IMAN by Stefan Sos (Kanada) – (Ibadah Raya 3 – Minggu, 21 Feb 2016)

Iman pendorong orang-orang dalam melakukan pekerjaan mereka. Dengan iman pun setiap orang Kristen datang ke gereja setiap minggunya, sebab mereka percaya bahwa setiap hari minggu ada ibadah. Andai kata pada hari Minggu, saat kita datang beribadah ternyata pintu-pintu gereja terkunci, tentu kita akan bertanya-tanya mengapa pintu-pintu masih terkunci? Sedang hari ini waktunya untuk beribadah. Tetapi sampai saat ini, setiap kali kita ibadah minggu pintu-pintu gereja selalu terbuka. Sehingga iman dan harapan yang kita miliki dari rumah untuk datang beribadah tidaklah sia-sia. Iman sebenarnya begitu sederhana, tetapi orang-orang menjadikannya begitu rumit.

Markus 11:22 “Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah!”. Mengapa Yesus mengatakan demikian? Berarti ada saat-saat kita tidak percaya kepada perkataan Yesus, sehingga Yesus katakan percayalah kepada Allah. Diperlukan iman untuk datang kepada Yesus dan kepada Bapa melalui Yesus. Dalam Yohanes 14:6, Yesus katakan bahwa IA adalah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun datang kepada Bapa jika tidak melalui Yesus. Untuk mengalami kebenaran secara spiritual di kehidupan kekal, serta pengharapan yang sesungguhnya, kita harus datang dengan iman sebab kuasa keselamatan hanya ada dalam Yesus. Tindakkan kita untuk beribadah merupakan bukti iman kita kepada Yesus. Sebab dalam ibadah kita menikmati kekuatan hadirat Allah, kita menyembah, bernyanyi atau memuji nama Tuhan dan dalam ibadah tercurah berkat-berkat Allah yang akan diterima.

Di dunia ini ada begitu banyak agama dengan cara beribadahnya masing-masing, tetapi agama tidak menyenangkan Allah. Sebab beberapa agama mengunakan cara yang Tuhan tidak kehendaki. Perbuatan baikpun tidak dapat menyenangkan hati Allah. Roma 3:20 “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” Seberapa banyak seseorang melakukan kebaikan bahkan membawa keuntungan bagi orang-orang disekitarnya tidak akan cukup menyenangkan hati Allah.

1 Yohanes 5:10 “Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.“

Kita membutuhkan iman kepada Allah, yaitu iman kepada apa yang tidak terlihat. Iman yang demikian akan mengerjakan hal-hal luar biasa. Iman membuat hal-hal mustahil menjadi mungkin.

LANGKAH IMAN

  1. Mendengarkan Firman

Roma 10:17 “jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Dasar iman kita didalam Yesus dan bukti dari iman adalah ketaatan. Dalam kondisi apapun serta dengan konsekuensi bagaimanapun kita tetap taat karena kita percaya kepada Allah. Oleh sebab itu, para pengkhotbah memberitakan firman supaya iman kita tidak didasarkan kepada kebijaksanaan manusia. Berapa banyak diantara orang Kristen setia hadir dalam ibadah raya minggu. Mereka menerima pesan firman Tuhan lewat pengkhotbah, tetapi Tuhanpun memberikan pesan khusus kepada setiap pribadi pada saat mereka beribadah. Dibutuhkan telinga rohani untuk peka menerima pesan khusus yang Yesus berikan dalam ibadah.

Wahyu 3:13 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”  Telinga yang dimaksud bukanlah telinga secara fisik atau terlihat, tetapi sikap memberi perhatian atau respon. Banyak orang mendengar firman, namun yang hanya sedikit orang yang melakukannya, sebab itu siapa bertelinga atau memberi perhatian hendak mendengar baik apa yang disampaikan Roh kepada jemaat. Betapa pentingnya telinga yang mendengar, karena iman datang dari pendengaran. Dan lewat pendengaran kita mendapat pengetahuan untuk mengerti apa yang kita terima. Pengertian yang benar itulah iman muncul

  1. Selamat oleh kasih Karunia – Efesus 2:8

Hyper grace mengajarkan bahwa saat seseorang diselamatkan, maka Yesus hapus semua dosanya. Dengan demikian ia dapat dengan bebas lakukan apapun tanpa takut ada dosa lagi. Tetapi firman Tuhan menuliskan bahwa oleh iman kepada Yesus kita diselamatkan baik tubuh, jiwa dan roh. Sebab pengajaran hyper grace menjelaskan hanya roh yang diselamatkan tetapi tubuh tidak sehingga mereka bebas berbuat dosa sebab ada kasih karunia. Ketika Petrus berjumpa dengan Yesus ia berkata bahwa ia pendosa dan seorang pendosa membutuhkan penyelamat agar tubuh, jiwa dan rohnya selamat. Dan iman dalam Yesuslah yang menyelamatkan tidak ada yang lain.

Roma 1:17 “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” Firman Allah mengajarkan kita untuk hidup dan berjalan dengan iman. Dalam setiap segi hidup kita harus berjalan dalam iman. Saat kita bangun di pagi hari ada kesulitan hidup, apakah tindakkan kita? Apakah seperti orang dunia? Yaitu mengeluh, takut dan menyerah? Tentu tidak! Karena kita adalah orang percaya, seharusnya kita bersyukur dan berkata bahwa kita adalah pemenang, bukan sebaliknya. Sehingga orang-orang diluar Kristus akan terheran-heran melihat hidup kita yang penuh semangat, keceriaan dan damai sejahtra. Orang yang hidup oleh iman tampak berbeda dari orang dunia.

Dalam perjanjian lama ada contoh-contoh pejuang iman seperti Daniel dan kawan –kawan saat hadapi perapian. Bandingkan dengan kita yang hidup dalam kenyamanan dihadapkan dengan perapian yang bernyala. Apakah kita akan menyembah patung ataukah tidak menyembah seperti iman Sadrak, Mesakh dan Abednego. Kualitas iman seseorang akan nampak dalam masa-masa yang sulit. Contoh lain adalah Ayub, ketika ujian iman datang padanya. Ayub kehilangan semua harta kekayaan dan anak-anaknya hilang dalam sehari. Iapun alami sakit kulit yang sangat parah, Ayub berseru kepada Tuhan dengan iman bahwa penebusku hidup dan Ayubpun berkata “Tuhanlah yang memberi dan Tuhanlah yang mengambil terpujilah Tuhan.” Iman yang demikianlah yang membawa kita kepada kekekalan.

Apapun yang kita miliki harus kita serahkan kepada Tuhan bukan menunjukkan iman kepada Allah, namun menunjukkan kepada diri kita bahwa kita punya iman. Deklarasikan iman kita, mungkin situasi belum berubah dan mungkin kita belum sembuh. Tetapi Allah tetaplah Allah dan kita akan tetap percaya, jangan lihat situasi yang tidak berubah tetapi pandanglah Allah.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s