KARUNIA KEMULIAAN – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 30 Agustus 2015)

Roma 8:17
“Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”

PENDAHULUAN
Minggu lalu kita sudah bahas tentang “Tiga Macam Karunia”, antara lain:
1. Karunia Umum
Matius 5:45b
“…Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi oroang yang jahat dan orang yang baik dan menunurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang tidak benar.”

Agar manusia bisa hidup di bumi ini, Allah memberikan matahari, air dan udara. Semuanya itu Allah berikan kepada manusia tanpa memandang, entahkah mereka orang baik atau jahat, benar atau tidak benar, percaya Yesus atau tidak percaya. Dengan kasih, Allah sediakan semuanya bagi manusia sehingga manusia bisa hidup di dunia ini. Tetapi perlu diketahui bahwa manusia tidak hanya hidup dalam dunia ini saja, suatu saat manusia akan masuk kedalam kekekalan. Ada dua alam kekekalan, yaitu sorga atau neraka. Dan kalau manusia ingin masuk sorga dan hidup di sorga bersama Bapa, tidak ada cara lain bagi manusia, selain menerima KARUNIA KHUSUS.

2. Karunia Khusus
Wujud “Karunia Khusus” yang diberikan oleh Bapa di sorga, sebagai satu-satunya jalan atau cara untuk manusia bisa hidup di sorga adalah: “Tuhan Yesus Kristus”. Tentang sorga, Tuhan Yesus menjelaskan kepada kita dalam Matius 5:19 bahwa di sorga ada tingkat-tingkat kemuliaan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Di sorga akan ada orang yang ditempatkan pada posisi dengan tingkat kemuliaan yang tinggi, tetapi ada pula yang menduduki posisi dengan tingkat kemuliaan yang rendah. Demikian pula ajaran Rasul Paulus dalam, I Korintus 15:41,42 ada kemuliaan matahari, bulan dan bintang-bintang.

Modal Untuk Melayani
Tuhan memberikan kepada kita berbagai macam potensi dalam diri kita yang dapat digunakan sebagai modal untuk melayani/memuliakan Tuhan. Modal yang diberikan antara lain Waktu, kekuatan, kepandaian, uang, harta, talenta, karunia-karunia Roh, karunia-karunia pelayanan. Selain itu masih banyak potensi lainnya yang Tuhan berikan kepada kita. Allah tidak ingin potensi tersebut hanya digunakan untuk keperluan pribadi. Melainkan digunakan untuk melayani maka Tuhan akan mengaruniakan kemuliaan di kerajaan sorga.

3. Karunia Kemuliaan
Karunia kemuliaan adalah kemuliaan atau mahkota yang akan kita terima karena setiap pelayanan yang kita lakukan untuk Tuhan. Setiap pelayanan yang dikerjakan untuk Tuhan akan diganti/dibalas oleh Allah dengan kemuliaan atau pahala yang memungkinkan kita menempati posisi yang mulia di dalam Kerajaan Sorga. Semuanya itu tergantung bagaimana kita mengembangkan potensi yang Tuhan berikan kepada kita dengan cara melayani Tuhan.

TUJUAN TUHAN
Tujuan Tuhan menyelamatkan kita, bukan hanya untuk membawa kita masuk ke sorga, tetapi untuk memerintah bersama Yesus dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai di bumi ini. Itu sebabnya Allah mengangkat kita jadi anak-anak-Nya, bukan untuk menjadi anak manja, santai sehingga tinggal tunggu mati dan masuk sorga atau bersenang-senang di dunia ini tetapi untuk melayani Bapa!

Efesus 4:11 “Dan Ia (Yesus)lah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus (jemaat), bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”

Kesimpulan:
Tuhan memberikan lima jawatan pelayanan dimaksudkan untuk memperlengkapi orang-orang kudus. Siapa yang dimaksud orang kudus? Orang kudus adalah semua orang percaya. Jadi setiap manusia yang sudah ditebus dari dosa, diampuni, dibenarkan dan diselamatkan dengan tujuan untuk melayani. Seperti apa bentuk pelayanannya? Jawabannya adalah untuk membangun tubuh Kristus. Dengan demikian, yang memajukan pekerjaan Tuhan di GPdI Mahanaim, bukan kami hamba-hamba Tuhan, tetapi seluruh anggota jemaat – sebab tugas hamba-hamba Tuhan adalah melengkapi jemaat, tetapi yang membangun tubuh Kristus adalah Jemaat. Contoh tentang kisah “Anak Yang Hilang” dalam, Lukas 15:11-32.

Kisah ini adalah gambaran Bapa di sorga, yang memiliki dua macam anak/jemaat.

  • Bungsu
    Bagaimana mental si bungsu? Yang ada di hatinya hanya bagaimana caranya untuk minta, minta dan minta kepada bapa.Tidak ada keinginan apalagi inisiatif untuk menyenangkan hati bapa dengan melayani bapanya. Sebaliknya, kekayaan yang bapa berikan, yaitu waktu, tenaga, kepandaian, uang hanya dipakai untuk kepuasan dan kesenangan diri sendiri, bukan untuk kemuliaan Bapa. Setelah melewati proses yang menyakitkan bahkan nyaris membuat si bungsu kehilangan masa depan, akhirnya si bungsu sadar. Si bungsu kembali ke rumah bapa, memperhamba diri kepada bapa dan melayani bahkan bersahabat dengan bapa. Inilah yang Tuhan cari: “Tuhan tidak cari karyawan di rumahnya, tapi Tuhan mencari anak-anakNya yang mau memperhamba diri dan bersahabat dengan Bapa dan melayani Bapa!”
  • Sulung
    Bagaimana mental si sulung? Si sulung tampak manis karena selalu ada di rumah bapa.Ia juga melayani di rumah bapa dan di ladang bapa. Tetapi si sulung tidak memiliki keinginan untuk akrab dan intim dengan bapa, sehingga saat si bungsu bertobat dan kembali kepada bapa, si sulung cemburu. Hal ini membuat sang bapa heran karena si sulung hidup berkelimpahan dalam rumah bapanya tetapi tidak menikmati berkat-berkat bapa.

PERLU PENINGKATAN

Gambar 1

anak hamba sahabat

Karena itu Kekristenan harus bertumbuh dan ada peningkatan dari anak dan berkembang menjadi anak yang melayani dengan menghamba kepada Bapa. Terus meningkat sampai pada taraf sahabat sehingga ada hubungan yang intim dan akrab dengan sang Bapa di Surga.

CARA MELAYANI YANG BENAR
Tentu setiap orang percaya rindu melayani dengan peningkatan yang demikian sampai taraf sahabat yang dekat dan intim dengan Bapa. Tetapi bagaimana caranya untuk melayani dengan benar supaya jangan sampai bekerja tapi tidak dapat pahala? Mari kita perhatikan ajaran Paulus dalam I Korintus 3:10-15 :

1. Melayani Seperti Seorang Tukang Yang Ahli
I Korintus 3:10
“Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun teras di atasnya…”

Pelayan Tuhan digambarkan sebagai seorang ahli bangunan. Tuhan tidak ingin kita melayani Dia dengan cara yang asal-asalan, tapi seperti seorang ahli yang memiliki kemampuan yang spesifik sesuai dengan bidang yang kita miliki.

2. Dasar
I Korintus 3:11
“Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”
Apakah yang dimaksud Yesus sebagai dasar dalam ayat ini?
A. Yesus Dasar Keselamatan, Yohanes 14:6; Kisah 4:12
Artinya hanya Yesus satu-satunya jalan keselamatan, tidak ada yang lain selain DIA. Saat seseorang percaya kepada Yesus, ia dipindahkan dari dalam maut kepada hidup yang kekal. ( Yohanes 5:24). Dengan demikian orang yang percaya kepada Yesus tidak akan menerima hukuman kekal.

B. Dasar Untuk Menerima Pahala/Kemuliaan, I Korintus 15:58; Matius 10:42.
Yesus satu-satunya dasar untuk menerima kemuliaan. Yesus menjadikan semua pelayanan, jerih lelah dan pengorbanan kita tidak sia-sia. Semua pelayanan akan diperhitungkan Tuhan dan diberi kemuliaan. Dalam Matius 10:42, Tuhan Yesus memakai standar pelayanan yang paling sederhana yaitu dengan memberikan secangkir air sejuk kepada salah seorang murid Yesus, ia tidak akan kehilangan upah atau kemuliaannya.

Gambar 2

pelayanan membawa pahala
Saat ini belum nampak upah yang akan kita terima, tetapi nanti saat berada dalam kekekalan, pahala atau kemuliaan yang kita kerjakan akan diterima. Sebab itu selama masih ada kesempatan, hendaknya potensi yang Tuhan berikan agar terus dikembangkan karena tidak ada yang sia-sia dalam melayani Tuhan.

3. Kualitas Pelayanan,
I Korintus 3:12
“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,”

Tidak cukup hanya memiliki dasar yang benar, kita juga harus membangun dengan kualitas yang baik. Dalam ayat 12, dijelaskan tentang dua kualitas bahan bangunan: yang pertama berkualitas dan yang kedua tidak tidak berkualitas.
Pelayanan yang berkualitas digambarkan seperti seorang membangun rumah dengan bahan: Emas; Perak dan Batu-batu Permata.
Pelayanan yang tidak berkualitas digambarkan seperti seorang membangun rumah dengan bahan: Kayu, Rumput Kering dan Jerami.

Pelayanan Berkualitas
Pelayanan yang berkualitas, tidak dilihat dari jumlah yang banyak atau hal-hal yang istimewa dan berharga. Bukan juga karena popularitasnya, yaitu lebih banyak orang tahu, lebih berkualitas. Tidak! Pelayanan yang berkualitas adalah pelayanan yang dilakukan sesuai dengan kapasitas atau kesanggupan kita. Contohnya seorang janda miskin yang memberikan korban persembahan 2 peser – tapi itu 100% miliknya. Janda tersebut memberikan sesuai dengan kapasitas/kemampuannya yang dimilikinya. Sedangkan orang lain yang juga akan memberikan persembahan pada saat itu,hanya ingin menunjukkan kehebatan mereka, bukan atas dasar kasih kepada Allah. Sebab itu Yesus memuji janda tersebut karena motivasi hatinya bukan jumlah yang ia korbankan. Sebab itu biarlah motivasi kasih yang mendorong kita memberi, bukan menunjukkan kehebatan kita. Tuhan menghendaki agar pelayanan yang kita lakukan kepada Tuhan adalah pelayanan yang berkualitas.

Kualitas dan kapasitas
Bicara tentang kualitas dan kapasitas tersirat dalam hukum kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, dimana kasih kita kepada Allah harus dengan segenap hati dan kekuatan kita.
Markus 12:30,31
“Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwa-mu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
4. Dinilai Tuhan
I Korintus 3:13
“sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan Nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.”
Setelah kita menjadi pengikut Yesus, maka apa pun yang kita lakukan di muka bumi ini, satu kali kelak akan dinilai oleh Tuhan. Kapan Tuhan menilai pelayanan kita? Jawab : pada hari kedatangan Tuhan saat kita berada di angkasa. Apakah yang diuji? Yang diuji bukan orangnya tetapi pelayannya dan tujuannya adalah menentukan besaran pahala yang akan diterima. Untuk apakah pahala dan kemuliaan? Jawabnya adalah untuk menentukan tempat kita dalam kemuliaan.

5. Menerima Upah Atau Tidak
I Korintus 3:14
“Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.”
Apabila pelayanan yang kita lakukan tahan uji artinya: berkualitas karena dilakukan sesuai dengan kapasitas kemampuan kita dan juga dengan motivasi yang benar yaitu kasih, maka Yesus akan mengaruniakan pahala (kemuliaan) kepada kita.

Gambar 3

pelayanan tidak terbakar
Anak Tuhan yang melayani dengan dasar Yesus dan melakukannya dengan kualitas yang terbaik yaitu emas, perak dan batu permata melayani, maka saat Tuhan menguji pekerjaannya dengan api, pekerjaannya tidak akan terbakar dan ia sendiri akan menerima kemuliaan. Sebaliknya….

I Korintus 3:15
“Jika pekerjaanya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.”

Tetapi apabila pelayanan yang kita lakukan tidak berkualitas karena kita lakukan dengan motivasi yang salah: ingin dipuji, ada pamrihnya, dengan hati terpaksa atau bukan dengan kasih, maka anak Tuhan tersebut diselamatkan, masuk ke dalam sorga, tetapi dia tidak menerima pahala atau kemuliaan.
Gambar 4

pelayanan terbakar api

Jadi selama ada waktu gunakanlah untuk melayani Tuhan denga kualitas yang terbaik, sehingga ketika api pengujian menguji pelayanan kita, hasil pelayanan kita tidak terbakar atau alami kerugian sehingga tidak ada pahala yang kita terima dalam kekalan. Sebaliknya semua pelayanan kita akan melahirkan mahkota kemuliaan bagi kita.
Sebenarnya apa tujuan Tuhan memberikan pahala? Bukankah yang penting adalah masuk sorga?

MEMERINTAH BERSAMA YESUS
Lihat gambar ..

memerintah kerajaan 1000 th
Tujuannya mahkota kemuliaan adalah untuk menentukan posisi-posisi kemuliaan dalam pemerintahan di kerajaan 1000 tahun damai. Bila seseorang setia melayani dengan motivasi kasih, maka ketika hasil pelayanannya diuji ia akan mendapat mahkota dan menduduki tempat tempat yang mulia. Beberapa diantara kita mungkin akan berada ditangga paling atas, atau juga ditangga-tangga bagian bawah sesuai dengan kualitas pelayanan kita.
I Korintus 15:58
“Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.”

Kemuliaan yang diterima tiap orang berbeda-berbeda. Jika kita hanya mengandalkan iman percaya tanpa melayani, kita hanya masuk sorga tetapi tidak menerima mahkota. Di kerajaan 1.000 tahun damai orang tersebut hanya menjadi bawahan bukan orang-orang yang memerintah. Contohnya adalah penjahat yang disalibkan bersama Yesus, ia diselamatkan tetapi tidak memiliki kesempatan untuk melayani. Selama kita hidup di dunia ini, kita punya kesempatan untuk mendapatkan mahkota kemuliaan. Jadi jangan sia-siakan kesempatan itu, gunakan untuk melayani Tuhan, sehingga ketika nama kita dipanggil, Raja diatas segala raja akan memberikan mahkota kemuliaan kepada kita. Teruslah melayani, Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s