TUHAN MENJAWAB, MENYERTAI, MELUPUTKAN DAN MEMULIAKAN by Pdt. JS. Minandar (Minggu, 14 Februari 2016)

Mazmur 91:15

“Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.”

 

 

PENDAHULUAN

Tidak ada seorang pun yang sanggup menjamin kita, selain Yesus yang sanggup menjawab permohonan,menyertai dalam kesesakkan, meluputkan dari ancaman Iblis serta memuliakan di bumi dan sorga. Dalam Mazmur 91:16, ada janji Tuhan bagi orang yang berlindung kepadaNya yaitu janji keselamatan. Untuk menerima fasilitas istimewa tersebut, syaratnya sangat sederhana yaitu dengan tidak berharap dan berlindung kepada apa pun di dunia ini, melainkan hanya berharap kepada Yesus satu-satunya tempat perlindungan, Mazmur 91:1.

Contoh hakim-hakim 4:1“Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata Tuhan.” Ayat ini menjelaskan betapa pentingnya peran seorang pemimpin yang terlihat secara kasat mata. Sebab pemimpin menjadikan umat Israel hidup benar dalam Tuhan. Seperti Ehud sang pemimpin masih hidup, umat Israel berbuat benar di hadapan Tuhan. Tetapi ketika Ehud sang pemimpin tidak ada, maka umat Allah berbuat jahat di hadapan Allah. Inilah keadaan akibat tidak adanya pemimpin. Hakim-hakim 4 :2 “Lalu Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan yang memerintah di Hazor. Panglima tentarannya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim.” Bangsa Israel diserahkan kepada Yabin raja Kanaan. Israel menjadi sasaran musuh. Jadi, orang yang tidak berjalan sesuai firman Tuhan, akan menjadi mangsa atau sasaran musuh. Musuh pengikut Yesus di akhir zaman bukan darah dan daging yaitu manusia, tapi musuh kita adalah Iblis penguasa kerajaan maut atau neraka!

Hakim-hakim 4:3a “Lalu orang Israel berseru kepada Tuhan”

Pada umumnya manusia pada waktu diberkati, sering lupa Tuhan, ketika mengalami masalah dan ancaman maut barulah ingat Tuhan, mencari serta berseru kepada Tuhan. Seperti Israel berseru pada Tuhan, sebab dalam Hakim-hakim 4:3b “…Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas Israel dengan keras.” Seruan Israel disebabkan karena penindasan yang mereka alami selama 20 tahun. Efesus 6:12, Iblis adalah musuh yang memperlengakapi pasukannya serta menempatkannya di semua segi kehidupan untuk menyerang orang percaya. Iblis bukan hanya menjajah dengan kurun waktu 20 tahun, tetapi selama kita masih di bumi.

Hakim-hakim 4:4,5 “Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri  Lapidot, memerintah sebagai hakim atas Israel. Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.”

Debora adalah seorang pemimpin. Jadi seorang wanita dapat menjadi pemimpin bangsa dan jabatan lain. Meski demikian Efesus 5:22 menuliskan bahwa seorang isteri harus tunduk kepada otoritas suami saat mereka di rumah. Karier, jabatan dan pendidikan isteri boleh lebih tinggi dari suami serta berpenghasilan lebih besar dari suami. Tetapi saat di rumah, isteri harus tunduk pada suami.

Hakim-hakim 4:6,7 “Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: “bukankah Tuhan, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa 10.000 orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama engkau, dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukan-nya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu.” Debora dipanggil untuk mengingatkan Barak berperang, karena Barak takut untuk maju perang. Padahal Tuhan sudah perintahkan dan menjamin akan menyerahkan musuh ke tangan Barak dan seluruh tentara Israel. Sebagai pengikut Kristus, apalagi pemimpin dan pelayan Tuhan, kita harus berani berperang melawan musuh yaitu Iblis bukan harus didorong-dorong dulu serta diperingatkan.

RESPON BARAK

Lalu apakah sikap dan jawaban Barak kepada Debora? Hakim-hakim 4:8 “Jawab Barak kepada Debora: “Jika engkau turut maju aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju.” Pada saat Debora memanggil dan mengingatkan Barak, ia justru minta ditemani Debora yang adalah seorang wanita untuk maju berperang. Selain Barak takut, ia juga tidak memiliki inisiatif, ia seperti kanak-kanak yang perlu dibimbing. Seharusnya ia dapat maju berperang sebab Tuhan sudah perintahkan dan itu menjadi penghormatan bagi Barak.

Hakim-hakim 4:9,10 Kata Debora: “Baik, aku turut! Hanya engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab Tuhan akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan.” Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh. Barak mengerahkan suku Zebulon dan suku Naftali ke Kedesh, maka sepuluh ribu orang maju mengikuti dia; juga Debora maju bersama-sama dengan dia.

Jangan anggap sepele pelayanan sebab pelayanan adalah kehormatan. Tuhan sediakan mahkota kemuliaan bagi mereka yang melayani. Barak takut berperang sendiri, ia minta ditemani Debora.

Dan Debora berkata “Barak, engkau tidak akan mendapat kehormatan dan yang akan menerima kehormatan ialah seorang perempuan”.  Jadi selama kita dipercayakan untuk melayani kerjakan itu, jangan menolak atau takut.

TUHAN AKAN MENOLONG

Siapakah perempuan dimaksud dalam Hakim-hakim 4:9? Ini bukanlah Debora tetapi ada perempuan yang Tuhan pakai. Perhatikan hakim-hakim 4:11 “Adapun Heber, orang Keni itu, telah memisahkan diri dari suku Keni, dari anak-anak Hobab ipar Musa, dan telah berpindah-pindah memasang kemahnya sampai ke pohon terbantin di Zanaim  yang dekat Kedesh.” Dalam ayat ini, secara khusus menjelaskan tentang Heber, seorang kepala keluarga, isterinya bernama Yael. Isterinya ini yang akan menerima kehormatan, karena Barak takut perang. Ada yang salah menafsirkan ayat ini. Mereka berkata Heber adalah suku Keni yang memisahkan diri dari suku Keni, seolah-olah mereka tidak mau bergabung dan menjadi eksklusif atau menyendiri.

Tujuan mereka memisahkan diri bukalah untuk tampak eksklusif atau menyendiri, tetapi ini adalah strategi untuk menyerang musuh. Heber dan keluarganya ingin membangun relasi atau hubungan yang baik dengan musuh sehingga mereka dapat dengan mudah menyerang.

Hakim-hakim 4:12-14 “Setelah dikabarkan kepada Sisera, bahwa Barak bin Abinoam telah maju ke gunung Tabor, dikerahkan-nyalah segala keretanya, Sembilan ratus kereta besi, dan seluruh rak-yat yang bersama-sama dengan dia, dari Haroset-Hagoyim  ke sungai Kison.” Setelah Sisera, panglima perang raja Kanaan mendengar bahwa Barak sudah mengerahkan 10.000 tentaranya ke gunung Tabor. Kemudian Sisera mengerahkan 900 kereta besi dan seluruh kekuatan pasukannya yang besar. Sebelum perang lalu berkatalah Debora kepada Barak: “Bersiaplah, sebab inilah harinya Tuhan menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu. Bukankah Tuhan telah maju di depan engkau?” Lalu turunlah Barak dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikuti dia.” Sebelum berperang, Debora terlebih dahulu memberi dorongan kepada Barak agar ia mendapat keberanian. Inilah yang harus kita praktekkan di antara saudara seiman dalam jemaat, yaitu saling mendorong, menguatkan dan saling membangun seperti yang tertulis dalam Ibrani 10:24,25

Hakim-hakim 4:15 “dan Tuhan mengacaukan Sisera serta segala keretanya dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak, sehingga Sisera turun dari keretanya dan melarikan diri berjalan kaki.”  Walaupun Barak penakut, ia dikuatkan Debora sehingga ia maju berperang. Maka Tuhan bertindak atas Israel sampai musuh tidak ada yang luput. Jika jemaat yang sepakat bersatu, tidak ada musuh yang bisa kalahkan, Matius 18:18-20.

Hakim-hakim 4:16 “Lalu Barak mengejar kereta-kereta dan tentara itu sampai ke Haroset-Hagoyim, dan seluruh tentara Sisera tewas oleh mata pedang, tidak ada seorang pun yang tinggal hidup.” Tidak masuk akal jika Barak dapat mengejar kereta kuda sebab kekuatannya berbeda. Jadi daerah gunung Tabor adalah daerah perladangan. Pasukan Sisera terjebak di ladang sehingga kereta mereka tidak dapat bergerak karena tanahnya basah. Hal ini menjadi kesulitan bagi Sisera dan pasukannya. Karena itulah Sisera turun dari kereta serta berlari. Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Roma 8:31- Allah membela bangsa Israel sehingga tidak ada lawannya.

Hakim-hakim 4:17 “Tetapi Sisera dengan berjalan kaki melarikan diri ke kemah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, sebab ada perhubungan baik antara Yabin, raja Hazor, dengan keluarga Heber,           orang Keni itu.” Inilah penjelasan ayat 11, Heber dan isterinya Yael, bukan memisahkan diri dengan keluarga Keni, tetapi mengadakan pendekatan dengan orang di lingkungannya. Dengan tujuan :

  • Membangun hubungan dengan masyarakat untuk beritakan Injil

Hakim-hakim 4:18 “Yael itu pun keluar mendapatkan Sisera, dan berkata kepadanya: “Singgahlah, tuanku, silakan masuk. Jangan takut.” Lalu singgahlah ia ke dalam kemah perempuan itu dan perempuan itu menutupi dia dengan selimut.” Karena kenal baik dengan Heber dan Yael isterinya Sisera mencari perlindungan yang terdekat untuk bersembunyi.

  • Kita harus ramah kepada semua orang untuk bisa memberitakan Injil kepada semua orang

Hakim-hakin 4:19 Kata Yael: “Singgahlah tuanku, silakan masuk. Jangan Takut..! ” Kemudian berkatalah ia kepada perempuan itu: “Berilah kiranya aku minum air sedikit, aku haus.” Lalu perempuan itu membuka kirbat susu, diberinyalah dia minum dan diselimutinya pula.” Dengan yakin Sisera masuk ke rumah Heber. Ia pun meminta minum maka Yael memberika ia susu, yaitu dadih minuman susu terbaik di Israel.

  • Memberitakan Injil dengan cara Memberi lebih kepada sesama

Hakim-hakim 4:20,21 “Lagi katanya kepada perempuan itu: “Berdirilah di depan pintu kemah dan apabila ada orang datang dan bertanya kepadamu: Ada orang di sini?, maka jawablah: Tidak ada.” Yael berperan bagaikan Bunga yang mengembang dan bayang-bayang yang memanjang bagi Sisera, musuh Israel. Sehingga Sisera begitu percaya dan menyerahkan dirinya pada Yael. Tetapi Yael isteri Heber mengambil patok kemah, diambilnya pula palu, mendekatinya diam-diam, lalu dilantakanyalah patok itu masuk ke dalam pelipisnya sampai tembus ke tanah – sebab ia telah tidur nyenyak karena lelahnya – maka matilah orang itu.” Jangan lakukan ini secara harafiah, tetapi secara rohani. Apa penjelasan rohani dari ayat ini? Patok dan Palu  adalah gambaran dari Firman Allah  (injil Kristus dan Kuasa Roh Kudus).

INJIL KRISTUS DAN KUASA ROH KUDUS.

Matius 5:40-42, Kita tidak mungkin bisa menanamkan injil Keselamatan ke dalam pelipis atau  pikiran seseorang, kalau kita tidak miliki kuasa dan kasih Kristus dalam diri kita. Apabila Sisera, tidak tertidur sampai nyenyak, tidak mungkin Sisera akan mau pelipisnya diisi patok, dia akan lari, berontak dan bahkan melawan. Demikianpun jika hidup kita tidak ada hubungan baik serta cara hidup yang baik bagi orang yang belum mengenal Tuhan maka sulit untuk kita menjangkau mereka. Gunakan cara yang digunakan keluarga Heber untuk kita menjangkau jiwa. Jadikan kuasa dan kasih Yesus yang bisa membuat orang mau menerima Injil Keselamatan.

Hakim-hakim 4:22-24 “Ketika Barak datang dan menanyakan Sisera, ternyata Sisera sudah diselesaikan oleh Yael seorang perempuan.” Pada mulanya Allah akan memberikan kemuliaan kepada Barak namun karena takut maka Tuhan memakai Yael istri Heber.

Pelajaran yang kita petik ialah jangan anggap remeh peran wanita. Jangan takut dan jual mahal untuk melayani Tuhan. Jadilah jemaat Mahanaim yang memiliki hati seperti Yael, yaitu hati yang mengasihi semua orang bahkan musuh sekalipun.

Tuhan kiranya menolong serta memampukan kita untuk menjangkau banyak jiwa. Lewat cara hidup yang berkenan di hadapan Tuhan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s