BERSAHABAT DENGAN KRISIS – Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2-Minggu, 13 September 2015)

2 Raja 19:30

“Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.”

Krisis tidak dapat dihindari sebab seluruh dunia akan mengalaminya. Jangan tertekan dan merasa seperti seorang yang tak berdaya. Jalan yang terbaik adalah bersahabat dengan krisis. Krisis memang dapat berakibat fatal namun krisis juga akan memproses kehidupan kita. Dalam 2 Raja-Raja 19, melalui krisis kita menemukan orang-orang yang dapat bertahan dan memiliki kualitas. Mereka yang terluput akan berakar kebawah dan berbuah keatas. Sesungguhnya inilah maksud dari krisis yaitu untuk menemukan orang-orang berkualitas.

Akibat Krisis ?

krisis

KRISIS -> KRITIS

  • KRISIS : keadaan yang berbahaya; keadaan yang genting; kemelut.
  • KRITIS :Dalam keadaan krisis, gawat; genting (tentang suatu keadaan) ; dalam keadaan yang paling menentukan berhasil atau gagalnya suatu usaha.

Krisis membawa kita bertemu dengan satu situasi yaitu Kritis. Kritis merupakan satu titik akhir dimana hal tersebut membawa kita berhadapan dengan dua pilihan, hancur atau berubah. Ketika kita bersahabat dengan krisis, kita akan mengalami sebuah titik balik, sebuah perubahan besar dalam hidup kita yang akan membantu kita untuk melewatinya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

KRISIS ISRAEL

Kerajaan Israel terbagi menjadi 2 bagian. Kerajaan utara disebut juga kerajaan Isarel dengan ibu kotanya Samaria yang terdiri dari 10 suku. Sedangkan Kerajaan Selatan disebut kerajaan Yehuda dengan ibu kotanya Yerusalem yang hanya terdiri dari dua suku.

Dalam 2 Raja-Raja 17:23b menjelaskan tentang bagaimana kerajaan Israel yang sudah runtuh, dan penduduknya ditawan ke Asyur. Kemenangan atas Bangsa Israel ( 10 suku ) mendorong Asyur untuk menyerang Kerajaan Yehuda yang terdiri dari dua suku.

Inilah situasi krisis yang dialami oleh bangsa Isarel. Dalam 2 Raja-Raja 18, menjelaskan Yerusalem dalam keadaan terkepung. Orang Yerusalem tinggal menunggu detik-detik kehancuran dari kota dan bangsa mereka. Kota mereka terkepung oleh musuh, mereka kekurangan pasokkan makanan. Dari masa krisis inilah mulai menanjak masuk kedalam masa kritis.

KRITIS

Dalam keadaan kritis bangsa Israel alami berbagai hal, seperti:

  • Intimidasi Mental, 2 Raja-Raja 18:19,20; 23-25, 35

Juru Minuman Agung utusan Raja Asyur datang dan mengintimidasi mental mereka melalui penghinaan kepada bangsa Yehuda. Terkadang iblis mengintimidasi lewat perkataan-perkataan orang sekitar disekitar kita yang menghina untuk melemahkan dan mengintimidasi mental kita. Pada saat itulah kita harus membuat pilihan yaitu berubah atau hancur karena ucapan intimidasi.

Contohnya Perkelahian Daud dan Goliat. Seluruh pasukan mengalami ketakutan bukan hanya karena melihat Goliat yang besar namun mendengar juga intimidasi yang dikatakan oleh Goliat. Mental mereka menjadi lemah oleh intimidasi tersebut. Namun tidak dengan Daud, walaupun tubuhnya tidak sebesar tentara Israel, ia memiliki mental yang besar. Apapun yang dikatakan Goliat tidak berpengaruh terhadap dirinya.

Begitu juga dengan Iblis. Ia sering menyerang orang percaya dengan intimidasi mental sehingga kita takut dan mundur.

  • Para Pemimpin Bangsa Israel mengoyakkan pakaian, 2 Raja-Raja 18:37.

Mengoyokkan pakaian adalah tanda keputusasaan dan perkabungan mereka atas apa yang akan mereka alami jikalau memang Kerajaan Asyur menyerang mereka. Tidak ada siapapun lagi tempat untuk mereka berharap. Krisis ini juga yang akan dihadapi seluruh manusia pada zaman akhir ini. Sulit untuk berharap pada manusia pada zaman ini sebab keadaan seluruh dunia sedang merosot dan semakin hancur.

  • PERUBAHAN (2 Raja 19)

Dalam keadaan krisis seperti inilah sebagai raja Hizkia harus mengambil tindakkan. Pada mulanya ia berniat untuk minta tolong kepada Mesir, namun Mesir pun tidak sanggup. Ketika tidak ada lagi tempat berharap, Hizkia alami perubahan hidup, antara lain dengan:

merendahkan diri, mengandalkan Tuhan, berseru dan berdoa. Dan terjadilah seperti apa yang Tuhan katakan setelah melewati prose ini. ‘Orang yang terluput akan berakar kebawah, dan menghasilkan buah keatas.’

Perubahan tersebut membuat Raja Hizkia menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Krisis itu baik karena membentuk kehidupan kita.

Bersahabat dengan Krisis

Beberapa pelajaran penting yang dapat kita lihat melalui Krisis yang terjadi.

  1. Krisis sifatnya memaksa kita berubah – yaitu perubahan yang menjadikan diri kita semakin berkualitas. Allah rindu melihat kita alami perubahan sehingga kita semakin berakar dan berbuah. Seperti Hizkia, Krisis membuat dirinya berubah, semakin mengandalkan dan bergantung kepada Tuhan.

  1. Krisis sifatnya memaksa kita untuk inovatif (cara-cara baru) dan kreatif (variasi pendekatan penyelesaian) – contohnya Hizkia, ia membuaka surat yang berisi intimidasi dari Raja Asyur kehadapan Tuhan. Krisis memaksa kita berpikir kreatif dan inovatif. Jika terjadi krisis soal keuangan, hal ini mengajar kita untuk mengelola kekuangan dengan lebih baik. Memakai uang tersebut dengan kreatif dan inovatif untuk menghasilkan uang kembali.

  1. Menemukan orang-orang yang berkualitas (ay. 31). Melalui Krisis kita menemukan orang-orang yang mampu bertahan dan keluar sebagai pemenang. Menemukan orang yang mengetahui dimana letak kekuatan mereka untuk mampu bertahan.

  1. Pemeliharaan Tuhan, 29. Melalui Krisis, kita juga dapat menguji kebenaran dari kuasa Firman Tuhan yang mampu memelihara hidup kita untuk tidak pernah mengalami kuatir dan takut. Sebagaimana Tuhan memelihara burung diudara dan bunga bakung dipadang, demikianlah Tuhan sanggup memelihara setiap orang percaya.

  1. Ada pembelaan Tuhan, 35. Melalui Krisis, kita juga dapat melihat pembelaan Tuhan karena Firman-Nya. Musuh yang hendak menghancurkan kita, dikalahkan oleh Tuhan dengan cara-Nya yang ajaib.

Didalam Krisis terkandung 2 hal penting. Bahaya dan Kesempatan. Bahaya karena dapat menghancurkan diri kita namun dapat menjadi sebuah Kesempatan bila kita dapat bersahabat dan memanfaatkannya untuk kebaikan diri kita. AMIN.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s