TIGA MACAM KARUNIA – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya-Minggu, 23 Agustus 2015)

Yohanes 1:16

“Karena dari kepenuhan-Nya

kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia”

PENDAHULUAN

Firman Allah pada hari ini masih berkaitan dengan khotbah-khotbah sebelumnya. Tema khotbah saat ini adalah “Tiga Karunia”. Hal ini bukan berarti karunia hanya terdiri dari 3 macam, sebab dalam Alkitab ada berbagai macam karunia.

Dalam Yohanes 1:16, kita membaca bahwa dari kepenuhan Yesus, orang percaya menerima kasih karunia demi kasih karunia. Jadi di dalam Yesus tersedia semua kebutuhan kita secara jasmani, jiwani, rohani serta kebutuhan untuk “Hidup Kekal”. Semua ada didalam Yesus bukan ada di oknum lainnya. Dan apa yang ada didalam Yesus akan diberikan kepada orang-orang percaya. Salah satu diantaranya adalah karunia. Didalam pribadi Yesus ada begitu banyak macam karunia. Karunia-karunia itu akan Yesus berikan kepada orang-orang percaya. Jadi kita bersyukur memiliki Allah yang penuh dalam segala hal, termasuk penuh karunia-karunia.

Dari sekian banyak karunia, ada 3 karunia yang akan kita pelajari. Kita berharap pelajaran ini dapat diterapkan, dibagikan dan dinikmati saat kita berada dalam kemuliaan.

TIGA KARUNIA

 

  1. KARUNIA UMUM

Apakah karunia umum? Matius 5:45b “Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang benar dan orang yang tidak benar.”

Karunia umum bersifat muntlak. Artinya semua orang, secara sadar atau tidak, tanpa berfikir telah menerima karunia Allah yang diberikan kepada manusia. Tujuan Allah memberikan karunia umun adalah agar manusia dapat hidup di muka bumi. Karunia ini Allah berikan tanpa memandang keadaan dan latar belakang orang tersebut. Apakah mereka jahat atau baik, orang benar atau orang berdosa, semuanya berhak menerima karunia umum.

Contoh karunia umum:

  • Matahari

Allah memberikan matahari setiap hari kepada manusia dan Allah tidak pernah lupa untuk melakukannya. Tujuannya agar manusia dapat tetap hidup, meskipun mereka sudah mencuri, berjudi bahkan berzinah, Allah terus memberikan matahari tanpa membeda-bedakan. Setiap kali mereka bangun dipagi hari, mereka dapat menikmati kehangatan matahari. Konon katanya, matahari pagi dari jam 6 sampai jam 9 bermanfaat untuk kesehatan. Jadi mustahil untuk manusia menolak matahari, karena manusia bisa mati tanpa matahari.

  • Hujan atau air

Selain matahari, manusia juga tidak dapat hidup tanpa air. Beberapa waktu yang lalu, banyak daerah yang mengalami kekeringan sehingga pemerintah berusaha membuat hujan, tetapi gagal. Kekurangan air membuat manusia alami dehidrasi atau kekurangan cairan yang berakibat pada kematian.

  • Udara/oksigen

Selain matahari dan air, manusia juga membutuhkan oksigen. Sadar atau tidak kita menikmati karunia ini dengan cuma-cuma.

Untuk menerima karunia umum, yaitu matahari, air dan udara, Tuhan tidak menuntut syarat apa pun kepada manusia. Inilah kasih Alah secara umum kepada manusia.

DI DUNIA TIDAK SELAMANYA

Pada umumnya semua manusia mengetahui, bahwa manusia tidak selamanya hidup di dunia. Firman Allah mengatakan bahwa manusia hanya bertahan hidup di dunia selama 70-80 tahun (Mazmur 90:10). Setelah itu, manusia akan masuk dalam kekekalan (keabadian).

DUA TEMPAT DALAM KEKEKALAN

Firman Allah mengatakan bahwa ada dua tempat dalam kekekalan. Sekarang kita berada di alam waktu. Bila bumi berakhir maka semua akan berakhir pula. Itu alam waktu, tetapi alam kekekalan berbeda. Di sana tidak ada lagi waktu atau batasan. Ada dua tempat dalam kekekalan:

  1. SORGA, yaitu suatu tempat yang senang dan mulia. Di sana kita bersama-sama dengan Yesus untuk selama-lamanya. Tetapi dalam kekekalan bukan hanya ada satu tempat yang menyenangkan. Ada tempat yang lain yang dikenal dengan sebutan Neraka.

  1. NERAKA, yaitu suatu tempat yang mengerikan, orang yang masuk ke sana akan dipisahkan dari Yesus. Mereka yang masuk ke nereka akan mengalami penderitaan yang tidak terkatakan untuk selama-lamanya.

Inilah kedua tempat yang akan diterima manusia setelah berada di alam waktu.

umur hidup manusia surga neraka

Perhatikan gambar! Dalam gambar ini dijelaskan rentang waktu hidup manusia yang memiliki batasan usia. Bila waktunya sudah habis, kita akan masuk dalam alam kekekalan. Hanya ada dua pilihan, Sorga atau Neraka.

Tentang Sorga

Untuk bisa hidup (masuk) di dalam sorga, manusia tidak bisa hidup seperti di dunia yang cukup menerima karunia secara umum (matahari, air dan oksigen) karena manusia mendapat fasilitas dari Tuhan. Untuk hidup di dalam sorga kita harus menerima karunia yang kedua, yaitu karunia khusus.

  1. KARUNIA KHUSUS

Tidak ada pilihan lain bagi siapa pun, semua orang yang ingin masuk ke dalam sorga ia harus menerima “KARUNIA KHUSUS”. Bentuk karunia khusus yang diberikan Allah kepada manusia adalah “YESUS”. Selama masih ada kesempatan untuk hidup, terimalah karunia khusus ini.

Gambarjalan ke surga neraka

Mungkin banyak orang berkata mereka mengerti bahwa ada 2 tempat dalam kekekalan, tetapi tidak mengerti jalannya. Inilah tugas kita, memberitahukan bahwa ada karunia khusus yang harus mereka terima yaituYesus. Yesus adalah jalan satu-satunya yang dapat membawa kita kepada hidup yang kekal di sorga.

Untuk menjelaskan tentang karunia khusus, kita dapat mengunakan ayat-ayat ini:

Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 14:6

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”   Dan ayat lain adalah Kisah 4:12, nama Yesus memberikan hidup.

Sekali lagi, satu-satunya cara untuk hidup kekal di dalam sorga, kita harus menerima karunia khusus dari Allah, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

MENOLAK YESUS

Tetapi bagaimana bila menolak YESUS (karunia khusus) yang diberikan Bapa, sebagai satu-satunya cara untuk hidup di sorga?

Yohanes 3:18a

“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum;

Yohanes 3:18b

“barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”

Artinya, hukuman sudah ada di atas kepala mereka tinggal tunggu saatnya hukuman itu dijatuhkan. Sehingga pada saat kedatangan Yesus, mereka akan bangkit dan menerima hukuman kekal.

PERTANYAAN

Kalau ada di antara keluarga Saudara yang berkata: hidup saya terlalu jahat, dosa saya amat besar, saya patut dihukum di dalam neraka! Apakah Yesus mau mengampuni saya? Mereka menyadari bahwa mereka sangat jahat dan berdosa. Mereka takut kalau mereka tidak dapat menerima karunia khusus itu.

TUJUAN BAPA MENGARUNIAKAN YESUS (Karunia Khusus)

Sesungguhnya Bapa mengaruniakan Yesus bagi dunia bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyelamatkan dan memberi hidup kekal.

Yohanes 3:17

“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia (Yesus).

Yohanes 12:47

“Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

 

APA YANG KITA BUAT SELAMA HIDUP DI DUNIA

Kalau kita sudah menerima Yesus dan memiliki kepastian akan hidup kekal bersama Yesus di dalam sorga, apakah yang kita buat? Apakah hidup santai-santai dan tunggu waktu untuk mati serta masuk Sorga? Mari kita pergunakan “Karunia Ketiga” yang Tuhan beri kepada kita selama kita hidup di dunia, yaitu:

  1. KARUNIA KEMULIAAN

Karunia kemuliaan tidak tercatat dalam Alkitab. Karunia kemuliaan adalah apapun yang Tuhan karuniakan kepada kita selama kita hidup di dunia ini. Ini adalah modal bagi kita untuk melayani Tuhan, agar ketika kita masuk ke dalam sorga, Tuhan anugerahkan kepada kita “KEMULIAAN /PAHALA”. Pelayanan bukan hanya melayani di atas mimbar, sebab pelayanan ada berbagai macam.

TINGKAT-TINGKAT KEMULIAAN

Penduduk sorga akan menempati tingkat-tingkat kemuliaan yang berbeda satu dengan lainnya. Alkitab gambarkan kedudukan sorga seperti gunung Sion. Ada puncak tertinggi dan ada kaki gunung.

Menurut Matius 5:19, mereka yang berada di bawah kuasa “Hukum Taurat” bila dilakukan dengan baik tanpa mengurangi satu iota akan menerima kemuliaan dalam Sorga. Hal itu berlaku sebelum Yesus datang, terlebih kita yang berada di bawah “Hukum Kasih Karunia”. Orang percaya punya kesempatan untuk menempati posisi strategis dalam kemuliaan.

TUHAN BERI POTENSI KEPADA KITA

Tuhan telah memberikan kepada kita berbagai macam potensi sebagai modal bagi kita untuk untuk memuliakan Tuhan, antara lain :

  • Waktu, semua orang punya kesempatan yang sama yaitu 24 jam. Dengan waktu tersebut apa yang kita kerjakan bagi Tuhan? Gunakan potensi ini untuk mencari Tuhan.
  • Kekuatan
  • Kepandaian
  • Uang
  • Harta
  • Harta
  • Talenta
  • Karunia-karunia Roh
  • Karunia-karunia pelayanan dan masih banyak lagi potensi lainnya.

Tetapi kita cenderung berperilaku seperti hamba yang menerima 1 talenta. Ia menyia-nyiakan potensi tersebut dengan menyimpannya atau menguburnya dalam diri. Padahal potensi itu luar biasa kalau digunakan. Sampai pada akhirnya semua potensi itu kita kubur ketika mati dan kembali kepada Tuhan dengan tangan kosong tanpa membawa hasil apa-apa.

ADA UPAH DALAM BENTUK KEMULIAAN

I Korintus 15:58

“Karena itu, saudara-saudarku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Bagi kita yang menerima karunia khusus, jeri payah pelayanan kita tidak sia-sia.

Matius 10:42

“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya iatidak akan kehilangan upahnya dari padanya.” Pelayanan sesederhana apapun termasuk memberikan secangkir air sejuk tidak akan sia-sia. Ada upah yang akan diterima. Pelayanan ini dapat dilakukan siapapun termasuk orang sederhana, asal saja kita melayani dengan sukacita bukan untuk pujian.

IBADAH DALAM SORGA

Dalam Wahyu 4:9-11, di dalam sorga, orang percaya akan beribadah seperti di bumi, dengan formasi berbeda:

  • Duduk berkeliling

Pada saat itu kita tidak beribadah seperti sekarang dengan menghadap ke depan. Tetapi akan berkeliling dengan Yesus sebagai pusat penyembahan. Semua umat akan duduk dengan tingkat-tingkat kemuliaan yang berbeda.

  • Memuji dan menyembah

Hal ini akan kita lakukan ketika berada di Sorga. Kita akan menyembah dengan dipimpin oleh seorang pemimpin pujian. Di sorga kita tidak membawa persembahan, tetapi meletakkan mahkota kemuliaan di hadapan Yesus. Sebab itu gunakanlah setiap potensi yang Tuhan berikan dengan sebaik mungkin, agar kelak kita menerima mahkota kemuliaan.

Penutup

Jemaat yang kekasih. Jangan hanya puas dengan menerima karunia umum dan khusus. Mari kita raih mahkhota kemuliaan dengan cara melayani Tuhan melalui potensi dan talenta yang kita miliki. Ingatlah hidup kita terbatas, jangan buang kesempatan! Layanilah Tuhan dan sesama. Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s