SEPERTI BUNGA dan SEPERTI BAYANG-BANYANG by Pdt. JS. Minandar (ibadah Raya – Minggu, 7 Februari 2016)

Ayub 14:1,2

“Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan. Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.”

PENDAHULUAN

Memberitakan amanat agung Tuhan Yesus Kristus, bukan hanya tugas dan tanggung jawab:

  • Para Rasul
  • Hamba-hamba Tuhan
  • Penatua
  • Diaken
  • Aktifis
  • Para Pelayan di Gereja

Karena memberitakan berita keselamatan di dalam Yesus merupakan tanggung jawab setiap orang percaya yang sudah diselamatkan. Baik orang lanjut usia, paru baya, profesional muda, remaja, dan anak-anak, wajib menjalan amanat agung Tuhan Yesus. Jadi disimpulkan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk menghasilkan buah, yaitu memenangkan jiwa-jiwa baru bagi Tuhan Yesus. Seperti yang dilakukan Paulus, dalam Filipi 1:21,22 – bagi Paulus kesempatan hidup yang Tuhan percayakan ia pergunakan untuk memenangkan jiwa bagi Kristus dan jika ia mati maka itu sebuah keuntungan sebab disanalah ia dapat beristirahat. Karena Paulus mengetahui bahwa waktu dan kesempatan untuk dia bekerja tidak banyak, tetapi sangat singkat.

Dalam Ayub 14:1- “Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan…” Artinya semua manusia yang lahir dari perempuan, terkecuali Adam dan Hawa, sebab mereka diciptakan oleh Allah. Jadi setelah Adam dan Hawa semua manusia lahir dari seorang perempuan singkat umurnya. Sebab itu dengan waktu yang singkat tersebutlah kita semakin keras bekerja memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan.

WAKTU SANGAT BERHARGA

Waktu adalah harta yang sangat berharga yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya, sebab:

  1. Waktu Tidak Bisa Diulang

           Uang, emas dan permata hilang, dapat dicari kembali dengan bekerja. Tetapi lain halnya dengan waktu sebab jika waktu sudah dipakai atau terlewati, ia tidak akan pernah kembali lagi atau terulang. Sebuah ilustrasi mengisahkan seorang anak muda pejalan kaki. Pada saat itu ia melewati jalan yang cukup gelap. Di tengah perjalanan, tanpa sengaja kakinya menyentuh sebuah kantong berbahan kain. Ia tidak menghiraukan benda tersebut, ia terus berjalan. Tetapi, karena penasaran anak muda tersebut pun berbalik seraya mengambil kantong kain tersebut. Karena gelap, anak muda tersebut tidak dapat melihat isi dari kantong. Ketika ia merogok isi kantong, seperti butiran kerikil kecil yang ia rasakan. Maka berkatalah anak muda tersebut “Pasti ada orang yang iseng membuang benda ini serta mengisinya dengan kerikil”. Tanpa berpikir panjang anak muda itu menghamburkan isi dari kantong selama perjalanan dalam kondisi gelap. Setelah beberapa waktu kemudian, sampailah ia di tempat yang cukup terang. Maka tampaklah isi tas tersebut, yang ia sangka adalah kerikil ternyata berisi permata-permata kecil. Kecewa tidak ada gunanya, sebab tinggal satu permata kecil tersisa di tangannya, sedang yang lain telah dihamburkan selama perjalananya. Sekalipun ia kembali ke jalan semula, ia tidak akan menemukan kembali sebab semuanya sudah ia hambur-hamburkan selama perjalanan. Itulah waktu, seperti permata berharga yang kita miliki. Tidak dapat terulang jika sudah dilalui. Oleh karena itu gunakan waktu dengan baik. Jangan kita akhirnya menyesal kemudian, gunakan waktu untuk memenangkan banyak jiwa.

  1. Waktu menentukan kualitas Hidup

            Di mata Tuhan, kualitas hidup, tidak ditentukan oleh banyaknya harta kekayaan atau kedudukan yang kita miliki. Bukan juga dari panjangnya usia seseorang, tetapi kualitas hidup ditentukan sejauh mana seseorang menggunakan waktu yang Tuhan beri kepadanya           untuk melakukan kehendak Allah.

Contoh Alkitab tentang orang-orang yang menggunakan waktunya dengan maksimal bagi Tuhan:

  • Yesus berada di muka bumi selama 33,5 tahun. Waktu yang singkat, Yesus gunakan untuk melaksanakan kehendak Bapa sehingga semua orang dapat diselamatkan.
  • Yohanes Pembaptis hidup selama 30 tahun. Waktu yang singkat ia pergunakan untuk melayani dan memuliakan Allah.
  • Murid-murid Yesus, tidak termasuk Yudas Iskhariot. Semua murid Yesus memiliki usia yang pendek kecuali penulis injil Yohanes dan kitab Yohanes yang usia hidupnya cukup panjang. Selain dari pada itu hidup mereka singkat, tetapi mereka gunakan sebaik mungkin untuk menghasilkan jiwa-jiwa dan melayani Tuhan.

  1. Waktu Adalah Kesempatan

            Ayub menjelaskan bahwa waktu adalah kesempatan emas bagi kita untuk menjadi berkat bagi semua orang, Ayub 14:1,2.

BUNGA dan BAYANG-BAYANG

Singkatnya usia manusia, dalam Ayub 14:1,2 diumpamakan dalam dua gambaran/perumpamaan, antara lain:

  • Seperti Bunga
  • Seperti Bayang-bayang

Artinya singkat tetapi berguna, walaupun umur bunga dan bayang-bayang sangat singkat, seperti matahari dalam satu hari. Tetapi kehadiran bunga dan bayang-bayang sangat berguna bagi semua orang.

A. SEPERTI BUNGA MENGEMBANG

Umur manusia digambarkan seperti umur bunga. Walaupun usia bunga sangat singkat, kehadiran bunga telah memberi pengaruh yang istimewa bagi umat manusia. Mulai dari bentuknya yang indah sampai kepada aromanya yang menawan.

Peran Bau Harum Bunga

Sebuah ruangan atau tempat akan tampak indah dan wangi dengan hadirnya bunga-bunga sebagai penghias. Meskipun masa hidup bunga tidak lama, tetapi kehadiran bunga dapat memberkati setiap orang yang melihat atau menghirup aromanya ketika berada di ruangan tersebut.

II Korintus 2:14-16, Kebiasaan tentara Romawi, saat pulang perang. Barisan dibagi dalam dua bagian, yaitu barisan tentara Roma di depan dan barisan tawanan musuh di belakang. Ketika mereka tiba di kota, penduduk kota akan menyambut dengan taburan bunga yang harum. Para tentara Roma dan tawanan mencium bau harum yang sama, tetapi pandangan dan harapan mereka berbeda satu dengan lainnya. Para tentara Rohawi mencium bau kemenagan yang harum dan kehormatan yang akan mereka terima, sedangkan para tawanan mencium bau kematian. Karena mereka akan menghadap kaisar dan disulam pada tiang. Maknanya, kehidupan Kristen menjadi bau bagi orang yang diselamatkan dan bau kematian bagi mereka yang akan binasa.

Sudahkah kita menjadi bau wangi bagi orang-orang sekitar ketika kita berjumpa dengan mereka? Atau sebaliknya. Biarlah dalam hidup yang singkat kita seperti bunga, yang menyebarkan keharuman dan keindahan lewat cara hidup sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

 

B. SEPERTI BAYANG-BAYANG

Usia manusia digambarkan dengan usia bayang-bayang, yang ada di pagi hari, dan pada sore terbenam. Tanpa kita sadari, semua orang menerima manfaat kehadiran bayang-bayang tersebut. Saat cuaca terik kita berteduh di bawah bayang-bayan pohon atau rumah. Jika tidak ada bayang-bayang maka kehangatan terik matahari akan kita rasakan. Dalam Mazmur 102:12 “Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang, aku sendiri layu seperti rumput”. Pemazmur menyadari bahwa usia hidupnya sangat singkat, seperti bayang-bayang dan bunga rumput yang singkat. Tetapi pemazmur bersyukur, sebab kesempatan yang Tuhan berikan kepadanya untuk hidup bumi ini telah ia gunakan dengan baik seperti bayang-bayang yang panjang, sehingga hidupnya menjadi tempat berteduh serta berkat bagi banyak orang.

DOA PEMAZMUR

Mazmur 102:25 Aku berkata: “Ya Allahku, jangan mengambil aku pada pertengahan umurku! Tahun-tahun-Mu tetap turun-temurun.” Bila umur diibaratkan seperti umur matahari dalam satu hari, yaitu pagi terbit dan sore hari terbenam. Maka dapat simpulkan:

  • Masa kanak-kanak seperti Matahari terbit
  • Muda usia seperti Matahari siang, posisi bayang tepat berada dibawah kaki. Kita masih mementingkan diri sendiri.
  • Dewasa seperti Matahari senja, bayang-bayang kita memanjang. Artinya kita semakin dewasa sehingga kita dapat menjadi perteduhan bagi orang lain.

KESIMPULAN    

Pemazmur tidak mau hidupnya tidak membawa dampak apa-apa bagi orang di sekitarnya. Ia memiliki kerinduan selama hidupnya ia dapat menjadi bayang-bayang panjang yang berdampak bagi banyak orang. Hendaklah sebagai orang percaya, kita memiliki cara hidup demikian. Meskipun singkat, biarlah digunakan untuk kemuliaan Tuhan, memenangkan banyak jiwa lewat cara hidup yang menjadi berkat serta memberikan perteduhan kepada setiap orang yang dijumpai. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s