BEKERJA (WORKING) oleh Pdt. Gideon Munthe (GKII Medan) – Ibadah Raya Minggu, 22 November 2015)

Bekerja (Working)

Allah senang dengan orang yang suka bekerja bagi kerajaanNya sebab Tuhan pun terus bekerja bagi KerajaanNya. IA bukan Tuhan yang malas, tetapi IA adalah Allah yang bekerja. Ini nampak dari perbuatan tanganNya yang ajaib. Ketika Allah bekerja maka semuanya berhasil sehingga ada pertambahan, perluasan dan perkembangan. Oleh sebab itu, kita pun harus bekerja bagi kemuliaan nama Tuhan dan perkembangan Kerajaan Allah di muka bumi. Dalam 2 Tesalonika 3:10 dikatakan “sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” Dijelaskan dalam ayat ini, jika seseorang tidak mau bekerja janganlah ia makan. Makanan adalah sumber kehidupan bagi setiap orang dan untuk mendapatkan sumber tersebut ia harus bekerja. Pastikan bahwa kita layak mendapat sumber tersebut karena kita bekerja bukan bermalas-malasan.

ALLAH bekerja sampai sekarang, Yohanes 5:17 dalam Terjemahan Sederhana Indonesia menuliskan “Tetapi DIA (Yesus) berkata kepada mereka, Bapa-ku bekerja terus-menerus, dan Aku (Yesus) juga selalu bekerja seperti DIA (Allah). Sangat jelas dituliskan bahwa Yesus terus-menerus bekerja bagi orang percaya. Sebab itu jangan kuatir tentang masa depan kita, karena Allah bekerja bagi umatnya sampai sekarang. Tuhan masih menjaga kita bahkan sampai sekarang. Ketika Tuhan bekerja selalu ada tanda tanganNYA Tuhan, salah satunya yang ditulis dalam Yesaya adalah “namaNYA Penasehat Ajaib” (Yesaya 9:5-6). DIA melakukan segala sesuatu yang ajaib. Dari awalnya Allah melakukan hal yang ajaib. Sesuatu yang ajaib yang tidak masuk di akal manusia.

Jika Bapa kita di Surga selalu bekerja, maka kita sebagai anaknya seharusnya memiliki genetik yang sama dengan Bapa. Jika Bapa bekerja maka kita harusnya bekerja. Kita harus bertanya pada diri sendiri, jikalau kita malas, maka siapa Bapa kita sebenarnya. Kita harus memiliki mentalitas pejuang, penyerbu, pekerja bagi Tuhan yang aktif bukan pasif. Seringkali kita tidak mencari Tuhan, tetapi malahan sensitif dengan keberadaan setan dan pekerjaannya di sekeliling kita.

Apa yang harus kita miliki saat bekerja?

Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Hal yang harus kita miliki adalah spirit/roh/semangat yang menyala-nyala dalam Tuhan. Suatu semangat yang terus berkobar, yang bukan lama-kelamaan menjadi kendor. Segala sesuatu yang kendor tidak membawa kenyamanan. Contohnya jika seseorang menggunakan celana yang kendor, maka sepanjang hari ia akan kerepotan mengurus celananya. Akibatnya banyak waktu tersita. Demikian halnya dalam pengiringan dengan Tuhan jika terjadi kekendoran, hal itu akan sangat mengganggu dan membuat kita tidak efektif bagi Tuhan. Untuk tidak terjadinya kekendoran dalam pengiringan, kita harus menjaga semangat yang menyala-nyala bagi Tuhan serta bekerja dengan cara Allah. Sebagaimana Yesus Anak Allah melihat Bapanya bekerja, demikian pula orang percaya bekerja dengan memandang Yesus.

Kalau kita kendor dalam hidup ini kita akan kesulitan. Bapa kita di Surga adalah Bapa yang rajin. Kalau ikat pinggang keselamatan kita kendor maka sia-sialah hidup kita. Asal kata `semangat` (entheo), secara harafiah maksudnya “bersama dengan Tuhan”. Sesuatu yang kendor itu menjengkelkan kita. Nah, semangat kita yang kendor menjengkelkan Tuhan. Sikap pemenang adalah antusias, dia maju mendapatkan. Seperti Daud yang begitu antusias saat melawan Goliat. Bila saat-saat ini kita merasakan kekendoran dalam pengiringan kepada Tuhan, mungkin saja kita tidak lagi berjalan bersama dengan Tuhan. Tangan siapa yang memegang serta mengendalikan hidup kita saat-saat ini? Bekerjalah bersama dengan Tuhan, maka kita mampu memiliki roh yang menyala.

Akibat atau dampak tidak bekerja

Apa jadinya jika seseorang tidak bekerja?

2 Tesalonika 3:11Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.

Seseorang yang tidak bekerja akan menjadi seorang pengkritik handal dalam gereja. Ia akan sangat mudah mengkritik gembalanya, mengkritik pelayan Tuhan dan mengkritik jemaat lainnya. Orang yang tidak bekerja mereka tidak berkorban, kita akan sibuk marah, dendam, dan sakit hati, kita masuk ke perkara sia-sia. Karena kalau kita tidak bekerja kita akan menjadi pengkritik yang tidak melakukan apa-apa. Kenapa ada perpecahan di gereja? Itu karena orang punya waktu untuk diam dan tidak bekerja. Stop mendengarkan kritik, dengarkanlah Firman.

Ada kisah mengenai seorang lumpuh di kolam Bethesda. Sudah lama ia terbaring didekat kolam karena sakit, itu alasan mengapa ia tidak bekerja.

Yohanes 5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.

Penyakitnya menjadi alasan untuk tidak bekerja dan bergerak menuju kolam. Ia justru menyalahkan orang yang ada di sekitar kolam karena tidak menolongnya. Ketika berjumpa Yesus, ia berharap agar Yesus membawanya ke kolam ketika airnya bergoncang. Namun orang sakit tersebut tidak menyadari bahwa kesembuhan ada di depan matanya, Yesus Sang Penyembuh. Kita harus membuka hati supaya Tuhan bekerja. Contoh dari tokoh Alkitab lainnya, yaitu Raja Daud. Seorang raja yang selalu menang dalam peperangan namun kemudian berbuat dosa ketika ia tidak bekerja. Ketika kita tidak bekerja, maka iblis yang akan bekerja di dalam kita. Seperti Daud ketika di sotoh istana. Dalam 2 Samuel 11:1-27, ketika Daud bersantai, ia melihat seorang wanita sedang mandi. Keinginan timbul dalam dirinya sampai akhirnya Daud jatuh dalam dosa perzinahan dengan wanita tersebut.

Kita sama seperti Allah kita. Tubuh, jiwa, dan Roh. Kita harus bekerja di semua bagian ini. Berikut 3 level bekerja yang manusia lakukan:

  1. Bekerja dengan Tubuh, yaitu bekerja dengan kekuatan otot manusia mereka bekerja dengan fisik. 1 Tesalonika 4:11. Banyak orang bekerja dengan otot tapi hasilnya sedikit. Contohnya kuli bangunan, para tukang becak dan pekerja kasar.
  2. Bekerja dengan jiwa, yaitu mereka yang bekerja dengan menggunakan kekuatan pikiran tanpa menggunakan kekuatan otot yang cukup banyak, bekerja di bagian jiwa, mereka memakai pikiran. Daniel 1:4, Orang yang berhikmat akan ditempatkan di istana. Mereka ada di level yang lebih tinggi, karena itu kita harus mengasah pikiran. Bekerja di level jiwa dibahas dalam Roma 12:2 dimana akal budi kita diperbaharui. Sedangkan dalam Amsal 4:7 dikatakan dalam segala yang kita peroleh, perolehlah pengertian. Kita perlu belajar dari kesalahan supaya jangan kita jatuh karena tinggi hati, merasa sudah tidak perlu koreksi. Jangan biarkan jiwa kita tidak terasah, kita harus latih pikiran kita. Jangan mau tinggal dalam kebodohan. Latihlah dirimu. Orang-orang yang seperti ini adalah orang-orang yang cakap. Contohnya pengacara, arsitek dan dokter.
  3. Bekerja dengan roh, inilah sebenarnya tempat orang Kristen bekerja. Bekerja di level ini berarti menggabungkan usaha fisik dan pikiran, yang akan menghasilkan hal-hal yang indah. Seperti sebuah bangunan, untuk menyelesaikannya harus ada tukang (pekerjaan fisik) dan juga arsitek (pekerjaan pikiran). Semua perusahaan dan klub olahraga yang berhasil, menggabungkan kerja keras dan pikiran.

Bagaimana cara menggabungkan ketiga hal di atas? Pertajam jiwa Anda, dan bekerja keras, percayalah Tuhan bekerja. Pekerjaan badani dan Roh jika digabungkan tidak bisa gagal. 1 Samuel 10:6 mengatakatakan bahwa dengan kuasa Roh kita bisa berubah menjadi manusia lain. Sakit menjadi sembuh, miskin menjadi kaya. Bahasa Roh membangun diri sendiri, dan berkuasa. Setan harus kita kalahkan dengan perubahan hidup. Semua orang yang bekerja dalam tahap ini, seharusnya yakin bahwa semua yang mereka kerjakan pasti berhasil. Orang-orang seperti paranormal percaya dengan kekuatan setan yang mereka layani. Tapi seringkali orang percaya tidak yakin dengan kuasa Tuhan, mereka tidak yakin bahwa mereka akan berhasil ketika bekerja dalam roh. Yakobus 1:8 menjadi teguran bagi orang yang mendua hati, karena mereka tidak akan mendapat apa-apa. Setelah mendengar Firman, iman mereka tumbuh, namun saat melihat fakta yang di depan mata mereka kembali ragu akan kuasa Allah. 1 Samuel 10:7 mengatakan bahwa Tuhan akan menyertai dan akan selalu membawa keberhasilan. Kalau ada kegagalan harus introspeksi siapa yang sebenarnya menyertai kita.

Tentu saja untuk suatu keberhasilan di level roh kita tidak bisa hanya mengandalkan doa. Kita perlu bekerja sesuai pengurapan masing-masing. Banyak dari kita setelah doa kemudian tinggal diam. Tuhan sudah mengaruniakan pengurapan yang khusus untuk kita bisa bekerja dan berhasil. Pengurapan itu ada pada kita, pada tangan kita. Orang yang mencari pengurapan baru sebenarnya adalah orang yang tidak mempergunakan pengurapannya. Sadarilah bahwa kita mempunyai penolong yang tinggal dalam diri kita. Banyak orang yang punya pengurapan tapi tidak tahu menggunakannya.

Pengurapan itu tidak terlihat saat kita duduk ibadah: menerima Firman Tuhan dan menyembah. Pengurapan itu terlihat saat kita ada di lapangan, saat kita pergi. Jangan pernah biarkan kuasa yang ada padamu menjadi pengangguran. Daud adalah gembala yang diurapi. Sementara Eliab meskipun adalah tentara yang terlatih, dia tidak diurapi, semua terlihat perbedaannya saat bertemu dengan Goliat. Doa tidak cukup, harus diikuti dengan pergi, bekerja. Allah juga tidak hanya berkata dari jauh mengenai janji keselamatan bagi manusia, DIA bertindak dengan mengirim yang terbaik yaitu Yesus.

Pengurapan kita tidak sama satu sama yang lain, karena Tuhan kita bukan “duplicator” (pengganda), DIA adalah “creator” (pencipta). Setiap kita punya pengurapan yang berbeda. Jika mengacu pada peristiwa Pantekosta, maka setiap orang di kamar loteng punya lidah api (juga berbicara pengurapan) di atas kepala masing-masing. Satu lidah api dari kuasa Roh Kudus sudah lebih dari cukup ketika bekerja maksimal dalam diri seseorang. Zakaria 4:6 berkata bahwa bukan kekuatan kita namun oleh Roh. Paulus dan Silas adalah orang-orang yang dikuasai oleh Roh. Tercatat pada Kisah Para Rasul 17:6 di Tesalonika mereka dituduh sebagai “orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia” (yang dimaksud adalah mereka memutar balik nilai dunia) karena prinsip Kerajaan Allah adalah kebalikan dari dunia. Bersama Tuhan kita pasti bisa membuat perubahan di tengah-tengah dunia.

Yesus juga bekerja di alam Roh. Karena itu Yesus tidak pernah gagal. Jangan kuatir dan ragu, karena dengan kuatir kita sebenarnya sedang mencobai Tuhan. Ada sebuah kisah dalam Markus 11:12-14 ketika Yesus berkata kepada pohon ini: “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya !” Hal tersebut tidak seketika itu terjadi. Banyak kesempatan dalam hidup ini ketika nampak tidak ada perubahan. Namun percayalah didalam nama Yesus tidak mungkin FirmanNYA tidak terjadi. Pohon ara terkenal karena dia bisa bertahan di kondisi apapun dan bertahan lama, namun tidak bertahan dibawah perkataan Firman Yesus, Markus 11:20-21. Petrus kemudian teringat karena memang sebelumnya (secara tidak tersirat) dia meragukan Firman Yesus. Karena itu Tuhan menyindir dengan berkata: “Percayalah kepada Allah!” Ayat 22-23. Apa yang dikatakan Tuhan itu benar-benar terjadi. Sekalipun yang Anda perkatakan belum terjadi, percayalah bahwa itu akan terjadi dengan kata-kata Yesus. Yesus tahu ketika DIA berkata Roh Kudus yang akan bekerja. Yesus tidak pernah ragu bahwa itu akan terjadi. Seperti saat penciptaan yang dicatat didalam Kejadian, ketika Roh Allah melayang-layang di permukaan air, setiap Firman (Yesus) diperkatakan maka itu jadi.

Kita dibentuk dari tanah yang diambil dari bumi yang diciptakan Allah, hal ini juga tercatat di Ayub 10:9. Karena itu kita sebenarnya bisa memperkatakan Firman kepada tubuh kita yang dibuat dari tanah. Hanya dibutuhkan iman yang sebesar biji sesawi untuk suatu perkara dahsyat. Kalimat “Percayalah kepada Allah!” sebenarnya menggunakan bahasa asli: ECHO PISTIS DEI (yang berarti: Milikilah iman Allah!). Echo berarti gaung, dia akan menggaungkan suara yang persis sama. Karena itu kita harus menggemakan perkataan Tuhan tanpa dirubah. Dunia dan setan berusaha untuk menyelewengkan Firman dari Tuhan. Seringkali apa yang kita tangkap dengan indera kita itulah yang membuat kita ragu. Itulah mengapa kita perlu mengulangi Firman terus menerus. Gema akan selalu menghasilkan suara yang bahkan berlawanan dengan kenyataan. Suara gema itu selalu mengikuti perkataan. Firman (perkataan Tuhan) akan selalu digemakan melampaui persoalan (kenyataan).

Lidah adalah kemudi hidup kita. Setan tidak tahu isi hati kita. Karena itu jangan perkatakan kesulitan, itu hanyalah jebakan Iblis untuk menggunakan perkataan yang keluar dari mulut kita. Dalam Perjanjian Lama dikatakan kalau sedang menghadapi beban berdiam dirilah, mungkin ada harapan untuk orang seperti ini. Ratapan 3:27-29. Bayangkan bahwa secara roh manusia seperti dalam pengadilan rohani. Kita tidak pernah bisa kalah karena “pembela” dan “hakim” kita adalah orang yang sama, yaitu YESUS. Iblis, sang “pendakwa”, akan selalu membawa fakta-fakta yang meyakinkan dan memang benar sesuai kenyataan. Tetapi ingatlah bahwa kita tidak pernah kalah di pengadilan rohani ini. Dalam keseharian kita kalah karena kita membuka mulut kita untuk menyanggah Firman Tuhan. Itulah sumber kekalahan kita. Ingat “berdiam diri, mungkin ada harapan.”

Ketika Yesus dicobai (Matius 4:10), Yesus mengulangi untuk memperkatakan Firman. Menariknya di ayat 10 Yesus mengusir Iblis, barulah Iblis meninggalkan DIA. Apabila kita tidak dengan sengaja mengusir setan dalam pencobaan, maka setan tidak pergi. Cara kita bekerja didalam Tuhan adalah dengan iman. Kita dibangunkan untuk kemuliaan Tuhan. Mari kita bekerja untuk Tuhan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s