MENDENGAR dan MENANGGAPI FIRMAN – Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2-Minggu, 16 Agustus 2015)

Pdt. Gideon Santoso

LUKAS 8 : 18

“Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.

 

Pendahuluan

Dalam ayat pokok Lukas 8:18, Yesus menyatakan suatu prinsip penting yang berhubungan dengan pahala dan kedudukan orang percaya di sorga. Sebab apa yang diterima orang percaya dalam kerajaan Allah di masa yang akan datang, bergantung pada apa yang mereka miliki saat ini. Dapat disimpulkan bahwa kedudukan dan warisan sorga akan sebanding dengan pengabdian yang dikerjakan saat sekarang ini. Namun manusia pada hakekatnya tidak memiliki apa-apa selain dosa. Sedangkan semua modal yang dikerjakan manusia untuk mendapatkan pahala dari Tuhan, bersumber dari Tuhan. Contohnya, Lukas 8 : 18 – Benih yang ditabur dan Matius 25 : 29 – Talenta yang dibagikan. Semua datangnya dari Tuhan.

MODAL UTAMA

Jika demikian apakah modal utama manusia untuk mengerjakan banyak hal yang mendatangkan keselamatan dan upah sorgawi? Jawabannya adalah IMAN kepada Yesus. Roma10 : 17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus”. Untuk mendapat modal tersebut kita harus medengar tentang kebenaran yaitu firman. Dalam Lukas, firman digambarkan seperti benih yang berpotensi untuk bertumbuh serta menghasilkan buah yang sedap untuk dinikmati. Tetapi, mengapa masih banyak orang yang sudah mendengar Firman Tuhan, hidupnya:

  • Belum alami perubahan hidup
  • Belum mengerti
  • Gampang sekali disesatkan

Orang-orang yang demikian tidak akan menghasilkan buah yang sedap untuk dinikmati. Melainkan dapat menjadi sandungan. Letak permasalahannya ada pada cara mendengar.

 

MENDENGAR DAN MENANGGAPI FIRMAN DENGAN BENAR

Sikap dalam menyambut Firman Tuhan itu sangat penting. Ibrani 13 : 22 “Dan aku menasehatkan kamu saudara-saudara, supaya kata-kata nasehat ini kamu sambut dengan rela hati, sekalipun pendek saja suratku ini kepada kamu.Kata SAMBUT, bukan sekedar hanya mendengar dan menerima Firman, tetapi mengandung 4 makna :

  1. TO DISCOVER = Menemukan Apa yang kita temukan dalam kita mendengar Firman Tuhan (dalam diri kita yang sebenarnya). Contoh, KisahRasul 2 : 37, 38 – Setelah mendengar Firman yang disampaikan Petrus, banyak orang menjadi sadar dan bertobat. Firman mengubahkan hidup mereka. Mereka menemukan bahwa dirinya membutuhkan pengampunan atas dosa-dosa mereka.
  1. TO OBSERVE = Melakukan penyelidikan terhadap diri sendiri untuk selaras dengan Contoh Kisah Rasul 17:10-15, Jemaat Berea disebut lebih baik dari jemaat Tesalonika karena menyambut Firman dengan baik dan rela hati, serta menyelidiki Firman Tuhan.
  1. TO CONFESS = Membuat pengakuan. Amsal 28:13 – Yang menyembunyikan pelanggaran akan dihukum dan tidak akan beruntung, tetapi yang mengakui dan meninggalkan pelanggaran akan disayang Membuat pengakuan dalam diri kita bahwa apa yang dikatakan Firman itu tentang diri kita adalah benar, dan siap melakukan perubahan.
  1. TO DECLARE = Membuat Contoh, Lukas 19:8,9 perjumpaan Zakheus dengan Yesus membuat ia alami perubahan. Ia menjadi percaya, dibenarkan dan diselamatkan setelah ia membuat pernyataan pertobatan. Zakheus tidak mau menipu dan memeras lagi. Dan orang yang merasa dirugikan / diperas ia akan ganti 4x lipat.

Jadi, betapa pentingnya mendengar dan menyambut firman dengan kerelaan hati. Sebab kedewasaan rohani seseorang nampak dari sikap yang mau mendengar firman. Tetapi ada orang-orang tertentu karena merasa diri rohani mereka menanggapi firman dengan salah atau negatif.

TANGGAPAN NEGATIF TERHADAP FIRMAN

a. MENOLAK

Yohanes 1:11- “Ia dating kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimanNya.” Firman tida diterima atau diTOLAK. Alasannya, Yohanes 3:19 – “Dan inilah hukuman itu, Terang telah dating ke dalam dunia; tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.Manusia lebih cenderung kepada hal-hal yang jahat. Mereka yang menolak firman karena hati mereka mengarah kepada hal-hal yang jahat/gelap.

b. MENGHINA

Yohanes 8:52 “Kata orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barang siapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Orang Yahudi menghina Yesus dengan mengatakan bahwa Yesus kerasukan setan. Padahal mereka tidak tahu bahwa Yesus adalah Allah.

c. MELAWAN DAN MENGANIAYA

Respon negatif terhadap firman bukan hanya melalui penghinaan atau penolakkan saja, tetapi ada yang lebih ektrim lagi, yaitu lewat perlawanan dan penganiayaan. Yohanes18 : 19-23 menjelaskan bahwa ketika Yesus menyampaikan tentang kebenaran dalam diriNya, Yesus ditampar oleh imam penjaga anggota Sanhedrin. Sikap yang demikian juga dialami oleh beberapa pengkhotbah dalam Alkitab, contoh :

  • l Raja-raja 22:24 – Nabi Mikha ditampar karena menyampaikan kebenaran FirmanTuhan, dan yang menampar adalah Zedekia sesame
  • Kisah Rasul 23:2 – Paulus juga ditampar atas suruhan Imam Besar Ananias.

MENAMPAR DALAM BENTUK LAIN

Mungkin kita dapat berkata saya tidak pernah menampar siapapun, tetapi sadar atau tidak kita dapat menampar orang dengan perkataan. Ayub16:10–“Mereka mengangakan mulutnya melawanaku, menampar pipiku dengan cercaan dan bersama-sama mengerumuni aku.” Ayub mengalami tamparan lewat cercaan.

Dalam kehidupan kekristenan kita, tanpa disadari ucapan cercaan yang kita lontarkan ketika mendengar firman merupakan suatu tamparan yang menyakiti hati Tuhan. Cercaan tersebut mungkin bukan dengan ucapan bibir, tetapi cercaan yang timbul dalam hati. Kita harus menyadari sepenuhnya dalam setiap tindakan kita. Berhentilah menampar dalam bentuk apapun, sebab Tuhan tidak akan tinggal diam terhadap orang yang menolak, menampar dengan hinaan FirmanNya. Contoh Kisah Rasul 12:21-23 – Herodes mengucapkan kata-kata keji, sehingga saking kejinya perkataannya itu, Alkitab tidak mencatatnya, sehingga Tuhan perintahkan malaikatNya untuk menampar Herodes sampai mati dan mayatnya dimakan cacing.

Orang menolak firman akan ditolak oleh Allah. Selain cercaan, penolakkan firmanpun digambarkan seperti seorang yang menikam Yesus. Wahyu 1:7 “Lihatlah Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan meliha Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya Amin.” Dalam Yohanes 19:34, proses penyaliban Yesus saat penikaman hanya dilakukan oleh satu orang (secara fisik). Secara rohani, penolakkan firman juga sama halnya dengan MEREKA yang mengaku percaya kepada Yesus, tetapi hidupnya dan perkataannya tidak sesuai dengan FirmanNya, hal ini sama dengan menampar dan menikam Yesus.

Hal-hal tersebut dapat terjadi karena tidak adanya kerinduan untuk mendengar dan melakukan firman. Kerinduan akan Allah menjadikan seseorang memperhatikan cara mereka mendengar, sebab dengan demikian merekapun dapat melakukan firman Tuhan dengan benar. Jangan sampai kita meremehkan firman lewat perkataan dan tindakkan. Jangan pernah lakukan tamparan dan tikaman dalam bentuk apapun, tapi milikilah hati yang rela bila teguran firman datang untuk mendewasakan kerohanian kita. Tuhan memberkati

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s