MATI dalam Tuhan by Pdt. J.S. Minandar – Ibadah Raya (Minggu, 25 Oktober 2015)

Wahyu 14:13

Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat.”

PENDAHULUAN

Pasal dan ayat ini tidak asing lagi karena sering disampaikan dalam ibadah penghiburan. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang yang mati di dalam Tuhan adalah orang yang berbahagia sebab mereka berhenti dari jerih lelah yang dikerjakan selama di dunia. Rasul Paulus menggambarkan kehidupan di dunia seperti perlombaan dan garis akhirnya adalah saat kita mati atau saat kedatangan Yesus kedua kali sehingga kita dapat diam bersama dengan Tuhan dalam kekekalan.

MATI DI DALAM TUHAN

Apakah yang dimaksud dengan mati di dalam Tuhan? Dalam Wahyu 14:6 “Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum.”

 

Konteks mati di dalam Tuhan menurut kitab Wahyu:

  1. MENERIMA BERITA INJIL

Orang yang mati di dalam Tuhan ialah orang yang menerima Injil dan melakukan kebenaran Injil itu sepanjang umur hidupnya. Apakah Injil Itu? Secara umum orang mengenalnya dengan sebutan kitab suci yang terdiri dari 66 kitab. 39 kitab berisi Perjanjian Lama dan 27 kitab berisi Perjanjian Baru. Secara theologis Injil artinya kabar baik yang terdiri dari 4 kitab, yaitu: Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Yang menjelaskan bahwa Allah yang turun ke dunia dan menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus, sebagai:

  • Juruselamat umat manusia
  • Yang percaya diselamatkan
  • Yang tidak percaya dihukum

Jadi, setiap orang yang menerima injil yaitu Yesus beroleh hidup kekal. Siapakah yang memberitakan injil tersebut agar manusia diselamatkan?

MALAIKAT PEMBAWA INJIL

Wahyu 14:6 “Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakan-nya kepada mereka yang diam di bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum.”

Siapakah yang dimaksud dengan malaikat pembawa Injil? Dalam Alkitab tidak ada ayat yang menjelaskan bahwa Allah menyuruh malaikat untuk memberitakan Injil. Sebab Yesus mati disalib bukan untuk menebus malaikat, tapi manusia. Karena jikalau malaikat berbuat dosa, ia tidak bisa ditebus dan diampuni dosanya, tetapi langsung dibuang ke dalam neraka. Contohnya Lucifer, karena kesombongannya ia langsung dilemparkan ke dunia dan tidak diselamatkan lagi. Jadi malaikat dalam Wahyu 14:6 bukan malaikat melainkan seorang hamba Tuhan/manusia. Perhatikan surat-surat kepada ketujuh jemaat yang tercatat dalam Wahyu 2 dan 3, yang ditujukan kepada malaikat jemaat.

Tugas pemberitaan injil ini juga Yesus perintahkan kepada:

  • Murid-murid Yesus, Lukas 9:2,60
  • Para Rasul (Paulus),   Roma 1:1
  • Para Pengikut Yesus, Matius 28:19,20

Dengan demikian kita mengerti bahwa semua orang percaya seumpama malaikat yang ditugaskan untuk membawa berita injil dimana pun. Dari poin-poin tersebut disimpulkan bahwa:

  • Orang yang percaya Yesus, seperti yang diberitakan oleh Injil, dosanya diampuni, ia tidak dihukum tetapi ia “berbahagia”.
  • Lakukanlah perintah Injil dengan setia sampai akhir hidup.
  • Beritakanlah Injil (khabar baik) kepada semua orang agar semua orang “berbahagia” dan “selamat”
  1. HIDUP TAKUT AKAN ALLAH dan MEMULIAKAN ALLAH

Wahyu 14:7 “Dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi   dan laut dan semua mata air.”

 

Sebagai pengikut Yesus tidak cukup kita menjadi orang Kristen saja, harus ada pembuktian bahwa kita adalah orang Kristen (pengikut Yesus) yang sungguh-sungguh, dengan hidup:

  • Takut akan Tuhan
  • Memuliakan Tuhan

Apakah maksud takut akan Tuhan dan mempermuliakanNya? Perhatikan hukuman yang Yesus akan lakukan saat Dia datang kedua kali.

Wahyu 14:14-20

Ayat-ayat ini menjelaskan Perang Harmagedon, yaitu saat Yesus menghukum orang yang tidak   percaya kepada Yesus dan menolak Injil akan terima pehukuman yang mengerikan. Tetapi, bukan hanya orang yang menolak Injil atau tidak percaya kepada Yesus yang akan dihukum. Melainkan juga bagi mereka yang mengaku percaya kepada Yesus, tetapi orang tidak takut akan Tuhan dan tidak memuliakan Tuhan. Dalam penghukuman tersebut digambarkan dalam ayat seperti buah anggur yang dipetik dan dimasukkan ke dalam kilangan, yaitu siksaan yang mengerikan. Anggur gambaran orang percaya.

Mengapa mereka dipetik dan dimasukkan ke dalam siksa yang mengerikan yaitu alat kilangan? Yesaya 5:1-7 menjelaskan bahwa Israel adalah bangsa pilihan Allah seperti kebun anggur pilihan, tetapi hidup mereka tidak takut akan Tuhan dan tidak memuliakan Tuhan sehingga anggur yang dihasilkan asam. Dalam Roma 11:19,20, orang percaya juga digambarkan seperti carang yang dicangkokkan, tapi bila kita tidak takut akan Tuhan dan tidak memuliakan Tuhan, kita juga akan dihukum dan masuk kedalam kilangan. Oleh sebab itu, kalau kita tidak mau dihukum bersama-sama dengan orang berdosa maka kita harus hasilkan buah yang manis.

HASILKAN BUAH YANG MANIS

Buah kekeristenan yang manis dan yang Tuhan inginkan dalam setiap hidup orang Kristen ialah:

  1. Buah pertobatan

Matius 3:8 “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” Pertobatan adalah saat kita berjumpa dengan Yesus, kita meninggalkan kehidupan lama yang jahat serta berbalik kepada kebenaran. Tetapi bila dalam pengiringannya dalam Tuhan tidak benar sehingga hasilkan anggur asam, maka akan dihukum.

2. Buah Roh Kudus

Buah Roh Kudus adalah karakteristik Kristus, terdapat dalam Galatia 5:22,23.

pertumbuhan kekristenan jemaat

Perhatikan gambar diatas, salib adalah gambaran penebusan Yesus atas seluruh dunia. Setiap orang yang percaya diselamatkan, lahir baru dan menghasilkan buah pertobatan, selanjutnya menerima kuasa Roh Kudus. Dengan kekuatan Roh kudus kita mampu berjalan dalam kebenaran sehingga kita mampu menghasilkan buah Roh yaitu penguasaan diri. Lalu meningkat kepada kelemahlembutan, terus meningkat sampai kepada kasih Yesus yang sempurna.

  1. Buah-buah pelayanan

Galatia 5:13b,14 “…layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

Dalam segala aspek hnedaklah kita lakukan dengan kasih. Selayaknya tubuh yang mempunyai banyak anggota tetapi saling melengkapi serta melayani. Bila kita lakukan ini, kita menjadi sama seperti Yesus, yang telah menggenapi semua hukum Taurat.

Sebab itu selama masih ada kesempatan, hiduplah dengan takut akan Tuhan serta hidup mempermuliakan Tuhan. Dan hasilkan buah-buah manis yang dapat dinikmati semua orang terlebih Tuhan. Bila tidak kita akan sama seperti orang-orang yang akan dihukum. Kiranya Tuhan menolong kita semua untuk hidup dalam kebenaranNya. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s