KEMURAHAN DAN KEKERASAN ALLAH – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 26 Juli 2015)

Roma 11:22

Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh,tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya;jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

Pendahuluan

Alkitab terjemahan LAI pada perikop ini diberikan judul: “Israel tersandung dan bangsa-bangsa lain selamat.” Tetapi saya beri judul kemurahan dan kekerasan Allah. Untuk itu marilah kita pelajari bagian yang pertama: “Kemurahan Allah”.

Kemurahan Allah

Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia harus menikmati upah dosa yaitu maut/neraka. Roma 6:23 berkata: Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Namun Allah yang menciptakan kita adalah Allah yang penuh kasih. Ia tidak menghendaki seorangpun binasa. Agar manusia tidak binasa, Allah melakukan karya penyelamatan bagi manusia.

Bagimana cara Allah melakukan karya penyelamatan?

Secara umum kita sudah tahu bahwa Allah telah mengaruniakan Yesus bagi keselamatan manusia. Setiap natal kita selalu memperingati hari kelahiranNya ke dunia. Tetapi pada kesempatan ini marilah kita melihat langkah-langkah keselamatan yang Tuhan kerjakan bagi manusia. Karya penyelamatan Allah bagi manusia diawali dengan cara: Allah memilih satu bangsa. Cikal bakal bangsa yang dipilih ini berasal dari benih yang berkualitas yaitu Abraham. Benih ini dipilih dengan harapan agar dari benih berkualitas juga akan menghasilkan keturunan yang berkualitas juga. Mengapa Abraham disebut berkualitas? Abraham berkualitas bukan karena fisik yang kuat, intelektual atau kekayaan yang dimiliki melainkan iman yang dimiliki Abraham. Kualitasnya membuat Abraham disebut bapa orang beriman.

Dari Abraham lahir sebuah bangsa yang besar yaitu ISRAEL. Israel artinya Putra mahkota Allah. Dari semua bangsa di dunia Israel dipilih menjadi putra mahkota Allah dengan tujuan lewat bangsa Israel seluruh bangsa di dunia menikmati berkat Allah khususnya “keselamatan”.

 

Perhatikan gambar

israel ke bangsa-bangsa

Saya menggambarkan bangsa-bangsa yang ada dalam dunia ini dengan inisial A, B, C, D, E, F, G, H dan I. Diantara semua bangsa, Allah memilih Israel dengan harapan Israel jadi berkat bagi semua bangsa. Dari bangsa Israel akan mengalir kepada bangsa A, bangsa B dst. Tetapi apa kenyataannya?

Bangsa Israel gagal melaksanakan misi Allah, mereka tidak sekulitas dengan Abraham. Bangsa-bangsa di sekitar Israel tidak menjadi seperti Israel tetapi sebaliknya bangsa Israel justru mengikuti bangsa -bangsa di sekitarnya. Ketika bangsa Israel melihat bangsa-bangsa di sekitarnya memiliki patung/dewa yang disembah sebagai allah, maka bangsa Israel pun mengikutinya untuk menyembah berhala.

Yohanes 8:39

Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

Bangsa Israel mengaku sebagai anak-anak Abraham, tetapi Tuhan Yesus membantahnya sebab mereka tidak melakukan apa yang dilakukan Abraham. Yang bangsa Israel lakukan justru mereka ingin membunuh Yesus (ay.40). Akhirnya Tuhan Yesus berterus terang bahwa bapa mereka bukan Abraham tetapi Iblis.

Yohanes 8:44

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Apakah Program Allah gagal?

Dengan gagalnya bangsa Israel apakah Allah gagal menyelamatkan manusia? Tidak! Allah tidak pernah gagal.

Ayub. 42:2

“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Allah memilih bangsa /umat pilihan yang baru.

Cikal bakal bangsa pilihan Allah yang baru bukan lagi dari Abraham, tetapi dari Allah sendiri. Bagaimana caranya? Pemilihan bangsa yang baru diawali dengan penjelmaanNya menjadi manusia. Roh Kudus membuahi Maria seorang wanita dari keturunan Abraham, kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama YESUS. Puncak karyaNya, Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menanggung semua dosa manusia.

 

Ibrani 9:28 .

Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

 

Tuhan Yesus hanya satu kali mati di salib. KematianNya di salib memberikan pengampunan kepada manusia dan pengampunannya berlaku efektif sampai saat ini. Siapa saja yang percaya kepada Yesus dosanya diampuni dan berhak masuk dalam kerajaan sorga. Jadi yang menjadi bangsa pilihan Allah sekarang adalah kita orang-orang yang percaya kepada Yesus.

1Petrus 2:9

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Dikatakan: “Kamulah bangsa yang terpilih”, siapakah dia? Semua orang, dari manapun asalnya kalau dia percaya kepada Yesus mereka adalah bangsa pilihan Allah. Kalau kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat kita, maka kepada kita dikaruniakan bukan hanya keselamatan (masuk sorga) tetapi kita mendapat status yang baru yaitu bangsa pilihan Allah yang dipilih untuk menggantikan peran bangsa Israel yang gagal melaksanakan rencana Allah.

CARANG LIAR YANG DICANGKOKAN

Anugerah keselamatan yang kita terima melalui iman kepada Yesus diumpamakan rasul Palus seperti carang pohon yang dicangkokan, Rom 11:15-21.

Dari kisah ini, baik untuk kita renungkan:

– Siapakah diri kita?

– Orang berdosa yang harus dihukum.

– Status kebangsaan kita kafir non Israel (tidak masuk hitungan).

Inilah keadaan kita semua. Kita adalah orang-orang berdosa yang seharusnya menerima penghukuman karena dosa dan kejahatan yang kita lakukan. Bahkan secara keturunan kita dalah orang kafir, non Israel yang tidak masuk hitungan untuk diselamatkan. Namun hanya oleh anugerahNya saja kita menerima keselamatan. Pertanyaannya adalah: mengapa Allah menyelamatkan kita? Untuk tujuan apakah kita diselamatkan?

TUJUAN ALLAH MENYELAMATKAN KITA

Apakah tujuan Tuhan menyelamatkan dan memilih kita menjadi bangsa pilihan Allah? Supaya keselamatan yang sudah kita terima tidak berhenti hanya sampai kepada kita, tetapi harus diteruskan kepada yang lain.

Kisah Rasul 13:47

Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.”

Iniah panggilan Tuhan bagi kita semua yaitu memberitakan keselamatan sampai ke ujung bumi. Israel dipilih agar keselamatan mengalir kepada semua bangsa, tetapi gagal. Allah memilih kita agar keselamatan sampai kepada semua orang.

Amanat Agung

Matius 28:19,20

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

 

Membagikan keselamatan itu adalah amanat agung. Kita diperintahkan untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid Tuhan. Ini bukan hanya tugas pendeta atau hamba Tuhan saja, tetapi tugas setiap anak Tuhan yang sudah diselamatkan. Ingatlah bahwa kita diselamatkan itu bukan terjadi karena kebetulan, tetapi karena ada orang yang telah melaksanakan amanat agung sehingga kabar keselamatan itu sampai kepada kita. Sekarang kalau kita sudah diselamatkan, apakah kita biarkan orang lain binasa?

Perhatikan : 2 Raja-raja 7:9

Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”

Di kisahkan bahwa ada Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.”

Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram. Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana. Sebab TUHAN telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar. Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya.

Ketika orang-orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan, masuklah mereka ke dalam sebuah kemah, lalu makan dan minum. Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu datanglah mereka kembali, masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang-barang dari sana, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya.

Ketika mereka sedang sibuk mengumpulkan harta kekayaan bagi dirinya sendiri, seorang dari mereka sadar dan berkata: “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”

Kita dulu adalah orang kusta karena dosa yang kita perbuat. Kita disingkirkan dan dihindari orang. Tetapi oleh anugerah Alah, kita diselamatakan. Oleh sebab itu kita harus memiliki hati yang penuh belas kasihan kepada orang lain, memberitakan kabar baik ini kepada orang lain, jika tidak maka murka raja akan menanti.

CARA MEMBAGIKAN KESELAMATAN

Membagikan keselamatan bukan berarti kemana-mana kita bawa Alkitab lalu mengkhotbahi setiap orang yang kita jumpai. Membagikan keselamatan dapat kita lakukan dengan cara membuktikan kepada semua orang bahwa kita adalah orang yang sudah diselamatkan. Tunjukkanlah Kristus yang ada dalam hati kita kepada dunia melalui perbuatan dan perkataan kita.

Galatia 3:13,14

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

PERBANDINGAN HUKUM TAURAT DAN HUKUM KASIH KARUNIAMatius 5:17-48

Ayat 17-20 menjelaskan bahwa kedatangan Tuhan Yesus bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi untuk menggenapi. Kemudian ayat 21 – 48 Tuhan Yesus menjelaskan perbandingan antara Hukum Taurat yang membawa kita pada hukuman/ kebinasaan dengan Hukum Kristus (Kasih Karunia), yang membawa kita pada keselamatan. Mengapa Taurat membawa hukuman? Karena tidak ada seorangpun yang dapat melaksanakan Taurat secara sempurna. Akibatnya tidak ada seorangpun yang dapat selamat karena melakukan Taurat.

Perhatikanlah perbandingan antara Hukum Taurat dengan Hukum Kristus

 

Ajaran Taurat Ajaran Kasih Karunia
Ayat 21

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

 

Hukum Taurat mengajarkan bahwa orang dikatakan berdosa, kalau ia sudah membunuh.

 

 

 

 

Ayat 22

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

 Hukum kasih karunia mengajarkan jangankan membunuh, marah saja sudah berdosa. (aplikasi ayat 23-26)

 

Ayat 27

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.

 

Taurat mengajar orang berzinah itu diukur kalau ia sudah melakukannya.

 

 

 

Ayat 28

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

 

Tuhan Yesus mengajarkan jangan tunggu berzinah, orang mengingini sesamanya dalam hati saja sudah berzinah. (aplikasi ayat 29-30)

 

Ayat 31

Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.

 

Taurat mengizinkan cerai kalau ada surat talak.

 

 

Ayat 32

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

 

Tuhan Yesus melarang cerai selain zinah. Jika jadi bercerai maka tidak boleh menikah lagi.

Ayat 33

Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

 

Taurat melarang bersumpah, tetapi mengizinkan juga orang bersumpah kalau sumpah itu benar.

Ayat 34

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

 

Tuhan Yesus melarang bersumpah demi apapun, sebaliknya ia harus berkata benar. (aplikasi ayat 35-37)

Ayat 38

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

 

Taurat mengizinkan orang untuk membalas dendam, bahkan lebih berat dari yang orang lain lakukan.

 

 

Ayat 39

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

 

Tuhan melarang untuk membalas dendam, tetapi memberi pengampunan. (aplikasi ayat 40-42)

Ayat 43

Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia bencilah musuhmu.

 

Taurat mengajar kepada orang yang berbuat baik kita berlaku baik, tetapi kepada orang yang berbuat jahat kita berlaku jahat.

Ayat 44

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

 

Tuhan Yesus mengajar: Berdoalah bagi orang yang memusuhi kita. (aplikasi ayat 45-47)

Kesimpulan:

Tidak ada sorang pun di dunia ini yang dapat melakukan Hukum Taurat secara sempurna selain Tuhan Yesus.

Kesimpulan – Ayat 48

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Taurat menghukum, tetapi Tuhan Yesus mengampuni. Oleh kemurahan dan kasih karuniaNya, kita diampuni sehingga memungkinkan kita untuk bertumbuh menapaki tangga kekristenan hingga menjadi sempurna seperti Yesus.

Perhatikan Gambar berikut ini.

 tangga kekristenan basic

Melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus kita menerima anugerah keselamatan. Itulah posisi kita saat percaya. Kemudian oleh kasih karunia Allah, kita dimampukan untuk terus bertumbuh dari iman kepada kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih kepada sesama dan kasih Agape. Semua dapat kita capai bukan karena kekuatan kita tetapi karena kasih karunia Tuhan. Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s