ANAK ALLAH – Sdr. Jeff Minandar (Ibadah Raya 3-Minggu, 19 Juli 2015)

Yesus datang ke dalam dunia untuk memperkenalkan tentang Allah yang benar. Dalam Perjanjian Lama kita dapat mengenal pribadi Allah lewat perbuatan-perbuatanNya. Hal itu nampak dari Nama-nama Allah. Namun dalam dalam Perjanjian Baru, Yesus memperkenalkan kita untuk memanggil Allah dengan sebutan “Abba ya Bapa”. Suatu panggilan yang begitu intim dan akrab, suatu panggilan yang menyatakan kasih tanpa jarak. Dan itu dapat kita alami sebab Yesus menebus kita dan menjadikan kita anak Allah.

Dalam beberapa waktu yang lalu, topik mengenai anak Allah telah disampaikan di beberapa kesempatan. Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, pada umumnya kita mengenal bahwa Anak Allah adalah Yesus, Lukas 3:38. Hal ini bukanlah memiliki pengertian bahwa Allah Bapa melahirkan Yesus. Seperti pada umumnya ketika seseorang akan memiliki anak pasti melewati proses melahirkan. Sebutan anak Allah diberikan kepada Yesus karena DIA (Yesus) berasal atau diutus. Seperti halnya kata “Anak Buah dan Anak Murid”. Kedua hal tersebut diberikan bukan karena sang majikan atau guru melahirkan mereka sehingga disebut sebagai anak, melainkan hanya sebuah sebutan. Karena itu kita bisa berkata: “lam yalid walam yuulad. “Katakanlah olehmu: Allah itu Maha Esa. Dialah tempat bergantung segala makhluk dan tempat memohon segala hayat. Dialah Allah, yang tiada beranak dan tidak diperanakkan dan tidak seorang pun atau sesuatu yang sebanding dengan Dia.” (Al-Ikhlash (112): 1-4). Ini yang selama ini ditolak oleh orang-orang muslim, mereka berpikir bahwa Yesus diperanakkan oleh Allah Bapa, padahal tidak demikian adanya.

Dapat disimpulkan bahwa Allah tidak diperanakkan dan memperanakkan. Dalam Markus 12:32 dan Yudas 1:25, maka Anda akan dengan lantang berkata: Amen!

Namun yang lebih luar biasa dicantumkan di dalam Alkitab, bahwa ternyata kita juga adalah Anak Allah. 1 Yohanes 3:1, Filipi 2:15, Galatia 3:26. Menarik bukan? Bahwa kita adalah Anak Allah. Tidak cukup itu saja, satu fakta Alkitab lagi, Yesus adalah saudara sulung kita! Roma 8:29, 1 Korintus 15:20, Roma 11:16, sehingga seharusnya kita tidak perlu takut dengan roh-roh dunia.

Bagaimana sampai disini kita sudah percaya dan yakin bahwa kita adalah Anak Allah? Hendaknya keyakinan ini terus ada dalam diri hati kita. Matius 25:15, memberikan perumpamaan yang jelas tentang tugas seorang anak. Dimana mereka sebagai anak dipercayakan talenta untuk dikerjakan. Ada yang mendapat 5, 2 dan 1 talenta. Semua diberikan sesuai kapasitas mereka untuk dikerjakan. Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa tahun ini adalah tahun kerja untuk GPdI Mahanaim. Gembala rindu semua jemaat terlibat dalam pelayanan, sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Matius 25:15. Karena seperti tubuh semua organ memiliki peran yang berbeda tetapi untuk meraih tujuan bersama, yaitu “setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan!” Filipi 2:10-11.

Pelayanan bukan hanya berbicara tentang berdiri di mimbar dan menyampaikan Firman. Tetapi ada yang bergerak atau terjun langsung ke lapangan seperti yang dilakukan Ibu Terah dengan Rumah Singgah-nya. Atau ada yang melayani lewat departemen pelayanan gereja seperti Pak Yunus dengan Lintas Budaya-nya. Saudara Josh Kipling dengan HOF-nya. Atau ada jemaat yang melayani dengan memberikan harta miliknya, berupa uang “via transfer bank” yang tercantum di laporan Komitmenku tiap minggu. Mereka ini adalah orang-orang yang berkata, mungkin saya tidak berdiri di mimbar untuk berkhotbah, tetapi mereka tetap rindu melayani Tuhan.

Atau mungkin ada jemaat yang berkata bahwa pelayanan semacam ini masih terlalu berat untuk kita kerjakan karena kapasitas kita bukanlah disitu. Tetapi lihatlah masih ada pelayanan meja. Tentu kita akan kehabisan waktu untuk menceritakan, ibu-ibu yang mencuci piring, oma-oma yang berdoa, dan Bapak-bapak yang rela datang ke Rumah Duka, ke pekuburan untuk melayani Ibadah Penghiburan. Sesungguhnya ada begitu banyak pelayanan yang tersedia sehingga kita dapat terlibat didalamnya. Asal kita benar-benar rindu bekerja bagi Tuhan untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam kitab injil Yesus sering kali memberikan perumpamaan yang merupakan gambaran? Karena manusia berpikir melalui gambaran.

Lukas 15:1-32 – 3 perumpamaan :

  • Domba yang hilang, Lukas 15:4-7
  • Dirham yang hilang, Lukas 15:8-10
  • Anak yang hilang, Lukas 15:11

Ada pola kedalaman tingkat hubungan. Kalau kita bandingkan, di Surga ada ribuan laksa malaikat (1 laksa = 10 ribu), itu berarti ada jutaan malaikat. Tetapi kemudian ada 12 maha-malaikat, setelah itu ada 3 malaikat yang menjadi pemimpin, sesuai dengan bidangnya. Sehingga kalau sesuai konteks perumpamaan ini berarti ada, 100 (domba) kemudian 10 (dirham) dan terakhir 2 (anak).

Domba yang hilang, Lukas 15: 4-7

Ada 100 domba yang hilang, ini adalah era pertama sejak kedatangan Yesus sampai hari ini dimana Gembala yang baik mencari domba yang hilang. Ini adalah pengenalan yang banyak orang percaya mengetahuinya. Bahwa kita terhilang, dan DIA (Yesus) datang untuk menyelamatkan.

Dirham yang hilang, Lukas 15:8-10

Inilah era kedua dimana Gereja (perempuan) mencari 1 dari 10 dirham. Ada beberapa gambaran mengenai hal ini, namun kali ini saya ingin melihat bahwa gereja kehilangan rahasia mengenai sepersepuluh. Ini adalah rahasia besar. Kejadian 14:20 Abram memberi sepersepuluh, dan selanjutnya janji Tuhan dan berkat Tuhan didalam apa yang dia berikan. Ingat didalam Roma 11:16. Lihatlah janji ini bahkan dipegang oleh keturunannya, Kejadian 26:13.

Anak yang hilang, Lukas 15: 11-32

Dua puluh satu ayat, suatu porsi yang besar dibandingkan kisah-kisah sebelumnya. Perumpamaan ini menjelaskan tentang hal yang dilakukan Bapa, bahwa DIA menerima. Inilah pengungkapan mengenai Kasih Karunia yang gereja harus mengerti. Karena kita hidup dalam jaman Roh yang menghidupkan, 2Korintus 3:6. Allah menerima kita. Apapun yang saat ini kita pikirkan, Allah melihat kita sebagai anak.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s