SEGALA SESUATU ADA MASA DAN WAKTUNYA – Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1- Minggu, 19 Juli 2015)

PENGKHOTBAH. 3 : 1 – 8.

untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya”

Pengkhotbah 3 : 1.

 

Keseluruhan dalam Pengkhotbah 3:1-8, ada 7 ayat yang masing-masing berisi dua hal yang bertentangan. Maksud pengkhotbah adalah bahwa semua kejadian dalam alam dan dalam hubungannya dengan kehidupan manusia telah diatur dalam ritme yang berganti yang tidak selalu sama. Dari 7 ayat itu ada 14 hal yang ditulis, yang memiliki waktunya sendiri, yang dapat diartikan sebagai suatu kesempatan dan penentuan untuk banyak hal dalam kehidupan manusia di bumi ini. Tuhan memberikan waktu dan kesempatan itu untuk digunakan bagi kebaikan manusia, tinggal bagaimana cara menyikapinya.

Pengkh. 3:2 – “ Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam “.

Ada 4 hal yang diungkap yang saling berkaitan dalam ayat ini yaitu : waktu untuk lahir dan waktu untuk meninggal; waktu untuk menanam dan waktu untuk mencabut yang ditanam.

  • Waktu untuk lahir :

semua orang yang hidup di dunia ini, hadir lewat proses kelahiran , kecuali Adam dan Hawa, manusia pertama yang diciptakan oleh tangan Allah.

  • Waktu untuk meninggal :

Kematian seperti halnya kelahiran, adalah suatu kepastian yang akan dialami semua orang pada umumnya yang hidup di bumi. Memang ada orang-orang yang tidak alami kematian tubuh, yaitu orang-orang yang tubuhnya akan diubahkan sebagai gereja Tuhan yang sempurna pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya tetapi secara umum semua orang tidak luput dari kematian.

 

Ibrani. 9:27- “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.

Kematian merupakan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Tuhan, termasuk di dalamnya penghakiman/pertanggung jawaban setelah meninggal. Jadi bagi kita yang hidup ini jangan pernah main-main dengan waktu hidup ini sebab ada pertanggung jawaban dari semua perbuatan kita dibalik kematian.

Selanjutnya dalam Pengkhotbah 3:2 – dikatakan : Ada waktu menanam dan ada waktu untuk mencabut yang ditanam.

  • Waktu untuk menanam :

Semua yang ada di bumi ini adalah milik Tuhan, ibarat tanaman yang ditanam Tuhan, termasuk di dalamnya adalah manusia. Ketika kita lahir di bumi itulah saat kita ditanam. Kita hidup sebagai tanaman Tuhan yang jelas diharapkan dapat menghasilkan buah-buah kebenaran. Demikian juga dalam kehidupan kita, selama ada kesempatan itulah waktunya kita menanam/menabur hal yang benar, yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan, jangan menanam hal-hal yang jahat.

  • Waktu untuk mencabut yang ditanam :

Jika tanaman dicabutnya waktu dipanen, saat manakah manusia dicabut hidupnya dari bumi ini ? Adalah saat kematian. Apa yang kita tabur/tanam selama kita hidup itulah yang akan dipertanggung-jawabkan pada Tuhan.

Pengkhotbah. 3 : 3 – “ Ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun “

  • Ada waktu untuk membunuh :

Apa yang harus kita bunuh dalam hidup ini ? Bukan sesama manusia atau hewan yang kita bunuh, Kolose. 3 : 5 – “ Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu Percabulan, Kenajisan, Hawa napsu, Napsu jahat dan juga Keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala”.

Inilah yang harus kita matikan/bunuh dalam kehidupan kita yaitu tabiat kedagingan seperti yang terdaftar di atas . Kapan waktunya ? Setiap saat setiap waktu ketika kita sadar ada salah satu tabiat kedagingan dalam kehidupan rohani kita, segera harus kita matikan.

  • Ada waktu untuk menyembuhkan :

Ada 2 hal dalam hidup kita untuk melakukan penyembuhan dalam kehidupan kita. Pertama adalah penyembuhan ke dalam, apa yang perlu kita sembuhkan dari dalam hidup kita. Luka batin, kepahitan, rasa bersalah dan dendam, adalah hal-hal yang melukai hati kita, itu yang harus segera disembuhkan, jangan ditunda.

Kedua Penyembuhan Keluar yaitu memberi pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita, memberi penghiburan dan menguatkan mereka yang alami kelemahan, itulah hal-hal yang dapat menyembuhkan luka batin orang lain. Berikutnya :

  • Ada waktu untuk merombak :

Ada banyak hal yang perlu kita rombak dalam kehidupan kita, untuk membenahi kehidupan yang lebih baik, misalnya paradigma yang salah, penilaian yang keliru, kecurigaan yang tidak baik. Semua hal-hal yang bernuansa negatif ini harus dirombak dalam hidup kita, sehingga menghasilkan hal yang positif dan memberkati.

  • Ada waktu untuk membangun :

Setelah merombak maka ada waktunya juga untuk kita membangun, terutama dalam hal rohani, seperti iman percaya kita harus terus dibangun sampai pada tingkat kedewasaan penuh. Komitmen dan Pelayanan kita juga perlu dibangun agar semakin berkenan kepada Tuhan.

Pengkhotbah 3:4 – “Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari.”

Dalam ayat ini dapat dibagi menjadi 2 bagian : Ada waktu untuk Menangis dan Meratap; waktu untuk Tertawa dan Menari.

  • Ada waktu untuk meratap dan menangis :

Kesedihan memang selalu ada dalam hidup manusia, tetapi apa sebenarnya yang perlu kita tangisi :

-Dosa-dosa yang membinasakan. Tangisan yang terdengar indah di telinga Tuhan adalah tangisan pertobatan.

-Ratapilah mereka yang belum diselamatkan. Hal-hal inilah yang selalu ada di hati Tuhan, betapa Ia menangis dan meratap dalam doa-doanya demi keselamatan manusia yang berdosa.

  • Ada waktu untuk tertawa dan menari :

Tertawa dan menari itu identik dengan suka cita, lalu kapankah kita bersuka cita itu ? Suka cita yang melebihi dari suka cita lainnya adalah :

– Saat dosa-dosa kita diampuni. Dapat dibaca dalam Maz. 32:1 ; Roma.4:7. Bahkan para malaikat di sorga pun turut bersukacita ketika satu orang saja diselamatkan karena dosanya diampuni.

Tetapi ada masanya kita akan benar-benar alami sukacita yang kekal, kapankah itu ?

Wahyu. 14:13- “ Dan aku mendengar suara dari sorga berkata : Tuliskanlah, berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini, sungguh kata Roh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka “.

Kesimpulan dari waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita ada dalam Efesus 5:15-16.

Efesus 5:15,16 Karena itu perhatikanlah denga seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat”.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s