Natal dan Kemustahilan – by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 27 Des 2015)

Lukas 1:37

“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

PENDAHULUAN

Sepanjang bulan Desember ini, kita sudah membahas tentang natal dengan berbagai tema. Secara khusus pada perayaan natal kali ini, kita akan membahas “Natal dan Kemustahilan.” Berita natal pertama kali disampaikan Gabriel kepada Maria. Pada waktu itu Gabriel diutus Allah untuk memberitahukan kepada Maria, bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki dan Maria harus menamakan bayi itu: “Yesus.”

REAKSI MARIA

Mendengar berita tersebut, Maria terkejut, sebab ia berpikir, apa yang diucapkan malaikat kepadanya itu tidak mungkin terjadi. Bagi Maria ada banyak alasan untuk tidak percaya kepada ucapan malaikat. Alasan utamanya adalah karena Maria belum bersuami.

Lukas 1:34

Maria berkata: Bagaimana hal itu dapat terjadi, sebab aku belum bersuami!”

Jika kita memperhatikan yang terjadi disekitar kita, faktanya banyak wanita memiliki anak tanpa memiliki suami. Lalu apa yang dimaksudkan dengan perkataan Maria ini?

Dalam terjemahan bahasa Inggris ditulis: “How shall this be, seeing I know not a man?” Artinya bagaimana hal ini bisa terjadi aku belum mengenal laki-laki? Kata mengenal itu berarti memiliki laki-laki atau suami. Kalau kita melihat dalam terjemahan Yunani kata mengenal laki-laki atau bersuami diterjemahkan dengan kata: Aku belum pernah berhubungan seks dengan laki-laki mana pun. Inilah yang menjadi alasan Maria bahwa berita yang disampaikan oleh Gabriel kepadanya adalah hal yang mustahil, sebab tidak mungkin seorang wanita mengandung dan melahirkan anak tanpa melalui hubungan seksual.

ELISABET SEBAGAI CONTOH

Menanggapi ketidakpercayaan Maria, Gabriel berkata bahwa ia diutus oleh Allah Yang Maha Kuasa, yang sanggup melakukan segala sesuatu, yang mustahil bagi manusia, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Sebagai bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, Gabriel memberikan contoh Elisabeth sepupu Maria. Telah sekian lama Elisabet menikah dengan Zakharia, tapi tidak dikaruniai anak sebab ia mandul. Sekarang di usia tua, Elisabeth sedang mengandung 6 bulan. Inilah bukti bahwa bagi Allah tidak ada perkara yang mustahil. Hal yang sama juga pernah Allah terjadi kepada Sara istri Abraham. Sekalipun Sara sudah berhenti adat perempuannya (menopouse) namun Allah sanggup memberikan anak kepada mereka seperti yang dijanjikanNya.

KESIMPULAN

Dari sini kita dapat menarik kesimpulan: Allah yang disembah Maria dan Elisabet ialah Allah yang sama yang sanggup melakukan yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia. amin!! Hal yang sama juga berlaku bagi kita anak-anakNya. Jika Tuhan sanggup melakukan keajaiban kepada Maria dan Elisabet, Allah juga sanggup melakukannya kepada kita semua. Yang mustahil bagi kita, tidak mustahil bagi Tuhan.

APA YANG YESUS TIDAK BISA LAKUKAN?

Dari keempat Injil yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, saya ingin mengajak kita semua untuk memperhatikan Injil Yohanes. Injil Yohanes ditulis th 90-92 M, setelah Injil Matius, Markus dan Lukas selesai ditulis. Yohanes hanya mencatat 8 mujizat dalam Injilnya, dengan keyakinan pembaca menjadi percaya dan alami mujizat apa pun dari Yesus.

MUJIZAT YESUS DALAM INJIL YOHANES

Dari sekian banyak mujizat yang Yesus lakukan, Yohanes hanya mencatat 8 Mujizat, antara lain:

  1. Air menjadi anggur

Di Kota Kana Tuhan Yesus membuat mujizat pertama yaitu air menjadi Anggur dalam sebuah pesta pernikahan. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa semua rasa kuatir, takut, sedih dapat diubahkan oleh Tuhan menjadi sukacita.

  1. Anak pejabat istana disembuhkan.

Tuhan berkuasa memberikan kesembuhan kepada setiap orang yang sakit. Adakah di antara kita yang sedang menderita sakit? Percayalah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, Ia sanggup memberikan kesembuhan dan kesehatan kepada kita.

  1. Orang lumpuh dapat berjalan

Barangkali kita tidak mengalami kelumpuhan secara fisik, tetapi siapa tahu, ekonomi, keuangan, kesehatan kita sedang lumpuh, sehingga kita menjadi lemah tak berdaya. Datanglah kepada Yesus , Ia sanggup menolong yang tidak berdaya diubah menjadi kuat/bertenaga.

 

  1. Yesus memberi makan 5000 orang lapar.

Dengan lima roti dan dua ekor ikan, Tuhan Yesus memberi makan kepada lima ribu orang laki-laki yang mengikutinya [Ini belum termasuk wanita dan anak-anak]. Ini memberi pelajaran kepada kita bahwa Tuhan sanggup mengubah keadaan lapar atau kekurangan menjadi kenyang bahkan kelimpahan.

  1. Yesus berjalan di atas air.

Secara nyata tidak mungkin seorang bisa berjalan di atas air. Petrus seharusnya binasa karena tenggelam saat berjalan di atas air, namun oleh pertolongan Tuhan Yesus, Petrus diselamatkan.

  1. Orang buta dicelikan.

Buta adalah gambaran keadaan yang gelap dan tanpa pengharapan, namun oleh kuasa Tuhan Yesus yang buta melihat, yang gelap berubah menjadi terang dan penuh harapan.

  1. Lazarus dibangkitkan

Tuhan berkuasa memberikan kehidupan bahkan kepada orang yang sudah meninggal sekalipun, sebab Dia adalah sang pemberi kehidupan.

 

  1. Pukat yang penuh dengan ikan

Setelah sepanjang malam murid-murid gagal menangkap ikan, Yesus memerintahkan untuk menebarkan jalanya di kanan. Saat mereka taat melakukannya mereka menangkap sejumlah ikan besar. Kegagalan, kekurangan dapat diubah oleh Tuhan menjadi sukses dan diberkati.

YESUS BERJALAN DI ATAS AIR, Yoh. 6:16-21/Mat 14:22-33

Dari delapan mujizat yang ditulis oleh Yohanes, kita akan menyoroti tentang mujizat Yesus berjalan di atas air. Biasanya Yohanes tidak mencatat kembali kisah yang sama jika sudah diberitakan oleh penulis sebelumnya. Namun pada peristiwa Yesus berjalan di atas air, walau singkat dan tidak sedetil Matius dan Markus, Yohanes merasa perlu mencatat kisah ini kembali dengan tujuan bukan hanya untuk dikagumi dan dibicarakan semata, apalagi untuk dipraktekkan secara jasmani. Bagi Yohanes mujizat ini mempunyai nilai dan arti rohani yang sangat penting, bagi orang percaya di akhir zaman ini. Untuk itu marilah kita mempelajari kisah Tuhan Yesus bejalan di atas air.

  • TENTANG LAUT (Air Yang Banyak)

Laut atau air yang banyak dalam firman Allah memiliki arti tentang massa atau kumpulan orang banyak.

Wahyu 13:1,2.

Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

Binatang buas, yang keluar dari dalam laut ini bukan monster atau mahkluk ajaib, tetapi gambaran Antikristus. Ia digambar seperti seorang yang gagah, tampan, hebat tetapi memiliki karakter, tabiat yang garang, seram, keras dan jahat seperti macan tutul, beruang dan singa. Ia keluar dari dalam laut. Laut adalah gambaran massa – orang banyak. Jadi, Antikris muncul dari tengah-tengah massa atau orang banyak. Bandingkan dengan Wahyu 17:15. Lalu ia berkata kepadaku: “Semua air yang telah kau lihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

KONDISI DUNIA

Yesaya 57:20,21

“Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. Tiada damai bagi orang-orang fasik itu.”

TENTANG ORANG FASIK

Tiga gambaran tentang orang-orang fasik yaitu orang yang di luar Yesus, al:

  1. Orang fasik seperti laut

Fakta berbicara bahwa jumlah orang fasik lebih banyak bila dibanding orang percaya. Mereka seperti air laut sedangkan jumlah orang percaya/benar seperti murid-murid Yesus yang ada dalam perahu, atau ada di atas permukaan laut.

  1. Orang fasik berombak-ombak (tidak dapat tenang)

Orang fasik, (orang yang tidak percaya) hidupnya gelisah, (tidak tenang), karena tidak memiliki kepastian akan keselamatan kekal. Itulah sebabnya hidup mereka gelisah, memikirkan kemana akan pergi setelah meninggal [Mazmur 51:14].

Selain itu orang fasik gelisah/tidak tenang karena mereka terus memikirkan dan merencanakan berbagai cara untuk lakukan kejahatan kepada orang-orang percaya.

Amsal 4:14-16

Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat. Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus. Karena mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung;

  1. Orang fasik seperti arus yang menimbulkan sampah dan l

Orang fasik bagai pabrik yang terus membuang limbah. Sampah adalah kejahatan dan lumpur gambaran dosa. Tetapi Orang fasik bukan hanya memproduksi dosa dan kejahatan, mereka juga berusaha menyeret dan menenggelamkan orang benar masuk dalam sampah dan lumpur, yaitu dosa dan kejahatan dunia. Disemua bidang kehidupan baik agama, politik; ekonomi; keuangan; perdagangan; pendidikan; kebudayaan; olah raga dan pergaulan, disana ada jebakan sampah dan lumpur, (dosa/kejahatan) yang berupaya menenggelamkan orang-orang percaya! Sebab itu WASPADALAH!!!

GEREJA HARUS BERJALAN DI ATAS AIR

Mungkin ada orang-orang yang berkata: wajar, maklum, lumrah orang melakukan dosa sedikit, sebab mustahil hidup di zaman kini, orang bisa bersih dari dosa dan kejahatan. Apakah memang demikian kehidupan gereja Tuhan? Tidak! Tidak! dan Tidak!

GEREJA YANG KUDUS

Gereja harus hidup kudus, benar dan berbeda dengan dunia yang mentolerir dosa. Seperti Yesus memberi kesanggupan kepada Petrus untuk berjalan di atas air, tentu bukan hal yang mustahil Tuhan Yesus memberikan kesanggupan yang sama bagi Gereja di akhir zaman untuk hidup di dunia ini, tanpa harus ikut tenggelam dalam dosa dan kejahatan bersama orang fasik. Caranya?

  1. Pandang kepada Yesus

Seperti Petrus memandang kepada Yesus, gereja harus memandang Yesus agar tidak tenggelam dalam lauatan dunia yang jahat ini. Petrus tenggelam karena pandangannya diarahkan kepada ombak dan angin yang bertiup di laut Galilea. Kata memandang memiliki arti:

  • Ibadah – Tahun 2016 rajinkan diri Saudara beribadah agar tidak terseret dalam pusaran sampah dan lumpur dosa.
  • Lakukan firman Tuhan – Mujizat hanya terjadi pada saat kita melakukan firman Tuhan. Seperti Petrus taat kepada perintah Yesus, ia dapat berjalan diatas lautan.

2. Berserulah Kepada Yesus

Saat Petrus berseru: “Tuhan, tolonglah aku!” Terjemahan lain: Yesus pegang tangan hamba, hamba binasa!” Saat yang sama Tuhan Yesus mengulurkan tanganNya, serta menuntunya berjalan di atas lautan hingga tiba di pantai. Berserulah kepada Tuhan, mohonkan penyertaanNya agar di tahun yang akan datang, Tuhan memegang dan menyertai perjalanan hidup kita sehingga kita mampu berjalan diatas gelombang kemustahilan. Selamat mengalami mujizat dalam diri Anda! Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s