SEPERTI APAKAH KITA DALAM PANDANGAN TUHAN by Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1-Minggu, 17 Januari 2016)

PENDAHULUAN

Dalam hidup ini, penuh dengan penilaian menurut pandangan yang berbeda dan ada banyak ragam penilaian tergantung dengan subyeknya misal :

  • Makanan : Penilaiannya enak dan tidak enak , inipun relatif tergantung selera.
  • Pakaian : Penilaiannya bagus dan tidak bagus , relatif pada kesukaan warna dan modelnya.
  • Harga : Murah atau mahal, inipun tergantung dari pendapatannya. Bagi yang berpenghasilan 500 ribu sebulan harga 100 ribu itu mahal, tapi bagi yang berpenghasilan 5 juta harga 100 ribu itu murah.

Bagaimana penilaian dan pandangan orang lain terhadap diri anda? Penilaian dan pandangan manusia cenderung berdasarkan pada :

  • Suka dan tidak suka : Kepada orang yang disukai orang cenderung kompromis untuk menilai baik meski yang diperbuat tidak baik, sebaliknya pada orang yang tidak disukai, apapun yang diperbuat dianggap tidak baik, meskipun ia berbuat baik.
  • Perasaan : Menilai berdasarkan perasaan, jika ada perasaan sayang apalagi cinta, apapun yang diperbuat pasti dianggap baik. Sebaliknya jika ada perasaan dengki, iri hati dan benci, sebaik apapun yang diperbuat orang tersebut selalu dipandang tidak baik.
  • Bersifat subyektif : Artinya berdasarkan apa yang dilihat, tetapi tidak pernah mau tahu apa dan bagaimana kejadian yang sebenarnya. Penilaian semacam ini cenderung menghakimi.

Ketiga hal inilah yang menjadi kecenderungan manusia dalam hal memberi penilaian.

BAGAIMANA PENILAIAN DAN PANDANGAN ALLAH

Penilaian dan pandangan Allah selalu benar dan adil dan didasarkan kepada kemaha-tahuanNya. Didalam kitab Wahyu 2-3 menjelaskan ada 7 sidang jemaat Allah yang mendapat penilaian dan pandangan yang berbeda dari Allah, yang semuanya diawali dengan kalimat “AKU TAHU”.

  • 2 : 2 – Jemaat Efesus.
  • 2 : 19 – Jemaat Tiatira
  • 3 : 1 – Jemaat sardis.
  • 3 : 8 – Jemaat Filadelfia

Semua penilaian Tuhan dimulai dengan “AKU TAHU.” Contoh Wahyu 2:19.

“AKU TAHU segala pekerjaanmu, baik kasihmu maupun ketekunanmu…..” Bagaimana penilaian dan pandangan Tuhan terhadap kita, dapat dilihat dari apa yang kita perbuat.

Secara umum ada dua penilaian yang Tuhan berikan :

  1. Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik (Mat.25:21). Atau ……
  2. Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan (Mat 7:23 ).

Selagi hidup, kita masih punya kesempatan mendapat penilaian baik dari pandangan Tuhan.

Untuk kita mengetahui kira-kira seperti apa pandangan Allah terhadap kita, mari kita adakan semacam studi banding terhadap orang yang dinilai buruk dalam pandangan Allah.

Ada 5 contoh orang yang dinilai buruk dari Tuhan yang dapat kita pelajari :

  1. ORANG BODOH, Luk 12 : 16-21 (Sebaiknya dibaca ayatnya)
  • Orang dalam ayat ini dinilai bodoh oleh Tuhan karena orientasi hidupnya hanya pada perkara duniawi saja tanpa memikirkan perkara sorgawi/rohani.

Tuhan tidak melarang anak Tuhan menjadi kaya, tetapi jangan sampai kekayaan itu menjadikan dirinya lupa untuk mencari perkara rohani. Dalam Amsal 11:1- dikatakan :

“ Neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.”

Allah menghendaki keseimbangan dalam hidup kita, baik secara rohani maupun jasmani. Hidup memang perlu hal-hal jasmani itulah sebabnya kita harus bekerja, tetapi jangan lupa perkara kekekalan juga harus kita kerjakan. Jadikan fasilitas materi yang kita miliki untuk meraih hal-hal yang kekal itulah timbangan yang tepat.

  1. ORANG JAHAT DAN MALAS, Matius 25:24–26.
  • Tuhan menilai terhadap orang yang mempunyai satu talenta sebagai orang yang tidak mau mengerjakan dan tidak bertanggung jawab terhadap apa yang dipercayakan Tuhan (Talentanya) dan hal itu dianggap “Jahat dan Malas.”
  • Letak kejahatan yang punya satu talenta adalah mau terima tapi tidak mau mengerjakannya. Allah memberikan kepada kita kemampuan atau talenta bukan asal-asalan dan tanpa tujuan, tetapi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang kita miliki. Mintalah hikmat Tuhan untuk kita dapat mengerjakannya, jangan dipendam atau disembunyikan, sebab hal itu dipandang jahat dan malas oleh Tuhan.
  1. DICERCA TUHAN, Matius 3:7,8.

“ Tetapi waktu Ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka : Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, Bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka Tuhan? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.”

  • Orang Farisi dan Saduki, dicerca Tuhan sebagai keturunan ular beludak, karena mau ikut dalam bagian kerajaan Allah lewat baptisan tanpa bertobat. Tidak sedikit orang yang mengaku percaya kepada Tuhan menuntut janji-janji, berkat Tuhan tanpa mau menjalani hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan. Seperti orang Farisi dan Saduki, hidupnya penuh dengan kemunafikan dan tipu daya, sehingga Tuhan menyamakan mereka sebagai keturunan ular beludak yang beracun.
  • Yesus menyatakan bukti orang yang belum bertobat lewat perkataannya, karena bisa racun ular itu ada pada mulutnya. Mat 12:34 –“Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.”

 

  1. DINILAI TIDAK BENAR, Lukas 18:9-14

Dalam ayat ini Tuhan menilai bagaimana orang Farisi dan pemungut cukai dalam ibadah:

  • Orang Farisi ibadahnya dinilai tidak benar oleh Tuhan. Mengapa?
  • Ia memiliki kesombongan rohani dan merendahkan orang lain.

Ay 11,12 – “Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.”

  • Kesombongannya memang tak terlihat, perhatikan 11a – “ Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya….” kesombongannya memang tidak terucap hanya didalam hantinya, namun bagi Tuhan hal itu terdengar sangat lantang, tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak bisa Tuhan dengar.

  1. DINILAI KURANG AJAR, Maleakhi 3:13,14

“Bicaramu kurang ajar tentang aku, firman Tuhan. Tetapi kamu berkata : Apakah kami bicarakan diantara kami tentang Engkau? Kamu berkata: Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadapNya dan berjalan dengan pakaian berkabung dihadapan Tuhan semesta alam?”

  • Israel disini dinilai kurang ajar bicaranya, karena menganggap rendah ibadah kepada Tuhan. Mereka menganggap ibadah tidak ada gunanya, dan penyangkalan diri untuk tunduk kepada aturan firmanNya sebagai ibadah juga dianggap sebagai hal yang sia-sia. Hal ini bagi Tuhan sudah kelewatan dan dinilai Tuhan sebagai hal yang kurang ajar ucapannya.
  • Jangan pernah menganggap rendah ibadah apapun di gereja, baik ibadah raya/umum, ibadah pria, wanita, ibadah doa, sekolah minggu dll. Sebab hal itu sama dengan merendahkan Tuhan yang hadir dalam ibadah itu.

Jadikan 5 contoh penilaian buruk ini sebagai pelajaran jangan sampai menimpa kita.

  • Jangan sia-siakan hidup ini hanya untuk mengejar perkara duniawi yang hanya berlaku pada waktu kita hidup di dunia ini saja, tapi cari dan kejarlah juga perkara yang membawa kita pada kekekalan.
  • Siapa yang merasa tidak punya hikmat untuk mengembangkan talentanya, mintalah hikmat Tuhan.
  • Hiduplah sesuai dengan jalur kebenaran Tuhan, sebab tidak ada jalan pintas untuk kita dapat menikmati janji-janji Tuhan, selain mengikuti petunjuk fimanNya.
  • Hidup dalam kerendahan hati, dan jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain apalagi merendahkan orang lain.
  • Jangan meremehkan Ibadah, karena hal itu sama dengan menghina Allah yang hadir dan disembah dalam ibadah

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s