MEMPERTAJAM HIDUP – 7 by Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1- Minggu, 13 Sep 2015)

 Pengkhotbah 10 :10

Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga,

tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

 

Pendahuluan

Kehidupan harus terus diasah seiring kemajuan jaman. Tanpa mengasah hidup, akan menjadikan kita sebagai pribadi yang tidak pernah maju. Ketumpulan dalam hidup hanya menciptakan kesulitan dan beban kehidupan. Mengasah kehidupan bukanlah usaha sekali jadi, itu harus dilakukan sedikit demi sedikit serta terus berkelanjutan. Kita sudah mempelajari bagian kehidupan yang perlu kita asah yaitu:

 

  1. Mata / Penglihatan

Mata yang tajam memampukan kita untuk melihat seperti Tuhan Yesus melihat yaitu melihat dengan kasih, pengampunan dan belas kasihan, bahkan membuat kita mampu melihat apa yang tak terlihat.

  1. Mulut / Perkataan

Perkataan harus dipertajam karena kehidupan dan kematian ditentukan dari perkataan kita. Perkataan kita bisa menghancurkan dan membunuh seseorang tetapi dengan perkataan, kita juga dapat membangun dan menghidupkan semangat orang yang patah. Perkataan kita dipertajam agar setiap perkataan yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang memberkati dan membangun orang lain.

  1. Telinga / Pendengaran

Berulangkali firman Allah menasehati kita agar memperhatikan cara kita mendengar. Mengapa? sebab pendengaran kita menentukan kehidupan atau kematian kita. Hawa mendengarkan suara setan, akibatnya ia dan suaminya mengalami kematian. Di dunia ini banyak sekali suara yang kita dengar, tetapi telinga yang tajam mampu mengenali mana suara Tuhan dan mana suara hantu. Telinga/pendengaran kita terus dipertajam agar kita mampu mendengar apa yang tak terdengar.

  1. Pikiran

Biasanya yang kita pikirkan itu yang kita lakukan. Jika pikiran kita baik, maka perbuatan baiklah yang kita lakukan. Sebaliknya pikiran yang jahat, membuahkan tindakan yang jahat. Oleh sebab itu, pikirkanlah yang benar agar menghasilkan buah yang baik.

  1. Tangan / Perbuatan

Ketajaman mata, mulut, telinga dan pikiran tidak akan ada gunanya jika tidak disertai dengan tindakan nyata. Ketajaman tangan akan membuat apa yang kita lihat, ucapkan, dengar dan pikirkan menjadi kenyataan. Pertajamlah tangan Anda, jadilah orang rajin dan bukan pemalas.

  1. Karakter

Ketajaman mata, mulut, telinga, otak dan tangan dapat membawa Anda sampai ke PUNCAK, tetapi KARAKTERLAH yang mempertahankannya .

——————————————————————————————-

7. Mempertajam HATI

——————————————————————————————-

 

Mempertajam hati akan menjadi penutup dalam rangkaian khotbah seri mempertajam hidup. Mempertajam hati menjadi sesuatu yang sangat penting dalam hidup ini, karena hati menjadi pondasi dari semua ketajaman hidup.

Mengapa Hati perlu dipertajam?

  1. HATI adalah SUMBER

Amsal 4:23

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Hati adalah sumber. Artinya: ketajaman mata, ketajaman mulut, ketajaman telinga, ketajaman pikiran, ketajaman tangan dan ketajaman karakter, semuanya bersumber dari hati kita. Dengan kata lain, hati kita akan menentukan kualitas ketajaman hidup kita.

Lukas 6:45

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Jadi orang yang hatinya baik, maka ia akan mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik. Dengan demikian orang yang hatinya baik, maka matanya juga akan baik, perkataannya memberkati serta memiliki karakter yang baik pula. Sebaliknya jika hatinya kotor, apapun yang dihasilkan dari mata, mulut, telinga, pikiran dan perbuatannya juga akan kotor atau jahat. Semuanya bersumber dari hati. Jadi pertajam hati kita, agar mengalirkan buah-buah kehidupan yang baik.

Yakobus 3:12

Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Kualitas hidup seseorang ditentukan oleh kualitas hatinya. Jika sumbernya baik, apapun yang terjadi ia akan tetap mengalirkan perkara yang baik juga. Contohnya adalah Tuhan Yesus. Sekalipun Ia ditekan begitu rupa, tetapi yang keluar adalah KEBAIKAN, KASIH, dan PENGAMPUNAN. Mengapa Tuhan Yesus tetap dapat mengalirkan kebaikan, kasih dan pengampunan sekalipun Ia mengalami aniaya, hinaan, cercaan? Karena sumber hatiNya adalah baik. Jika hati kita baik, maka apapun yang kita alami akan tetap menghasilkan kebaikan.

Ketajaman maupun ketidaktajaman diri kita ditentukan oleh hati kita. Contoh : Kisah orang Samaria yang baik hati, Lukas 10:30-37. Imam, orang Lewi dan orang Samaria melihat keadaan yang sama tetapi memiliki respon yang berbeda? Apa penyebabnya? Penyebabnya adalah hatinya. Imam dan orang Lewi memiliki hati yang tumpul, sehingga mata dan telinganya tidak mampu melihat dan mendengarkan rintihan seorang yang dirampok penyamun. Sementara itu orang Samaria memiliki hati yang tajam, sehingga mata dan telinganya mampu menangkap rintihan orang yang sedang sekarat. Bagaimana dengan kita?

 

  1. Allah melihat HATI

1Samuel 16:7

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Hati kita perlu dipertajam karena Allah melihat hati kita. Bagi Tuhan yang utama adalah MOTIVASI bukan PRESTASI. Sebesar apapun prestasi yang kita lakukan, tetapi kalau tidak disertai dengan motivasi yang benar semuanya tidak berkenan kepada Allah. Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengingatkan agar mengutamakan motivasi yang benar.

Matius 6:1

“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”

Persembahan janda miskin, menegaskan bahwa Tuhan melihat hati dan motivasi kita, bukan prestasi.

Markus 12:42,43

Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Yeremia 17:10

Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

  1. Kekuatan sejati terletak pada HATI kita bukan pada otot kita

Amsal 24:10

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Kuat tidaknya seseorang menghadapi tantangan hidup, ditentukan oleh hatinya. Ketawaran hati menyebabkan kita kehilangan kekuatan fisik, sebaliknya ketegaran hati membuat kita dapat menanggung beban yang berat sekalipun. Contohnya adalah Daud.

Dalam 1 Samuel 17, dikisahkan peperangan antara orang Israel dan bangsa Filistin. Orang Filistin diwakili oleh Goliat menantang barisan Israel setiap hari, pagi dan petang selama 40 hari. Akibatnya: ayat 11 – Bangsa Israel menjadi tawar hati. Karena tawar hati, tidak ada seorangpun dari orang Israel yang berani melawan Goliat. Sementara semua tentara Israel bahkan raja Saul mengalami tawar hati tetapi Daud tidak mengalami tawar hati. Secara fisik Daud memang kecil, tetapi ia memiliki hati yang besar. Ia maju dan merobohkan Goliat. Seorang yang memiliki hati yang kecil melihat masalah kecil menjadi besar, sedangkan orang yang hatinya besar, ia mampu melihat Tuhan lebih besar dari masalahnya.

Karena hati adalah penentu kemenangan maka pesan TUHAN kepada Yosua, bukan untuk memperkuat kekuatan militer tetapi menguatkan hati.

Yosua 1:9

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

CARA MEMPERTAJAM HATI

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mempertajam hati. Tentunya ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mempertajam hati, tetapi pada kesempatan ini saya berikan tiga cara mempertajam hati.

a. Hiduplah dalam Kekudusan

Matius 5:8

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Syarat utama untuk menajamkan hati adalah hidup dalam kekudusan. Dosa menumpulkan hidup kita, tetapi kekudusan mempertajam hidup. Semakin kudus, semakin tajam hidup kita. Pemazmur rupanya mengetahui rahasia ini sehingga doa yang diminta adalah menahirkan hatinya.

“Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mazmur 51:12).

Mazmur 24:4-5

“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.”

b. Memperbaharui manusia batiniah setiap hari

2Korintus 4:16,17

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Sebagaimana kapak yang selalu diasah akan semakin tajam, demikian halnya dengan hidup kita, semakin diasah akan semakin tajam. Ketajaman hidup tidak pernah dihasilkan dalam waktu instant, ia membutuhkan proses dari hari ke hari sepanjang usia hidup kita. Inilah yang rasul Paulus maksudkan yaitu memperbaharui diri dari hari kesehari. Kerajinan kita memperbaharui diri akan menghasilkan kehidupan yang semakin peka dan tajam.

c. Melekat Kepada Allah

Yohanes 15:4

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Allah adalah sumber ketajaman hidup. MataNya, telingaNya, mulutNya, pikiran dan tindakanNya menunjukan ketajaman yang sempurna. PandanganNya bukan saja melihat yang didepan mata, tetapi menembus ke dalam hati manusia. TelingaNya mampu mendengarkan apa yang tak terkatakan dari hati manusia dan tanganNya menjangkau mereka yang tidak diperhatikan.

Jadi jika kita ingin memiliki hidup yang tajam seperti Tuhan Yesus, maka tidak ada cara lain selain melekat kepadaNya. Melekat kepadaNya membuat kita menyerap kehidupanNya yang tajam sehingga hidup kita semakin dipertajam. Doa saya, kiranya setiap kita mengalami ketajaman hidup seperti Tuhan Yesus. Selamat mempertajam hidup, Tuhan Yesus memberkati!! KJP.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s