Mempertajam HIDUP seri 5 – Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3-Minggu, 14 Juni 2015)

Peng 10 :10

Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga,

tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

Keberhasilan dalam hidup ini ditentukan dari ketajaman kita dalam menjalaninya. Semakin tajam diri kita, semakin besar kemungkinan kita berhasil. Sebaliknya hidup yang tumpul mengakibatkan kita kerja keras. Seperti kapak yang tumpul jika tidak diasah, demikian juga hidup ini akan tumpul jika tidak diasah. Pertanyaannya adalah: Kapan terakhir kali Anda mengasah kapak hidup Anda? Berhentilah sejenak dari segala rutinitas Saudara, duduk dibawah di kaki Tuhan, asahlah kembali hidup anda agar tetap memiliki ketajaman.

Apa saja yang perlu kita asah?

Bagian 1, Penglihatan / Mata

Mata perlu kita asah atau dipertajam agar kita mampu melihat seperti YESUS melihat, yaitu :

– Melihat dengan kebenaran

– Melihat dengan belaskasihan

– Melihat dengan pengampunan

– Melihat melampaui mata melihat

Bagian 2, Mulut / Perkataan

Mengapa MULUT harus dipertajam?

  • Perkataan kita mengandung kuasa untuk menghidupkan atau mematikan

Amsal 18:21

“Hidup dan mati dikuasai lidah. Siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”

  • Allah memperlakukan kita, sesuai dengan apa yang kita katakan.

Bilangan 14:28

“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman Tuhan, bahwasannya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Ku lakukan kepadamu.”

Bagian 3, Pendengaran / Telinga

Mengapa Telinga perlu dipertajam?

  1. Kehidupan atau kematian ditentukan oleh pendengaran.
  2. Pertumbuhan IMAN ditentukan oleh pendengaran.
  3. Agar kita mampu mendengar apa yang tidak terdengar

Bagian 4, Mempertajam Pikiran

Pikiran kita dapat dipertajam dengan cara:

  1. Pikirkanlah apa yang Tuhan pikirkan
  2. Berpikirlah Benar
  3. Berpikirlah Besar

Keempat bagian di atas sudah kita pelajari sebelumnya, sekarang kita belajar bagian yang kelima yaitu:

Mempertajaman TANGAN

Mazmur 144:1

Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;

Dalam bahasa Indonesia ada banyak ungkapan tentang tangan, antara lain:

  • Ringan tangan – Suka membantu
  • Panjang tangan – Suka mencuri
  • Tangan besi – Besifat Keras
  • Tangan dingin – Selalu berhasil
  • Tangan hampa – Kosong
  • Tangan kanan – Orang kepercayaan
  • Tangan kosong – Tidak bersenjata
  • Tangan terbuka – Diterima
  • Angkat tangan – Menyerah
  • Berpangku tangan – Malas
  • Tangan gatal – Gratil (jawa)
  • Tangan jahil – Suka merusak
  • Tangan panas – Sering gagal
  • Tangan diatas – Suka Memberi
  • Tangan dibawah – Meminta, dll

Kita tidak mempelajari arti semua ungkapan di atas, namun tangan yang saya maksudkan adalah: “Tindakan/Perbuatan/Action”

Ketajaman mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, mulut untuk berkata-kata dan otak untuk berpikir tidak lengkap tanpa ketajaman tangan. Bersyukurlah kepada Tuhan, kalau Tuhan memberi kepada kita ketajaman mata, sehingga kita dapat melihat hal-hal jauh didepan, memiliki visi yang besar. Bahkan hal-hal yang tidak dilihat dan diperhatikan orang lain, kita dapat memperhatikannya. Tetapi semuanya ini hanya sebuah mimpi di siang bolong kalau kita tidak pernah bertindak untuk mewujudkannya. Jadi kombinasi antara ketajaman mata, mulut, telinga, otak dan tanganlah yang akan membuahkan keberhasilan.

Mengapa TANGAN harus dipertajam ?

  1. TINDAKAN berbicara lebih Keras dari pada PERKATAAN

Yohanes 8:39

Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.”

Orang-orang Yahudi merasa, bahwa mereka adalah keturunan Abraham, namun Yesus menentangnya karena dari perbuatan mereka menyatakan bahwa sesungguhnya mereka bukan keturunan Abraham, tetapi keturunan Iblis. Hal ini nampak jelas dari perbuatan mereka yang ingin membunuh Yesus. Jadi perbuatan kita akan menjelaskan siapa sesungguhnya diri kita.

Kita dikenal melalui apa yang kita perbuat. Contohnya: seorang yang suka menyanyi kita kenal sebagai penyanyi. Orang yang suka menggambar atau melukis kita kenal sebagai pelukis. Demikian juga dengan, dokter, guru, polisi, bisnismen dll. Semuanya kita kenal karena apa yang mereka lakukan bukan yang mereka katakan.

Hati-hatilah dengan perbuatan atau tindakan kita, sebab anak-anak mungkin tidak selalu mendengarkan PERKATAAN kita tetapi mereka akan selalu MENGIKUTI TINDAKAN KITA. Tindakan kita mengajar lebih tajam dibanding dengan perkataan kita.

Itulah sebabnya ketika rasul Paulus memberitakan Injil, ia mengajar tidak hanya dengan kata-kata terlebih dengan tindakan keteladanan.

 

1Kor. 4:16

Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! (1 Kor. 11:1; Fil. 3:17; 4:9)

Mengapa Paulus tidak berkata: ikutilah ajaranku? Sebab perbuatan keteladanan lebih berkuasa ketimbang perkataan manis yang mempesona.

  1. Iman dibuktikan melalui PERBUATAN

Yakobus 2 : 15 – 17

Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Rupanya tanda orang beriman bukanlah besarnya kalung salib yang dikenakan pada lehernya, bukan pula besarnya alkitab yang dibawa ke gereja atau banyaknya hiasan gambar Yesus yang terpajang di rumahnya tetapi tanda orang yang beriman adalah perbuatan yang mereka lakukan. Kedalaman dan kematangan iman seseorang terpancar melalui tindaknya nyata sehari-hari.

Dalam Ibrani 11, kita dapati tokoh-tokoh iman dalam perjanjian lama. Pertanyaanya adalah: Mengapa mereka disebut sebagai tokoh iman? Mereka disebut sebagi tokoh iman karena perbuatan yang mereka lakukan. Tindakan-tindakan ketaatan kepada firman Tuhan mereka lakukan mengkonfirmasi bahwa mereka adalah orang beriman. Bagaimana dengan kita? Apakah perbuatan kita menunjukan bahwa kita orang yang beriman? Semoga!!

  1. Kita MENUAI dari apa yang kita TABUR

Apa yang kita nikmati pada hari ini adalah hasil taburan dimasa lampau dan yang kita tabur hari ini akan kita tuai di masa yang akan datang. Jika kita tidak menabur, kita juga tidak akan menuai. Oleh sebab itu, mulailah menabur, singsingkan lengan baju Anda dan menaburlah, sebab kita hanya menuai apa yang kita tabur. Bangunlah masa depan yang anda harapkan bukan masa depan yang menakutkan, karena itu menaburlah, mulailah menabur dan segeralah menabur.

2 Kor. 9:6

Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Peng. 11:6

Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

Mazmur 126:5,6

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.

Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Jika Anda tidak menabur Anda tidak menuai.

Peng. 11:4

Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

  1. Tidak ada perubahan tanpa TINDAKAN

Charles Spurgeon berkata: “tidak semua tindakan menghasilkan perubahan, tetapi tidak akan pernah ada perubahan tanpa TINDAKAN.” Perubahan tidak datang dengan sendirinya, perlu aksi nyata dan kerja keras dari kita. Selama kita hanya berpangku tangan, jangan pernah mengharapkan perubahan akan terjadi. Saatnya bertindak dan lakukan perubahan.

Yosua pernah marah kepada bangsa Israel karena tidak mau bertindak. Biarpun tanah Kanaan didepan mata, tetapi tidak akan pernah menjadi milik bangsa Israel jika mereka tidak mau merebutnya.

Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu? (Yosua 18:3)

Ada kat-kata bijak berkata demikian: TUHAN memberi makan semua burung, tetapi tidak melemparkannya ke dalam sarangnya – nn. Ada berkat bagi orang yang mau berusaha. Jangan diam bertindaklah!

Perubahan datang melalui tindakan.

Contoh : Nehemia

Ketika Hanani datang menceritakan keadaan kota Yerusalem apa yang dilakukan Nehemia?

Neh 1:4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit.

Mendengar berita dari Hanani, Nehemia bersedih hati dan berdoa kepada Tuhan. Tetapi tidak cukup hanya berdoa, diperlukan tindakan dari Nehemia. Lalu apa yang dilakukan Nehemia?

Neh 2:5 kemudian jawabku kepada raja: “Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali.”

Nehemia sadar bahwa doa-doa yang dinaikkan kepada Tuhan harus disertai tindakan nyata. Oleh sebab itu, ia menghadap raja dan mohon ijin pulang ke Yerusalem untuk membangun kembali kota Yerusalem.

KESUKSESAN adalah 90% KERJA KERAS dan 10% GENIUS – Albert Einstien.

  1. Anda dinilai dari apa yang Anda lakukan bukan yang Anda miliki

Mat 25:20, 21

Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Tuan ini memuji hambanya bukan karena talenta yang hamba ini miliki, tetapi karena apa yang hamba ini telah lakukan terhadap talenta yang diberikan tuannya. Talenta apa yang Tuhan berikan kepada kita? Tuhan tidak bangga dengan apa yang kita punya, tetapi Tuhan bangga dengan apa yang kita lakukan terhadap talenta kita.

Cara Mempertajam TANGAN

  1. Lemparkan jauh-jauh KEMALASAN dari hidup Anda

Jangan peluk kemalasan, lemparkan jauh-jauh dari diri Anda. Kemalasan hanya mendatangkan kehancurkan dan kerja paksa. Masa depan hanya berpihak kepada orang yang rajin bukan yang malas. Berikut ini beberapa nasehat friman Allah tentang kemalasan.

Amsal 12:27

Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.

Amsal 18:9

Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Amsal 12:24

Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

Salah satu contoh nyata orang yang rajin dalam Kolonel Sanders.

Di tahun 1952, Kolonel Sanders menawarkan resepnya kepada banyak restoran. Sayangnya lebih dari 1000 restoran menolak resep yang ditawarkannya, tapi dia tidak menyerah begitu saja dan terus berkeliling sampai tiba di restoran ke 1.008 yang mau membelinya dan mengembangkan usaha waralaba yang diberi nama KFC.

  1. LAKUKANLAH segala sesuatu dengan SEKUAT TENAGA

Jangan bekerja setengah-setengah. Lakukanlah dengan totalitas dan dengan sekuat tenaga agar kita mencapai hasil yang maksimal.

Peng. 9:10

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Kol 3:23

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

  1. LAKUKANLAH hal-hal KECIL dengan KASIH YANG BESAR

Pekerjaan yang dilakukan dengan kasih akan menuai keberhasilan, sebab tanpa kasih apapun yang kita lakukan adalah sia-sia. (1 Kor 13:1-3)

 

1Kor. 16:14

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

Mulailah lakukan hal-hal kecil dengan kasih yang besar.

  1. Jadilah TANGANNYA TUHAN

Ketajaman tangan kita akan terlihat melalui kesediaan kita menjadi tanganNya Tuhan. Tuhan Yesus sedang mencari tangan-tangan yang bersedia bekerja diladangnya untuk menuai jiwa-jiwa.

Dengarlah apa yang Tuhan katakan dalam Yoh. 4:35

“… Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.”

Tetapi apa faktanya? Mat. 9:37– Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

Ternyata tidak banyak orang yang mau bekerja di ladangNya. Hari ini Tuhan sedang memanggil kita untuk menjadi penuai, maukah Anda jadi tanganNya yang menjangkau banyak jiwa?

Pandanglah sekelilingmu…. apa yang terjadi di jalanan? Siapakah yang mau memperhatikan anak-anak jalanan, gelandangan, tuna wisma dll? Jika semua pihak (termasuk gereja) sibuk urus dirinya sendiri, siapa yang akan mengurus mereka?

Saudaraku, bukan saja Tuhan yang sedang menantikan kita, tetapi dunia juga sedang menanti uluran tangan kita. Dimana gereja yang seluruh makhluk nantikan dan Tuhan harapkan ?

“Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikansaat anak-anak Allah dinyatakan.”
(Roma 8:19)

Tuhan memberkati. KJP

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s