KEKUATAN MOTIVASI & IMAN KERAJAAN – IMAN SEJATI (Seri 3) – Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2-Minggu, 19 Juli 2015)

Yohanes 2:23-25

“ Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. “

Pendahuluan

Setiap tindakan manusia selalu didasari oleh tujuan dan motivasi, karena motivasi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi suatu tindakan.

Sesungguhnya apakah arti dari motivasi?

  • Motivasi adalah pendorong yang paling kuat bagi perilaku manusia. Sehingga perilaku seseorang yang nampak sebenarnya didasari dari sebuah motivasi.
  • Motivasi juga adalah alasan atau keinginan tersembunyi yang memprakarsai, menopang dan membenarkan sebuah tindakan /perbuatan (internal). Artinya motivasi dapat menjadi alasan sehingga terjadinya suatu tindakan.

Contohnya : Seseorang melakukan pencurian karena motivasinya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Atau seseorang melakukan kecurangan, dengan motivasi agar ia dapat keuntungan lebih besar dari yang biasanya. Tetapi tidak semua motivasi menghasilkan kejahatan atau dosa. Dibalik semunya itu motivasi juga merupakan bagian penting dalam kehidupan setiap manusia. Mengapa demikian?

 

PENTINGNYA MOTIVASI

Seperti yang dijelaskan pada awal pembahasan bahwa motivasi memiliki daya dorong yang kuat dan juga menjadi alasan untuk melakukan sebuah tindakan. Motivasi juga memberikan arti pada kehidupan setiap manusia sehingga ada gairah, energi dan semangat untuk dapat mencapai tujuan.

MOTIVASI & IMAN

Apakah hubungan antara motivasi dan iman?

MOTIVASI dilahirkan oleh kepercayaan dan keyakinan kita. Seperti apa MOTIVASI kita PERCAYA YESUS ? Pertanyaan penting karena menguji motivasi iman.

Perhatikan Yohanes 6, yang menjelaskan tentang Yesus yang memberi makan 5000 orang laki-laki hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Pada saat itu orang banyak terus mencari Yesus karena ada tujuannya.

YOHANES 6:24-27 “Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?“ Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Dengan demikian apakah kesimpulan yang dapat kita ambil, yang menjadi pendorong atau motivasi mereka untuk mengikut Yesus?

MOTIVASI ORANG BANYAK ?

  • Supaya Kenyang, Supaya Tidak Kekurangan, Supaya Sehat, Supaya Setan Diusir dari Hidup Mereka,dll. Intinya mereka INGIN DILAYANI.

Jadi MOTIVASI menunjukkan kualitas dan Sifat Dasar dari Iman seseorang serta alasan mereka mengiring Yesus. Allah tidak menghendaki kita mengikuti-Nya dengan tujuan atau motivasi yang salah karena itu akan mempengaruhi sikap kita saat menghadapi suatu persoalan atau masalah.

SIKAP YANG BENAR

Dalam kebenaran firman Tuhan, ada begitu banyak janji Tuhan. Salah satunya Tuhan telah berjanji memberkati kita. Benar bahwa Tuhan memberkati kita, namun berkat-berkat-Nya seharusnya tidak menjadi Motivasi kita dalam mengikuti-Nya. Sebab motivasi setiap orang akan diuji. Sebagai orang percaya tentu kita tidak lepas dari masalah. Jika motivasi kita benar, kita juga akan bersikap benar.

UJIAN MOTIVASI

Bagaimana jika Tuhan tidak menolong kita? Tidak menyembuhkan penyakit kita, tidak menjawab doa kita, apakah kita akan berpaling atau tetap percaya ?

Dapatkah kita mengikuti TERANG itu bahkan dalam Kegelapan sekalipun ?

 

MENJAGA MOTIVASI

Yohanes 6:27 “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

  1. Sebab itu jangan menaruh kepercayaan kepada hal-hal yang akan BINASA atau tidak bertahan lama melainkan kepada YESUS.

Sebab Yesuslah satu-satunya obyek iman kita, bukan berkat-berkat-Nya, Penyediaan-Nya atau kesembuhan-Nya saja. Belajar menerima hal-hal yang tidak dapat kita terima dengan logika manusia.

  1. Yohanes 6:28-32, jangan hanya menaruh iman pada cara kerja Allah, karena IA mungkin tidak bertindak dalam cara yang sama seperti yang kita harapkan, I Korintus 2:9, Efesus 3:18-20.

  1. Yohanes 6:33-35, Merubah selera kita dari Roti Berkat kepada ROTI HIDUP. Sang SUMBER lebih penting daripada yang dihasilkan-Nya, Filipi 3:8

Kerajaan IMAN adalah IMAN pada Sang RAJA bukan pada pemberian Sang RAJA. Dalam Kerajaan Tuhan intinya bukan berapa banyak Iman yang kita miliki namun dimana kita menaruh IMAN kita ?

Yohanes 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s