IMAM, NABI DAN RAJA – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya-Minggu, 12 Juli 2015)

I Samuel 10:1

“Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri.”

PENDAHULUAN

Saul adalah rakyat biasa, namun Allah memilih dia menjadi raja Isarel yang pertama. Ia diurapi oleh nabi Samuel untuk memegang jabatan raja. Jika kita telusuri dalam Perjanjian Lama, ada tiga jabatan pelayanan yang diawali dengan pengurapan minyak. Jabatan tersebut adalah: Imam, Nabi dan Raja. Setiap orang yang memegang jabatan imam, nabi dan raja, mereka dilantik dengan cara dituangi minyak urapan ke atas kepalanya.

Pengurapan yang terjadi kepada iman, nabi dan raja di zaman perjanjian lama, merupakan simbol dalam perjanjian baru. Bagi kita yang hidup di zaman perjanjian baru tidak lagi perlu diurapi dengan minyak, tetapi dengan minyak Roh Kudus. Jadi setiap orang yang akan melayani Tuhan, ia harus diurapi dengan Roh Kudus. Mungkin ada yang bertanya: apakah hubungannya pengurapan iman, nabi dan raja dengan kita?

HUBUNGANNYA DENGAN JEMAAT

I Petrus 2:9

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”

 

Dari ayat ini firman Allah menegaskan bahwa setiap orang percaya yang bertumbuh akan mengerti bahwa dirinya adalah bangsa pilihan Allah. Bagaimana tidak! Dari sekian banyak manusia, Allah memilih dan menyelamatkan kita. Sebagai bangsa pilihan kita memiliki kedudukan sebagai imam, nabi dan juga raja.

IMAM

Imam adalah pengantara manusia/umat dengan Allah. Sadar atau tidak, kita dipilih Allah untuk mengantarkan orang-orang yang belum kenal Tuhan agar mengenal Tuhan yang benar. Di dunia ini ada banyak agama dan kepercayaan, yang memanggil dan mencari Allah dengan caranya masing-masing. Tetapi mereka tidak tahu bahwa untuk menghampiri Allah hanya ada satu jalan yaitu melalui Yesus.

Yohanes 14:6

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

Jadi mengapa kita lebih dahulu diselamatkan? Tidak lain adalah agar kita menjadi imam untuk membawa orang-orang kepada Yesus sehingga di dalam Yesus mereka mengenal Allah yang benar.

Inilah tugas kita, menjadi pengantara antara mereka dengan Allah. Perkenalkanlah bahwa hanya Yesus satu-satunya jalan untuk datang kepada Allah. Mungkin mereka adalah orang terdekat kita atau keluarga kita sendiri yang perlu kita selamatkan. Mari kita mulai melaksanakan jabatan imam dari lingkungan yang paling dekat yaitu keluarga. Apakah kita ingin Kota Tegal diselamatkan? Jadilah pengantara mereka dengan Tuhan dan memimpin mereka kepada kebenaran.

RAJA

Raja adalah pemimpin, yang memimpin sampai tujuan. Artinya cara hidup serta keputusan-keputusan yang diambil atau dilakukan menunjukkan sikap-sikap yang membawa orang kepada kebenaran yaitu Allah yang kekal.

 

Untuk menjadi raja yang memimpin tidak perlu harus menduduki jabatan yang tinggi, memiliki uang yang banyak atau berpendidikan tinggi. Dengan keadaan kita saat ini, kita dapat memimpin orang-orang kepada kebenaran seperti hamba Naaman.

Dalam 2 Raja-raja 5:1-3, dikisahkan: Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tawanan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Naaman adalah seorang panglima yang sakit kusta. Karena penyakit kustanya, Naaman diasingkan. Suatu ketika, budak perempuan ini mendengar cerita tuannya tentang Naaman yang ingin mengalami kesembuhan. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian. Atas petunjuk nabi Tuhan Naaman disembuhkan. Allah memakai gadis ini untuk memimpin Naaman mengenal Allah yang benar.

Tuhan dapat memakai siapapun untuk memimpin orang lain kepadaNya termasuk kita. Inilah tugas seorang raja, bukan untuk memerintah atau mengatur orang lain, melainkan memimpin orang yang belum mengenal Allah agar percaya dan selamat.

Selain Imam dan raja, ada jabatan ketiga yang menjadi tanggung jawab dari setiap orang percaya, yaitu NABI.

NABI

Tugas seorang Nabi adalah menyampaikan berita kebenaran dari Allah. Perhatikan kembali dalam  I Petrus 2:9 “…untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.

 

Apakah tugas kita sebagai nabi? Yaitu memberitakan perbuatan Allah yang besar. Apa perbuatan Allah yang besar dalah hidup kita? Perbuatan Allah yang besar dalam hidup kita bukanlah mujizat yang kita alami, bukan juga doa kita yang dijawab, tetapi Perbuatan Allah yang besar adalah saat Allah menyelamatkan kita dari gelap kepada terangNya yang ajaib. Dulu kita hidup dalam kegelapan, penuh dengan dosa dan kejahatan, tetapi sejak kita mengenal Tuhan kita tinggalkan semuanya itu dan hidup dalam kebenaran. Perubahan yang kita alami merupakan suara kenabian bagi dunia. Namun sayang, orang percaya justru memiliki cara hidup yang sama dengan orang dunia, sehingga hidup mereka tidak memberitakan perbuatan Allah yang besar. Jadilah nabi bagi dunia.

TANGGUNG JAWAB SEORANG RAJA

Tugas dan tanggung jawab Saul sebagai raja, identik dengan tugas kita sebagai seorang pemimpin. Dan tugas itu adalah menyelamatkan orang yang dipimpinnya dari serangan musuh. Perhatikan kembali I Samuel 10:1 “Engkau akan menyelamatkannya, dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.”

MUSUH YANG DIHADAPI SAUL

Siapakah yang menyerang rakyat Israel, yang dipimpin oleh raja Saul?

I Samuel 11:1

Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah mengepung Yabesh-Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesh itu kepada Nahas: “Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu.”

Setelah Saul dilantik menjadi raja, seorang bernama Nahas, raja Amon menyerang orang Israel yang tinggal di Yabesh-Gilead. Apa reaksi penduduk Yabesh-Gilead saat diserang bangsa Amon? 1 Samuel 11:1 “Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu.”

 

Seharusnya Penduduk Yabesh-Gilead percaya bahwa Saul dapat menolong mereka, tetapi mereka malah tidak berdaya bahkan tunduk kepada Nahas.

Siapakah NAHAS? Kata “Nahas” mengandung arti “Ular” yang merupakan gambaran Iblis. Sedangkan kata “Amon/Ammon” mengandung arti “Rakyat”. Hubungkan Nahas dengan Efesus 6:11,12. Seperti halnya Nahas yang memiliki tatanan pemerintahan, iblis juga memiliki hirarki atau tatanan dalam pemerintahan.

Seperti arti namanya, Nahas adalah gambaran roh-roh jahat di udara atau pasukan tempur kerajaan Iblis. Mereka berusaha merebut bahkan memperdaya orang-orang yang belum mengenal Allah. Jangan sampai kita lengah dengan serangan musuh kita, yaitu iblis. Allah telah memanggil, memilih dan menyelamatkan kita dengan tujuan agar kita juga menyelamatkan yang lain. Seperti anak, isteri, suami dan keluarga bahkan masyarakat kota Tegal dari ancaman Nahas – Iblis. Pada saat ini mungkin mereka terikat dengan kuasa-kuasa kegelapan sehingga mereka tidak dapat mengerti kebenaran Allah. Jangan biarkan iblis mengikat mereka lebih lama lagi, jadilah raja yang membebaskan mereka dari kegelapan.

TENTANG IBLIS DIGAMBARKAN ULAR

Wahyu 12:3,4 mencatat rekor Iblis yang berhasil menyeret dan menjatuhkan sepertiga bintang-bintang Allah. Siapakah yang dimaksud Bintang?

Filipi 2:15

supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, “

Bintang-bintang adalah orang-orang pilihan Allah yang sudah diselamatkan yang berperan menjadi penerang bagi dunia. Hati-hatilah sebab kita adalah sasaran utama Iblis.

3 SENJATA IBLIS

Ada 3 penyebab bintang Allah bisa gugur.

  • Kita ketahui bahwa sebelum manusia diciptakan, di sorga Allah memiliki 12 maha malaikat (12 Bintang Allah). Dari 12 maha malaikat, ada 3 bintang utama: Mikhael; Gabriel dan Luciel. Dalam Yesaya 14:12-15, dikatakan bahwa karena kesombongannya, Luciel dicampakkan ke bumi dan menjadi pelawan Allah/Iblis. Inilah senjata iblis yang pertama yaitu KESOMBONGAN.

  • Dalam masa Perjanjian Lama, Allah membangun bangsa pilihan Allah (Israel) berasal dari 12 anak Yakub atau 12 bintang keturunan Yakub. Tetapi Ruben, anak sulung Yakub (bintang Yakub yang utama) gugur karena meniduri gundik ayahnya. (I Tawarikh 5:1) Ruben gugur karena MORAL (zinah), akibatnya posisi Ruben digantikan oleh anak-anak Yusuf yaitu Efraim dan Manasye.

  • Dalam Perjanjian Baru, Allah membangun Gereja-Nya, yang mendasari imannya di atas pelajaran para rasul. Yesus memilih 12 rasul alias 12 bintang dengan tujuan yang begitu mulia. Tetapi, seorang dari 12 bintang utama yaitu Yudas Iskariot terseret/gugur dari posisinya. Kisah 1:16-18, Yudas Iskariot gugur sebab TAMAK AKAN UANG, akibatnya ia menjadi

Semua dosa yang membuat orang-orang pilihan (bintang-bintang) Allah gugur, bersumber dari tiga hal ini yaitu: Kesombongan, Moralitas/Perzinahan dan Ketamakan. Waspadalah akan serangan Iblis!!

ANCAMAN NAHAS

I Samuel 11:2

“Tetapi Nahas, orang Amon itu, berkata kepada mereka: “Dengan syarat inilah aku akan mengadakan perjanjian dengan kamu, bahwa tiap mata kananmu akan kucungkil; dengan demikian aku mendatangkan malu kepada segenap orang Israel.”

Nahas (Iblis) mengancam mencungkil mata kanan. Dan penduduk Yabesh-Gilead tidak berdaya menghadapi ancaman Nahas (Iblis).

I Samuel 11:3

Para tua-tua Yabesh berkata kepadanya: “Berilah kelonggaran kepada kami tujuh hari lamanya, supaya kami mengirim utusan ke seluruh daerah Israel; dan jika tidak ada seorangpun yang menyelamatkan kami, maka kami akan keluar menyerahkan diri kepadamu.

Penduduk Yabesh-Gilead tidak ada yang sanggup melawan Nahas. Sehingga mereka pasrah dan berharap ada yang bisa menyelamatkan, kalau tidak ada yang menolong, mereka siap takluk (jadi budak Nahas – Iblis). Seperti halnya orang Yabesh-Gilead yang takluk kepada Nahas, apakah kita rela, anak-anak kita; pemuda remaja; ibu-ibu; bapak-bapak jadi sasaran Nahas (Iblis)? Jangan biarkan seorangpun diterkam oleh Iblis.

Arti Mata Kanan

Mengapa Nahas (Iblis), berusaha mencungkil “mata kanan” orang Yehuda yang di Yabesh-Gilead? (Zakharia 11:17. Mata adalah lambang keseimbangan. Mata kanan bicara tentang hal-hal rohani, sedang mata kiri adalah hal-hal jasmani. Jika mata kanan yang dicungkil, akan membuat pandangan kita tidak seimbang, sehingga perhatian dan fokus kita hanya tertuju kepada hal-hal jasmani/duniawi saja. Pada akhirnya akan menghantarkan kita menuju kebinasaan (neraka)!

Alkitab memberi gambaran seimbang dalam Lukas 16 tentang orang kaya dan Lazarus. Lazarus hanya memperhatikan dengan mata kananya sehingga yang utama dalam hidupnya hanya difokuskan kepada hal-hal rohani. Sebaliknya orang kaya hanya memandang dengan mata kirinya sehingga sepenuh hidupnya hanya untuk mencari kekayaan materi, ia baru sadar saat sudah ada di nereka. Sebab itu hiduplah dalam keseimbangan mata kanan dan kiri. Saat di dunia carilah materi untuk mencukupi kebutuhan jasmani kita, namun jangan lupa untuk cari TUHAN.

SIKAP SAUL SEBAGAI RAJA

Ketika Saul (raja-pemimpin) mendengar ancaman Nahas, Saul tidak seperti penduduk Yabesh-Gilead. Saul tidak menyerah dan tunduk kepada Nahas (Iblis)! 1Samuel 11: 6-11.

1 Samuel 11:6

Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat.

 

Roh Allah yang telah mengurapi Saul, membuat Saul marah terhadap Nahas/Iblis akan menyerang bangsa Israel. Saul tidak membiarkan Iblis menghancurkan dan menawan bangsa Israel. Bagaimana dengan kita?

1Samuel 11:11

Keesokan harinya Saul membagi rakyat itu menjadi tiga pasukan. Mereka itu masuk ke tengah-tengah perkemahan musuh pada waktu kawal pagi dan memukul kalah orang-orang Amon sebelum hari panas; dan terserak-seraklah orang-orang yang lolos itu, sehingga di antara mereka tidak ada tinggal dua orang bersama-sama.

Dengan tiga pasukan (trisula) Saul memukul kalah orang-orang Amon dan mencerai berikan mereka, sehingga diantara mereka tidak ada tinggal dua orang bersama-sama. Iblis menggunakan tiga senjata dan Saul melawannya dengan tiga pasukan. Dengan Firman dan kuasa Roh Kudus, kita bisa seperti Saul mengalahkan Iblis. Jadilah raja yang membebaskan mereka yang belum mengenal Yesus, sehingga kita dapat membawa mereka kepada keselamatan kekal. Hendaknya kita memahami benar tentang tugas dan jabatan kita dihadapan Allah, yaitu imam, nabi dan raja. Sebab Allah menyertai dan menolong dengan kuat kuasa Roh kudusNya.

Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s