Janji Tuhan bagi orang percaya by Pdt. Yeremia Gunawan (Ibadah Raya 2 – Minggu, 24 Januari 2016)

Tempat dimana Tuhan menempatkan kita, pasti ada berkat yang Tuhan sediakan. Hanya terkadang tidak dapat kita nikmati karena ada penghalang. Dalam Alkitab, Tuhan memberkati para nabiNya dimanapun mereka ditempatkan, termasuk Yohanes ketika berada di pulau Patmos. Kehadiran Allah ia rasakan sekalipun dalam kesakitan tubuh fisik. Pauluspun demikian, sekalipun berada dalam kesusahan, himpitan dan penjara Paulus tetap menikmati kehadiran Tuhan dan memberkati orang lain lewat surat-surat yang ia tulis.  Berapa banyak diantara kita, ketika berada dalam masalah kita tidak dapat menjadi berkat? Justru mundur dalam pelayanan. Tuhan dapat menyelesaikan setiap masalah kita, melalui firmanNya.

Matius 13:1-9, benih adalah firman Tuhan dan ketika benih ditabur, ia akan jatuh diberbagai jenis tanah. Ada yang dijalan, tanah berbatu dan semak duri sehingga pertumbuhannya tidak maksimal. Dalam Yohanes 10:9,10 bahwa pencuri hanya datang untuk mencuri, membunuh serta membinasakan. Artinya jika benih firman yang kita dengarkan tidak bertumbuh pasti ada yang mencurinya. Ketika kita mendengar firman, ada berapa banyak orang yang merasa mustahil bahwa firman yang mereka dengarkan akan terjadi? Sebab ada perkataan orang-orang sekitar yang menabur benih lain yang melemahkan iman. Mereka diumpamakan seperti seorang yang menaburkan benih lain di tengah benih gandum, akan tampak perbedaannya ketika bertumbuh. Tuhan mengijinkan masalah terjadi dalam hidup, tetapi satu hal yang firman Tuhan katakan bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan. Tuhan sanggup menyelamatkan kita, tidak peduli seberapa besar masalah tersebut asal kita memiliki benih firman maka kita sanggup menghadapi masalah.

Yesus mengalahkan iblis dengan firman sebab perkataan firman mengandung kuasa. Tetapi kadang kala kita menggunakan perkataan yang justru menghasilkan dosa. Dan dosa adalah penghalang kuasa Allah bekerja. Matius 12:34, apa yang keluar dari mulut seseorang, berasal dari hatinya. Jadi jika perkataan kita tidak sesuai dengan kebenaran maka sumber kehidupan yaitu hati kita sudah mulai kotor (Amsal 4:23). Banyak perkataan firman yang tidak kita ucapkan justru orang dunia ikuti. Orang Kristen yang hatinya tidak dijaga maka perkataannya akan kotor.

Matius 5:23,24 -Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Artinya bila kita mempersembahkan korban tetapi ada sesuatu di hati terhadap saudara kita, maka kita harus membereskan. Alkitab katakan, tinggalkan persembahan dan berdamai. Mungkin saja mereka terluka karena perkataan-perkataan yang terucap oleh kita, bereskan itu sebab Tuhan mendengar perkataan.

Dalam kehidupan rumah tangga kami, berjalannya waktu kedua anak kembar kami akan bersekolah di daerah kabupaten. Hari Kamis dan Sabtu mereka harus pulang untuk membantu pelayanan, tetapi salah satu anak kami bertanya bagaimana dengan transportasi mereka. Saya pun katakan bahwa mereka gunakan motor yang satu-satunya kami miliki. Anak tersebut ingin menolak karena motor yang akan digunakan juga kami butuhkan. Melihat hal tersebut, saya bertanya apa yang sebenarnya kamu inginkan. Ia katakana bahwa ia ingin memiliki motor. Kamipun katakan kepada anak kami agar berdoa. Selang beberapa waktu setelah kami kembali dari pelayanan di luar kota. Anak kami menghubungi kami, dengan suara terseduh ia meminta kami segera pulang. Sesampainya di rumah, ternyata anak kami menangis sebab doanya telah dijawab Tuhan. Ia mendapat motor persis seperti yang ia doakan kepada Tuhan. Allah mendengarkan perkataan anak kami kepada Tuhan dalam Doa-doanya. Jadi jangan remehkan perkataan-perkataan kita, sebab Allah mendengar.

Perkataan kita berkuasa, jadi seberapa banyak kuasa perkataan yang kita ucapkan ketika kita menjaga hati, sebab itu bereskan hatimu. Suami istri dapat bertengkar karena perkataan-perkataan yang saling melukai dan perkataan itu tidak dibereskan. Bereskan itu sekarang sebab itu akan mempengaruhi hubungan keluarga. Hari ini adakah konflik di hati kita yang merusak kondisi hati? Atau ada perkataan-perkataan kasar yang tidak kita bereskan dengan orang lain? Jika tidak dibereskan maka berkat-berkat dan janji Tuhan tidak akan dinyatakan kepada kita. Bereskan hati kita dihadapan Tuhan dan janjiNya akan dinyatakan kepada orang percaya.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s