BERKAT KETEKUNAN DAN KESALEHAN – Pdt. Frans Voege (Ibadah Raya 2, Minggu 28 Juni 2015)

Yeremia 17:7

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Setiap orang pasti menginginkan berkat. Apakah yang dimaksud dengan berkat? Pada umumnya bicara berkat pikiran kita langsung tertuju kepada materi. Berkat itu tidak hanya bicara uang. Dalam Firman Allah berkat bukan hanya tentang kekayaaan materi. Dalam ayat pokok, berkat tidak menunjuk kepada hal-hal yang materi. Dikatakan: “diberkatilah …” Berkat yang dimaksudkan di sini adalah dalam segala-galanya. Berkat yang paling utama adalah keselamatan. Yesus berkata apa gunanya seseorang memiliki seluruh dunia ini tetapi jiwanya binasa? Sekali lagi berkat Tuhan adalah segala-galanya.

Ayub 42:12a :

“Tuhan memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada hidupnya yang dahulu.

Ayub adalah orang yang selalu berharap dan mengandalkan Tuhan. Dalam keadaan senang dia mengandalkan Tuhan, saat susah ia juga mengandalkan Tuhan. Akibatnya di akhir hidupnya, Ayub mendapat berkat Tuhan yang melimpah.

Ayub 42:10

Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

Tuhan memberi berkat dua kali lipat kepada Ayub, setelah ia meminta doa bagi sahabat-sahabatnya. Dengan kata lain Ayub diberkati Tuhan setelah ia mendoakan orang lain. Apakah yang membuat Ayub diberkati begitu banyak? Tekun dan Saleh. Ayub 2:3 Ayub tetap tekun dalam kesalehannya. Tidak ada yang sama seperti Ayub: Ayub 1:8 (Ayub 2:3). Meskipun Ayub diserang: kepribadiannya, keluarga, kesehatan, kekayaan dan komunitas. Namun ia tetap mempertahankan ketekunannya dan kesalehannya.

Apa itu tekun dan saleh?

Tekun : Tabah dalam keadaaan apapun yang dialami tanpa kehilangan kepercayaan kepada Tuhan.

Saleh: menjalan segala ritual secara sungguh dan sepenuh hati, secara batiniah dan jasmani.

Jangan jadi anak Tuhan yang suka mengeluh! Jadilah anak Tuhan yang suka bersyukur, berterima kasih untuk apapun yang Tuhan beri dan lakukan kepada kita, sama seperti Ayub.

Berkat melalui kesalehan dan ketekunan Ayub dalam 5 hal;

  1. Ayub hidup dalam Ibadah – Ayub 1:5

Bagian pertama dari ketekuan dan kesalehan Ayub adalah menguduskan keluarganya. Ayub membangun ibadah bersama Tuhan. Ayub tidak pernah tinggalkan ibadah.

Dalam Yosua 24:15, Yosua bertekad untuk beribadah kepada Tuhan bersama keluarganya. Marilah kita bangun ibadah dalam keluarga kita. Ibrani 10:25.

  1. Membangun kedekatan dengan Allah – Ayub 1:20

Ayub memelihara dan menjaga hidup yang benar dengan Tuhan. Ia sujud menyembah Tuhan. Ayub hidupnya melekat dengan Tuhan, ia menempel erat kepada Allahnya. Yosua 23:8 berpaut dengan TUHAN. Yakobus 4:8 mendekatlah kepada Tuhan. Bawalah hidup ini mendekat kepada Allah, jangan menjauh sebab kita akan binasa.

  1. Membangun pujian kepada Allah – Ayub 1:22

Ayub tidak menuduh Allah dengan mulutnya meskipun penderitaan yang dialami Ayub, ia tidak pernah menyalahkan Tuhan. Sebaliknya Ayub memuji Tuhan sekalipun mengalami bencana Ayub 1:22.

Mazmur 51:17 dikatakan mulutku memuji-muji Tuhan, bukan menyalah-nyalahkan atau menuding Tuhan.

Ibrani 13:15 ucapan bibir yang memuliakan nama Tuhan.

  1. Ayub memiliki prinsip dan pendirian – Ayub 2:10a

Ayub tidak terpengaruh dengan perkataan istrinya. Ia hidup dengan prinsip yang benar yang sesuai dengan firman Allah. Jadilah orang Kristen yang memiliki prinsip, jangan mudah tergiur dengan ajakan dosa.

Kolose 1:23 tetap teguh jangan bergeser. Mantap: tidak mudah terpengaruh. Tetaplah bertahan sampai Tuhan melihat ketekunan kita, sampai kita muncul seperti emas.

  1. Hidup dalam sukacita dan ucapan syukur – Ayub 2:10b

Dalam segala keadaan Ayub tetap bersukacita. Tidak ada keadaan yang dapat merenggut sukacitanya. Apapun yang dialami ia selalu menaikan syukur kepada Allah. Hal ini kita bisa juga lihat di Filipi 4:4, 6.

Sejauh mana prinsip kesalehan anda dalam poin 1-5?

1Petrus 3:9-10, perhatikan ayat 9: hendaklah kamu memberkati untuk memperoleh berkat.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s