CARA HIDUP DAN PELAYANAN JEMAAT SEBAGAI ANGGOTA TUBUH KRISTUS – Pdt. JS. Minandar (IBadah Raya-Minggu, 4 Oktober 2015)

Kolose 3:23

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

 

Pendahuluan

Setiap orang yang percaya kepada Yesus dan diselamatkan serta mengalami kelahiran baru, ia harus menyadari bahwa hidupnya bukan milik dirinya lagi, tetapi milik Kristus.

Galatia 2:20 “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

Artinya ia tidak hidup hanya bagi diri sendiri, tetapi hidup bagi Kristus, (Roma 14:7,8). Pada saat seseorang percaya kepada Yesus, saat itulah ia dimasukkan menjadi anggota tubuh Kristus.

Gambaran Tubuh Kristus

Dalam Alkitab, tubuh Kristus digambarkan dalam beberapa gambaran antara lain :

  1. Keluarga AllahYohanes 1:12

Pada waktu kita percaya kepada Yesus, kita diangkat menjadi “anak-anak Allah.” Artinya: Allah sebagai Kepala keluarga Illahi sekaligus menjadi Bapa kita dan kita yang percaya kepada Yesus menjadi anak-anak-Nya, yaitu anak-anak Bapa kita di sorga.

  1. Penduduk Kerajaan AllahYohanes 3:3-5

Pada waktu kita percaya kepada Yesus, bertobat dan menjadi manusia baru, yaitu perubahan hidup secara batiniah, saat itu kita menjadi penduduk “Kerajaan Allah.” Yesus adalah Raja, dan orang percaya adalah rakyat-Nya/anggota-Nya.

  1. Anggota Tubuh Kristus I Korintus 12:27

Setiap tubuh memiliki kepala dan bagian-bagian tubuh lainnya. Demikian halnya dengan tubuh Kristus, Yesus menjadi kepala dan setiap orang yang percaya kepada Yesus adalah anggota tubuhnya, (I Korintus 12:13). Waktu seseorang percaya kepada Yesus, bertobat, dan alami kelahiran baru, orang itupun dibaptiskan (dimasukkan) menjadi anggota tubuh Kristus.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

Sekarang apa kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai anggota tubuh Kristus? Jawabannya adalah kita tidak menjadi pribadi yang memiliki sikap mementingkan diri sendiri atau individualistis, tetapi melayani seorang akan yang lain (Galatia 5:13-15). Sama seperti tubuh manusia yang memiliki banyak sel dan sel-sel tersebut harus berfungsi satu dengan yang lainnya, demikian halnya dengan tubuh Kristus, semua sel harus berfungsi secara aktif. Kerusakan atau kematian salah satu sel dalam tubuh manusia akan menyebabkan terjadinya gangguan fungsi tubuh. Hal ini diakibatkan karena tidak ada sel yang dapat berdiri sendiri, semuanya saling bergantung satu dengan yang lainnya. Misalnya; jika perut lapar, maka tangan akan ambil makanan, mulut mengunyah kemudian diteruskan oleh leher menuju usus. Sama dengan tubuh Kristus, setiap anggota membutuhkan anggota yang lainnya dan saling memperlengkapi.

Untuk menjalankan fungsinya, maka cara kerja tubuh Kristus harus dilakukan dengan metode Kolose 3:23.

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Kepada siapa harus praktekkan ayat ini, yaitu “berbuat sesuatu dengan segenap hati kita seperti kita melakukannya untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia?” Yaitu kepada sesama!” Tuhan Yesus pernah menjelaskan tentang siapa sesama kita melalui perumpamaan orang Samaria yang baik hati. Jadi sesama kita adalah mereka yang memusuhi kita. Sedangkan rasul Paulus menasehati kita untuk berbuat baik terutama kepada saudara-saudara seiman. Jadi kasih kita harus dimulai dari dalam baru keluar. Mulai dari keluarga sendiri kemudian kepada orang lain (Galatia 6:10).

Rasul Paulus mengajarkan bahwa metode Kolose 3:23 harus terlebih dahulu dipraktekkan dalam keluarga:

a.Istri-istri

Kolose 3:18 “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya   di dalam Tuhan.”

Betapa indah dan bahagia keluarga bila isteri tunduk kepada suami dan mengerjakan semua tanggung jawab dalam keluarga seperti ia lakukan kepada Tuhan dan bukan kepada manusia.

b. Suami-suami

Kolose 3:19 “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan jangan berlaku kasar terhadap dia.”

Betapa indah dan bahagia rumah tangga apabila suami melakukan kewajibannya sebagai suami kepada isteri dan anak-anaknya seperti ia melakukannya kepada Tuhan dan bukan kepada manusia.

c.Anak-anak

Kolose 3:20 “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan”.

Tanggung jawab seorang anak adalah menaati perintah ayah dan ibunya. Betapa indah rumah tangga bila tidak ada ucapan bantahan dari anak-anak kita karena anak-anak taat kepada kita seperti kepada Tuhan. Jika anak-anak taat didalam rumah, maka anak kita akan melakukannya juga di sekolah, di kantor dan di gereja dan kepada para pemimpin.

Kolose 3:21 “Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.”

 

Seorang bapa harus memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan keluarga dan anak-anak kita. Kita harus lakukan tanggung jawab sebagai seorang bapa bukan seperti kepada anak kita, tetapi kepada Tuhan. Bukan memanjakan tapi mendidik dan mendisiplin dalam kebenaran. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan kasih!

d.Hamba-hamba

Kolose 3:22 “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.”

Zaman dahulu para pekerja disebut hamba, tetapi zaman sekarang disebut karyawan. Sebagai karyawan hendaklah kita bekerja dengan sungguh-sungguh bukan seperti kepada Bos tapi kepada Tuhan. Bekerja dengan ketaatan kepada Bos seperti kepada Tuhan, tetapi taat dalam batasan keselamatan. Bila perintahnya tidak sesuai firman Tuhan, jangan ditaati. Contoh seorang yang taat, yaitu Yusuf di Mesir. Bosnya melihat perbuatan Yusuf yang tunduk kepadanya sehingga bosnya mempercayakan seluruh pekerjaannya kepada Yusuf karena Yusuf bekerja seperti untuk Tuhan. Cara kerja kita, harus berbeda dengan karyawan yang lain: cuma rajin ketika dilihat majikan. Tetapi bekerja seperti kepada Tuhan.

Sebab Kolose 3:24 “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Apabila kita praktekkan Kolose 3:23, “berbuat dengan sungguh-sungguh seperti kepada Tuhan, bukan kepada manusia”, apa kita akan rugi? Tentu tidak.

Bila ada tuan yang pelit dalam memberi upah, peganglah Kolose 3:24. Tuhan yang akan membayar upah kita, tagih kepada Yesus Kristus, Dia tidak akan biarkan kita rugi! Perhatikan: Yusuf; Daud; Daniel; Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Tuhan memelihara mereka.

Pelayanan Rohani

Demikian halnya dengan pelayanan rohani, kalau melayani Tuhan – Gereja tidak bisa bayar, tetapi dari Yesus kita akan terima bagian kita.

Kolose 3:25 “Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.” Namun lain halnya apabila ada jemaat, kerjanya tidak baik; tidak jujur; bohong; curi; korupsi. Tuhan tidak membela orang malas; tak jujur; bohong; curi; korupsi; jahat.

Dalam Melayani Tuhan, pelayanan kepada Tuhan seharusnya ekspektasinya (pencapaian) lebih mulia bila dibandingkan dengan pelayanan sekular. Jangankan melakukan kesalahan/dosa, kalau kita tidak bisa praktekkan Kolose 3:23, kita akan dibuang dan terlempar dari bagian Tubuh Kristus.

Gambar

 tubuh kristus

 

Bagaimana caranya agar kita bisa praktekkan Kolose 3:23?

Kolose 4:2 “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur!” Agar tidak dikeluarkan dari anggota Tubuh Kristus, karena tidak memenuhi ekspektasi (pencapaian) yang Yesus kehendaki. Tidak ada cara lain selain kita harus meningkatkan kualitas kekristenan kita sampai kita menjadi sama seperti Yesus, II Petrus 1:5-8; Galatia 5:22,23.

Tujuan pertumbuhan rohani menjadi sama seperti Yesus – II Petrus 1:5-8.

KASIH ADALAH PUNCAK KEKERISTENAN, II Petrus 1:5-8

Gambar

tangga kekristenan

KEBAJIKAN

Hal pertama yang harus ada di dalam diri kita, supaya dunia dapat melihat bahwa sifat Yesus sebagai Anak Allah Yang Sulung itu dapat terlihat di dalam diri kita adalah “Kebajikan”. Mengapa kita harus berbuat kebajikan? Yeremia 31:14-Umat Tuhan telah dikenyangkan oleh Tuhan dengan kebajikan Tuhan, yaitu: keselamatan; pengampunan; kesetiaan. Maka sudah seharusnya sifat yang sama yaitu kebajikan harus terekspresi juga dari dalam diri pengikut Yesus. Kisah 14:17- Yesus, sebagai yang sulung telah menyatakan diri di tengah dunia dengan melakukan kebajikan. Maka setiap pengikut Yesus harus tampil di tengah dunia ini dengan cara yang sama seperti Yesus, yaitu melakukan kebajikan.

Kebaikan dan kebajikan, memiliki arti yang sama (tidak ada beda), tetapi Kebaikan, diperlihatkan melalui perilaku; sifat; keramahtamahan, tetapi kebajikan, diperlihatkan lewat perbuatan memberi. Sebab orang yang berbuat baik belum tentu memberi, tapi orang yang melakukan kebajikan diperlihatkan lewat keduanya (baik dan suka memberi).

Dampak Kebajikan Pengikut Yesus Terhadap Dunia

Yeremia 33:9 – Kalau sebuah kota menerima kebajikan Tuhan dan penduduk kota itu berbuat kebajikan, maka kota itu akan menjadi pokok kegirangan; ternama, terpuji dan ter-hormat di depan segala bangsa di bumi. Bahkan mereka akan terkejut; gemetar karena kebajikan yang mereka lihat.

PENGETAHUAN

Banyak anggota jemaat yang mengabaikan yang satu ini. Mereka merasa tidak terlalu perlu tahu banyak tentang firman Allah, cukup – pendeta saja yang tahu. Perhatikan 2 Petrus 3:18 ”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus….”

 

Tetapi tidak cukup hanya sampai di pengetahuan, kita perlu meningkat dari pengetahuan kepada penguasaan diri. Semuanya itu perlu dikerjakan dengan ketekunan. Selanjutnya kepada kesalehan meningkat lagi kepada kasih philea atau kasih akan saudara-saudara dan sampai akhirnya kasih agape, yaitu kasih Yesus yang sempurna.

Selanjutnya dalam Kolose 4:1 “Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.” Inilah pesan kepada para tuan kepada hambanya. Bahwa sebagai tuan atau bos hendaknya kita berlaku adil. Adil yang dimaksud :

  • Memberi upah yang memadai.
  • Tidak memberi upah secara general (rajin atau malas disamakan).

Jadi apapun bentuk pekerjaan kita selama di muka bumi, kerjakan dengan sikap yang tertuju kepada Tuhan, artinya mengerjakan dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan bukan manusia sebab upah yang kita terima datang dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s