MATI DALAM TUHAN seri 3 – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 15 November 2015)

Wahyu 14:13

Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat.”

Pendahuluan

Beberapa minggu yang lalu kita telah belajar, bahwa seseorang yang mati dalam Tuhan melewati tahapan-tahapannya. Berdasarkan Wahyu 14:6-13, arti mati dalam Tuhan akan disebut sebagai orang-orang berbahagia. Karena mereka telah menerima Injil Yesus dan melakukan kebenaran Injil itu dengan setia sampai mati, Wahyu 14:6. Ada orang yang percaya kepada Yesus hanya berhenti pada tahap ini sebab mereka sudah dipanggil Tuhan. Namun ada juga yang masih hidup setelah ia percaya kepada Yesus dan mereka harus melewati tahap kedua. Wahyu 14:7 – tahapan kedua setelah menerima injil adalah hidup dalam takut akan Allah serta memuliakan Allah. Bahkan ada yang hidup sampai keadaan dunia dikendalikan oleh Babel artinya dunia sudah dikuasai oleh antikristus. Dan mereka yang hidup sampai tahap ketiga ini, harus menjaga kemurnian dan tidak bersekutu dengan Babel atau sistem kerajaan dunia yang telah dikuasai kuasa Iblis, Wahyu 14:8.

Demikianlah tiga tahapan yang akan kita lewati dalam mengiring Yesus. Perhatikan, dalam proses pengiringan kepada Yesus tentu dituntut kesetiaan. Kesetiaan dalam menghadapi kondisi dunia yang jahat dengan kemurnian karena tidak menutup kemungkinan diantara kita ada yang akan masuk dalam tahap setia sampai akhir.

Wahyu 14:9-12

Dalam ayat ini dituliskan bahwa orang yang mati di dalam Tuhan merupakan kematian para pengikut Yesus yang setia sampai akhir. Sebab itu perlu untuk diketahui bahwa menjelang kedatangan Yesus ke dua kali, akan ada pemisahan di dalam Gereja khusus di kalangan orang percaya atau di antara jemaat, yaitu pengikut Yesus. Rasul Paulus menyatakan kepastian pemisahan tersebut dalam I Korintus 11:19 “Sebab di antara kamu harus ada perpecahan (pemisahan), supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji (berkualitas). Pemisahan harus dilakukan bukan agar terjadi perpecahan gereja melainkan untuk memilih anggota jemaat yang tahan uji atau berkualitas dan jemaat yang tidak tahan uji atau tidak berkualitas. Seperti petani buah yang memanen hasil buahnya. Ia harus memisahkan buah yang baik dengan buah yang tidak baik. Contoh Alkitab yang tercatat dalam Matius 25:1-13, tentang 10 gadis yang berkumpul untuk menanti kedatangan mempelai laki-laki. Sepuluh gadis tersebut adalah gambaran seluruh umat percaya yang menanti kedatangan Yesus kedua kali seperti kita sekarang ini. Dan dari 10 gadis, hanya 5 gadis yang bijak atau berkualitas. Sedangkan 5 gadis lainnya bodoh atau tidak berkualitas. Lima (5) Gadis Bijak atau jemaat yang berkualitas, menikmati sukacita dalam pernikahan Kristus dan Gereja. Sedangkan 5 Gadis Bodoh atau jemaat yang tidak berkualitas, tidak diijinkan masuk pernikahan, mereka berada di luar, yaitu gambaran dari gereja tidak sempurna yang akan masuk dalam pemerintahan Antikristus. Kapan Hal Ini Terjadi?

kronologi akhir zaman

Perhatikan gambar

Sebelum kedatangan Yesus, akan disertai tanda-tanda. Di awali dengan pembukaan ketujuh materai. Sebelum kedatangan antikristus, akan ditiup 3 sangkakala, sedangkan sangkakala ke-4 sampai ke-7 akan ditiup pada saat pemerintahan antikris. Pada saat itu gereja sudah disingkirkan ke padang gurun. Lalu terdengarlah teriakkan “celaka.. celaka.. celaka..!” Itulah teriakkan yang menandakan bahwa masih ada 3 sangkakala, yaitu sangkakala yang ke-5 sampai ke-7. Tetapi belum berhenti sampai di sangkakala, Tuhan akan mencurahkan cawan murkaNya secara berturut-turut, namun gereja yang tetap setia sampai akhir tidak akan mengalami cawan murka Allah.

pemeteraian

Kapan terjadi pemisahan yang dimaksud oleh rasul Paulus? Perhatikan gambar di atas. Pemisahan yang dimaksud rasul Paulus akan terlaksana sebelum masuk materai yang ke-7. Pemisahan tersebut digambarkan seperti 10 gadis perawan yang terpisah. Lima diantaranya adalah gadis bijak, yang merupakan gambaran gereja sempurna sedangkan 5 gadis lainnya bodoh, gambaran gereja yang tidak sempurna.

 

Lima gadis bijak atau gereja sempurna, yaitu orang percaya yang berkualitas, akan lari ke padang gurun ketika Antikristus menjadi penguasa atas dunia ini. Wahyu 12:6 “Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.” Jadi mereka tidak alami penderitaan dan siksaan yang diberikan antikristus. Lalu dengan kekuatan apakah Gereja Sempurna atau Gereja berkualitas ini berlari? Wahyu 12:14 “Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.”

 

Gereja sempurna akan diberikan 2 sayap burung nazar, suatu kekuatan ganda. Yaitu kekuatan firman dan Roh Kudus. Jangan binggung dengan padang gurunnya dimana, tetaplah setia sampai mati.

Bagaimana dengan Gereja yang tidak sempurna atau orang percaya yang tidak berkualitas, yaitu jemaat yang tertinggal? Mereka berada di bawah kekuasaan Antikristus dan harus berhadapan dengan Antikristus/penguasa dunia. Antikristus akan berusaha menyeret untuk agar mereka murtad dan menyangkal Yesus serta menjadi pengikut antikristus dengan cara menyiksa jemaat; yaitu orang Kristen yang tidak disingkirkan karena tidak berkualitas.

Siksa Yang Lebih Dahsyat

Tentang kedahsyatan aniaya Antikristus, Yesus identikan dengan siksaan yang dilakukan Jendral Titus saat menyerang Yerusalem. Bangsa Isral disiksa begitu rupa. Matius 24:21 “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.”

 

Nasihat Firman Allah

Menurut Wahyu 14:9-12 jika ada orang percaya yang tidak masuk gereja sempurna atau tidak berkualitas, sehingga harus berhadapan dengan Antikristus:

  1. Wahyu 14:9b Jangan menyembah Binatang, yaitu antikristus. Kejatuhan iblis karena mereka sombong dan ingin seperti Allah dan disembah, Wahyu 13:4. Jangan sampai hal ini dituruti oleh gereja tidak sempurna sebab itu menentang Allah.
  2. Wahyu 14:9c Jangan menerima tanda di dahi atau tangan sebagai tanda menjadi anggota Antikristus.

Lihat Gambar.

tanda antikris

Jika ada jemaat atau pengikut Yesus tidak setia, tidak berdaya tahan, sehingga bersedia menjadi anggota Antikristus. Wahyu 14:10 mencatat bahwa orang tersebut tidak memiliki:

  • Kesempatan untuk selamat lagi
  • Tidak ada kemurahan Allah tersedia seperti sekarang ini
  • Tidak akan ada pengampunan bagi orang tersebut untuk selama-lamnya.
  • Orang tersebut akan diberi minum anggur murka Allah
  • Mereka disiksa dengan api dan belerang yaitu di dalam neraka untuk selama-lamanya, Wahyu 14:1. Orang kristen yang murtad, karena tidak punya daya tahan terhadap Antikristus, ia akan disiksa di dalam api neraka siang dan malam.

Satu-satunya solusi ialah Wahyu 14:12 – “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.” Jadi inilah yang dimaksud mati dalam Tuhan. Mereka bukan sekedar percaya, tetapi tetap tekun dalam iman kepada Yesus, walaupun harus menderita seketika waktu, seperti nasihat Petrus dalam I Petrus 5:10 “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu sesudah kamu menderita seketika lamanya.”

Menderita Seketika Lamanya

Apakah yang dimaksud rasul Petrus menderita seketika lamanya? Petrus mengutip ucapan Yesus yang menasihati jemaat yang tidak masuk dalam Gereja Berkualitas, sehingga harus berhadapan dengan Antikristus. Matius 24:22 “Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

 

Oleh sebab itu, menjelang kedatangan Tuhan kita harus lebih bersungguh-sungguh. Tetap setia sampai mati dalam Tuhan, yaitu:

  1. Percaya kepada injil Yesus
  2. Hidup takut akan Tuhan dan memuliakan Tuhan
  3. Tidak bersekutu dengan Babel atau kerajaan Dunia sehingga kita tidak murni
  4. Tetap setia walau masuk dalam masa Antikris

Jadilah orang Kristen yang bukan hanya percaya namun bertumbuh dalam sikap hidup Kristus. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s