MEMENANGKAN JIWA BAGI KRISTUS by Pdt. Markus Rumampuk (Ibadah Raya 1, 3 – Minggu, 28 Feb 2016)

2 Petrus 3:9

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”

Allah menghendaki semua orang berbalik serta bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Kita merindukan gereja kita selalu ada pertumbuhan baik secara kuantitas maupun kualitas. Semua dapat tercapai ketika jemaat memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Jadi domba harus melahirkan domba.

Sebuah cerita tentang seorang ibu Kristen yang berusaha mencari seekor anjing kesayangannya. Ia menghubungi petugas keamanan dan bertanya kepada para tetangga namun hasilnya nol. Lalu ia berdoa dan berharap agar hewan peliharaannya dapat ditemukan. Sebagai orang percaya sering kali kita berusaha, berdoa serta menangis untuk hal-hal yang tidak kekal seperti keinginan, kesukaan dan kebutuhan. Berdoa untuk hal-hal yang demikian tidak salah, tetapi adakah kita berdoa bagi jiwa-jiwa yang belum mengenal Yesus dengan cara demikian? Menangis, berpuasa dan berdoa bagi keselamatan jiwa mereka? Sebagai umat Tuhan, biarlah kita merespon kerinduan Tuhan yaitu keselamatan bagi semua orang, domba melahirkan domba.

Kisah Para Raul 2:46, 47 “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”

PERINTAH TUHAN

Perintah Tuhan adalah memenangkan jiwa seperti jemaat mula-mula, lewat cara hidup dan kesaksian hidup, tetapi 95% jemaat di gereja-gereja tidak bersaksi. Mengapa?

  1. Mereka tidak mau bersaksi
  2. Perasaan Malu
  3. Merasa memenangkan jiwa hanya tugas pendeta
  4. Sibuk, tidak ada waktu bersaksi
  5. Belum ada pertobatan
  6. Takut

Keenam poin di atas merupakan penghambat seseorang untuk menginjil. Matius 5:13,14 menuliskan bahwa kita adalah terang dan garam dunia. Jangan sampai kita hanya berstatus Kristen dan beribadah namun cara hidup tidak menjadi terang serta garam bagi lingkungan sekitar kita. Kisah Rasul 8:4 “Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.” Pada zaman itu, semua orang percaya yang tersebar, di manapun mereka pergi, mereka memberitakan injil dan bersaksi. Tuhan menempatkan kita diberbagai tempat untuk memberitakan injil dan bersaksi, entah di kantor, di sekolah, dipasar dan dimanpun. Jadilah terang dan garam dimanapun Tuhan tempatkan kita. Di kota Malang ada komunitas EE yang berfokus pada penginjilan dan penjangkauan. Salah satu pemimpinnya menceritakan tentang seorang ibu tua yang memberitakan injil dimanapun ia pergi dan dalam setahun ia sudah memenangkan 73 jiwa. Setiap jemaat harus berperan aktif dalam memberitakan injil sebab keterlibatan jemaat dalam pemberitaan injil sangat berpengaruh besar. Jangan bertumpu hanya pada gembala, staf pengembala atau para pengerja sebab mereka terbatas. Jemaat adalah mata-mata untuk melihat orang-orang yang belum menerima injil serta menolong mereka dalam kesulitan serta memenangkan mereka dengan sikap hidup yang penuh belas kasihan. Beritahukan bahwa Tuhan sanggup menolong mereka.

G 1-1-1 (Gerakkan satu jemaat satu tahun bawa satu jiwa)

Banyak metode memenangkan jiwa dan penginjilan. Tetapi Tuhan punya banyak cara untuk memenangkan jiwa-jiwa entah lewat sakit penyakit, masalah atau cara-cara lainnya. Kebanyakkan gereja 90% jemaat dimenangkan oleh jemaat itu sendiri. Yehezkiel 3:18 “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! –dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.” Orang-orang yang belum mengenal Tuhan, pasti akan menerima hukuman. Tetapi bila kita mengetahui bahwa mereka belum kenal Tuhan kemudian ia meninggal maka itu menjadi tanggung jawab kita.

Di Indonesia termasuk daerah yang kita tempati sekarang, masih banyak orang yang belum mengenal Tuhan. Ini adalah tugas serta tanggung jawab orang percaya. Apa saja yang harus kita miliki untuk memberitakan injil?

  1. Hati yang mengasihi/berbelas kasihan kepada jiwa-jiwa tidak memilih-milih orang. Contohnya Markus 5:1-20, orang yang kerasukan roh jahat. Ia hidup di pekuburan, dirantai dan sangat membahayakan. Orang-orang lain mengharapkan agar ia segera mati, namun Yesus datang dan selamatkan orang itu. Yesus tidak menolak dia karena kekayaan, paras dan pangkatnya. Semua orang Yesus selamatkan sebab ia mengasihi mereka.
  2. Bangun hubungan dengan mereka. Hubungan sangat penting untuk mengenal dan bersaksi tentang Yesus.
  3. Mendengar masalah mereka dan menolong.
  4. Beritakan injil dan doakan mereka.

Lukas 15:10” Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” Pertobatan jiwa-jiwa membuat sukacita besar di sorga bukan karena kedudukan, pangkat ataupun jabatan. Suatu kisah tentang seorang bapak yang bertobat karena seekor anjing. Keluarga tersebut memiliki seekor anjing yang selalu menemani istri dari bapak itu setiap kali beribadah. Anjing itu mengikuti tuannya pergi beribadah dan anjing itu duduk di bawah bangku majikannya setiap minggunya. Selang beberapa lama sang majikan meninggal, namun anjing tersebut tetap datang ke geraja setiap minggunya. Bapak dari ibu tersebut bingung dengan sikap anjingnya, karena setiap hari minggu di jam yang sama anjing tersebut tidak ada di rumah. Akhirnya sang bapa coba mengikuti anjingnya dan ketika ia membuntuti anjing tersebut maka ia mengerti ternyata anjing itu setiap hari minggu pergi ke gereja. Allah pun bekerja dalam hati bapak tersebut serta membisikkan kalimat demikian “seseokor anjing pun beribadah, bagaimana dengan dirimu?” Pada saat itu sang bapak tertegur dengan pertanyaan tersebut. Iapun bertobat dan kembali setia beribadah karena melihat anjingnya sendiri. Tuhan dapat memakai banyak cara untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dan Tuhan dapat memakai kita untuk menyelamatkan jiwa-jiwa asal kita mau Tuhan pakai.

Lukas 16:19-21, cerita tentang orang kaya dan Lazarus. Orang kaya memohon kepada Bapa Abraham untuk membangkitkan ia kembali agar keluarganya selamat. Sebab ia sudah alami betapa menderitanya berada dalam neraka. Hidup kekal itu ada dan hukuman kekal juga ada, jangan tunggu sampai mereka meninggal baru menyesal. Selama masih hidup, lakukan sesuatu untuk jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Tuhan pasti menolong serta memampukan kita untuk memberitakan injil karena inilah visinya Tuhan. Tuhan mau semua orang bertobat, berbalik serta diselamatkan. Mari bergerak memberitakan injil dan menangkan jiwa-jiwa.. Selamat bekerja Tuhan menyertai kita semua.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s