CARA HIDUP DAN PENGIRINGAN JEMAAT Sebagai anggota tubuh Kristus – oleh Pdt. JS. Minandar (Minggu, 11 Oktober 2015)

Lukas 6:46-49

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang aku katakan?. Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya – Aku akan mengatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan,ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.Akan tetapi, barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

 

PENDAHULUAN

Minggu yang lalu kita telah belajar bahwa pengikut Yesus yang benar-benar telah diselamatkan akan bertumbuh dewasa. Ia seharusnya telah mengerti bahwa ia tidak hidup bagi dirinya sendiri atau individualistis melainkan sebagai anggota tubuh Kristus. Sebagai anggota tubuh Kristus, ia harus saling melayani anggota jemaat lainnya. Pelayanan yang dilakukan dengan metode Kolose 3:23 yang sudah dibahas minggu lalu.

tubuh kristus individu

Gambar 1

Menjadi….

tubuh kristus Gambar 2

Tubuh Kristus merupakan suatu kesatuan, dimana semua anggota tubuh saling membutuhkan. Tidak ada yang berdiri sendiri. Sebab jika seseorang mementingkan diri sendri maka Allah akan mengeluarkan dia dari tubuh Kristus sebab tidak berfungsi seperti sel yang mati, harus dibuang. Oleh sebab itu, perlu untuk orang percaya saling membangun hubungan dengan teman seiman karena dengan saling memperhatikan anggota tubuh Kristus, kita seperti membentuk suatu jaringan (Perhatikan gambar 2).

PENGIRINGAN SEORANGANGGOTA TUBUH KRISTUS

Sebagai pengikut Kristus, kita harus memiliki kriteria pengikut Yesus antara lain:

  1. Setia Dan Bertahan Sampai Akhir

Matius 24:13 “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahan-nya akan selamat.”

Kita diakui, dipuji, dibanggakan oleh Yesus di hadapan Bapa dan di hadapan para malaikat, kalau kita setia dan berdaya tahan. Sebuah contoh dari Alkitab, yaitu kisah tentang Ayub di Ayub 1:8. Dalam kisah ini menceritakan tentang Tuhan yang banggakan Ayub di hadapan Iblis karena kesetiaan atau daya tahan Ayub dalam penderitaan yang paling berat sekalipun Ayub tetap setia. Contoh lainnya di Kisah para rasul 7:55,56. Yesus beri penghormatan ketika Stefanus menunjukkan kesetiaannya kepada Yesus sampai mati syahid. Stefanus adalah seorang diaken yang membantu pelayanan para rasul. Dia bukan hanya melayani dalam pelayanan meja atau pelayanan kepada jemaat. Ia juga ia pergi memberitakan injil tentang Yesus dengan kesaksian. Ketika mereka mendengar apa yang dikatakan Stefanus, orang Yahudi marah sehingga mereka merajam dia dengan batu hingga mati. Ketika ia hampir mati, ia menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Sikap penyambutan Yesus merupakan tanda penghormatan. Sikap tersebut dikenal dengan kata “standing ovation”. Standing Ovation adalah sikap penghormatan terhadap seseorang sebagai suatu tanda penghargaan atas apa yang dikerjakannya.

  1. Mendengar dan Melakukan Firman Allah, Matius 7:23,24

Orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus, mendengar firman Allah tetapi tidak melakukan, pengiringannya tidak berkenan kepada Yesus. Sebab ia akan menjadi pengikut Yesus yang tidak berkualitas. Ia diumpamakan seperti orang yang membangun rumah, tetapi tidak tahan uji dan berakhir dengan kehancuran, Matius 7:27. Kehancuran yang dialami tidak dapat diperbaiki atau dipulihkan kembali.

  1. Menyangkal dirinya, Matius 16:24

Ketika kita percaya kepada Yesus semua dosa dan kejahatan masa lalu kita diampuni, dan diubahkan menjadi ciptaan baru, II Korintus 5:17. Diubahkan bukan berarti menjadi malaikat, tapi masih hidup dalam tubuh yang memiliki keinginan namanya: “keinginan daging”.

Galatia 5:19-21, mencatat bahwa keinginan daging adalah:

  • Percabulan
  • Kecemaran
  • Hawa nafsu
  • Penyembahan berhala, percaya mitos
  • Sihir
  • Perseteruan
  • Perselisihan
  • Iri hati
  • Amarah
  • Kepentingan diri sendiri
  • Percideraan
  • Roh pemecah
  • Kedengkian
  • Kemabukan berupa mabuk jabatan, mabuk pekerjaan sampai lupakan jam ibadah, mabuk kekayaan bahkan mabuk minuman.
  • Pesta pora.

Terhadap semuanya itu Rasul Palus mengingatkan seperti yang telah ia sampaikan, bahwa barang siapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Mereka akan diamputasi dari tubuh Kristus. Gereja atau gembala tidak berhak melakukan hal ini, hanya Yesus yang melakukannya. Jadi untuk kita tetap ada dalam tubuh Kristus dan tidak diamputasi, hendaklah menjadi pengikut Kristus yang sejati.

Pengikut Yesus Yang Sejati

Pengikut Yesus yang sejati adalah mereka yang bersedia menyangkal (mematikan) dalam dirinya semua keinginan daging. Menyangkal diri bukan berarti pura-pura tidak mengetahui identitas diri, apabila ada seseorang yang bertanya nama, tempat tinggal atau informasi seputar diri kita. Melainkan kita melawan keinginan manusiawi yang berlawanan dengan firman Tuhan serta melakukan seluruh kehendak Yesus, seperti Kolose 3:23.

  1. Memikul salibnya – Matius 16:24

Hak selanjutnya yang harus dilakukan oleh pengikut Yesus yang sejati adalah memikul salib. Salib yang harus kita pikul bukan salib milik Yesus seperti yang dilakukan orang-orang pada umunya ketika mereka pergi ke Israel. Mereka memakai salib yang disediakan untuk dipikul seolah-olah mereka mengalami penderitaan salib seperti Yesus. Tetapi salib yang wajib dipikul adalah siap menanggung semua konsekuensi yang wajib ditanggung oleh setiap pengikut Kristus.

Konsekwensi

Menurut firman Allah dari Injil Matius sampai kitab Wahyu, ditemukan berbagai konsekuensi yang harus dipikul oleh pengikut Kristus. Salah satu di antaranya ialah “Kita harus sanggup memproses perasaan kecewa yang ada                                                     dalam diri kita!”. Dalam Yohanes 16:1,2 “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.” Selanjutnya di Yohanes 16:33 “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hati-mu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Secara terus terang Yesus kemukakan bahwa setiap pengikut Yesus, tidak akan luput dari: Masalah; ujian; tantangan; kesulitan; pencobaaan bahkan penderitaan dan sakit penyakit. Sebaliknya Yesus berkata “Kuatkanlah hatimu! Aku telah mengalahkan dunia.” Artinya, pengikut Yesus yang sejati, bukanlah mereka yang merasa bangga karena menerima berkat-berkat. Tetapi pengikut Yesus sejati, adalah dia yang sanggup memproses rasa kecewa karena: masalah, ujian, tantangan, kesulitan, pencobaaan, penderitaan menjadi sebuah kemenangan. Alkitab memberikan contoh yang sangat jelas, yaitu:

 

YESUS

Yesus menang mengatasi rasa kecewa ketika 5000 orang pengikut-Nya tinggalkan Dia, Yohanes 6:66,67 – Yesus bertanya kepada 12 murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga? Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Beberapa waktu kemudian Petrus justru menyangkal Yesus 3 kali. Tetapi Yesus memproses rasa kecewanya sehingga Yesus menang mengatasi rasa kecewa. Buktinya Yesus berhasil jadikan Petrus rasul yang besar.

YOHANES PEMBAPTIS

Seorang nabi yang menjadi pelopor bagi pelayanan Yesus. Tuhan memakai Yohanes Pembaptis untuk bernubuat dan pernyataan tentang Yesus. Tetapi Matius 11:2-6 Yohanes Pembabtis di penjara, ia merasa kekecewaan, sebab ia melayani Yesus, tapi Yesus seperti tidak pedulikan dia di penjara. Timbul keraguan didalam diri Yohanes Pembaptis tentang keberadaan Yesus. Maka ia mengutus muridnya untuk bertanya kepada Yesus “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesuspun menjawab murid Yohanes Pembaptis: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Maka para muridpun pergi kepada Yohanes Pembaptis. Ketika Yohanes Pembaptis mendengar kesaksian tentang Yesus dari murid-muridnya, Yohanes Pembaptis sanggup memproses perasaan kecewa yang ia rasakan, menjadi kekuatan yang dahsyat, sehingga ia rela mati syahid karena Yesus.

KELUARGA EMAUS

Lukas 24:21- Ada dua orang murid yang meninggalkan Yerusalem menuju Emaus dengan rasa kecewa yang dalam. Ditafsirkan bahwa mereka adalah Kleopas dan istrinya. Dalam situasi kekecewaan Yesus datang kepada mereka, namun ada sesuatu yang menghalangi mata mereka sehingga mereka tidak mengenalNya. Mereka ungkapkan perasaan kecewanya, sebab mereka melihat Yesus tidak seperti yang mereka harapkan. Tetapi, setelah Yesus memecahkan roti, mata mereka dicelikkan, mereka bisa memproses rasa kecewa dalam diri mereka menjadi kekuatan dan semangat yang berkobar untuk kembali ikut Yesus.

PAULUS

Kisah para rasul 9:26, setelah Paulus bertobat dan menjadi pemberita Injil, Paulus mencoba bergabung dengan 11 murid Yesus (Petrus cs). Tapi Petrus cs, tidak langsung terima Paulus kecuali Barnabas. Apakah Paulus marah dan mengancam akan kembali ke masa lalunya? Sama sekali Tidak, melainkan Paulus sanggup memproses perasaan kecewa menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat dan luar biasa. Sehingga, dari antara para rasul, Paulus adalah rasul yang dipakai Tuhan secara luar biasa dibanding rasul lainnya :

  • Menginjil sampai Eropa
  • Dari 21 surat dalam Perjanjian Baru, 13 surat di antaranya penulisnya Paulus.

Sebagai orang percaya, ada tantangan, masalah dan persoalan. Bukan suatu hal yang mudah, namun jangan sampai kita kecewa dan meninggalkan Tuhan. Melainkan kuatkanlah hatimu dan percaya bahwa ketika kita sanggup memproses kekecewaan maka Tuhan sedang mendewasakan kita. Kiranya Tuhan menolong dan memampukan kita untuk melakukannya. Tuhan Yesus memberkati..

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s