JADILAH BERBEDA by Jeff Minandar – Ibadah Raya 3 (Minggu, 27 Sep 2015)

Roma 12:2

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Menjadi berbeda adalah tantangan buat banyak orang. Akan lebih mudah untuk menjadi pengikut daripada menjadi pemimpin. Ini sebenarnya esensi dari sebuah ayat terkenal di dalam Ulangan 28:13, yaitu bukan pemimpin dalam hal posisi, tetapi lebih dalam hal pengaruh. Bahwa kita harus menjadi “thermostat” bukan sekedar “thermometer”. Thermostat itu mempengaruhi keadaan sedangkan thermometer terpengaruh oleh keadaan. Ada 3 tokoh dalam Alkitab yang bisa kita pelajari hidupnya untuk kemudian kita ambil nilai-nilai mereka yang berbeda dari “dunia”.

  1. Yusuf

Dalam Kejadian 39:2, kita belajar mengenai bagaimana standar kesuksesan itu didefinisikan ulang bagi seorang muda yang namanya Yusuf. Ia lolos dari godaan istri Potifar karena komitmennya dengan Tuhan. Yusuf menjadi seorang yang berhasil bukan karena kedudukannya, tetapi Tuhan menyertai dia.

  1. Yosua

Meskipun Yosua dan Musa tidak ada ikatan darah langsung, tetapi sikap Yosua yang menjadi “abdi” (Keluaran 24:13) membuat Musa menubuatkan mengenai masa depan Yosua – Bilangan 13:16.

  1. Yesus

Sering disebut sebagai anak Allah, tetapi bukankah kita juga anak-anak Allah ketika kita percaya kepadaNYA? (Yohanes 1:12, Roma 8:14-16) Hal yang menarik adalah Yesus menjadi yang sulung (Roma 8:29) dan demikian menjadi teladan bagi kita mengenai bagaimana menjadi anak Allah.

Apa saja yang bisa kita pelajari hubungan Bapa-Anak, antara Allah Bapa di Surga dan Yesus, yang membuat DIA menjadi berbeda:

a. YESUS menyadari mengenai siapa Bapa yang sejati.

Lukas 2:49 – Yesus menyadari bahwa meskipun IA lahir di dalam keluarga Yusuf dan Maria, namun keberadaanNYA adalah sebagai anak BAPA di Surga. Ini penting! Sebab seringkali kita terjebak kepada dua ekstrim. Pertama kita begitu membenci dan tidak mengampuni bapa kita di dunia karena 1 atau 2 hal yang dia lakukan yang menyakiti hati kita. Ingatlah bahwa menghormati ayah itu adalah kehendak Allah sejak jaman Israel kuno, Keluaran 20:12. Atau bisa jadi kita melakukan ekstrim yang kedua, begitu tergantung pada bapa kita di dunia bahkan cenderung menjadikan bapa di dunia diatas Bapa di Surga. Ada perbedaan yang jelas antara mengasihi dan “kebergantungan”. Ingat Matius 19:5 bahwa kita harus belajar menjadi “independen”. Atau juga ayat didalam Lukas 14:26 yang sering menjadi kebingungan, karena dianggap kita harus membenci keluarga kita.

b. BAPA mengasihi Yesus, bukan berdasar perbuatanNYA, tetapi karena DIA Anak.

Kita sama-sama mengerti bahwa gambaran yang baik mengenai Bapa dirusakkan oleh Iblis. Dia adalah penuduh Allah Bapa dari mulanya (Kejadian 3:4-5), dan demikianlah dia bekerja juga merusak konsep bapa di dunia. Tuduhannya bahwa bapa itu otoriter, bapa itu hanya menuntut dan tidak memberi. Tetapi Bapa di Surga berbeda, Bapa di surga mengasihi Yesus bukan karena kebaikkanNya. Perhatikan Matius 3:1, sebelum Yesus berbuat sesuatu, Allah Bapa menyatakan bahwa Yesus adalah anak yang dikasihiNya. Pada masa awal pelayananNYA yang begitu efektif – hanya dalam tiga setengah tahun Yesus sudah mengubah dunia – Allah Bapa mengafirmasi dengan Kasih. Hal ini kemudian kembali dinyatakan di dalam transfigurasi Yesus yang tercatat di Matius 17:5 dan Markus 9:7. Kedua hal tersebut terjadi untuk menjadi tanda bagi manusia (2Petrus 1:16-18), namun juga bagi Yesus. Afirmasi akan melahirkan api.

c. YESUS menyerahkan haknya kepada Allah Bapa.

Matius 6:10. Saat itu dia sedang mengajar mengenai doa, dan inilah juga yang benar-benar dihidupi oleh Yesus. Bahkan sampai kepada akhir hidupNYA saat DIA bergumul sendirian di Taman Getsemani – Matius 26:42.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s