannya tidak sesuai Alkitab, baptisan itu harus diulang lagi) Demikian halnya dengan baptisan Roh Kudus. Kita hanya menerima sekali baptisan Roh Kudus, tetapi kepenuhan Roh Kudus harus terjadi setiap saat. Kita harus selalu dipenuhi dengan Roh Kudus.

Hal ini digambarkan seperti tangki air yang banyak digunakan di rumah-rumah tangga. Pertama-tama kita isi tangki air tersebut penuh dengan air. Kemudian setelah digunakan untuk berbagai keperluan, air dalam tangki tersebut akan berkurang. Agar air dalam tangki tidak habis/kosong, maka tangki air tersebut yang selalu diisi air. Demikian halnya dengan diri kita. Jangan jadi orang kristen yang tangki hatinya kosong, penuhi hati kita selalu dengan Roh Kudus.

Mari kita perhatikan contoh berikut ini.

  • Kisah Rasul 2:1-4

Ketika hari Pentakosta para rasul dan murid-murid dipenuhi dengan Roh Kudus. Inilah saat pertama kali mereka dipenuhi Roh Kudus.

  • Kisah Rasul 4:31

Murid-murid kembali dipenuhi dengan Roh Kudus. Siapakah mereka ini? Meraka ini adalah murid-murid yang telah dipenuhi Roh Kudus pada peristiwa Pantekosta (Kis 4:23,24). Jadi di hari Pentakosta mereka dibaptis oleh Roh Kudus, kemudian mereka selalu dipenuhi Roh Kudus.

Nasehat rasul Paulus kepada jemaat Efesus.

Efesus 5:18

“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.”

Jemaat Efesus dianjurkan oleh rasul Paulus agar jangan mabuk oleh Anggur tetapi penuh dengan Roh. Barang kali kita tidak mabuk oleh Angggur tetapi kita mabuk kekayaan sehingga korupsi, mabuk kedudukan, mabuk hawa nafsu dll. Siapakah jemaat Efesus? Dalam Kisah Rasul 19:6,7, 10; Jemaat Efesus sudah dipenuhi dengan Roh Kudus, tetapi Paulus ingin agar jemaat Efesus untuk tetap penuh dengan Roh Kudus.

Jadi pengalaman Pantekosta jangan kita jadikan ritual saja tetapi harus kita jadikan pengalaman dalam hidup kita, sehingga orang melihat kemuliaan Allah dalam diri kita sehinga mereka memuliakan nama Allah.

Bagaimana caranya agar kita terus penuh dengan Roh Kudus?

Untuk penuh dengan Roh Kudus, maka kita harus:

  1. Membangun hubungan dengan Yesus.

Mazmur 1:3

“Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Yesus adalah sumber segala sesuatu tetapi jika kita tidak melekat kepadaNya, kita akan alami kekeringan. Jemaat yang diberkati jasmani, rohani, kuat imannya dan tumbuh serta berbuah lebat dan dipenuhi Roh Kudus adalah seorang yang membangun hubungan yang baik dengan Tuhan, seperti sebuah pohon yang ditanam di tepi aliran air.Manusia tidak hanya memiliki kebutuhan fisik, ia juga perlu kebutuhan jiwa dan rohani, hal ini hanya dipenuhi jika kita melekat dengan Tuhan.

Pohon adalah gambaran orang percaya, sedangkan sungai adalah gambaran Tuhan Yesus (pembaptis Roh Kudus). Orang-orang yang selalu dipenuhi Roh Kudus akan selalu memiliki kekuatan untuk bertahan dalam berbagai tekanan karena ia selalu menyerap kekuatan dari Tuhan Yesus. Pertanyaannya: Sedekat apa saudara dengan sungai? Jangan hanya dekat secara fisik, sedangkan jiwa dan roh kita jauh dari Tuhan. Saudara datang ke gereja tetapi roh dan jiwa kita jauh dari Tuhan. Dunia akan semakin gersang, karena itu dekatlah diri anda dengan Tuhan.

  1. Haus akan firman Allah.

Yohanes 4:14

Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebalik-nya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

Sekalipun dekat dengan sumber air tetapi jika pohon itu tidak mau menyerap aliran air maka ia tidak akan pernah terpuaskan. Sebagai gembala saya senang dengan kerajinan jemaat untuk datang beribadah, tetapi jika kita datang hanya secara fisik sedangkan roh kita tidak menyerap apa-apa maka kita akan tetap alami kerugian.

Bila kita ibadah dengan rasa haus akan firman Allah dan menyambut firman Tuhan dengan sepenuh hati maka Yesus akan menaruh dalam hati kita mata air yaitu Roh Kudus yang akan menjadi mata air yang terus-menerus memancar (tidak akan pernah kering atau kosong).

Contohnya adalah Kornelius

Kisah Rasul 10:44

“Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.”

Di Kaisarea ada seorang yang rindu akan firman Allah yaitu Kornelius. Oleh karena kerinduan yang dalam untuk mendengar firman Allah, maka ia mengutus seorang utusan untuk memanggil Petrus di Yope. Sesampainya di rumah Kornelius, Petrus menyampaikan firman Allah. Sementara Petrus menyampaikan firman Allah, maka Roh Kudus turun memenuhi hati mereka. Jika kita rindu dan haus akan firman Allah, Tuhan akan memenuhi kita dengan Roh Kudus. Oleh karena itu, milikilah senantiasa hati yang haus dan rindu akan firman Allah.

  1. Pujian Penyembahan

Pujian penyembahan adalah salah satu cara Tuhan memenuhi kita terus-menerus dengan Roh Kudus. Namun sayang banyak jemaat tidak mau menyembah Tuhan bahkan ada diantara mereka yang berdiam diri, itulah sebabnya mereka tidak dipenuhi Roh Kudus.

Dalam 1Kor. 10:4 dijelaskan bahwa ketika bangsa Israel di padang gurun, Allah memberi minum bangsa Israel melalui batu karang yang mengikuti mereka. Barang siapa haus, mereka tinggal berkata kepada batu karang itu maka keluarlah air memancar dari batu itu.

Tetapi dalam Bil 21:16,17 Allah memberi minum kepada bangsa Israel dengan satu cara yang lain. Tuhan memberi air kepada Israel dengan cara yang ajaib: Mereka disuruh menyanyikan nyanyian ini: “Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja. Tentu ini tidak dapat kita lakukan secara jasmani, sebab ini memiliki arti rohani yang sangat dalam. Sumur adalah lambang pribadi Yesus sebagai sumber kehidupan. Ketika memuji Dia, maka Tuhan akan memberikan Roh Kudusnya kepada kita dengan limpah.

Gereja adalah Israel rohani yang sedang mengembara di dunia. Banyak orang kristen kering hidupnya sehingga mereka pergi ke diskotik untuk mencari kesegaran. Kesegaran hanya datang dari Yesus. Sebab itu pujilah Tuhan agar memancarkan air kesegaran bagi kita. Tuhan Yesus akan penuhi hati kita dengan Roh Kudus saat kita menyembah Tuhan.

  1. Membuang sumbatan

Mungkin ada jemaat yang sudah percaya kepada Yesus, ia juga suka memuji dan menyembah Tuhan bahkan rajin beribadah dan melakukan firman Allah. Tetapi mengapa belum dipenuhi Roh Kudus? Mungkin ada yang menyumbat mata air Roh Kudus mengalir dalam dirinya.

Harus digali

Mari kita perhatikan Kejadian 26:15 “Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayah-nya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.”

Sumur merupakan salah satu sumber berkat Abraham. Dengan sumur Abraham dapat memberi minum kepada seluruh ternaknya sehingga ternaknya beranak pinang dan berkembang sangat banyak. Tetapi orang Filistin tidak suka dengan hal ini sehingga menimbun sumur tersebut dengan tanah.

Orang Filistin adalah gambaran:

  • Kuasa/roh iblis. Iblis akan selalu berusaha menyumbat hati manusia agar Roh Kudus tidak memancar dalam dirinya.
  • Filistin juga gambaran tentang roh dunia. Bentuk-bentuk roh dunia digambarkan oleh rasul Paulus sebagai perbuatan daging – Gal 5:19-21. Semua perbuatan daging ini akan menyumbat Roh Kudus bekerja dalam diri kita.

Siapakah yang harus menggali sumur ?

Bilangan 21:17,18 Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: “Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja, yang dikorek oleh kaum bangsawan dengan tongkat-tongkat kerajaan dengan tongkat-tongkat mereka.”

Yang menggali sumur adalah raja-raja. Siapa raja yang dimaksud dalam ayat ini? Tidak lain adalah KITA. Setiap orang percaya adalah raja.

1Pet 2:9 – kita adalah bangsa yang terpilih, imamat yang RAJANI.

Bagian Tuhan adalah mengalirkan Roh Kudus di hati kita, sedangkan bagian kita adalah membuang sumbatan yang menutup hati kita. Apa yang sedang menyumbat hidup kita, galilah dan buanglah. Mungkin itu kebencian? Atau sakit hati, kepahitan, iri hati dll. Apapun bentuknya buanglah agar Roh Kudus mengalir dalam hati kita.

  1. Membangun Jiwa kita

Tindakan kelima yang harus kita lakukan agar tetap dipenuhi Roh Kudus adalah membangun jiwa kita yaitu dengan cara seperti yang terdapat dalam Efesus 5:18,19.

Perhatikan disposisi – Efesus 5:18-19.

Ay 18b          Kita dianjurkan untuk penuh dengan Roh Kudus. Caranya…

Ay 19             “dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”

Dalam ayat 19 – bila kita ingin terus dipenuhi Roh Kudus, kita dianjurkan untuk berkata seorang kepada yang lain. Bila kita bisa berkata kepada seorang dan yang lain, berarti kita juga bisa berkata kepada diri kita sendiri. Inilah yang saya maksudkan membangun jiwa kita, yaitu mampu berkata kepada diri kita sendiri untuk bangkit memuji dan menyembah Tuhan. Mari kita lihat raja Daud bagaimana caranya ia membangun dirinya sendiri sehingga tidak larut dalam tekanan.

Contoh: Mazmur 43. Judul Mazmur 42,43 adalah nyanyian pengajaran bani Korah, tetapi Rev. Brian Balley berpendapat bahwa: Mazmur ini dinyanyikan ketika Daud lari dari Absalom (anak Daud) yang melakukan kudeta terhadap Daud ayahnya. Inilah masa yang sukar yang dialami Daud seperti makan buah simalakama. Bagaimana tidak! Bila dilawan, berarti Daud berperang dengan darah dagingnya sendiri dan rakyat Israel akan jadi korban baik tentara yang memihak Daud maupun tentara yang memihak Absalom. Kondisi seperti ini membuat Daud menjadi begitu tertekan.” (Mazmur 43:5) Kata “TERTEKAN” dalam bahasa Inggris ditulis dengan kata “cast down” artinya seperti seekor domba yang jatuh terlentang, tidak bisa bangkit untuk menolong diri sendiri, sampai akhirnya lemas dan mati!. Itulah yang dialami Daud pada waktu itu.

Apakah yang dilakukan Daud pada waktu jiwanya tertekan?

Pada saat tertekan Daud sadar dan berkata kepada jiwanya: “Daud, mengapa kamu biarkan jiwamu tertekan (cast down)! Berharaplah kepada Tuhan!!!” (Maz 43:5) Dan Roh dari Allah membangkitkan Daud untuk tegar dan menang.

Seberat apapun tekanan hidup yang sedang kita alami, jangan ijinkan hal itu menekan jiwa kita sehingga kita menjadi lemah tak berdaya. Bangunlah diri Anda, bangkitlah seperti Daud, berharaplah kepada Allah!, jangan menyerah! Sebesar apapun masalah kita Tuhan masih sanggup mengatasinya. Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s