KEMURAHAN dan KEKERASAN hati Allah seri 2 – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya-Minggu, 2 Agustus 2015)

Roma 11:22Minandar

“Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.”

 

 

PENDAHULUAN

Pada minggu yang lalu kita telah membahas topik tentang “KEMURAHAN ALLAH”. Dalam pembahasan tentang kemurahan Allah dapat disimpulkan, bahwa wujud dari kemurahan Allah yang paling utama adalah pengampunan dan pemulihan Allah bagi umat manusia. Inilah kemurahan Allah yang terbesar bagi manusia. Kita semua tahu bahwa upah dosa adalah maut (neraka). Dengan kata lain, semua manusia pasti masuk ke dalam neraka karena tidak ada seorang pun dalam dunia ini yang tidak berdosa. Tanpa pengampunan kita tidak dapat menikmati keselamtan dan pemulihan Allah. Dan satu-satunya jalan pengampunan yang Allah berikan kepada manusia ada di dalam Yesus Kristus yang telah mati di atas kayu salib dan bangkit mengalahkan maut. Jadi, setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus serta menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, maka semua dosa-dosanya diampuni dan ia diselamatkan. Mereka inilah yang akan diangkat Bapa menjadi anak-anak Allah, Yohanes 1:12.

MENERIMA WARIS

Sebagai anak-anak Allah, yaitu orang-orang yang percaya, kita bukan hanya menerima gelar anak-anak Allah, tetapi jauh dari pada itu kita akan menerima hak waris seorang anak Allah, baik saat kita masih berada di bumi maupun di sorga. (Roma 8:17).

Mungkin sekarang belum nampak kemuliaan yang kita terima, malah sebaliknya, penderitaan, aniaya serta permusuhan dunia yang dialami. Tetapi apabila kita bersedia menderita bersama-sama dengan Yesus, ada upah yang menanti. Itu memang bukan suatu hal yang mudah, dibutuhkan komitmen dan kesetiaan dalam mengiring Yesus. Sebab itu, jangan sia-siakan kemurahan Allah yang telah kita terima lewat karya penebusan Yesus.

Kemurahan Allah bukan menjadi kesempatan untuk terus hidup dalam dosa serta pelanggaran. Sebaliknya kemurahan Allah adalah suatu anugrah bagi kita, agar kita bekerja lebih lagi bagi Dia. Ingatlah bahwa Allah bukan hanya penuh kemurahan, tetapi di balik kemurahanNya Allah juga adil dalam kebenaran. KeadilanNya inilah yang mencerminkan kekerasan hati Allah.

KEKERASAN ALLAH

Perhatikan kembali Roma 11:22.

“Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.”

 

Dalam ayat tersebut memberi pengertian sebagai berikut :

  1. Tuhan akan menunjukkan kekerasan-Nya kepada orang-orang yang telah jatuh!

Perhatikan kalimat yang berkata: “kekerasan Allah akan dinyatakan atas orang-orang yang telah jatuh. Apakah yang dimaksud dengan orang-orang yang telah jatuh? Bukankah, semua orang telah jatuh ke dalam dosa? Siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Kita adalah orang-orang yang sudah berbuat dosa dan harus dihukum! Tetapi kita adalah orang-orang yang telah menyadari semua dosa kita dan memohon pengampunan dari Tuhan Yesus Kristus. Namun ada orang-orang yang sombong dan menolak pengampunan yang diberikan oleh Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus. Mereka tetap berpegang pada keyakinan dan agamanya sendiri, serta merasa dapat masuk sorga dengan perbuatan baik yang mereka lakukan. Sesungguhnya Allah memberi rentang waktu kemurahanNya. Sampai kapan rentang waktu tersebut akan berlaku?

RENTANG WAKTU KEMURAHAN ALLAH

Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk menerima pengampunan, bersifat umum dan bersifat khusus.

 

U M U M

Rentang waktu kemurahan atau pengampunan diberikan Allah kepada umat manusia dari saat Yesus mati di atas kayu salib sampai menjelang kedatangan Yesus kedua kali. Perhatikan gambar !

Gambar

 masa kemurahan

Keterangan gambar.

  • Garis horizontal A – C, adalah gambaran tentang waktu.
  • Salib menunjukkan kepada kematian Yesus di salib
  • B Adalah saat dimana Antikristus memerintah
  • C Adalah kedatangan Tuhan Yesus.

Masa kemurahan yang Tuhan berikan kepada kita dimulai dari Kematian Tuhan Yesus di salib (titik A) sampai kedatangan pemerintahan Antikristus (titik B).

Tuhan Yesus mengatakan dalam Yohanes 9:4 “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.”

Siang hari adalah gambaran masa kemurahan yang dimulai sejak Kristus sampai kedatangan Antikristus. Inilah kesempatan atau rentang waktu yang Allah berikan kepada kita untuk bekerja keras menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang, termasuk didalamnya adalah kesempatan untuk menerima kemurahan Allah yang besar. Setelah itu kita akan memasuki malam hari yaitu masa kegelapan dimana Antikristus selama 3,5 tahun. Pada masa ini tidak ada lagi kesempatan untuk menerima anugerah keselamatan bagi kita.

KHUSUS

Hal khusus tersebut adalah kemurahan atau pengampunan Allah yang diberikan kepada setiap orang dalam bentuk UMUR sebagai kesempatan. Perhatikan gambar !

Gambar

 masa hidup menuju kekekalan

Kitab Mazmur memberi penjelasan bahwa rentang usia manusia adalah 70 sampai 80 tahun. Bukan berarti bahwa semua manusia pasti akan hidup sampai umur 70 atau 80 kemudian meninggal, melainkan setiap manusia memiliki batasan-batasan atau paket umur tertentu. Sikap hidup kita dari lahir sampai meninggal akan menentukan upah yang akan diterima kelak dalam kekekalan. Sebab itu rasul Paulus memberikan nasehat dalam Efesus 5:16, mengatakan: “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

 

Bila perjalanan hidup seseorang benar dihadapan Tuhan sudah pasti upah yang akan kita terima adalah kekekalan dalam kerajaan Allah. Tetapi sebaliknya bila kesempatan tersebut hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak benar dan keluar dari kemurahan Allah, kita juga akan menikmati kekekalan tetapi bukan dalam kerajaan kekal melainkan kekerasan hati Allah dalam penghukuman kekal di Neraka.

  1. Orang Yang Tidak Tetap Tinggal Dalam kemurahan Allah

Perhatikan kembali Roma 11:22

“Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.”

Artinya kekerasan Allah akan dinyatakan kepada orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus, namun akhirnya meninggalkan Tuhan. Jadi bagi mereka yang tidak bertahan dalam iman kepada Yesus, melainkan murtad dan keluar dari Yesus, akhirnya mereka dipotong juga.

PENYEBAB ORANG TIDAK TETAP

Banyak penyebab, yang bisa membuat seseorang yang sudah percaya Yesus, kemudian memilih tinggalkan Yesus, salah satunya tidak memberikan hatinya bagi Firman Tuhan. Yohanes 1:1,14 “Firman Firman adalah Allah, dan Firman itu telah jadi manusia (Yesus). Untuk memahami hal ini lebih lanjut marilah kita melihat sebuah perumpamaan yang Tuhan Yesus berikan tentang sikap hati.

PERUMPAMAAN TENTANG EMPAT JENIS TANAH, Matius 13:1-23

Dalam ayat-ayat ini, Tuhan Yesus memberikan gambaran bahwa hati manusia seperti tanah, sedangkan firman Allah adalah benih.

  1. Tanah Yang Keras, Matius 13:3,4; 18,19

Hati seperti tanah keras memberi pengertian bahwa orang tersebut beribadah, tetapi hatinya tidak menerima firman Allah, bahkan tidak memiliki pengertian firman Allah. Mereka menolak firman karena merasa firman Allah bertentangan dengan logika/keinginannya. Ada juga yang menolak firman karena tersinggung sebab dosanya dikorek.

2. Hati Berbatu, Matius 13:5,6 dan 20,21

Kelompok ini adalah orang percaya yang beribadah, mendengar firman Allah dan menerima dengan senang, tetapi tidak menerapkan-mempraktekkan firman Allah. Firman Allah tidak berakar (tidak mendarah daging) dalam hidupnya. Sehingga waktu matahari terbit yaitu: datang penindasan dan penganiayaan, dia memilih murtad (tinggalkan Yesus). Penindasan dan penganiayaan dalam artian: diejek, diolok, dijauhi orang di sekitar, karena kita pengikut Yesus. Tindasan dan aniaya dari rekan seiman yang membuat kecewa.

 3. Tanah Bersemak Duri, Matius 13:7 & 22

Adalah orang yang beribadah, dengar firman Allah dengan baik, sehingga benih firman Allah tumbuh dengan baik. Tetapi orang ini membiarkan semak duri tumbuh di hatinya, sehingga dalam hatinya tumbuh 2 jenis pohon yaitu:

  • “Firman Allah.”
  • “Semak Duri.”

Apakah yang dimaksud semak duri? Ayat 22 – “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”

 

Kekayaan bukan dosa bila ditempatkan pada posisi yang benar. Lalu apakah maksudnya? Maksudnya adalah jangan sampai kita menanam harta dan kebutuhan sandang, pangan dan papan di hati bersama-sama dengan firman Allah sehingga “kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman tersebut sehingga tidak berbuah.”

 

Hati-hatilah, sebab saat krisis melanda dunia, akan ada pemurtadan besar-besaran melanda anak Tuhan. Bagi orang Kristen yang hatinya terikat harta dunia, ia akan murtad dan tinggalkan Tuhan Yesus.

I Timotius 6:9.

Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

 

Kita diperintahkan untuk menguduskan Yesus dalam hati kita, tidak menanam firman Allah sekaligus duri di dalam hati.

1Petrus 3:15

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.

 

Menguduskan Yesus bukan berarti perhatian kita hanya tertuju kepada hal-hal rohani saja, atau kita tidak bekerja seperti kisah Lazarus. Ia miskin dan hidup dengan mengemis, sehingga hidupnya tidak menjadi berkat. Juga bukan seperti orang kaya yang hanya tertuju pada hal jasmani tanpa peduli hal-hal yang bersifat rohani, akibatnya ia menerima hukuman kekal. Menguduskan Yesus artinya menempatkan Yesus dan harta pada posisi yang sebenarnya. Yesus di hati, harta di kaki.

 4. Tanah Hati Baik, Matius 13:8 dan 23

Ayat 23 – “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman Allah itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

 

Inilah anggota jemaat Tuhan yang tidak akan alami kekerasan Allah. Ia akan menikmati kemurahan Allah untuk selama-lamanya. Perhatikan! Allah tidak akan menarik kemurahan-Nya dan memberikan kekerasan-Nya bagi orang percaya yang mendengar firman Allah dengan cara yang benar dan sungguh-sungguh dan yang hatinya disediakan bagi firman Allah serta perhatiannya ditujukan sepenuhnya kepada firman Allah. Orang Kristen yang mengerti firman Allah, mendengar firman Allah dengan baik dan menyimpan firman serta melakukan firman Allah ia akan berbuah: 100; 60; 30 kali lipat. (Mazmur 119:9-11).

Kesimpulan:

Dalam kemurahan Allah yang besar, terletak juga kekerasan hatiNya untuk menunjukkan kebenaran serta keadilanNya yang mutlak. Sebab itu, selama masih ada kesempatan hidup, pergunakan sebaik-baiknya untuk bekerja. Karena akan datang malam dimana tidak ada yang akan bekerja. Terus praktekkan firman Allah di hidup kita, maka lihatlah upah yang akan kita terima dalam kekekalan. Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s