Fokus 2016 :PENGINJILAN by Pdt. Joseph Priyono – (Ibadah Raya 1-Minggu, 10 Jan 2016)

Pendahuluan

Memasuki tahun 2016 Gembala kita sudah menetapkan bahwa fokus gereja kita di tahun ini adalah “Penginjilan”.Ini berarti bahwa semua kegerakan, aktifitas, kegiatan, acara dan apapun itu harus memiliki tujuan yang sama yaitu memenangkan jiwa bagi Kristus. Dengan ditetapkannya fokus 2016 sebagai tahun penginjilan, kita berharap semua elemen gereja mulai dari: P’Kids, Youth House of Freedom, Crossover, pria, wanita hingga lansia, semuanya memfokuskan diri untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang.

Mengapa harus menginjil?

  1. Penginjilan adalah detak jantung Tuhan

Luk 19:10

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

 

Penginjilan adalah detak jantungnya Tuhan. Tujuan kedatanganNya ke dalam dunia ini adalah menyelamatkan dan mencari yang hilang. Dalam keadaannya sebagai manusia, Tuhan Yesus pernah ditawari Iblis untuk memiliki seluruh kerajaan dunia, tetapi Ia menolaknya karena tujuannya adalah menyelamatkan manusia. Demikian juga ketika orang banyak datang berbondong-bondong kepadaNya hendak menjadikan Dia raja, Tuhan Yesus juga menolaknya karena itu bukan tujuan kedatanganNya. Bahkan dalam penderitaan yang berat di taman Getsemani, Tuhan Yesus tetap memilih meminum cawan penderitaan asal semua orang diselamatkan.

Penginjilan juga harus menjadi detak jantung gereja. Semua aktifitas gereja harus bertujuan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Gereja tidak boleh berfokus pada acara atau program tanpa usaha memenangkan jiwa bagi Kristus. Seharusnya semua dana, kegiatan dan program gereja harus bertujuan untuk membawa manusia bagi Kristus. Arah perjalanan gereja adalah menyelamatkan jiwa-jiwa.

  1. Perintah TUHAN bukan PILIHAN [ Mat.28:19, Mark. 16:15, Luk 24:47, Yoh 15:16, Kisah 1:8 ]

Mar 16:15

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

 

Tugas pemberitaan Injil merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang percaya. Kita tidak bisa memilih memberitakan atau tidak, sebab ini adalah perintah Tuhan. Sebagai anak Tuhan yang taat kepadaNya kita wajib memberitakan Injil, sebab tanda kasih kita kepadaNya adalah taat kepadaNya.

Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”

  1. Tanpa YESUS manusia binasa

Yohanes 3:18

“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”

Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Tanpa Yesus manusia akan meninggal dalam kebinasaan kekal. Entah berapa banyak orang meninggal dalam kebinasaan setiap hari? Satu-satunya cara menghentikan kematian ke nereka adalah mengabarkan Injil kepada mereka.

Barang kali kita banyak berbuat baik kepada sesama, tetapi semua kebaikan, kasih, pemberian kita tidak bisa menyelamatkan seseorang. Keselamatan hanya didapat melalui percaya kepada Yesus. Kebaikan dan kasih kita dapat menjadi jembatan untuk memberitakan Injil kepada orang lain.

Berikut ini beberapa ayat firman Tuhan yang akan meneguhkan kita bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan.

Kisah 4:12

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

 

Wahyu 20:15

Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

 

Bagaimana Cara Menginjil?

Untuk melakukan penginjilan kita dapat belajar dari penginjil terbesar sepanjang zaman yaitu Tuhan Yesus Kristus. KehadiranNya selalu menarik banyak orang datang kepadaNya. Dalam Matius 4:25 disebutkan: Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia; Markus 12:37 “… Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.” Apa yang membuat orang banyak mengikuti Yesus?

a.Yesus mengasihi orang yang berdosa

Matius 9:36

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

 

Hati Yesus selalu dipenuhi dengan belas kasihan kepada orang lain. Ia membenci dosa tetapi mengasihi orang berdosa. Bahkan orang menyebutnya sahabat orang berdosa.

Lukas 7:34

Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

Kebanyakan anak-anak Tuhan senang bersahabat dengan saudara seiman, satu gereja atau satu kemah. Itu baik, tetapi kalau kita hanya berteman dengan mereka saja, lalu siapakah yang akan menjangkau orang berdosa? Saatnya kita keluar dari kenyamanan dan menjangkau orang berdosa. Berapa banyak di antara kita yang dikenal sebagai sahabat orang berdosa? Yesus dikenal sebagai sahabat orang berdosa.

Menerima Hati Tuhan yang penuh kasih.

Untuk menjangkau orang berdosa, mereka yang belum percaya Yesus kita harus memiliki hati Tuhan yaitu hati yang penuh dengan belas kasihan. Tanpa memiliki hati Tuhan kita gagal mengasihi orang lain. Dalam 1Yohanes 4:10 dikatakan : Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Kasih itu diawali dari Tuhan sebab Dia adalah kasih. Allahlah yang lebih dahulu menyatakan kasih kepada kita barulah kita dapat mengasihi orang lain. Tanpa kasihNya tidak mungkin kita dapat mengasihi orang lain.

Contoh : Wanita Samaria – Yoh 4 : 1 – 42

Wanita Samaria yang bertemu dengan Tuhan Yesus di tepi sumur Yakub ini adalah seorang yang berdosa. Ia dikenal sebagai seorang yang kurang baik. Ia sudah bersuami lima kali dan yang keenam-pun bukan suaminya. Perjumpaannya dengan Tuhan Yesus telah mengubah segalanya. Di tempat ini ia menerima kasih Tuhan, dosanya diampuni dan hidupnya diubahkan. Sejak itulah kehidupannya berubah sama sekali. Kasih dari Tuhan yang ia alami, membuatnya tidak bisa berdiam diri untuk membagikan kasih dan pengampunan Tuhan kepada siapa saja yang ia jumpai. Ayat 39 menceritakan: “Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, …” Sekali lagi semuanya ini terjadi karena wanita Samaria ini telah lebih dulu menerima kasih Tuhan. Ia mengerti, apa arti dikasihi, ia juga faham apa arti diampuni. Sebaliknya kegagalan menerima adalah kegagalan memberi.

Matius 10:8

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

b.Tuhan Yesus memenuhi kebutuhan orang banyak

Luk 4:18-19

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Tuhan Yesus menarik banyak orang karena Ia bukan saja mengasihi orang banyak, tetapi Ia juga memenuhi kebutuhan mereka. KedatanganNya memberikan jawaban atas setiap kebutuhan manusia. Ia menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, serta membebaskan orang-orang yang tertindas.

Saat menemui 5000 orang laki-laki yang kelaparan, Tuhan Yesus memberinya makan, kepada Bartimeus yang buta, Ia sembuhkan dan orang lumpuh, Dia buat berjalan. Setiap orang yang datang kepadaNya selalu mendapatkan jawaban atas kebutuhannya. Bahkan dalam Markus 10:51 dikatakan: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” Tuhan Yesus menawarkan kebutuhan apa yang Ia dapat penuhi.

Bagaimana dengan Gereja? Apakah kehadiran kita menjadi jawaban bagi orang lain? Inilah yang membuat Gereja kurang menarik, karena kehadirannya tidak menjadi jawaban bagi orang banyak. Untuk memenangkan jiwa bagi Kristus, gereja harus menjawab kebutuhan lingkungan. Sebab itu sebagai tahun penginjilan, marilah kita jadikan tahun 2016 sebagai tahun jawaban bagi jiwa-jiwa yang terhilang. Selamat memenangkan jiwa!! Gbu – KJP

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s