BERITAKANLAH INJIL TUHAN by Pdt. Gideon Santoso (IBadah Raya 3 – Minggu, 10 Jan 2016)

ROMA 10:9-15

Tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada banyak orang Kristen yang belum mengerti apa itu berita Injil Tuhan, apa yang harus diberitakan, bagaimana memberitakannya dan siapa yang harus memberitakannya.

APAKAH BERITA INJIL TUHAN ITU ?

Inti dari berita Injil atau kabar baik adalah : YESUS ADALAH TUHAN, bukan tentang hal materi. Semua yang diperlukan dan dibutuhkan manusia yang sebenarnya adalah keselamatan. Itulah sebabnya sadar atau tidak, dalam aktivitas seharian manusia selalu mengucap kata selamat dalam momen tertentu misalnya mengucapkan : Selamat pagi, selamat siang, selamat ulang tahun, selamat jalan dan ucapan selamat lainnya. Hal ini membuktikan bahwa yang dibutuhkan manusia sebenarnya adalah keselamatan. Meski demikian bukan berarti manusia tidak membutuhkan hal materi, manusia butuh hal-hal materi selama ia hidup di dunia, tetapi yang terutama dari semuanya itu adalah keselamatan, seperti yang tertulis dalam Matius 16:26 “ Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia (materi) tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Untuk mengerti tentang keselamatan, kita kembali kepada pokok ayat bahasan kita di atas.

YESUS ADALAH TUHAN

Roma.10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa YESUS ADALAH TUHAN, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Dari ayat ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa :

  • Pengakuan iman yang paling awal dari setiap orang yang percaya bukanlah “ Yesus adalah juru selamat” tetapi “ Yesus adalah Tuhan” (Kis.8:16 ; 19:5 ; 1Kor.12:3).
  • Waspada dengan ajaran dewasa ini, yang mengajarkan bahwa Yesus bisa menjadi juru selamat tanpa menerima Dia sebagai Tuhan. Mereka berani mengatakan bahwa Yesus hanya sebagai salah satu dari jalan keselamatan.
  • Tidak seorangpun dapat menerima Yesus sebagai juru selamat tanpa menerimaNya sebagai TUHAN. Inilah unsur paling penting dari berita INJIL ( Kis. 2:36-40).

Kata “ TUHAN “ Yunani – Kyrios yang berarti : Memiliki kuasa ; Wibawa dan hak untuk menguasai.

  • Mengaku Yesus adalah Tuhan, adalah menyatakan bahwa Yesus setara dengan Allah (Roma.10:13 ; Yoh.20:28 ; Kis.2:36 ; Ibrani.1:10). Yesus harus menjadi Tuhan atas hal-hal rohani di rumah dan di gereja dan semua segi kehidupan kita. Selanjutnya dalam …..

Roma 10:9b – “…dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”

  • Setelah menerima dan mengaku Yesus adalah TUHAN, maka hal kedua yang harus dilakukan adalah : Percaya dalam hatinya bahwa Allah membangkitkan Dia (Yesus) dari antara orang mati.

Jika ada orang percaya tapi menyangkal kebangkitan Kristus dari antara orang mati, maka orang tersebut belum masuk hitungan orang percaya. Sebab peristiwa Kematian dan kebangkitan Yesus adalah : INTI DARI KESELAMATAN, Roma. 1:4 ; 4:25 ; 5:10,17.   INILAH YANG DISEBUT BERITA INJIL TUHAN. Selanjutnya dalam ayat 10 dikatakan :

Roma 10:10 – “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan .”

Semua unsur keselamatan terangkum disini

  • Pengakuan akan ketuhanan Yesus, dan mengaku percaya akan kematian dan Kebangkitan Yesus adalah inti KESELAMATAN.

Kesimpulan dari dua ayat di atas ( Roma 10:9,10 ) ditegaskan pertama dalam Roma 10:11- “ Karena kitab suci berkata : “Barang siapa yang percaya Dia, tidak akan dipermalukan.” Dan kedua dalam Roma. 0:13 – “ Sebab, barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan”

TANGGUNG JAWAB ORANG YANG SUDAH DISELAMATKAN

Sebagai jemaat Tuhan, kita tentunya sudah melewati tahap itu, dan yakin keselamatan menjadi milik kita. Tetapi tidak berhenti sampai di hidup kita, ada tanggung jawab yang harus kita kerjakan, seperti yang tertulis dalam ayat berikutnya dalam :

Roma 10:14 – “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya ? …..

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa masih banyak orang yang belum menerima Injil keslematan itu, mereka tidak mungkin menyerukan bahwa Yesuslah Tuhan atas hidup mereka karena mereka belum percaya, mereka belum mendengar tentang Dia (Yesu ). Inilah tugas kita yang sudah lebih dulu menerima keselamatan itu.

Tugas kitalah untuk memberitakan Injil Tuhan, agar mereka mendengar Injil Tuhan ; Menerima Yesus sebagai Tuhan ; Percaya bahwa Yesus telah mati dan bangkit bagi pengampunan dosa mereka. Sehingga merekapun dapat berseru YESUS ADALAH TUHAN.

Tanpa melewati tahap ini, belum dikatakan bahwa penginjilan itu berhasil diterima oleh orang yang di injili, karena ada begitu banyak orang yang mengaku percaya Tuhan tetapi tidak mengerti sama sekali makna keselamatan didalam Yesus dengan benar, ada yang pergi ke gereja karena dapat sembako, ada yang menjadi orang Kristen kerena suami atau istrinya orang Kristen tanpa mengerti sama sekali tentang keselamatan itu. Beritakanlah Injil keselamatan dengan pengertian yang benar, materi yang kita miliki memang dapat kita jadikan sebagai sarana untuk penjangkauan jiwa, tapi tetap kedepankan makna Injil itu agar benar-benar mereka mengerti betul tentang keselamatan dan menerimanya dengan sepenuh hati.

SIAPA YANG MAU PERGI MEMBERITAKAN UNTUK MEMBERITAKANNYA ?

Inilah yang mernjadi permasalahan dibanyak gereja Tuhan yang menjadi sumber berita Injil. Perhatikan ayat berikutnya dalam: Roma 10:15–“Dan bagaimana mereka dapat memberitakanNya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis : Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik !”

  • Tidak ada pengutusan untuk Injil diberitakan. Ada banyak gereja yang lebih fokus pada pembangunan gereja, memperbesar pengaruh denominasinya sendiri dan mengesampingkan tugas yang Tuhan sudah perintahkan.

Secara universal pengutusan sudah dilaksakan sebelum Yesus naik ke sorga Mat 28:18-20. Tetapi banyak dilupakan tugas agung ini. BAGAIMANA DENGAN KITA JEMAAT MAHANAIM? 2016 ADALAH TAHUN PENGINJILAN.

Milikilah Respon/tanggapan seperti Nabi Yesaya

Yesaya 6:8 – “ Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: Siapakah yang akan Ku utus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku ? Maka sahutku : “ Inilah AKU, utuslah AKU”

Yesaya mendengar pertanyaan sekaligus permintaan tentang siapa yang memiliki hati untuk pergi melaksanakan amanat agungNya menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih Bapa lewat Injil Tuhan. Biarlah dorongan dan semangat kasih Tuhan dapat menjadi motivasi yang kuat untuk setiap jemaat Tuhan Mahanaim dapat menjadi pemberita-pemberita Injil Tuhan. Jawablah dalam hati kita masing-masing seperti jawaban Yesaya, inilah aku Tuhan, utuslah aku. Mulailah dari dalam rumah kita, tetangga, kota dan sampai seberapa Tuhan percayakan untuk pergi, BERITAKANLAH INJIL TUHAN.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s