KARAKTER (Mempertajam Hidup 6) – Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 16 Agustus 2015)

Pdt. JosephPengkhotbah 10 :10
Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah,
maka orang harus memperbesar tenaga,
tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

Pendahuluan
Kehidupan digambarkan seperti kapak. Kapak yang selalu digunakan jika tidak diasah lama-kelamaan menjadi tumpul. Sebagaimana kapak yang diasah agar tetap tajam, demikian halnya dengan hidup kita harus selalu diasah dengan firmanNya agar senantiasa memiliki ketajaman. Kita sudah mempelajari mengasah kehidupan itu meliputi: mata, telinga, mulut, pikiran dan tangan. Bagian lain dari hidup kita yang perlu kita diasah/dipertajam adalah: ‘KARAKTER’

Ketajaman mata, telinga, mulut, pikiran dan tangan
dapat membawa Anda menuju puncak,
tetapi KARAKTERLAH yang mempertahannya.

Perhatikan apa yang terjadi di sekitar kita. Orang-orang yang memiliki kesempatan, kekayaan, pengetahuan, skill, talenta dan kecerdasan akan menanjak naik ke atas. Karier mereka maju, jabatan terus naik, usaha makin berkembang, tetapi hanya mereka yang memiliki karakterlah yang akan terus bertahan di atas puncak.

PROBLEM KARAKTER
Karakter adalah problem bangsa bahkan dunia. 70 tahun sudah bangsa kita merdeka, tetapi kita belum benar-benar merdeka. Penjajah memang sudah hengkang dari Indonesia, tetapi kita masih dijajah oleh kemiskinan, kesulitan ekonomi, keterbelakangan pendidikan, narkoba, dan berbagai masalah sosial antara lain: anak jalanan, jumlah pengangguran yang tinggi, kesenjangan ekonomi dan moralitas.

Pada tanggal 22 Oktober 1925 surat kabar mingguan Young India menerbitkan “Tujuh Dosa Sosial” [sering juga disebut tujuh dosa dunia] yang disampaikan oleh Mohandas Karamchand Gandhi, yaitu:

  • Wealth without work : Kekayaan tanpa usaha
    Bukankah ini yang sedang kita lihat di negeri ini? Orang ingin kaya tanpa kerja keras, akibatnya mereka korupsi atau menipu.
  • Pleasure without conscience : Kesenangan tanpa nurani
    Tidak sedikit manusia di akhir zaman hanya mengejar kesenangan daging dan mengabaikan hati nurani. Tidak lagi peduli benar atau salah yang penting happy.
  • Knowledge without character : Pengetahuan tanpa karakter
    Semakin banyak orang pintar seharusnya keadaan bangsa ini tambah baik, tambah sejahtera dan tambah maju. Tetapi apa faktanya setelah 70 tahun merdeka? Ini semuanya karena orang makin pintar tapi kehilangan karakter. Kepandaian tidak digunakan untuk menolong orang lain tetapi untuk mencari kesenangan pribadi.
  • Commerce without morality : Bisnis tanpa moralitas
    Orang bekerja/berdagang tanpa disertai moralitas. Lihat saja dari tayangan tv. Pedagang tidak segan-segan memberikan zat kimia berbahaya dalam makanan demi meraup keuntungan yang besar. Makanan-makanan yang sudah kadaluwarsa, tidak layak konsumsi tetap dijual demi rupiah.
  • Science without humanity : Sains/Ilmu tanpa nilai kemanusiaan
    Ilmu pengetahuan yang seharusnya menambah manusia makin mulia, justru ilmu pengetahuan menghancurkan dan membunuh manusia.
  • Religion without sacrifice : Agama tanpa pengorbanan
    Tuhan Yesus berkata: barang siapa mengikut Aku ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya tetapi orang banyak orang kristen menghindari salib dan penderitaan.
  • Politics without principles : Politik tanpa prinsip.
    Inilah tontanan yang kita saksikan saat ini. Para tokoh dan pelaku politik tidak lagi memiliki prinsip. Tidak mempedulikan benar atau salah, semuanya dilakukan demi keuntungan pribadi dan kelompoknya.

HILANGNYA KARAKTER ALLAH
Dosa membuat manusia kehilangan Karakter Allah. Sejak manusia jatuh dalam dosa kecenderungan hatinya melakukan kejahatan.
Kejadian 6:5
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.

Mengapa Karakter Perlu Dipertajam?
1. KARAKTER lebih berharga dari kekayaan
Amsal 22:1
Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Uang, harta, kekayaan yang kita miliki bisa habis atau hilang, bahkan diri kita pun akan meninggal, namun nama kita akan selalu dikenang. Oleh sebab itu, jaga nama kita dengan karakter yang baik sehingga kelak ketika kita telah tiada kita meninggalkan kenangan yang baik.

Zakheus menyadari akan hal ini, bahwa nama baik lebih berharga dari pada kekayaan, karena itu sejak berjumpa dengan Yesus, ia mengalami perubahan hidup sehingga memperbaiki reputasinya dengan mengembalikan empat kali lipat kepada orang-orang yang dulunya ia peras untuk membayar pajak (Lukas 19:8).

2. Pohon dikenal melalui buahnya
Matius 7:20
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Akarnya ke dalam, buahnya keluar. Kita dikenal dari apa yang kita lakukan. Jati diri Anda adalah KARAKTER Anda. Orang baik berkarakter baik karena melakukan hal-hal yang baik. Sementara mereka yang berkarakter jahat melakukan hal-hal jahat.

3. Karakter kita menentukan masa depan kita.
Mazmur 37:37,38
Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.

Masa depan adalah miliki orang yang berkarakter baik. Barangkali kita tidak terlalu pintar, tidak memiliki keahlian yang memadai, minim dengan skill, tidak punya hubungan yang luas, tetapi jika karakter kita baik, kita memiliki harapan akan masa depan. Saat ini orang cari pegawai tidak mengutamakan yang pintar atau yang berpengalaman tetapi yang berkarakter baik, jujur, tekun dan setia. Oleh karena itu mari kita gapai masa depan dengan karakter yang baik.

Esau kehilangan hak sulungnya karena karakternya buruk. Sebagai anak sulung, ia memiliki hak untuk menerima warisan anak sulung, namun karena karakternya buruk ia kehilangan semuanya itu.
Ibrani 12:16
Janganlah ada yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

4. KEBENARAN itu ditangkap bukan diajarkan.
Yohanes 13:15
Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Kebenaran tidak bisa dipindahkan dengan ajaran, kebenaran/karakter dipindahkan melalui keteladanan yang dipertontonkan. Itulah yang dilakukan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya, Ia mengajar bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan contoh kehidupan yang nyata.

5. Tuhan memanggil kita untuk menjadi SERUPA dengan YESUS
Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Tujuan Tuhan Yesus menebus kita bukan hanya untuk menyelamatkan kita, tetapi untuk menjadikan kita serupa dengan gambarNya. Kekristenan bukan sekedar agama atau ritual ibadah, kekristenan adalah jalan menuju keserupaan dengan Kristus.

6. Tuhan Lebih Menghargai SIKAP ketimbang PRESTASI.
1Samuel 15:22
Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

Ini bukan berarti persembahan, pelayanan, doa dan pujian yang kita persembahkan kepada Tuhan tidak penting, bukan! Semuanya itu penting bagi Tuhan tetapi yang utama harus disertai dengan sikap yang benar. Mengapa Tuhan menolak doa, persembahan dan puasa yang dilakukan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat? Karena mereka tidak memiliki sikap hati yang benar kepada Tuhan. Sikap kita adalah karakter kita.

CARA MEMPERTAJAN KARAKTER
a. Belajar kepada YESUS
Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Jika saya berkhotbah, saya hanya memindahkan pengetahuan dan pewahyuan firman Allah kepada jemaat. Demikian juga saat saya mendoakan orang. Saya tidak memindahkan karakter saya tetap kuasa Allah. Karakater hanya bisa dipindahkan melalui dua cara yaitu hubungan dan keteladanan. Jadi kalau kita ingin menjadi seperti Yesus. Maka kita harus memiliki hubungan dengan Dia dan meneladani perbuatanNya. Ini semua dapat terjadi jika kita belajar kepada Yesus.

b. Selaraskan antara pikiran, perkataan dan tindakan
Mat 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apsaa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Karakter adalah keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Setiap kali kita belajar menyelaraskan tiga hal tersebut kita sedang membangun karakter hidup kita. Contoh: Yefta (Hakim-hakim 11) Yefta menepati nazarnya untuk mengorbankan anak perempuannya karena menyongsongnya saat ia pulang perang.

c. Fokus pada PROSES bukan hasil akhir
Mazmur 103:7
Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel.

Karakter tidak dibangun dalam waktu semalam dengan cara instant. Karakter dibangun dari hari ke hari. Minggu ke Minggu, bulan ke bulan bahkan bertahun-tahun dengan tempaan kesukaran dan penderitaan. Untuk itu bersiaplah, untuk menjalani proses Allah bukan hasil yang cepat dan mudah.

d. Kelilingi diri Anda dengan orang yang berkarakter baik.
1Kor. 15:33
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Lingkungan akan membentuk karakter anda. Untuk menghasilkan karakter yang baik, anda harus dilingkari dengan orang yang berkarakter baik pula.
Selamat mempertajam karakter Tuhan memberkati!! KJP

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s