SUDAHKAH ANDA MEMBERI YANG TERBAIK ? – Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 13 Des 2015)

 Tidak tercatat dalam Alkitab bahwa Natal dirayakan tanggal 25 Desember, namun Natal dapat dirayakan kapan pun kita inginkan. Berita Natal mempersiapkan kita untuk menghadapi tahun yang akan datang. Natal adalah pemberian Allah yang terbaik bagi dunia, sudahkan kita memberi yang terbaik untuk Allah?

Pemberian Allah adalah pemberian yang terbesar. Tercatat jelas dalam Yohanes 3:16 karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ayat ini memberi pengertian bahwa Allah memberikan yang terbaik bagi dunia ini.

Begitu Besar

Yohanes 3:16 “karena begitu besar kasih allah akan dunia ini….”

Menurut Saudara, seberapa besarkah kasih Allah kepada dunia ini? Kasih Allah tidak dapat diukur atau dibandingkan dengan apapun yang ada di dunia ini.

Contoh sederhana, antara kasih orang tua terhadap anaknya. Ketika seorang anak melakukan pelanggaran yang mempermalukan orang tuanya, pada dasarnya ia tidak layak lagi menjadi anak sebab ia telah merusakkan nama baik orang tuanya. Tetapi pada faktanya ada orang tua yang tetap mengasihi anak tersebut, itulah kisah anak yang hilang yang kembali kepada bapanya. Demikian halnya kasih Allah kepada dunia yang sudah rusak ini. Kasih Allah jauh lebih besar dari kasih orang tua yang ada di dunia atau kasih manusia. Kasih Allah jauh lebih tinggi dari langit dan lebih dalam dari lautan, lebih luas dari samudera, sebab tidak ada ukuran yang dapat mengukur kasih Allah atas manusia. Sebegitu besar kasih Allah, sehingga Ia berikan Anak-Nya yang tunggal.

Anak-Nya Yang Tunggal

Yohanes 3:16 “…sehingga IA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…. “

Anak tunggal adalah anak satu-satunya, tidak ada pengganti lagi. Jika kita memiliki anak tunggal, tentu bukan hal yang mudah untuk kita berikan kepada seseorang sebagai pengganti kejahatan. Manusia terkadang memberi yang kurang kepada kita, namun Allah justru memberikan yang terbaik, satu-satunya milik kepunyaan-Nya. Apakah tujuan pemberian Allah?

Tidak Binasa

Yohanes 3:16 “…supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa…”

Tujuan Allah memberikan yang terbaik adalah agar semua yang percaya kepada-Nya tidak binasa. Pemberian yang terbaik dari Allah, menyelesaikan seluruh hutang dosa manusia. Yang terbaik dari Allah menyelesaikan apa yang tidak dapat diselesaikan sebelumnya, meskipun Tuhan sudah memberikan Taurat, Para Hakim, Nabi-Nabi, Raja-Raja, dst.

Hidup Kekal

Sehingga kita yang seharusnya binasa, memperoleh hidup kekal. Yohanes 3:16 “…melainkan beroleh hidup yang kekal.” Inilah hasil dari pemberian yang terbaik. Pemberian yang terbaik akan menyelesaikan semua dengan hasil yang terbaik pula.

Kesimpulan

Jadi, untuk mendapatkan hasil yang terbaik, lakukan segala sesuatu dengan cara yang terbaik. Kiranya Berita Natal ini adalah sebuah persiapan kita untuk memasuki tahun yang mendatang. Jika kita ingin menuai hasil yang terbaik, berikan juga yang terbaik dari segala hal yang kita kerjakan.

Yang Terbaik

Sekarang, sudahkah kita melakukan yang terbaik ??? Bukankah Tuhan sudah memberi yang terbaik ??? Bukankah kita sudah menerima yang terbaik dari Tuhan ??? Jika kita belum melakukan yang terbaik, kemana yang terbaik yang Tuhan sudah berikan kepada kita???

Hal yang paling kuat mengambil yang terbaik dari diri kita adalah kemalasan. Kemalasan selalu memberikan alasan untuk tidak melakukan yang terbaik itu. Kerjakan apa yang Tuhan percayakan, sebab Tuhan menolong dalam segala keterbatasan kita. Jadi mengapa banyak orang belum melakukan yang terbaik ??? karena semua terkubur, dalam diri kita. Segala yang terbaik ada didalam kita namun terkubur begitu dalam karena kemalasan.

Sesungguhnya bila kita mengerjakan yang terbaik, maka kemuliaan Allah akan dilihat oleh dunia. Gunakan kesempatan-kesempatan yang Allah sudah berikan sehingga kita mendapat hasil yang terbaik, sebab jika kita memberi yang terbaik, kita akan menerima yang terbaik juga. Jangan melakukan perhitungan untung rugi dalam memberikan yang terbaik bagi Tuhan.

Bagaimana Melakukan Yang Terbaik ???

  1. Berdasarkan Kasih seperti Allah

Karena begitu Besar Kasih Allah…

Kasih tidak memberikan alasan ketika dituntut untuk memberikan yang terbaik. Semua alasan akan dikalahkan oleh kasih sebab dalam kasih ada kerinduan besar untuk memberikan yang terbaik. Contoh pribadi Yesus dalam Filipi 2:5-6, IA tidak menolak dan memberikan alasan untuk taat pada perintah Bapa. IA meninggalkan ke Allahan-Nya untuk menjadi manusia dan memberikan yang berharga, yaitu hidup-Nya kepada dunia yang tidak layak dikasihi. Kiranya kita memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat dalam diri Yesus seperti ini, supaya oleh karena kasih juga kita dapat memberikan yang terbaik. Baik kepada Allah, juga bagi sesama.

  1. Memakai Visi

Visi mampu melihat sesuatu yang masih jauh didepan. Jika kita memiliki Visi, kita dapat melihat hal-hal yang luar biasa di tahun yang akan datang. Memiliki Visi bukan berarti menunggu sampai hal tersebut jadi kenyataan. Visi akan memberi semangat yang besar untuk kita memberi dan melakukan hal yang terbaik dalam segala hal yang kita kerjakan. Contohnya seperti Yusuf. Ia mendapat visi yang sangat jelas dalam mimpinya. Sebuah Visi dari Allah untuk masa depannya. Hal itu membuat ia bekerja dengan semangat dalam segala keadaan, baik sebagai budak maupun ketika ia ada dalam penjara. Sekalipun banyak tantangan yang ia hadapi, Visi mendorongnya untuk tetap mengeluarkan yang terbaik dalam dirinya. Ia dipercaya oleh Potifar bahkan kepala penjara mempercayakan kunci penjara kepada dirinya.

 

  1. Motivasi Diri

Motivasi terbesar yang sudah diberikan kepada diri kita adalah janji Firman-Nya yang pasti digenapi dan Roh Kudus sang Penolong yang akan menyertai kita dalam segala keadaan. Dan motivasi yang terbaik yang kita miliki dalam kehidupan juga adalah hari kematian diri kita. Ketika kita menyadari bahwa suatu saat kita akan meninggal maka seharusnya kita kerjakan yang terbaik selagi ada kesempatan. Pengkhotbah 9:10 “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. “

Kita tidak akan lama tinggal di dunia ini. Tujuan keberadaan kita di dunia ini dimaksudkan Tuhan untuk melakukan yang terbaik. Supaya dunia melihatnya dan dapat memuliakan Bapa di sorga.

Kesimpulan

Apapun yang kita miliki sekarang, kerjakan dengan cara yang terbaik sebab Allah sudah memberi yang terbaik dan tugas kitalah mengeluarkannya. Hasilnya pastilah yang terbaik juga pada akhirnya. Selama masih ada kesempatan, pergunakan semua untuk kemuliaan Tuhan karena dalam dunia orang mati tidak ada kesempatan untuk dapat bekerja lagi.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s