ROH KUDUS Sebagai EL-ELYON (Allah Yang Mahatinggi) — Pdt. JS. Minandar (Minggu, 5 Juli 2015)

Mazmur 83:18,19

“Biarlah mereka mendapat malu dan terkejut selama-lamanya; biarlah mereka tersipu-sipu, dan binasa, supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, Yang Maha-tinggi atas seluruh bumi.”

Pendahuluan

Mazmur 83 adalah nyanyian dan doa permohonan Asaf kepada Allah. Isi permohonannya adalah:

  • Agar Tuhan tidak membiarkan orang fasik melawan Allah dan umatNya. Hal yang sama pernah Azaf ungkapan dalam Mazmur 73. Azaf melihat keadaan orang fasik hidupnya diberkati Tuhan. Mereka tumbuh gemuk dan subur. Akibatnya banyak orang yang mengikuti perbuatan orang fasik. Untuk itulah Azaf berdoa kepada Allah agar Allah menghukum mereka.
  • Yang kedua: Azaf berfikir kalau Tuhan bertindak, maka mereka akan tahu bahwa yang patut disembah bukan dewa-dewa (illah) tetapi Jehova – Allah yang maha tinggi.

Ada ajaran yang mengatakan bahwa Roh Kudus bukan Allah tetapi hanya sebuah pengaruh positif. Ini salah! Roh Kudus bukan sekedar pengaruh tetapi Ia adalah Allah. Salah satu oknum dari AllahTri Tunggal. Kita tahu bahwa Allah yang kita sembah adalah “ESA”. Esa yang dimaksud di sini bukan esa dalam arti tunggal dalam bilangan matematik, tetapi esa adalah “satu” dalam kesatuan (Ibr. Echad).

Dua kali Alkitab mencatat Roh Kudus sebagai Allah yang Maha Tinggi (El-Elyon)

  1. Mazmur 18:14

Maka TUHAN mengguntur di langit, Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.

Ayat ini menegaskan bahwa Roh Kudus bukan sekedar pengaruh, Roh kudus adalah Allah yang Mahatinggi yang dapat memperdengarkan suaranya kepada kita. Kenyataan ini ditegaskan kembali dalam Yohanes 14:26 “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Roh Kudus memperdengarkan suaraNya di dalam batin kita untuk mengajar atau mengingatkan kita akan firman Tuhan agar kita tidak dihukum bersama-sama dengan orang yang berdosa. Oleh sebab itu, jadilah anak Tuhan yang taat kepada firman Allah agar Tuhan memberkati hidup kita dan segala yang kita perbuat.

Mari kita lihat contoh berikut ini:

A. Sukacita Tuhan Yesus

Lukas 10:21a

“Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus.

Ada banyak alasan seseorang bergembira. Ada orang bergembira karena mendapat keuntungan atau mendapat hadiah. Ada juga yang bergembira karena berulang tahun, naik kelas dll. Tetapi kebahagiaan yang didasarkan kepada hal-hal jasmani tidak berlangsung lama, ketika keadaannya berubah maka kebahagiannya juga berubah. Tuhan Yesus bergembira bukan karena hal-hal lahiriah tetapi karena Roh Kudus yang ada dalam diriNya.

Kata bergembira dalam bahasa Yunani: AGALLIAO artinya:

  • Exceeding joy : suka cita yang melimpah (meluap dengan sukacita)
  • Rejoice greatly – sukacita besar.

Mengapa Tuhan Yesus bergembira dalam Roh Kudus? Karena Tuhan Yesus mentaati suara Roh Kudus. Tentu kita ingat, setelah puasa 40 hari Tuhan Yesus taat akan pimpinan Roh Kudus sekalipun dibawa ke padang gurun. Bahkan ketika di taman Getsemani Tuhan Yesus menundukkan diriNya dan taat kepada BapaNya untuk mati di kayu salib menebus dosa manusia. Karena Tuhan Yesus taat kepada pimpinan Roh Kudus, untuk memberitakan Injil walaupun ditolak (ay.13-16), Tuhan Yesus menikmati suka cita yang melimpah. Sebaliknya, jika kita melawan suara Roh Kudus apalagi menghujatnya kita akan binasa. (Lukas 12:10) Contohnya adalah Ananias dan Safira, mereka mati karena menolak suara Roh Kudus.

 B. Sukacita Maria

Lukas 1:35

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Roh Kudus, bukan hanya bersuara untuk mengajar dan mengingatkan dalam batin kita supaya kita tidak berbuat dosa. Roh Kudus (El-Elyon) juga ingin menaungi kita supaya kita terhindar dari malapetaka di akhir zaman. Lukas 1:35 menjelaskan kepada kita bahwa benih yang ada dalam rahim Maria bukan dari laki-laki yaitu Yusuf, tetapi benih itu berasal Roh Kudus. Ketika Maria menerima kasih karunia Allah, Maria siap menerima konsekwensi yang harus ia alami, yaitu:

  • Hinaan dan cercaan/cacian orang lain
  • Tuntutan Hukum Taurat, dimana seorang wanita yang kedapatan berzinah harus dihukun dengan cara dirajam batu
  • Ancaman Iblis.

Ketika Herodes mendengar seorang raja baru lahir di Yerusalem, Herodes menjadi marah. Ia memerintahkan prajuritnya untuk membunuh bayi di Israel yang berusia dibawah 2th.

ROH KUDUS MENAUNGI MARIA

Roh Kudus Allah yang maha Tinggg (El-Elyon) menaungi Maria sehingga Maria luput dari olokan dan hinaan, rajam batu dan upaya pembunuhan oleh iblis. Peristiwa ini, secara perspektif adalah menunjuk kepada kita yang hidup di akhir zaman. Di akhir zaman iblis akan menyerang orang kudus.

Wahyu 13:7

Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.

Dengan senjata apa iblis menyerang orang kudus?

A. Mujizat yang dahsyat

Wahyu 13:13,14

Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.

Antikristus akan datang dengan menunjukkan mujizat yang dahsyat, sehingga banyak orang tertarik dan mengikut kepadanya. Kalau kekristenan kita hanya mencari pertolongan dan mujizat, maka kita akan terseret oleh Antikristus, karena mujizat-mujizat yang mereka buat. Ikutlah Tuhan karena kita mengasihi Tuhan dan bukan yang lain.

 B. Ekonomi

Wahyu 13:17

Dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

Saat Antikristus berkuasa ia akan mengusai dunia dalam bidang ekonomi, keuangan dan perdagangan. Dengan demikian tidak ada seorangpun yang dapat bertransaksi ekonomi tanpa menerima tanda bilangan Antikristus.

 C. Aniaya

Wahyu 13:10

Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

Senjata ketiga Antikristus adalah aniaya. Bagi orang yang tidak mau taat dan tunduk kepada Antikristus dengan menerima tanda namanya, mereka akan mengalami aniaya. Tanda-tanda ini sudah mulai nampak pada hari-hari ini. Munculnya kelompok-kolompok radikal yang menekan, menindas dan membunuh orang-orang Kristen adalah benih datangnya Antikristus.

Dalam Nauangan Roh Kudus

Apa yang dikatakan Alkitab pasti akan terjadi. Akan tiba saatnya Antikristus memerintah dunia, tetapi orang percaya yang hidup dalam naungan Roh Kudus, Allah yang maha tinggi (El elyon) akan lari ke padang gurun, jauh dari kejaran Antikristus.

Wahyu 12:6

Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Dengan cara bagaimana gereja akan lari?

Wahyu 12:14

Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Seperti Maria dan Yusuf yang dinaungi Roh Kudus, Allah yang Mahatinggi (El- Elyon) sehingga dapat meluputkan diri dari ancaman Herodes (iblis) demikian pula gereja/orang percaya di akhir zaman yang hidupnya dinaungi Roh Kudus, Allah Yang Mahatinggi (El-Elyon) akan diluputkan dari masa aniaya besar yang diadakan oleh Iblis dan Antikristus.

Nama EL – ELYON

Kejadian 14:18

Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.

Berulang kali Allah menampakkan diri kepada Abraham dan pertama kali Allah menampakkan diri kepada Abraham dengan memperkenalkan diri sebagai El-Elyon (Allah Yang Mahatinggi), adalah dalam Kejadian 14:18 ini.

Setelah Abraham mengalahkan raja-raja di wilayah timur, (Sodom dan Gomora), seorang imam Melkisedek melayani Abraham dengan Perjamuan Suci. Tujuan kedatangan imam Melkisedek kepada Abraham adalah untuk meyakinkan Abraham bahwa Allah yang disembah Abraham adalah Allah Yang Maha Tinggi (El-Elyon).

Siapa Imam Melkisedek?

Ibrani 7:1-3.

Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

Membaca gelar yang disandang Imam Melkisedek: Raja Salem, raja damai sejahtera, tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tak berkesudahan, bergelar Anak Allah, jadi imam sampai selama-lamanya. Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa Melkisedek adalah Tuhan Yesus Kristus, Imam Besar Perjanjian Baru.

Kembali kita perhatikan Kejadian 14:18.

Imam Melkisedek memberi roti dan anggur (Perjamuan Suci) kepada Abraham. Hal ini adalah nubuat pelayanan keselamatan yang Yesus lakukan di atas kayu salib. Di atas kayu salib Tuhan Yesus memberikan tubuh dan darahNya bagi keselamatan kita.

Apa yang dilakukan imam Melkisedekh setelah memberi Abraham Perjamuan Suci?

Kejadian 14:19

“Lalu ia (imam Melkisedek) memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,”

BERKAT EL-ELYON (ALLAH YANG MAHATINGGI)

Sumber berkat itu, bukan hanya datang dari Allah Bapa dan Putra (Yesus), tetapi juga dari Roh Kudus yaitu Allah Yang Mahatinggi (El-Elyon). Allah El-Elton memberkati Abraham dengan berkat-berkat jasmani dan rohani.

Bila kita ingin diberkati dengan berkat-berkat yang Abraham terima, kita harus lakukan seperti apa yang Abraham lakukan, yaitu:

  1. Menghormati Allah Yang Mahatinggi (El-Elyon), Kejadian 14:18.
  2. Terima Perjamuan Suci, Kejadian 14:18 (I Korintus 11:23-26)
  3. Mengembalikan Milik Tuhan (Persepuluhan), Kejadian 14:20; Maleakhi 3:10-12.
  4. Hidup sesuai Firman Tuhan, Kejadian 14:23.

TIDAK MENINGGIKAN TUHAN

Bagaimana kalau ada orang yang hidupnya tidak meninggikan/memuliakan Bapa, Putra (Yesus) dan Roh Kudus? Yesaya 14:12-15: Lucifer menolak untuk meninggikan Allah, sebaliknya ia menyombongkan dirinya dan ingin disembah sebagai Allah. Akibatnya ia dibuang dari kerajaan sorga. Orang yang tidak meninggikan dan muliakan Bapa, Putra dan Roh Kudus, orang tersebut dikuasai roh Lucifer. Akhir hidupnya akan masuk dalam kebinasaan. Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s