ROH KUDUS SEBAGI SHADDAI – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya- Minggu, 21 Juni 2015)

Kejadian 17:1,2

Ketika Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Maha Kuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dengan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.”

 

 

Pendahuluan

Jika kita mempelajari kisah Abraham mulai dari Kejadian pasal 12, maka kita ketahui bahwa beberapa kali Allah pernah menampakan diri kepada Abraham. Namun selama ini Allah tidak pernah memperkenalkan diriNya sebagi Elshaddai. Di pasal 17 inilah kali pertama Allah memperkenalkan diri sebagai EL Shaddai.

Arti Kata Elshaddai

Selain artinya Allah yang maha kuasa, Elshaddai juga mengandung arti:

 

I. Nafas yang Maha Kuasa – Ayub 32:8, 33:4

Ayub 32:8

Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.

Roh yang ada dalam diri kita adalah nafas Allah/nafas Elshaddai. Nafas itulah yang memberikan kehidupan kepada manusia.

Nafas Allah yang ada dalam diri manusia, membuat manusia:

  1. Manusia menjadi makhluk yang mulia.

Dari segala ciptaan Allah yang ada dalam dunia ini, tidak ada ciptaan Allah yang semulia seperti manusia.

Dalam Kejadian 1:3-25 dikisahkan bahwa ketika Allah menciptakan alam seemesta dengan segala isinya, Allah hanya berfirman dan segalanya jadi. Maka berfirman Allah: jadilah terang maka terang itu jadi. Jadilah cakrawala maka cakrawala jadi, jadilah hewan, tumbuhan, bulan, bintang dan matahari. Semuanya jadi dengan firman Allah. Tetapi tidak dengan manusia. Saat Allah menciptakan manusia, Allah berkreasi dan menghembuskan nafasNya dalam diri manusia sehingga menjadi makhluk hidup.

Kejadian 2:7

Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

  1. Manusia menjadi makhluk yang memiliki “Pengertian”

Charles Darwin mencetuskan teori evolusi, dimana manusia berasal dari sebuah zat yang berevolusi semakin sempurna sehingga menjadi manusia. Darwin juga meyakini bahwa manusia berasal dari Kera, karena proses evolusi jadilah manusia. Ini salah! Kita menolak teori Darwin karena bertentangan dengan Alkitab. Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan bukan karena evolusi alam.

Nafas yang Maha Kuasa yang ada dalam diri manusia memberikan pengertian kepada manusia bahwa:

a. Allah itu ada

Setiap manusia, apapun agama dan kepercayaannya menyadari bahwa Allah itu ada. Hadirnya agama membuktikan kesadaran manusia akan adanya Allah. Hanya orang bebal yang tidak mengakui adanya Allah. Orang yang bilang tidak ada Allah adalah orang bebal dan busuk.

Mazmur 14:1

Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

 b. Ada sorga dan neraka.

Pengertian akan adanya sorga dan neraka mendorong naluri manusia untuk berdamai dengan Allah. Mereka mencari Allah dengan cara beribadah kepada Allah. Karena tujuan inilah agama-agama lahir di dunia. Kekristenan bukan agama. Agama adalah upaya manusia untuk mendekati dan berdamai dengan Allah. Kekristenan adalah Allah yang mendekati kita melalui Tuhan Yesus Kristus. Sekarang tanggung jawab kita adalah memberitakan kabar baik ini kepada semua orang, agar semua orang juga diselamatkan.

 c. Ada upah atas setiap dosa yang diperbuat manusia – Roma 6:23

Nafas Allah yang ada dalam diri manusia membawa manusia dalam pengertian akan adanya upah dari dosa dan kejahatan yang dilakukannya, sehingga menuntun manusia untuk hidup dalam kebenaran.

 II. Suara yang Maha Kuasa

Arti kedua dari Elshaddai adalah suara yang Maha Kuasa.

Yehezkiel 1:24

Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.

Kalau kita baca Yehezkiel 1:4-28 dijelaskan oleh Yehezkiel bahwa ia melihat makhluk dengan empat wajah (ay.10). Sisi depan adalah muka manusia, sisi kanan: muka singa, sisi kiri: muka lembu, sisi belakang: muka burung rajawali. Jika gambaran ini dihubungkan dengan keempat Injil, kita akan dapat hubungan sebagai berikut:

– Injil Matius : bicara tentang Yesus yang digambarkan sebagai Raja dengan lambang Singa

– Injil Markus : Yesus sebagai hamba yang melayani dengan lambang Lembu (Mark 10:45)

– Injil Lukas : Yesus sebagai manusia yang dilambangkan dengan manusia.

– Injil Yohanes menggambarkan Yesus sebagai Allah yang dilambangkan seperti burung rajawali.

Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa dengan kata lain: Yehezkiel 1 merupakah nubuatan tentang suara Allah atau firman Allah yang Maha Kuasa yaitu Yesus. Sekarang pertanyaannya adalah: Mengapa suara Yesus harus didengarkan dan menjadi perhatian oleh semua orang?

Matius 17:5

Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Bersama dengan tiga muridNya yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes, Tuhan Yesus naik ke sebuah gunung yang tinggi (kemungkinan gunung Tabor). Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Tiba-tiba turunlah awan yang terang menaungi mereka dan terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Satu-satunya suara yang patut didengar dan dipercaya adalah suara Yesus yaitu Allah Elshaddai. Salah satu suaraNya adalah Yohanes 14:6

Kata Yesus kepadanya:

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Pemimpin agama mana yang berani berkata seperti Yesus? Hanya Tuhan Yesus satu-satunya pribadi yang dapat memberikan kepada kita kepastian jalan keselamatan.

Rupa Kemuliaan Elshaddai – Yeh 1:22-28

Ayat 28

Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

Ayat ini menjelaskan wujud kemuliaan makhluk yang dilihat oleh Yehezkiel, yang tidak lain adalah YESUS, Elshaddai (Allah Yang Mahakuasa). Ketika Yehezkiel melihat kemuliaan Yesus, Elshaddai (Yang Maha Kuasa) Yehezkiel tidak tahan untuk berdiri, ia sujud menyembah Yesus.

Dan bentuk kemuliaan itu adalah “Busur Pelangi”.

Mari kita hubungkan dengan Wahyu 4:3

“Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.”

Rasul Yohanes melihat Kemuliaan Tuhan Yesus di sorga seperti pelangi.

Mengapa Pelangi?

Kenapa kemuliaan Yesus dihiasi dengan kemuliaan pelangi? Kejadian 8:21- Pelangi adalah tanda kasih karunia Allah, dimana Allah berjanji tidak akan menghukum manusia. Tetapi Allah akan memberikan kasih karunia yaitu pengampunan yang seluas-luasnya kepada umat manusia sebagai jalan keselamatan.

Melalui siapakah kasih karunia/pengampunan itu Allah berikan?

Tidak ada cara lain selain didalam YESUS yaitu Allah Elshaddai atau Allah yang maha kuasa!!

Yohanes 3:18

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

 

Bagi yang percaya dan menerima Yesus sebagai TUHAN diselamatkan (Yoh 3:18a) sedangkan bagi yang menolak dihukum. (Yoh 3:18b)

 III. Pemelihara

Arti ketiga tentang Elshaddai adalah “Pemelihara” Gambaran arti pemelihara adalah seperti seorang anak berada dalam dekapan dada seorang ibu.

Inilah peran Roh Kudus bagi kita, seorang ibu yang:

  • Melindungi anaknya dalam dekapan dadanya dari ancaman dan semua yang jahat.
  • Memberi semua yang dibutuhkan anaknya yang ada dalam dekapan dadanya.

Elshaddai memelihara tubuh, jiwa dan roh.

1 Yoh 2:18

Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

Ayat ini belum digenapi sepenuhnya baru sebagaian saja. Kata “sekarang” menunjuk saat rasul Paulus melayani kurang lebih tahun 90 M. Jadi pada abad 1 saja sudah ada begitu banyak orang yang dikuasai roh antikristus. Apalagi sekarang di abad XXI. Sampai sekarang, di zaman di mana kita hidup, semakin nyata orang yang dikuasai roh antikristus. Contohnya Boko Haram; ISIS dan NIIS. Keadaan ini akan semakin buruk dengan terjadinya banyak kesukaran menjelang kedatangan Yesus kedua kali, (II Timotius 3:1).

Dikatakan pula: “seorang antikristus akan datang”. Yang dimaksud seorang antikristus adalah tokoh Antikristus, sang pemimpin dunia. Dikatakan dalam Wahyu 2:22 saat Antikristus memerintah akan datang masa kesusahan besar. Tetapi bagi orang percaya yang hidupnya berlindung dalam dekapan Roh Kudus sebagai Shaddai ia akan dipelihara dalam masa yang sukar.

Berikut ini marilah kita lihat contoh pemeliharan Allah Elshaddai kepada umatNya:

  • Kebutuhan Jasmani

I Raja 17:1-6 – Elia dipelihara Allah Elshaddai, Allah Yang Mahakuasa di sungai Kerit.

I Raja 17:7-24 – Elia dipelihara oleh seorang janda di Sarfat

  • Kebutuhan Jiwani

Kisah 12:6 – Petrus tidur nyenyak dan tenang dalam ancaman hukuman mati.

Kisah 16:24-26 – Paulus dan Silas, dapat memuji Tuhan dalam penderitaan.

 

  • Kebutuhan Rohani

Kalau saatnya tiba, antikristus berkuasa dan memerintah di dunia ini, orang percaya yang ada dalam dekapan Yesus dan Roh Kudus tidak akan dibiarkan menghadapi dan alami siksa antikristus. Tetapi kita akan disingkirkan ke padang gurun (bukan diangkat ke angkasa)! Kita akan dipelihara Yesus dan Roh Kudus, sebagai Elshaddai bagi kita, jauh dari kekuasaan si ular (iblis) dan antikristus (Wahyu 8:12,13; Wahyu 12:6,14).

Apakah yang sedang kita hadapi pada hari-hari ini? Jangan takut dengan semua yang terjadi di bidang ekonomi, kesehatan, politik dll. Apapun yang terjadi Allah Elshaddai berkuasa memelihara kita dan mencukupkan semua yang kita butuhkan. Amin, Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s