Persaudaraan Yang Rukun by Pdt. Paul Wakkary – Medan – Ibadah Raya (Minggu, 20 Sep 2015)

Mazmur 133

Semua orang di dalam dunia memerlukan suatu hubungan dengan orang lain. Hubungan yang baik akan menghasilkan kebahagiaan. Dalam Mazmur 133:1 menuliskan “Sungguh alangkah baiknya dan indahnya…” Semua orang ingin sesuatu yang baik. Rumah yang baik untuk ditempati, mobil yang baik juga teman-teman yang baik. Kita pasti mengharapkan sesuatu yang baik atas segala hal dalam hidup kita, sebab yang baik memberikan kesenangan, kenyamanan dan kekuatan. Dalam Mazmur 133:1 pun menuliskan bahwa hubungan yang baik memberikan keindahan. Keindahan seperti apa yang dimaksudkan pemazmur? Yaitu apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun atau diam bersama dengan sejahtera dan aman. Keindahannya seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Yohanes 1:12 “tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”

Sejak seseorang lahir, ia sudah berada dalam komunitas yang disebut keluarga. Dalam gereja pun kita adalah keluarga. Saat seseorang percaya kepada Yesus, hidupnya menjadi baru dan ia memiliki hak untuk menjadi anak kerajaan Allah. Seorang anak pasti memiliki ciri ataun gen dari orang tuanya. Seperti kita yang lahir dari orang tua secara daging (jasmani) tentu memiliki sifat-sifat daging (jasmani), memiliki pikiran daging dan sifat-sifat kedagingan manusia (jasmani) sudah tercemar dari dosa. Tetapi waktu kita dilahirkan kembali sebagai manusia Roh maka sifat atau gen Tuhanlah yang masuk kedalam diri kita. Kapan hal itu terjadi? Roma 6 – waktu kita menerima Yesus, kita dibaptis dalam tubuh Kristus. Dalam tubuh Kristus kita berfungsi seperti sel tubuh manusia. Jika ada sel yang merusak atau tidak berfungsi akan menjadi kanker yang merusak sel lain sehingga harus dipotong. Sama halnya dengan Tubuh Kristus yang berfungsi saling membangun bukan merusak.

Sebuah penelitian menuliskan bahwa DNA manusia terdidi dari jutaan sel, yang aktif hanya 2%. Itulah sebabnya manusia tidak pernah mengalami 100% berfungsinya sel-sel dalam tubuh hanya 2% yang aktif. Banyak orang yang meninggal dengan potensi yang tidak maksimal. Dalam kitab Kejadian, Allah merancang manusia begitu rupa sehingga manusia segambar atau serupa dengan Allah, tetapi dosa membuat DNA yang Allah berikan menjadi tidak maksimal. Seorang peneliti pun menuliskan bahwa hanya ada 2 hal yang dapat membuat DNA tersebut bisa aktif yaitu:

  1. HARUS BERSEMANGAT
  2. HIDUP DENGAN GEMBIRA – AMSAL 17:22

Kedua hal ini seharusnya kita miliki sebagai orang percaya. Rasul Paulus menuliskan dalam Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Semangat menyala-nyala yang bersumber dari Roh. Semangat yang tidak terpengaruh oleh keadaan, sebab terkadang semangat atau kegembiraan seseorang ditentukan dengan apa yang nampak atau terlihat. Rasul Paulus menuliskan dalam 2 Korintus 4:16-18, sekalipun tubuh jasmania semakin merosot, tetapi manusia batinia harus dibaharui hari kesehari. Jadi ketika kita hidup dengan Roh Kudus dan firman, secara manusia kita merosot namun secara rohani kita diperbaharui. Hal inilah yang dimiliki oleh Rasul Paulus sehingga ia begitu bersemangat dalam melayani Tuhan, semangat yang bukan berasal dari hal-hal jasmani melainkan hal-hal yang kekal.

Dalam sekolah kehidupan, untuk kita terlihat baik dan indah harus adanya semangat didalam Roh, saling menolong antara orang percaya, Galatia 6:10. Persaudaraan sejati bukan hanya karena ada DNA manusia, tetapi ada DNA spiritual dan DNA iman. Yaitu pikiran juga perasaan yang terdapat dalam Yesus. Persaudaraan yang aktif bukan pasif, dimana kita diam dengan rukun. Artinya kebersamaan yang saling membangun, bekerja dengan fungsinya masing-masing dan bekerja sesuai dengan panggilan. Persekutuan dalam Iman itu lebih erat dari persekutuan jasmani. Begitu indahnya persekutuan ilahi sebab dari sanalah itu memerintahkan berkat-berkatNya yaitu, berkat untuk kehidupan selama-lamanya. Berkat tersebut tidak dicari, tetapi Tuhan memerintahkan berkat itu datang. Inilah kerinduan Tuhan, agar setiap kita mencapai tujuan Tuhan yaitu hidup kekal dengan membangun hubungan yang rukun dengan sesamaa jemaat Tuhan serta memperoleh berkat-berkatNya.Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s