DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS – Pdt. JS. Minandar (Minggu, 7 Juni 2015)

Roma 8:14

Semua orang yang dipimpn Roh Allah adalah anak Allah.

Minggu lalu kita sudah bahas tentang Allah menyatakan Shekinah kepada bangsa Israel. Oleh karena kemuliaan Allah menyertai bangsa Israel, menyebabkan bangsa Israel diberkati Tuhan baik secara jasmani, jiwani bahkan rohani. Shekinah-Nya juga membawa perlindungan dan kemenangan atas musuh-musuh Israel. Sekalipun bangsa Israel tidak pernah berlatih perang, namun semua musuh Israel dikalahkan. Tidak ada musuh yang dapat bertahan di depan bangsa Israel. Bahkan kemuliannNya telah membawa bangsa Israel masuk dalam tanah perjanjian.

Apa hubungannya hal ini dengan kita? Sebagai Israel secara rohani, kemuliaan Tuhan juga menuntun dan melindungi kita, Ia memberkati kita secara jasmani, rohani. Demikian juga dengan musuh-musuh kita yaitu iblis telah dikalahkanNya melalui salib Golgota, bahkan kemuliaanNya juga akan menghantar kita masuk tanah perjanjian kita yaitu sorga. Masalahnya adalah: Orang kristen yang seperti apa yang disertai kemuliaan Tuhan? Jawabannya: Tidak semua orang Kristen disertai oleh kemuliaan Tuhan, hanya orang kristen yang hidup sesuai dengan firman Allah, dipenuhi dengan Roh Kudus dan dipimpin Roh Kudus.

HIDUP DIPIMPIN ROH KUDUS.

Baptisan atau kepenuhan Roh Kudus terjadi sekali seumur hidup tetapi untuk dipenuhi Roh Kudus harus terjadi setiap saat. Barangkali ada yang bertanya apakah dipenuhi Roh Kudus saja tidak cukup? Mengapa harus dipimpin Roh Kudus? Pengikut Yesus harus hidup dipimpin Roh Kudus, sebab dipimpin Roh Kudus adalah tanda kedewasaan rohani seorang pengikut Kristus. Jadi kedewasaan rohani tidak ditandai dengan lamanya ikut Tuhan tetapi kepada ketundukan akan pimpinan Roh Kudus. Banyak orang Kristen tua di gereja tetapi perilakunya masih seperti kanak-kanak. Mengapa bisa terjadi seperti ini? Karena ia tidak mau hidup dalam pimpinan Roh Kudus.

Perhatikan kembali Roma 8:14 : Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah.

Kata anak dalam ayat ini bukan bicara tentang fisik, tetapi status sebagai anak. Kondisi rohani mereka bukan lagi kanak-kanak tetapi dewasa (uihos). Berbeda dengan 1Kor 3:1-3, di Korintus jemaat fisiknya dewasa, tapi kondisi rohani masih kanak-kanak. Oleh karena itu, Paulus hanya memberikan susu, yaitu pelajaran yang dasar bukan makanan keras. Secara usia mereka dewasa bahkan tua, tetapi rohani mereka masih kanak-kanak karena tidak mau dipimpin dengan Roh Kudus.

Dewasa Rohani & Kanak-kanak Rohani. – Gal 5:16-26

Galatia 5:16-26 adalah perbandingan antara orang Kristen yang penuh Roh Kudus dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus dengan orang Kristen yang penuh Roh Kudus tetapi dipimpin oleh daging.

Dipimpin Roh Kudus

Galata 5:16.

Maksudku ialah: “Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”

Pengikut Yesus yang penuh Roh Kudus dan dipimpin Roh Kudus, ialah orang Kristen dewasa rohani yang tidak lagi menuruti keinginan daging , sebaliknya ia sanggup mengalahkan keinginan daging. Mengapa? Karena kuasa dan pimpinan Roh Kudus dalam hidup kita memampukan kita menyalibkan keinginan daging dan segala hawa nafsu dan keinginannya dalam diri kita. Galatia 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Dewasa ROHANI

Orang yang dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus akan membawa orang tersebut menjadi dewasa dan menghasilkan buah Roh. Apa saja bentuk buah Roh? Gal 5:22-23 – Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Dewasa rohani adalah pertumbuhan iman jemaat menuju kepada kedewasaan yaitu menghasilkan buah Roh. Jika kita memperhatikan daftar buah Roh yang disampaikan oleh Rasul Paulus, kita melihat bahwa rasul Paulus mendaftarkan buah Roh dari sisi keIllahian atau posisi Allah yang adalah Kasih. Oleh karena kasihNya, diutusnyalah Yesus ke dalam dunia ini untuk memberikan karunia keselamatan kepada manusia.

 yesus turun dari kasih ke kuasa diri

Langkah pertama adalah percaya kepada Yesus oleh kasih karunia. Setelah percaya, kemudian kita dipenuhi dengan ROH KUDUS dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Melalui pimpinan Roh Kudus kita dituntun menuju kedewasaan rohani yaitu menjadi sama seperti Kristus dalam karakterNya. Menjadi sama seperti Yesus dimulai dari:

  • Penguasan diri : yaitu mampu mengendalikan diri dalam segala situasi.
  • Kelemahlembutkan :bukan kelemahan atau lemah gemulai dalam sikap, tetapi lemah lembut dalam sikap dan pembicaraan, tidak mudah mengeluarkan perkataan yang kasar, apalagi marah.
  • Kesetiaan artinya: memegang teguh kepada janji (komitmen) bukan saja kepada Tuhan tetapi setia kepada pasangan dan tugas-tugas diberikannya Kata setia juga memberikan pengertian menyelesaikan tugas dengan baik sampai akhir.
  • Kebaikan adalah sebuah sikap, perkataan dan tindakan yang elok, terhormat dan tanpa cela serta  yang patut dikagumi kepada semua orang.
  • Kemurahan adalah sikap hidup yang selalu memberikan pertolongan kepada orang lain atau orang yang suka memberikan bantuan kepada orang lain secara materi maupun non materi.
  • Kesabaran : artinya tidak cepat emosi atau marah. Ia sabar dalam menghadapi perlakuan orang lain maupun keadaan/masalah yang terjadi.
  • Damai Sejahtera : Sikap hati yang penuh ketenangan, walaupun berada di tengah badai sekalipun seperti Tuhan Yesus.
  • Sukacita : Rasa bahagia dan gembira dalam segala keadaan. Sukacita ini lahir karena hubungan intim dengan Tuhan
  • Kasih : Inilah puncak buah Roh yaitu kasih. Ketika seseorang memiliki kasih Allah maka ia memiliki 8 buah Roh lainnya. Kalau ada kasih, maka ia ia mampu menguasai dirinya. Secera berkesinambungan kasih akan melahirkan sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan dan kelemahlembutan.

KANAK-KANAK ROHANI

Orang kristen kanak-kanak rohani adalah orang Kristen yang sudah dipenuhi dengan Roh Kudus tetapi tidak tunduk kepada pimpinan Roh Kudus. Sebaliknya ia hidup menuruti keinginan daging/hawa nafsu. Gal 5:19-21 adalah bentuk-bentuk kedagingan yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

Jika kita sebagai orang yang beriman kanak-kanak rohani tidak mengalami pertumbuhan tetapi merosot rohaninya maka pada akhirnya kita tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Contohnya adalah Simson. Simson akhirnya binasa karena tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus.

FIGUR ORANG YG DEWASA

Contoh yang sempurna tentang kedewasaan rohani adalah YESUS.

Matius 4:3 Yesus disebut anak Allah, sedangkan dalam Matius 8:20 – Yesus bergelar Anak Manusia. Apakah hubungan kedua ayat ini? Kesimpulannya: Yesus adalah Allah yang menjadi manusia.

Dari sini memberikan pengertian kepada kita bahwa saudara dan saya sudah dilahirkan secara jasmani oleh orang tua kita, tetapi apakah kita sudah menjadi manusia rohani yang dilahirkan kembali oleh Roh Kudus? Untuk mengahami kelahiran kembali dan bertumbuh dewasa maka kita harus melakukan, yaitu:

  1. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi.
  2. Bertobat dan dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru Yoh 3:3-5, 2Kor 5:17
  3. Dibaptis air, Mat 3:13-17

Baptisan air adalah tanda menguburkan hidup lama dan bangkit dalam hidup baru dalam Yesus. Rom 6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

  1. Dibaptis atau dipenuhi dengan Roh Kudus (Efs 5:18,19)
  2. Dipimpin/taat kepada pimpinan Roh Kudus, (Matius 4:1-10)

Tuhan Yesus taat kepada pimpinan Roh Kudus sehingga menang atas pencobaan iblis. Demikian juga dengan kita, jika kita taat pada pimpinan Roh Kudus kita juga akan menang atas godaan iblis yang meliputi: keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup (1 Yoh. 2:16)

  1. Berbuat baik, Kisah 10:38

Orang Kristen yang dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus akan dikenal melalui perbuatan baik yang dilakukannya.

  1. Tunduk kepada kehendak Bapa dan Roh Kudus.Matius 26:39-42

Saat Bapa menyodorkan salib kepada Yesus, sejujurnya Ia ingin menolaknya. HarapanNya kalau bisa biarlah orang lain saja yang menanggung salib, tetapi Yesus tunduk kepada kehendak BapaNya. Ia berkata: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Orang yang dipimpin Roh Kudus adalah tunduk kepada Bapa sekalipun menyakitkan secara daging.

KetaatanNya kepada pimpinan Roh Kudus dituliskan oleh rasul Paulus dalam Filipi 2:5-8.

Yesus yang penuh kasih, Dia rendahkan hingga tingkat dasar yaitu penguasaan diri. Perhatikan gambar berikut ini.

 naik tangga kuasa diri ke kasih

Yesus datang ke dunia dengan kasih. Dia memikul salib tidak dengan duka atau paksa tetapi dengan sukacita yang diliputi damai sejahtera. Di tengah hinaan, olokan dan siksaan, Ia tetap sabar menghadapi musuh-musuhNya. Selama hidupnya IA menyatakan kemurahan kepada semua orang yang membutuhkan pertolonganNya. Kemana Ia pergi selalu berbuat baik, Ia tuntaskan tugas Bapa dengan kesetiaan bahkan setia sampai mati di kayu salib. HidupNya diwarnai kelemahlembutan. Di taman Getsemani, Ia mampu menguasi diri untuk menyerah kepada kehendak BapaNya sampai mati disalib. Semua Dia lakukan dengan motivasi kasih.

Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Perhatikan gambar berikut ini.

gabungan tangga

Setelah Yesus sampai di titik terendah yaitu menguasi diriNya hingga mati di kayu salib. Maka Tuhan Yesus menyediakan jalan baru bagi kita untuk menapaki tangga kedewasaan rohani menuju KASIH dimana Bapa berada. Selamat hidup dalam pimpinan Roh Kudus, Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s