APA ARTI HIDUP by Dr. Stefan Sos (Kanada) – (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 21 Feb 2016)

Yakobus 4:14

Dalam surat Yakobus digambarkan bahwa hidup manusia seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Hal ini ada kaitan atau hubungannya dengan kitab Amsal, sebab surat Yakobus atau Amsal disebut sebagai kitab nasihat. Didalamnya membahas tentang hidup, nilai-nilai kehidupan dan hubungan kita dengan Tuhan.

Dalam surat Yakobus, ia mengajuan pertanyaan kepada kita tentang apakah arti hidup? Ini merupakan pertanyaan sederhana yang sering diabaikan. Kita adalah makhluk hidup yang ada bukan karena kecelakaan atau peristiwa biologis.

Yeremia 1:4,5 “Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.

Dalam seminar keluarga saya pernah menjelaskan bahwa hidup dimulai bukan dimulai dari pembuahan. Begitu banyak orang yang datang karena mereka ingin tahu mengapa demikian. Sebab dalam pegetahuan umum, hidup seseorang dimulai dari pembuahan yaitu saat sel telur bertemu dengan sperma. Tetapi saya sampaikan bahwa hal itu tidak benar, karena dalam Yeremia 1:5, sebelum dibentuk dalam kandungan seorang ibu, Allah sudah mengenal kita. Jadi Tuhan sudah merancang hidup kita jauh sebelum dikandung oleh seorang ibu. Tidak ada kecelakaan biologis atau anak haram, sebab kita sering mendengar bahwa ada orang-orang tertentu mengatakan bahwa mereka ada karena kesalahan biologis atau kecelakaan. Didalam Tuhan segala yang terjadi sepengetahuan Tuhan.

Sering kali kita mendengar banyak lagu yang tercipta dari kehidupan, film-film yang menceritakan tentang kehidupan serta puisi-puisi tentang kehidupan. Seseorang pernah berkata bahwa hidup bukanlah masalah yang harus dipecahkan tetapi kenyataan yang harus dijalani. Hidup adalah impian bagi orang-orang bijak, hidup adalah permainan bagi orang-orang bodoh, hidup adalah komedi bagi orang-orang kaya tetapi kehidupan adalah tragedy bagi orang-orang miskin. Jika arti hidup dimasukkan dalam konteks maka ada pertanyaan filosofis yang harus dijawab karena kebanyakan orang tidak mengerti arti hidup yang sejati bahkan ketika mereka sudah mati.

Salomo, raja yang berhikmat di zamannya menuliskan dalam Pengkhotbah 7:2 “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Dalam rumah duka kita melihat masa depan dan tujuan hidup, sedang ke rumah pesta kita hanya melihat hal-hal yang sementara. Jadi jika kita ingin berpikir tentang arti hidup, pergilah ke rumah duka. Contohnya ketika kita pergi ke rumah duka, di sana terbaring kaku seorang anak muda berumur 20 tahun yang meninggal karena kanker. Maka kita akan berpikir tentang hidup, bahwa ada pelajaran-pelajaran tentang hidup. Pengkhotbah 7:13,14 segala rencana masa depan hanyalah sia-sia sebab kita tidak mengerti tentang masa depan dan mengetahui tentang masa depan. Oleh karena itu percaya kepada Tuhan adalah kebijaksanaan. Jika kita memegahkan diri atau meninggikan diri tentang masa depan adalah arogansi – Yakobus 4:14,15. Dan melakukan hal baik adalah suatu keharusan – Yakobus 4:17.

Karena hidup begitu singkat, kita harus melihat cara-cara kita menghabiskan hidup. Kita tidak boleh membuang-buang waktu hidup, kita harus menginvestasikan hidup kita kepada hal-hal yang kekal. Seberapa banyak harta kekayaan yang sekarang kita miliki tidak akan bertahan kecuali hal-hal yang kekal.

Banyak orang yang mengalami masa kritis mengatakan, jika mereka dapat kembali ke masa lalu mungkin hidup mereka akan lebih baik. Tetapi semua sudah terlambat, apa yang sudah dilakukan di masa lampau tidak dapat terulang atau diperbaiki. Terkadang saat menghadapi kematian barulah seseorang sadar bahwa mereka telah banyak kehilangan kesempatan karena tidak memiliki tujuan hidup. Sebab itu kita perlu firman Tuhan yang memberikan tujuan serta prinsip-pinsip hidup yang benar tentang janji-janji Tuhan. Milikilah tujuan hidup serta rencana berdasarkan firman Tuhan untuk hidup yang lebih baik.

KEHIDUPAN DI DUNIA DAN DI KEKEKALAN

Hanya ada dua pilihan hidup, yaitu kehidupan di dunia serta kehidupan dalam kekekalan. Jika kita hanya memiliki tujuan hidup dunia, maka kehidupan dalam kekekalan tidak akan baik. Allah menempatkan manusia bukan untuk hidup dalam tujuan-tujuan duniawi. Allah menyediakan sorga, langit dan bumi yang baru untuk kita menghabiskan waktu bersama dengan Dia. Inilah tujuan hidup yang sebenarnya yaitu bersama Tuhan dalam sorga bukan hanya di dunia.

Banyak orang Kristen mengangap bahwa pelayanan penginjilan seperti transportasi bukan transformasi/mengubahkan. Kita memberitakan injil dan mengatakan bahwa kita harus percaya kepada Tuhan Yesus untuk dapat masuk sorga. Seperti tranportasi, dari sini ke sorga. Tetapi jika kita mengerti benar bahwa penginjilan tidak seperti transportasi melainkan transformasi maka kita akan berkata bahwa Yesus bukan hanya menyelamatkanmu untuk masuk dalam sorga. Melainkan IA juga akan mengubahkan hidupmu, engkau akan memiliki arti hidup serta memandang masa depan dengan cara yang berbeda. Jadi bukan hanya bertujuan ke sorga, tetapi menghidupkan sorga di bumi. Sehingga orang melihat dan mereka tidak berpikir bahwa hidup religius akan membawa mereka ke sorga. Orang-orang yang percaya Yesus hanya untuk masuk sorga akan mudah kecewa. Alkitab berkata, bahwa Tuhan akan memerintah di bumi selama 1000 tahun dan kemudian akan ada langit serta bumi yang baru dalam kekekalan.

Tujuan hidup orang percaya jauh lebih luar biasa dari yang dapat direncanakan. Namun selama di dunia ini kita harus menjawab pertanyaan apakah arti hidup ini? Filipi 2:16 “sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah“. Tuhan menaruh firman didalam hidup kita supaya berbuah. Beberapa orang mengatakan bahwa hidup mereka sangat aktif atau sibuk. Tetapi lain halnya dengan seorang pengusahan dari Toronto. Ia pengusaha yang berhasil serta memiliki banyak pekerjaan, namun ia selalu menyediakan waktu bagi orang-orang yang membutuhkannya. Bahwa dalam kesibukannya ia menyediakan waktu 1 jam dari pukul 12.00 siang sampai pukul 01.00 sebagai waktu untuk berdoa. Sekalipun Perdana Menteri Kanada datang kepadanya pada waktu tersebut, Perdana Menteri tersebut harus menunggu sampai ia selesai berdoa. Dan selama ia berdoa tidak ada satupun telepon yang disambungkan ke ruangannya kecuali istrinya sedang sekarat.  Pengusaha membuat setiap waktunya yang aktif menjadi bermakna bersama dengan Tuhan.  Tetapi banyak orang Kristen membuat alasan kepada gembala bahwa mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan. Perlu diketahui bahwa Tuhan dapat mengambil usaha yang kita lakukan dalam 1 detik. Banyak pengusaha-pengusaha besar di dunia ini pada satu titik akan menghabiskan waktu mereka di atas tempat tidur rumah sakit ketimbang mereka menyediakan waktu satu jam untuk Tuhan.

APAKAH ARTI HIDUP

Ada orang-orang yang hidup secara aktif sedang satu sisi ada orang yang hidup secara kosongan atau hampa. Sebenarnya seberapa panjang waktu yang dimiliki manusia? Dalam Yakobus 4:14, ia menjelaskan bahwa hidup ini memiliki dua sisi. Hidup yang terlihat secara kasat mata dan hidup yang belum terlihat. Seperti uap air teko yang mendidih ada yang terlihat sebentar namun ada uap yang tidak terlihat. Kejadian 47:9 “Jawab Yakub kepada Firaun: “Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.”  Zaman sekarang umur 130 tahun sudah sangat panjang, tetapi dibandingkan dengan umur nenek moyangnya umur tersebut sangat singkat dan buruk adanya. Umur Metusalah 900 tahun sedangkan umur Yakub 130 tahun. Mereka memiliki perbedaan yang cukup jauh. Namun di masa-masa yang sekarang kita hidup antara 70 sampai 80 tahun, merupakan umur yang baik (Mazmur 90:10). Banyak orang memperpanjang hidup dengan berbagai macam cara, tetapi Tuhanlah sumber hidup itu.

Hidup kekal dan penghakiman kekal

Ibrani 9:27 “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,” Tuhan adalah Allah yang adil. IA sediakan keselamatan bagi semua orang sebab Tuhan mau semua orang selamat. Tetapi demikian juga dengan maut. Tidak pandang usia, ia datang kepada semua orang dan inilah realita kehidupan. Kita lahir dan berjalan menuju kematian.

Dalam 2 korintus 4:18 Rasul Paulus mengatakan ”Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”  Hidup manusia adalah pemberian kepada orang lain. Ketika kita berjumpa dengan Yesus, tujuan hidupmu berubah. Awalnya hidup berfokus pada diri sendiri, akan berubah saat kita berjumpa dengan Yesus. Saat itulah kita menginvestasikan hidup, keuangan, dan kekuatan pada orang lain demi membritakan injil keselamatan.

Filipi 1:21, hidup adalah Kristus. Sebab Yohanes 14:6 – Yesuslah jalan dan kebenaran dan hidup, jadi bila hidup kita didalam Yesus maka cara hidup kita memanifestasikan atau menunjukkan tentang Yesus. Yesus tidak menghabiskan waktunya untuk kepentingan diri sendiri, IA investasikan hidupnya untuk manusia. Inilah tujuan Tuhan bagi manusia yaitu dalam kekekalan. Ada dua jalan sempit atau lebar, dua pintu dan memiliki dua tujuan, semua pilihan di tangan kita. Hidup ini singkat, tidak pasti dan tak dapat dipredikisi. Hidup harus stabil, Mazmur 1:3 hidup seperti pohon yang ditanam dekat aliran air. Sehingga ia menghasilkan buah serta mendapat kehidupan dari air tersebut. Hidup harus terlihat dari buahnya, karena apa yang dibuatnya selalu berhasil. Inilah tujuan hidup yang Tuhan inginkan yaitu hidup  menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya. Kita akan menjadi orang yang diberkati serta bahagia. Amin

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s