TIPU MUSLIHAT IBLIS – Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 6 September 2015 )

II Tesalonika 2:9,10

“Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.”

PENDAHULUAN

Hari ini kita belajar betapa pentingnya perjamuan kudus yang kita laksanakan setiap bulan. Rasul Paulus menjelaskan dalam 2 Tesalonika 2:9-10, bahwa menjelang kedatangan Yesus kedua kali akan diawali dengan datangnya “si pendurhaka” yaitu anti kristus dan nabi palsu. Mereka akan melakukan perbuatan ajaib dan mujizat, di darat atau di laut tetapi dengan rupa-rupa tipu daya. Tujuannya untuk menyesatkan orang-orang benar, yaitu orang percaya yang sudah tahu akan kebenaran.

Jadi bila orang percaya hanya hidup berdasarkan mujizat akan mudah terseret oleh tipu daya mereka. Sebab itu, jangan sampai kita cepat kagum serta tertarik dengan perbuatan ajaib dan mujizat-mujizat palsu yang mereka lakukan. Dirikanlah kekristenan kita diatas dasar kebenaran yang teguh bukan atas perbuatan ajaib dan mujizat .

BANGSA ISRAEL

Iblis berupaya menggagalkan umat Allah sejak zaman Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, bahkan sampai sekarang iblis masih berusaha dengan cara menipu umat Allah agar mereka membuat suatu ikatan dengan Iblis.

Contohnya dalamYosua 9:1,2 “ Ketika terdengar oleh raja-raja di sebelah barat sungai Yordan di Pegunungan, di Daerah Bukit dan sepanjang tepi pantai Laut Besar sampai keseberang gunung Libanon, yakni raja-raja orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, bergabunglah mereka dengan seia-sekata untuk memerangi Yosua dan orang Israel.”

Ketika itu bangsa-bangsa yang ada di tanah Kanaan mendengar penyertaan Tuhan atas Yosua dan bangsa Israel, saat Yosua mengalahkan “Yerikho” dan “Ai”. Mereka menjadi sadar bahwa Tuhan telah tentukan mereka yaitu bangsa-bangsa diluar Israel akan ditumpas oleh bangsa Israel.

 

Ketakutan tersebut membuat semua bangsa yang ada di tanah Kanaan melakukan berbagai reaksi, antara lain raja orang Het, raja orang Amori, raja orang Kanaan, raja orang Feris, raja orang Hewi dan raja orang Yebus bersepakat bergabung untuk menggalang kekuatan melawan Yosua dan bangsa Israel. Tetapi ada satu bangsa yang berbeda reaksinya, yaitu orang Gibeon.

Jika diperhatikan dalam Yosua 9:3-6“ Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai, maka mereka pun bertindak dengan memakai akal: mereka pergi menyediakan bekal, mengambil karung yang buruk-buruk untuk dimuatkan ke atas keledai mereka dan kirbat anggur yang buruk-buruk, yang robek dan dijahit kembali, dan kasut yang buruk-buruk dan ditambal untuk dikenakan pada kaki mereka dan pakaian yang buruk-buruk untuk dikenakan oleh mereka, sedang segala roti bekal mereka telah kering, tinggal remah-remah belaka. Demikianlah mereka pergi kepada Yosua, ke tempat perkemahan di Gilgal. Berkatalah mereka kepadanya dan kepada orang-orang Israel itu: “Kami ini datang dari negeri jauh; maka sekarang ikatlah perjanjian dengan kami.

 

KESADARAN ORANG GIBEON

Saat orang Gibeon sadar, seandainya mereka lakukan perlawanan terhadap Israel dan Yosua, itu sama dengan berperang melawan Tuhan. Sebab Yosua 1:5 Tuhan berfiman “…Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidup Yosua!” Jadi, orang Gibeon mengambil kesimpulan bahwa senjata apapun tidak ada yang dapat melawan Yosua juga orang Israel.

 

Itu sebabnya orang-orang Gibeon tidak melakukan perlawanan terhadap Israel dengan senjata, tetapi mereka hadapi Israel dengan akal (bulus). Mereka melakukan tipu muslihat yaitu dengan cara memakai pakaian, sepatu yang buruk dan compang-camping. Mereka juga membawa roti kering dan tinggal tersisa remah-remahnya. Hal itu dilakukan agar menjadi bukti bahwa mereka sudah berjalan begitu lama sampai membuat rupa mereka buruk.

Sebagai umat pilihan Allah, Iblis tahu bahwa kita diperlengkapi dengan senjata Allah. Senjata Allah akan melindungi menghadapi serangan Iblis. Dengan senjata Allah, Iblis tidak berani menyerang kita. Sebab itu iblis gunakan akal dengan tipu muslihat untuk menyerang orang percaya.

Yosua 1:14,15 “Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan Tuhan. Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka.”

Ketika Yosua dan orang Israel melihat orang Gibeon yang datang dengan tipu muslihat:

  • Mereka terkecoh dan termakan oleh akal bulus orang Gibeon.
  • Mereka jatuh kasihan kepada orang Gibeon dan membuat perjanjian atau sumpah.

Keputusan Yosua dan bangsa Israel membuat mereka kena tipu muslihat orang Gibeon. Ikatan itu menjadi jerat bagi mereka, sebab Yosua 9:14,15 “Mereka mengikat perjanjian/sumpah dengan orang Gibeon, dengan tidak meminta keputusan Tuhan terlebih dahulu!”. Ketika Yosua dan bangsa Israel membuat perjanjian dengan orang Gibeon, mereka ternyata tidak bertanya lebih dahulu kepada Tuhan. Dampaknya tidak terjadi pada saat itu, tetapi terasa pada generasi selanjutnya.

Jadi, jangan anggap remeh terhadap keputusan atau tidakan yang nampaknya sederhana. Tetapi dalam segala perkara datang kepada Tuhan dan meminta kehendak Tuhan. Terus tingkatkan persekutuan ibadah dengan Tuhan sehingga kita tidak gampang terjebak dengan tipu muslihat Iblis.

Yosua 9:16 “Tetapi setelah lewat tiga hari, sesudah orang Israel mengikat perjanjian dengan orang-orang itu, terdengarlah oleh mereka, bahwa orang-orang itu tinggal dekat mereka, bahkan diam di tengah-tengah mereka

Setelah tiga hari, Yosua dan orang Israel sadar bahwa mereka sudah tertipu oleh orang Gibeon. Orang-orang tersebut bukanlah pengembara dari tempat yang jauh, tapi mereka adalah orang Gibeon yang tinggal dekat dengan mereka bahkan ada di tengah- tengah mereka.

Kesadaran setelah tiga hari, tiga malam menggambarkan kematian dan kebangkitan Yesus. Hal ini mengandung arti, betapa pentingnya kita selalu ingat kematian Yesus di atas kayu salib. Karena salib Yesus menyadarkan kita bahwa selama ini Iblis berusaha menipu kita dengan dosa-dosa, namun salib menyadarkan bahwa kita sudah diampuni.

PELAJARAN

Dari apa yang dialami oleh Yosua, orang Yehuda dengan orang Gibeon dapat ditarik pelajaran agar kita jangan buat perjanjian dengan Iblis. Seperti Yosua dan orang Israel lalai, tanpa bertanya lagi kepada Tuhan, mereka langsung buat perjanjian dengan orang Gibeon, Yosua 9:14. Israel tidak sadar bahwa perjanjian, membawa mereka pada suatu ikatan yang tidak bisa dibatalkan dan ikatan perjanjian itu berlangsung turun-temurun. Dampaknya 400 tahun kemudian setelah Yosua, yaitu raja Saul berupaya untuk memusnahkan orang Gibeon. Tindakan yang dibuat Saul membawa dampak buruk bagi pemerintahan Daud, II Samuel 21:1-6.

Pada waktu pemerintahan Daud, bangsa Israel mengalami kelaparan selama 3 tahun berturut-turut. Daud bertanya kepada Tuhan: “Mengapa Tuhan, terjadi hal ini, apa salahku, Tuhan?” Tuhan menjawab Daud bahwa Saul punya hutang darah, karena perbuatan Israel, khususnya raja Saul yang pernah berusaha untuk memusnahkan orang Gibeon.

Lalu Daud bertanya kepada orang Gibeon, “Apa yang mereka inginkan supaya bangsa Israel bebas dari bencana kelaparan, sebaliknya Israel (milik pusaka Tuhan) diberkati”. Jawab orang Gibeon sungguh mengejutkan, mereka tidak minta emas atau harta tetapi mereka minta kepala 7 anak Saul untuk digantung di bukit Gibeon. Dari pada orang Israel mati karena kelaparan akibat tindakan Saul, Daud merendahkan diri di hadapan orang Gibeon dengan mengikuti kehendak orang Gibeon sehingga keturunan Saul pun dipenggal kepalanya seperti permintaan orang Gibeon.

Hal ini memberi pengertian kepada orang Kristen yang hidup di akhir zaman, agar jangan main-main dengan Iblis bahkan sampai membuat perjanjian. Nanti pada masa 3,5 tahun Antikristus akan menuntut perjanjian darah, Wahyu 13:18. Materai yang digunakan Antikris adalah perjanjian darah, bilangannya 666, yaitu suatu rumusan yang harus diteliti dengan hikmat. Hikmat itu hanya didapat dalam Firman Tuhan, yaitu Tuhan Yesus.

Dengan demikian kita tidak terjebak karena tampilannya yang menawan. Sebab mereka akan gunakan mujizat dan tanda ajaib saat memerintah dunia.

Sebaliknya mari kita buat perjanjian dengan Tuhan Yesus, lewat perjamuan Tuhan. Sebab itu jangan makan roti dan minum anggur seperti makanan biasa. Tetapi keluarkan perjanjian kepada Yesus, dengan mengatakan:

  1. Saya mau mengikut Engkau selamanya (Sekali Yesus, tetap Yesus).
  2. Hidup dekat dengan Tuhan.
  3. Banyak berdoa dan merenungkan firman Allah.
  4. Jangan cepat-cepat buat perjanjian, dengan siapa pun, terutama dengan Iblis.

Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s